Gelar Webinar Ekonomi Syariah, Prodi Ekonomi Islam FEB Undip Turut Hadirkan Wakil Presiden

Oleh: Aji dan Seli

(FEB Undip 28/04) – Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) bekerjasama dengan Pegadaian Syariah, Dana Kebaikan Umat, Bank Indonesia, dan OJK guna mengadakan Webinar Ekonomi Syariah dengan tema “Penguatan Industri Ekonomi Syariah di Era Digitalisasi dan New Normal”. Acara yang berlangsung pukul 08.20 WIB ini, dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting serta siaran langsung pada kanal Youtube Undip TV Official dengan total audiensi yang hadir lebih dari 600 orang. Audiens yang hadir pada webinar tersebut beragam, mulai dari mahasiswa dan dosen dari berbagai kampus di Indonesia, hingga pegawai perusahaan penyelenggara. Acara ini dipandu oleh dua pembawa acara, yaitu Rica Dwi C. dan Widya Arga P., mahasiswi program studi (prodi) Ekonomi Islam, dengan dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Menghadirkan empat pembicara yang kompeten di bidang masing-masing, dengan keynote speaker Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin yang tak lain merupakan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Acara diawali dengan pembacaan tata tertib yang dipimpin oleh MC, dilanjut dengan penampilan grup rebana Ready dari Undip. Webinar ekonomi syari’ah dibuka dengan lantunan ayat suci Al Quran oleh Muh. Fahri Fadhilah mahasiswa prodi Ekonomi Islam yang juga seorang hafidz 30 juz. Selanjutnya audiens menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjut dengan sambutan oleh Prof. Dr. Suharnomo, SE., M.Si. selaku Dekan FEB Undip dan Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. selaku Rektor Undip, serta pembacaan susunan acara.

Selanjutnya, Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin sebagai keynote speakers memaparkan materi mengenai dampak digitalisasi akibat pandemi terhadap ekonomi syariah. Beliau juga memaparkan mengenal empat pilar strategi penguatan ekonomi syariah dalam kenormalan baru, yaitu penguatan infrastruktur termasuk digitalisasi dengan strategi utama dengan pengembangan rantai sistem ekosistem halal, penguatan kelembagaan ekonomi syariah, pengembangan instrumen pasar keuangan syariah, dan meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah. Berlanjut kepada grand launching Lomba Paper Forum Riset Industri Gadai Syariah 2021 dengan tema “Membangun Industri Gadai Syariah Berkelanjutan Melalui Sinergi Teknologi, Budaya, dan Gaya Hidup Halal, untuk Membangun Perekonomian Bangsa” yang berhadiahkan total 50 juta rupiah dalam bentuk tabungan emas.

Dilanjutkan pembacaan resume pribadi moderator yaitu Shoimatul Fitri, S.E, M.M. oleh pembawa acara yang turut mengantar audiens kepada materi inti oleh keempat pembicara. Memasuki materi pertama oleh M. Luthfi Hamidi, seorang peneliti ekonomi syariah, mengenai penguatan industri syariah dalam perspektif Quranomics. Dalam materinya, beliau menjabarkan terlebih dahulu mengenai dampak Covid-19 bagi global dan lokal, dampak Covid-19 bagi industri syariah, lalu diakhiri dengan pembahasan mengenai celah pemulihan dari perspektif Quranomics. Lutfhi juga menjelaskan bahwa perlunya kesiapan terkait ekosistem digital dan ditutup dengan tanya jawab bersama audiens.

Materi kedua disampaikan oleh Beni Martina Maulana selaku Kepala Unit Usaha Syariah PT Pegadaian (Persero). Beni menyampaikan topik terkait Pegadaian Syariah di Era New Normal, di mana ia menyampaikan terkait perkembangan pegadaian (pegadaian journey) kemudian profil singkat pegadaian syariah, profil nasabah pegadaian syariah, serta transformasi dan peluang pegadaian syari’ah. Tak lupa pemateri kedua juga ditutup dengan diskusi tanya jawab dengan audiens.

Memasuki pembicara ketiga, webinar ekonomi syari’ah menghadirkan pembahasan mengenai Peran Fintech dalam Industri Keuangan Syariah yang dijelaskan oleh Triyono Gani selaku Kepala Group Inovasi Keuangan Digital OJK yang juga merupakan alumni dari FEB Undip. Webinar ekonomi syariah turut menghadirkan Erwin Haryono selaku Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) yang juga merupakan alumni FEB Undip serta Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Edents. Sebagai pembicara keempat, Erwin membawakan pembahasan mengenai Perkembangan Ekonomi Syar’ah Terkini dan Arah ke Depan. Acara ini berakhir pada pukul 12.45 WIB dengan closing statement dari tiap pembicara serta pembacaan pemenang.

Ketua Prodi Ekonomi Islam yakni Darwanto, S.E., M.Si., M.Sy. mengatakan bahwa kegiatan Webinar Ekonomi Syariah ini juga bersamaan dengan launching Lomba Paper yang merupakan tindak lanjut dari kegiatan ini. “Harapan kami lomba paper akan memberikan banyak ide dan pemikiran mengenai implementasi financial technology dalam praktek keuangan syariah dan sektor riil,” ungkapnya. Beliau juga menambahkan bahwa Prodi Ekonomi Islam FEB Undip mengadakan kegiatan bekerjasama dengan Pegadaian Syariah harapannya menjadi bagian meningkatkan literasi keuangan syariah khususnya terkait implementasi financial technology (Fintech). Era Digitalisasi menuntut pelaku ekonomi memahami manfaat dan resiko penggunaan berbagai transaksi ekonomi melalui berbagai platform teknologi.

Belajar Startup untuk Menghadapi Era Kebiasaan Baru

Oleh: Fatimah dan Luvita

(Undip 25/04) Demi mendukung perkembangan perekonomian Indonesia di era new normal, Unit Kegiatan Mahasiswa Research and Business Universitas Diponegoro (UKM R’nB Undip) menghadirkan sebuah acara dengan tajuk “Roadshow dan Sosialisasi Startup: Road to R’nB Startup Competition 2021”. Acara ini diselenggarakan pada Minggu, 25 April 2021 pukul 09.15 – 11.40 WIB menggunakan platform Zoom. Selain untuk mengembangkan perekonomian di era new normal, acara yang dihadiri oleh kurang lebih 260 orang partisipan ini juga dilangsungkan sebagai salah satu tahapan dalam R’nB Competition 2021.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh master of ceremony (MC), yaitu Muhammad Rafli dan Deriza Angelina. Setelah pembukaan, seluruh partisipan diminta untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selepas itu, dilakukan sesi sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh ketua pelaksana Roadshow dan Sosialisasi Startup 2021, Ardan Chrisyufa, dan sambutan kedua disampaikan oleh vice presiden direktur R’nB, Windi Permatasari. Sesi penyampaian materi kemudian dilakukan sebagai penyambung sesi sebelumnya. Terdapat 2 materi yang disampaikan dalam acara ini, yaitu mengenai “Mahasiswa, Bertumbuh dan Startup” dan “R’nB Competition 2021”.

Materi “Mahasiswa, Bertumbuh dan Startup” dibawakan oleh Hendro Sarjito, atau biasa dipanggil Hendro. Dalam presentasinya, Hendro menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki potensi serta peluang besar. Potensi dan peluang tersebut harus diolah sebaik mungkin agar dapat memberikan dampak positif bagi sekitar. Startup, sebagai salah satu cara dalam mengolah potensi dan peluang, digadang-gadang dapat menjadi sarana alternatif untuk ditekuni anak muda. Startup juga tentunya akan dapat membantu negara serta masyarakat, karena dalam pembentukannya seorang perintis harus meyakini betul bahwa solusi yang ia tawarkan, lewat startup-nya itu, harus dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.

Hendro memaparkan bahwa dalam memulai sebuah usaha rintisan, selain memantapkan tujuan startup, seorang perintis harus menyiapkan strategi semaksimal dan serealistis mungkin, baik dalam strategi pemasaran, strategi anggaran, hingga financial projection-nya. Tentu saja akan ada banyak tantangan dan hambatan yang akan dihadapi perintis, salah satunya terkait pendanaan, namun jangan ragu sebab akan ada banyak hal yang dapat dilakukan perintis untuk menutupi kekurangan dana, yaitu dengan pengajuan modal pada lembaga-lembaga keuangan hingga mengikutsertakan startup yang bersangkutan dalam kegiatan pitching (presentasi di depan calon investor).

Dalam sesi materi pertama, Hendro juga memaparkan mengenai hal-hal apa saja yang harus selalu diperhatikan dalam perkembangan sebuah startup dan cara-cara apa saja yang dapat dilakukan untuk mengetahui keadaan pasar. Di akhir sesinya, Hendro berpesan agar seluruh partisipan tidak pantang menyerah dalam berkreasi dan berkolaborasi. “Ketika membuat platform, dari ideation to creation, muaranya di proyeksi. Ide itu kalau ga dijalankan, kita nggak akan tahu validasi seperti apa, evaluasinya seperti apa, dan kita tidak akan pernah tahu proyeksi kita ke depannya itu seperti apa. Ide kita layak dijalankan lagi atau nggak, (gitu maksudnya). Makanya, sebagai penutup, temen-temen jangan lelah untuk berkreasi dan gunain (apa yang dimiliki) sebagai ladang kreativitas buat temen-temen semua,” pesan Hendro.

Guna meningkatkan keseruan acara, panitia mengadakan kegiatan ice breaking seusai materi pertama berupa game tebak gambar. Hal ini disambut dengan antusias oleh para partisipan. Acara dilanjutkan dengan materi kedua yang disampaikan oleh ketua pelaksana, Ardan Chrisyufa. Materi kedua dipresentasikan mengenai R’nB Competition 2021. Pemateri menyampaikan bahwa R’nB Competition tahun ini mengusung tema “Peran Mahasiswa sebagai Technopreneur Muda dalam Pemulihan Ekonomi di Era New Normal”, yang bertujuan untuk memberikan pengenalan dan pengarahan sebagai awal membangun startup. Tak lupa diadakan pula perkenalan mengenai kompetisi UKM R’nB itu sendiri, yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memecahkan permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Serangkaian acara R’nB Competition dilangsungkan dengan tiga sesi. Dimulai dengan kegiatan roadshow sebagai pengenalan startup dan launching R’nB Competition, seperti yang diadakan saat ini. Sesi selanjutnya diadakan sebuah webinar yang serupa dengan kegiatan roadshow dengan mengundang para pembicara yang luar biasa. Sebagai penutup, diadakan kegiatan yang berisi presentasi startup dari masing-masing peserta lomba. “Konsep lomba semua online kecuali untuk final day, tapi itu juga tetap akan menyesuaikan dengan situasi nanti,” tambah Ardan. Sesi pertanyaan kembali dibuka untuk materi kedua ini. Di akhir roadshow diadakan sesi dokumentasi bersama. Kemudian acara ditutup oleh MC pada pukul 11.40 WIB.

Berbagai Persepsi Mengenai Utang yang Semakin Meningkat, Ecofinsc Adakan “Financial Interactive Talk 1”

Reporter: Rijal dan Danny

(FEB Undip 24/04) – Acara Financial Interactive Talk diadakan oleh Economic Finance Study Club (Ecofinsc) yang mengusung tema “Utang Kian Meningkat, Bagaimana Nasib Perekonomian Indonesia Pasca Pemulihan Ekonomi”. Acara yang berlangsung pukul 13.00 WIB ini, dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting dengan total audiensi yang hadir hampir mencapai 100 orang. Notabenenya audiensi yang ada pada Fintalk 1 tersebut adalah mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia. Di samping audiensi, acara ini menghadirkan moderator yang andal dengan dua pembicara yang tak kalah berpengalaman di bidang ekonomi.

Acara Fintalk 1 diawali dengan doa yang dipimpin oleh MC, dilanjut dengan pembacaan susunan acara pada siang hari ini. Lalu acara beralih pada sambutan oleh Raymonth Pieter Silaen selaku Project Officer dan dilanjutkan sambutan Al Razi Radja yang merupakan Chief Excecutive dari Ecofinsc. Tak lupa pembacaan CV dari Jeremia Timothi yang merupakan mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan 2018 selaku moderator. Acara Fintalk 1 kemudian beralih tangan kepada moderator dengan pembacaan CV pembicara dari Akhmad Syakir Kurnia, Ph.D. yang merupakan dosen FEB Undip dan Riza A. Pujarama perwakilan Researcher INDEF.

Acara Fintalk 1 memasuki materi pertama dengan pemaparan oleh Akhmad Syakir yang membahas mengenai permasalahan ketika hutang meningkat. Dalam materinya beliau menjelaskan beberapa kekeliruan dalam mendiskusikan utang. Salah satunya mengenai mispesifikasi indikator yang hiperbolis. Beliau mengatakan bahwa banyak masyarakat yang melihat utang negara hanya dari nominalnya saja. Memang jika dilihat dari nominalnya, utang Indonesia mencapai lebih dari Rp 6.000 triliun. Dari nominal tersebut seringkali analisis masyarakat mengenai utang diilustrasikan dengan indikator-indikator yang hiperbolis atau berlebihan dan sering kali tidak relevan. Misalnya saja banyak yang menganggap bahwa jika dihitung-hitung setiap orang di Indonesia menanggung utang sebesar sekian rupiah. Itu adalah perspektif yang kurang tepat. Alangkah lebih baiknya jika masyarakat melihat dari perspektif yang benar dengan berbagai indikator utang yang ada agar tidak terjerumus pada perspektif yang kurang tepat.

Acara Fintalk 1 lalu dilanjutkan oleh Riza Annisa selaku pembicara kedua yang memaparkan materi mengenai utang dan perekonomian Indonesia. Dalam materinya beliau menjelaskan grafik dari berbagai perkembangan utang mulai dari utang publik, utang BUMN, utang luar negeri, hingga pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin menurun. Dijelaskan pula undang-undang yang mengatur batas utang nasional yakni Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Penjelasan Pasal 12 ayat 3. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa defisit anggaran negara dibatasi tidak boleh melebihi atau maksimalnya hanya sampai 3 persen. Sementara, negara hanya boleh memiliki utang maksimal sebesar 60 persen dari Product Domestic Bruto (PDB).

Setelah selesai pemaparan materi oleh kedua pembicara, Fintalk 1 pun dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh moderator dan audiensi. Terdapat beberapa pertanyaan yang diajukan kepada pembicara yang salah satu pertanyaannya menyinggung strategi ataupun kebijakan pemerintah dalam melunasi utang negara yang jumlahnya semakin lama semakin meningkat. Beberapa pertanyaan pun dijawab secara lugas oleh kedua pembicara hingga Fintalk 1 pun berada di penghujung acara. Sebelum acara ditutup, panitia memberikan apresiasinya berupa sertifikat kepada kedua pembicara dan moderator. Fintalk 1 ditutup dengan sesi foto bersama dan doa hingga acara pun berakhir pada pukul 15.30 WIB.

“Let’s Talk about Paper!” bersama KMA Undip

Oleh: Luvita Dyaningsih dan Michelle Jenifer (Undip 27/3)

Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA) memang bersungguh-sungguh dalam meningkatkan minat mahasiswa-mahasiswa akuntansi terhadap berbagai macam lomba, salah satunya adalah lomba paper atau karya tulis ilmiah. Melalui divisi pendidikan dan pelatihannya, KMA telah menyelenggarakan kegiatan bertajuk Sharing Session with Edution dengan tema “Let’s Talk about Paper!”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 27 Maret 2021 menggunakan platform Zoom Meeting dan berlangsung sejak pukul 15.45 WIB hingga 17.45 WIB dengan dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta. Sharing Session kali ini menghadirkan pembicara Wilhelmus Surya Wicaksana Anggri, atau kerap dipanggil Surya, dari Akuntansi 17 sebagai pembicara. Surya merupakan salah seorang mahasiswa akuntansi yang berprestatif di bidang paper, beberapa dari banyaknya prestasi yang pernah ia raih adalah menjadi top 10 dalam ajang bergengsi IAI APA Award tahun 2020 dan mendapatkan gold medal pada ajang Inova Croatia 2020.

Sharing Session with Edution dimulai dengan pembukaan dan pemaparan rangkaian acara oleh MC, Grahito Wisnugraha. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua KMA 2021, Yohanes Adji Prakosa, dan pengenalan program Anchor (Akundip Race Warrior) serta Edution (Education about Competition) oleh para person in charge (PIC) dari program-program tersebut, yaitu Alicia Rosa, atau disapa Oca, dan Faiz Rahmansyah, atau disapa Faiz. Sesi selanjutnya dari kegiatan ini adalah sharing session. Surya diwawancarai oleh Oca, selaku moderator, mengenai beberapa hal yang dirasa perlu diperhatikan dan disiapkan saat menghadapi serta melaksanakan lomba paper. Hal-hal yang dibahas contohnya adalah mekanisme lomba paper, kendala-kendala yang dihadapi saat mengikuti lomba, hingga cara mencari rekan tim yang cocok.

Kemudian, dilangsungkan sesi bedah paper yang dimoderatori oleh Faiz. Surya memaparkan bahwa dalam pembuatan paper, hal-hal yang kecil sekalipun dapat dianggap krusial. Mulai dari perancangan abstraksi, pencarian ide dan data, pembuatan paper serta power point, hingga pemilihan judul, semua harus dilakukan secara maksimal agar mencapai hasil yang maksimal pula. Surya berpendapat ide yang akan dituangkan sebaiknya aktual dan bermanfaat bagi masyarakat. Ide tersebut harus didukung oleh data-data terpercaya yang dapat dipertanggungjawabkan. Surya menjelaskan kombinasi tim yang tepat akan menentukan saat mengikuti lomba paper. Rekan tim yang sebaiknya dipilih merupakan mereka yang mau berkontribusi, berkomitmen, dan kooperatif. Lalu perlu juga membuat rentang manajemen waktu pengerjaan paper untuk memudahkan tercapainya target penulisan.

Dalam penulisan juga perlu memperhatikan guideline yang ditentukan panitia. Dimulai dari pemilihan judul yang harus bisa memantik rasa penasaran pembaca dan abstrak yang menjelaskan keseluruhan isi paper secara singkat hingga ide-ide yang out of the box namun tetap bisa diimplementasikan di masyarakat. Dalam proses penulisan ini, Surya kembali mengingatkan agar tim penulis tidak kekurangan data dan memperbanyak literasi untuk memperkaya diksi yang diperlukan. Data yang digunakan harus relevan, akurat, timely, dan up to date. Dalam tahap presentasi paper, manfaatkan waktu untuk menjabarkan permasalahan dan solusinya, didukung dengan poin-poin kuat dalam paper. Surya memberi tips lain seperti desain yang sesuai dengan isi presentasi, penambahan backsound untuk mengangkat suasana presentasi, dan mempersiapkan jawaban prediksi dari pertanyaan juri.

Di akhir, Surya berpesan untuk jangan takut mencoba. Setiap hal dimulai dengan ketidaknyamanan, maka carilah orang-orang yang dapat membantu. Berani berproses dan jangan takut menghadapi resiko. “Ajang kuliah ini bukan ajang kompetisi, loh, di situ (kuliah) itu ajang kolaboratif, ajang cari network, karena kita ngga ada yang tau ke depannya itu orang bakal jadi apa. Jangan sampai ngeremehin orang juga, siapa pun mereka itu. Kita ngga ada yang tau ke depannya gimana. Jadi, kolaborasi tuh paling penting. Terus, do something to proof that you’re worthy, gitu,” tutur Surya.

Sosialisasi Akbar sebagai Ajang Perkenalan dengan LKMM-D FEB UNDIP

Reporter: Luvita Dyaningsih dan Michelle Jenifer

(Undip 23/3) – Dilangsungkannya Sosialisasi Akbar Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-D) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) bertujuan untuk mengenalkan LKMM-D FEB Undip 2021 kepada seluruh mahasiswa, khususnya angkatan tahun 2019 dan 2020. Acara yang dilaksanakan oleh panitia LKMM-D FEB Undip 2021 melalui Zoom Meeting ini dihadiri oleh 119 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Diponegoro. Sosialisasi dibuka dengan sambutan dan perkenalan dari Muhammad Alfi, atau yang sering disapa Alfi, selaku ketua pelaksana LKMM-D FEB Undip 2021. Dilanjutkan dengan perkenalan dari Imannuel Hugo Setiawan, atau kerap disapa Gogo, selaku wakil ketua pelaksana LKMM-D FEB Undip 2021 dan M. Subkhi Al Khakim, atau disapa Khakim, selaku koordinator acara LKMMD-FEB Undip 2021. Setelah sesi perkenalan selesai, acara pun disambung dengan sesi pemaparan materi.

Alfi, Gogo, dan Khakim memaparkan bahwa LKMM-D FEB ini dapat dikatakan sebagai salah satu ajang aktualisasi diri. LKMM-D FEB merupakan salah satu kegiatan dalam alur kaderisasi yang bertujuan untuk menjadi wadah mahasiswa agar lebih memahami peran dan tugasnya. LKMM-D FEB 2021 mengambil tema “Kolaborasi Karsa Nyata Wujudkan Indonesia Emas 2045”. Melalui tema ini, diharapkan LKMM-D FEB Undip 2021 dapat mencetak generasi yang mampu berkolaborasi menyatukan semua sumber daya yang ada untuk mewujudkan Indonesia yang mampu bersaing dengan bangsa lain dan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa. Dengan tema tersebut, LKMM-D FEB membawa ciri khas tersendiri, yaitu menunjukkan marwah sebagai mahasiswa ekonomi dengan kepekaan terhadap lingkungan sosial dan politik.

Alfi memaparkan bahwa LKMM-D FEB memiliki fungsi sebagai investasi pembangunan diri untuk masa depan dan sebagai wadah untuk belajar. Gogo menuturkan bahwa LKMM-D FEB merupakan tempat untuk mencoba bertukar pendapat, berkreasi, dan berkolaborasi dengan teman-teman yang memiliki tujuan yang sama. Khakim menambahkan manfaat mengikuti kegiatan ini yaitu meningkatkan critical thinking dari tiap individu. Dengan critical thinking tersebut, inovasi dan kreativitas, pemahaman terhadap peran sebagai mahasiswa, serta kritis dalam menghadapi isu-isu ekonomi, sosial, dan politik diharapkan dapat bertambah. Target output dari LKMM-D FEB ini adalah mengembangkan nilai yang ditujukan dalam rangkaian acara, yaitu kolaboratif, kreatif, kritis, aktif, serta adaptif, kontribusi nyata untuk Indonesia, dan aktif mengembangkan diri di masyarakat.

Sesi pemaparan materi kemudian dilanjut dengan sesi tanya jawab. Peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi dapat dikatakan sangat antusias dalam sesi ini. Dipaparkan informasi-informasi tambahan mengenai kegiatan LKMM-D seperti pelaksanaannya yang dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu, penjelasan garis besar rangkaian-rangkaian kegiatan setelah open recruitment, waktu pelaksanaan yang diperkirakan maksimal berakhir pada bulan Juni, dan lain sebagainya. Panitia juga kembali mengingatkan bahwa mengenai persyaratan dapat diakses melalui dan registrasi online dapat dilakukan pada pranala . Acara akhirnya ditutup dengan pesan dari Alfi agar peserta yang hadir dapat mendaftarkan diri dalam kegiatan LKMM-D yang dinilai sangat penting tersebut.

“Jangan lupa (bagi teman-teman untuk) ikut (dalam kegiatan) LKMM-D, terlepas (ikut) di FEB atau di fakultas mana pun, (karena) LKMM-D ini merupakan sebuah rangkaian yang sangat penting bagi teman-teman yang ingin punya investasi jangka panjang (dalam hal kepemimpinan). Jika (teman-teman) ingin ikut (kegiatan LKMM-D) di FEB silahkan, kami sangat terbuka. (Tetapi) jika (teman-teman) ingin ikut (kegiatan LKMM-D) di fakultas lain itu pun juga ga masalah,” tutur Alfi.

Gelar Rapat Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah, FEB Undip Hadirkan Pembicara dari Saxion University of Applied Sciences

Reporter: Novi dan Musa

(FEB Undip 15/3)­ – Rapat Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-61 Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) ini mengusung tema “Business Models and Business Model Innovation in Relation to Digization, Suistainability and Covid-19” dengan menghadirkan pembicara, yaitu Dr. Ir. Timber Haaker dari Saxion University of Applied Sciences. Mengingat masih dalam kondisi  pandemi, acara dilaksanakan melalui platform Zoom Online Meeting dan sebagian hadirin berada di tempat acara berlangsung.

Acara ini turut dihadiri oleh segenap civitas akademika FEB Undip, mulai dari Dekan FEB, Kepala Departemen di FEB Undip, Pimpinan  Lembaga Kemahasiswaan, para staf, dan alumni. Selain itu, mitra bank, Persatuan Dharmawanita, serta mahasiswa juga turut hadir dalam acara tersebut. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, menyanyikan Mars Undip, dan dilanjutkan dengan pembukaan Rapat Senat Terbuka oleh Prof. Anis Chariri, S.E., M.Com, Akt, Ph.D., Akt. selaku Ketua Senat. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FEB Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (IKAFE) Undip Saiful Bahri, dan terakhir ada sambutan dari Rektor Undip yang diwakili oleh Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Ir. Ambariyanto, M.Sc.

Orasi ilmiah disampaikan oleh Dr. Ir. Timber Haaker, Professor of Business Models Saxion University of Applied Sciences. Beliau membawakan tema materi tentang model bisnis dan inovasi  model bisnis yang berkaitan dengan digitalisasi, keberlanjutan, dan Covid-19. Pemaparan materi diawali dengan pembahasan mengenai pandangannya terhadap model bisnis. Menurutnya, teknologi saja tidak cukup melainkan juga diperlukan model bisnis yang layak. Kemudian beliau juga membahas mengenai bagaimana mendeskripsikan sebuah model bisnis. Terdapat 4 pertanyaan kunci dalam mendeskripsikan sebuah model bisnis, yaitu what do you offer to the customer (apa yang Anda tawarkan kepada pelanggan), how is the value proposition created (bagaimana proposisi nilai dibuat), how is revenue created (bagaimana pendapatan dihasilkan)dan who is your target customer segment (siapa yang menjadi target pelanggan Anda).

Pembahasan berlanjut mengenai inovasi model bisnis saat pandemi Covid-19. Terdapat 4 cara yang bisa dilakukan, yaitu pertama, dengan mengubah penawaran. Sebagai contoh, tempat GYM menyediakan pembelajaran secara digital. Kedua, mencari saluran lain atau kelompok sasaran lain. Ketiga, menggunakan aset dengan cara yang berbeda. Keempat, mengubah model pendapatan.

Pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir hingga saat ini juga turut berdampak pada model bisnis dan praktik bisnis. Sebuah survei online internasional dengan total 453 responden di 37 negara dengan kelompok partisipan terbesar datang dari The Netherlands (42%), Romania (22%), Vietnam (6%), dan India (5%) menunjukkan hasil bahwa krisis Covid-19 membuat organsisasi lebih menyadari tentang pentingnya nilai social relative terhadap nilai ekonomi. Itulah yang menjadi catatan penting untuk kita semua dalam model bisnis dan praktik bisnis sekarang ini. Acara ini berjalan dengan lancar dan sukses. Semua materi yang dibawakan oleh pemateri sangat bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan juga. Acara ini berakhir sekitar pukul 16.00 WIB yang ditutup dengan pembacaan doa oleh Marwini, S.H.I., M.A., M.S.I, dosen Ekonomi Islam FEB Undip.

Siapkan Dirimu untuk Menghadapi PILMAPRES 2021

Reporter: Luvita dan Helen

(Undip 12/3) – Kembali digelarnya ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) 2021 di tingkat fakultas, universitas, dan nasional mendorong Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (BEM FEB) Bidang Akademik dan Keilmuan untuk menyelenggarakan sosialisasi Kupas Tuntas Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FEB pada 12 Maret 2021. Dengan menggunakan platform Ms. Teams, kegiatan yang dihadiri oleh kurang lebih 19 peserta ini membahas perihal ketentuan-ketentuan apa saja yang ada dalam PILMAPRES dan hal-hal yang perlu disiapkan oleh para peserta. 

Kegiatan ini dimulai pada pukul 20.05 WIB dan selesai pada pukul 21.40 WIB. Walaupun sempat terkendala, kegiatan tetap dapat berjalan lancar. Sebagai awal rangkaian acara, pembukaan dilaksanakan oleh Morales Purba yang kemudian dilanjut dengan pemaparan materi oleh Maal Naylah, S.E., M.Si.. Setelah pemaparan materi, rangkaian acara pun disambung dengan sesi tanya jawab dan diakhiri penutupan.

Kendati penyelenggaraan kegiatan dilakukan pada malam hari, para peserta dapat dikatakan cukup antusias. Bahasan mengenai gagasan tertulis yang akan diajukan, syarat-syarat yang harus ditepati, dan ketentuan-ketentuan yang tidak boleh dilanggar, menjadi topik utama yang dikaji lebih dalam oleh Maal. Selain itu, Maal juga menjelaskan bahwa kemampuan berbahasa, khususnya bahasa Indonesia dan Inggris, pengalaman-pengalaman yang dimiliki, baik keorganisasian, perlombaan, hingga prestasi unggulan, serta wawasan mengenai kebangsaan, semuanya akan dijadikan indikator-indikator dalam hal pemberian nilai yang akhirnya akan menentukan ranking dan lanjut-tidaknya peserta ke tingkat berikutnya, yaitu dari tingkat fakultas ke universitas ataupun tingkat universitas ke nasional. 

Sekalipun tantangan yang akan dihadapi tidak mudah, Maal berpesan bahwa tidak perlu takut atau ragu untuk mengikuti ajang PILMAPRES ini. Percaya diri dan peka terhadap sekitar seharusnya menjadi senjata utama dari tiap-tiap peserta. “Pokoknya, semangat ikut aja dulu, ikut, gitu. Kita jangan sudah worry duluan, jangan. Harus percaya diri. Nanti teman-temannya seperti apa kan kita juga tidak tahu, ya, keberuntungan itu akan (datang) ke siapa (atau) ke mana, gitu. Kadang-kadang, justru misalnya, ketika idenya itu ngga mainstream, terus kemudian punya gaya sendiri, ciri khas sendiri, ya, bisa jadi itu malah menarik, gitu. Jadi, silahkan mengaktualisasikan dirinya (masing-masing),” tutup Maal.

Mengupas Tuntas Program Holistik Pemberdayaan dan Pembinaan Desa

Reporter: Fitri Widya dan Michelle

(Undip 9/3) – Sosialisasi Program Holistik Pemberdayaan dan Pembinaan Desa (PHP2D) 2021 yang diselenggarakan oleh Koordinator PHP2D Universitas Diponegoro (Undip) 2021 bertujuan untuk mengenal program PHP2D beserta alur pelaksanaannya di tahun 2021 ini. Acara dihadiri oleh koordinator PHP2D Undip serta mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari berbagai fakultas di Undip.

Acara dimulai pukul 15.00 WIB dengan sambutan dari Nuryanto selaku koordinator PHP2D Undip. Dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai filosofi program PHP2D 2021 oleh Fahmi Arifin. Diawal pemaparannya, Fahmi menjelaskan bahwa PHP2D merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui BEM maupun UKM. Sebagaimana program ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa peduli dan kontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera. Selain itu, ia juga menjelaskan tiga filosofi PHP2D 2021 yaitu menolong dirinya sendiri, masyarakat adalah sumber daya yang besar, dan program yang mencakup perubahan sikap. PHP2D tahun ini mengusung tema “Terwujudnya Mahasiswa yang Mampu Berpikir Kritis, Kreatif, Komunikatif, dan Kolaboratif serta Memiliki Kemampuan Kepemimpinan dalam Pengembangan Masyarakat Desa di Era Industri 4.0 sebagai Implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.”

Suasana Sosialisasi PHP2D 2021

Peran Mahasiswa Sebagai Agent of Change Melalui PHP2D

Tidak hanya itu, ternyata program ini juga membawa misi yang tidak kalah menarik. Misinya yaitu menerapkan karakter positif, empatik, peduli, ulet, kreatif, bertanggung jawab melalui ormawa, menemukan atau membangun potensi desa untuk pemberdayaan, membangun kerjasama baik dengan pihak eksternal, membangun kemandirian, dan mengembangkan kegiatan kemahasiswaan di desa. Diharapkan program ini dapat berdampak di masyarakat melalui kelembagaan, kemitraan, ekonomi, dan pembangunan. Serta bagi mahasiswa dapat menjadi agent of change bagi sekitarnya. Untuk mengikuti program ini, pengusul harus merupakan mahasiswa aktif program sarjana dari berbagai jurusan yang tergabung dalam Ormawa, UKM, maupun BEM yang telah disetujui universitas. Satu tim pengusul berisi minimal sepuluh orang dari organisasi mahasiswa.

Berbeda dengan topik pembahasan yang disampaikan oleh pembicara pertama mengenai filosofi PHP2D, Sri Winarni sebagai pembicara kedua lebih fokus  terkait persoalan proposal. Mulai dari bagaimana sistematika pembuatannya sampai pengajuan proposal tersebut telah dikupas secara tuntas. Setelah pemaparan dari kedua pembicara selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipimpin oleh Arfa Bahrul Ulum selaku moderator sosialisasi PHP2D. Antusiasme peserta begitu terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya lewat fitur raise hand, namun dikarenakan keterbatasan waktu, hanya beberapa peserta tercepat yang diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada pembicara.

Tips Lolos Seleksi Proposal

Di penghujung acara, terdapat sharing session oleh Aditya Al Ansori dan Noviyani Saputri. Keduanya merupakan ketua tim pemenang PHP2D tahun 2020. Sharing session diawali dengan pemaparan Aditya terkait tahapan persiapan PHP2P pada tahun lalu, mulai dari analisis masalah, penentuan ide, penyusunan proposal, sampai dengan persoalan teamwork. Aditya juga memberikan tips-tips dalam penyusunan proposal agar lolos seleksi, diantaranya ada satu komponen yang paling krusial yakni berhubungan dengan seleksi administrasi. “Tahun lalu juga sama, waktunya kurang lebih satu bulan untuk menyiapkan berkas-berkas dan lampiran. Ini yang paling penting, karena tahapan seleksi yang paling penting adalah seleksi administrasi. Kalau misal ada satu saja yang kurang administrasinya, walaupun ide kalian sebagus apapun, proposal kalian tidak akan masuk seleksi itu,” ujar Aditya. Tidak jauh berbeda, Noviyani juga menyampaikan hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan dalam PHP2D. Diantaranya tentang bagaimana pemilihan desa, pembinaan seperti apa yang ingin dilakukan, timeline, serta pemilihan judul proposal.

NUDC dan KDMI 2021 sebagai Wadah Kompetisi Debat Mahasiswa

Reporter: Deva dan Fellencia

Undip (6/3) – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip) mengadakan Sosialisasi National University Debating Championship (NUDC) dan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2021 dengan tujuan memberikan pandangan maupun arahan tentang NUDC dan KDMI bagi para peserta sosialisasi agar semakin yakin untuk mengikuti kompetisi ini. Acara dibuka oleh Susantyo Nugroho Widyo Pramono melalui platform Microsoft Teams pada pukul 10.00 WIB. Sosialisasi diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di Undip.

Sosialisasi ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu Arido Laksono, S.S, M.Hum selaku Person in Charge of Interfact, pembicara kedua ialah Mutiata Noverita Arumdafta selaku 6th Best Speaker of NUDC dan pembicara terakhir ialah Lusiana Gusprima selaku Runner-up KDMI 2020 6th Best Speaker of KDMI. Menurut pemaparan yang disampaikan Arido Laksono, NUDC dan KDMI menuntut mahasiswa tidak hanya mampu mengungkapkan ide dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, tetapi juga menuntut mahasiswa mampu menguasai pengetahuan global, menganalisis, membuat penilaian, dan meyakinkan publik.

Suasana Sosialisasi NUDC dan KDMI 2021

Menyelesaikan Persoalan Melalui Debat NUDC Tahun 2020

NUDC tahun 2020 mempertemukan 112 tim terbaik se-Indonesia. NUDC menggunakan sistem atau format debat British Parlementary dan N1 Policy. NUDC menghadapkan mahasiswa untuk bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang dialami suatu masyarakat atau bangsa dengan posisi mereka masing-masing dan berusaha untuk meyakinkan publik bahwa pendapat mereka benar dan tepat. Terdapat beberapa alur seleksi yang harus dilalui untuk bisa menjadi perwakilan atau mengikuti debat di NUDC. Pada seleksi awal akan dilakukan seleksi universitas melalui interfaculty yang berarti melibatkan dua atau lebih fakultas. Selanjutnya, akan dipilih tiga orang sebagai juara dan 10th Best Speakers. Ketiga orang yang terpilih akan mewakili universitas yang terdiri dari dua orang debater dan satu NI adjudicator.

Setelah melalui proses seleksi universitas, langkah selanjutnya adalah seleksi wilayah dan dilanjut dengan seleksi nasional bagi peserta yang lolos. Di seleksi nasional inilah NUDC diadakan, di mana pada seleksi ini diikuti oleh tim-tim terbaik dari tiap wilayah dengan jumlah kurang lebih 100 tim, yang terdiri atas 200 debaters dan 100 N1 adjudicators. Seluruh tim akan melalui lima babak pre-eliminaries dan empat babak eliminaries.

Alur Seleksi KDMI Tahun 2020

Dalam pelaksanaannya, KDMI menggunakan sistem Asian Parlementary dan diikuti oleh 30 tim. Tim merupakan seluruh mahasiswa Indonesia program Sarjana dan Diploma yang terdaftar di pangkalan data perguruan tinggi dan telah berhasil lolos dalam seleksi wilayah, di mana satu tim terdiri atas tiga orang pendebat dan satu orang juri N1. Alur seleksi Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dilakukan dengan 3 alur seleksi. Pertama, seleksi tingkat universitas di mana universitas akan memilih 3 peserta terbaik untuk menjadi menjadi delegasi tingkat wilayah. Kedua, seleksi tingkat wilayah atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi  (LLDIKTI), yang mana setiap perwakilan dari universitas dalam suatu wilayah akan bersaing untuk menjadi delegasi tingkat nasional. Ketiga, seleksi tingkat nasional, pada alur seleksi ini para perwakilan wilayah akan bersaing dengan perwakilan wilayah lain untuk menjadi juara di Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI).

Alasan Kenapa Harus Bergabung Menjadi Debater.

Critically, dengan berdebat akan melatih untuk berpikir kritis agar bisa memecahkan persoalan-persoalan yang diberikan. Confidence, dengan berdebat juga memunculkan rasa percaya diri karena kita dilatih untuk bisa menyakinkan publik atas gagasan yang kita berikan. Cooperation, di mana debat dilakukan oleh tim yang terdiri lebih dari satu orang sehingga dituntut untuk bisa saling bekerjasama dalam memenangkan sebuah kompetisi ataupun membangun suatu gagasan. Community, setiap bidang pasti memiliki komunitas masing-masing begitu juga dengan debat. Adanya komunitas yang dibangun dalam suatu bidang akan membuat orang di dalam komunitas tersebut bisa lebih berkembang lagi serta bisa menambah relasi. Champion, debat sebagai salah satu kompetisi maka salah satu hal yang akan didapatkan jika bergabung  menjadi debater yaitu menjadi juara atau mendapatkan penghargaan yang membanggakan.

Dies Natalis FEB Undip Ke-61 Dibuka dengan Khotmil Qur’an

Reporter: Fadila dan Danny

FEB Undip (1/3) – Dalam rangka membuka rangkaian acara Dies Natalis Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) ke-61, FEB Undip menggelar acara Khotmil Quran pada Senin (1/3) pukul 09.00 WIB. Acara ini mengangkat tema “Semangat Al-Qur’an dalam Mengingkatkan Produktifitas di Era Pandemi”  yang dipaparkan oleh Prof. Dr. H. Musahadi M.Ag. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang. Acara ini diselenggarakan secara luring dan daring melalui platform Zoom dan disiarkan secara langsung di kanal Youtube FEB Undip. Acara ini  dihadiri oleh berbagai stakeholder FEB Undip, diantaranya Dekan FEB Undip, Kepala Departemen di FEB Undip, hingga alumni yang dapat berjalan dengan lancar dan hikmat.

Tepat pada pukul 09.35 WIB, acara Khotmil Quran dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ahmad Najihudin. Kemudian, acara berikutnya yaitu sambutan oleh Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. selaku Dekan FEB Undip. Dalam sambutannya, Suharnomo menjelaskan bahwa acara Dies Natalis FEB Undip yang ke-61 diselenggarakan dalam suasana keprihatinan akibat pandemi Covid-19. Beliau juga membeberkan beberapa rangkaian acara Dies Natalis tahun ini, diantaranya tilik kubur, anjangsana ke alumni FEB Undip, dan berbagai rangkaian guna meningkatkan mutu fakultas. Puncaknya, pada Minggu (14/3), FEB Undip akan melakukan Rapat Senat Tahunan dan International Seminar yang dihadiri oleh pembicara dari National University of Singapore (NUS). Sebelum beranjak ke sesi berikutnya, MC mempersilahkan Dekan FEB Undip beserta jajaran serta pembicara untuk melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu.

Sambutan oleh Dekan FEB Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S,E., M.Si.

Selanjutnya, puncak acara Khotmil Quran pagi hari ini ditandai dengan pemaparan materi dari Prof. Dr. H. Musahadi M.Ag selaku Guru Besar FEBI UIN Walisongo, Semarang. Musahadi menerangkan bahwa jika kita ingin mengambil semangat dari Al–Qur’an dalam berbagai kehidupan, terbuka ruang perbedaan dari masing-masing individu. Untuk menyikapi hal tersebut, kita disarankan untuk kembali ke ilmu pengetahuan dengan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.  Selain itu, beliau menyoroti banyaknya tafsir Al-Qur’an yang hanya menggunakan pendekatan secara sekilas. Untuk menghadirkan penafsiran yang dapat menghadirkan kemasalahatan bagi masyarakat luas, beliau menegaskan, tidak ada cara lain selain menggunakan cara ilmiah. Acara ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Musahadi sendiri.