Sejarah tentang gizi
di Indonesia tak lepas dari perjuangan pegiat gizi nasional. Mulai dari
berdirinya Sekolah Djuru Penerangan Makanan (SDPM) pada tanggal 25 Januari 1951
yang merupakan buah ide dari Prof. Poorwo Soedarmo yang pada saat itu menjabat
sebagai Kepala Lembaga Makanan Rakyat. Ia ditugaskan untuk membantu dalam
penanggulangan permasalahan terkait gizi buruk oleh Menteri Kesehatan Republik
Indonesia saat itu yang dijabat oleh Johannes Leimana. Bertepatan dengan
berdirinya SDPM tersebut lahirlah Hari Gizi Nasional (HGN) yang diperingati
setiap tanggal 25 Januari. Berkat bantuan dari Prof. Poorwo Soedarmo dalam
pengembangan pengetahuan gizi di Indonesia, membuat namanya juga dikenal
sebagai Bapak Gizi Nasional yang diakui oleh Persatuan Ahli Gizi Indonesia
(Persagi) pada tahun 1969.
Pada dasarnya gizi
yang baik atau seimbang menghadirkan badan menjadi sehat, tubuh sulit terkena
penyakit infeksi, serta produktivitas kerja semakin meningkat. Pentingnya gizi
seimbang telah dikampanyekan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lewat 10
pedoman gizi berimbang diantaranya yakni, biasakan mengkonsumsi aneka ragam
makanan pokok, batasi konsumsi panganan manis, asin, dan berlemak, lakukan
aktifitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan, biasakan mengkunsumsi
lauk pauk yang mengandung protein tinggi, cuci tangan pakai sabun dengan air
bersih mengalir, biasakan sarapan pagi, biasakan minum air putih yang cukup dan
aman, banyak makan sayuran dan cukup buah buahan, biasakan membaca label pada
kemasan makanan, serta syukuri dan nikmati aneka ragam makanan. Lantas seberapa
pentingkah pengetahuan tentang gizi bagi kita?
Gizi yang tak
berimbang menyebabkan banyak permasalahan pada tubuh manusia, salah satunya
yakni stunting. Menurut Kemenkes, stunting yakni suatu kondisi gagal
tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Stunting tentunya mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan otak
anak. Anak yang mengalami stunting
juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya.
Dilansir dari data
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI 2019 menyebutkan bahwa persentase balita usia
0-59 bulan di Indonesia tahun 2018 sangat kurus yakni sebesar 3,5% dan kurus
sebesar 6,7%. Dengan demikian, kondisi ini cenderung mengalami kenaikan jika
dibandingkan dengan kondisi tahun 2017, di mana persentase balita sangat kurus
sebesar 2,8% dan kurus sebesar 6,7%. Kemudian terkait stunting yang merupakan status gizi berdasarkan pada indeks
tinggi badan menurut umur. Hasilnya persentase balita sangat pendek dan pendek
usia 0-23 bulan di Indonesia tahun 2018 yaitu 12,8% dan 17,1%. Kondisi ini
meningkat dari tahun sebelumnya di mana persentase balita sangat pendek yaitu
sebesar 6,9% dan balita pendek sebesar 13,2%.
Melihat data tersebut tentunya sudah menjadi perhatian
bagi kita semua baik pemangku kebijakan maupun tiap individu masyarakat untuk
dapat lebih peduli pada permasalahan gizi. Dalam rangka upaya gizi seimbang,
setiap keluarga tentunya harus dapat mengenal, mencegah, serta mengatasi
permasalahan gizi setiap anggota keluarganya. Pada dasarnya ini sesuai dengan
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2014 tentang Upaya Perbaikan Gizi.
Adapun upaya yang dilakukan untuk mengenal, mencegah, dan mengatasi masalah
gizi yakni dengan cara menimbang berat badan secara teratur, memberikan Air
Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir sampai umur 6 bulan, menu makanan
yang bervariasi, menggunakan garam beryodium, dan pemberian suplemen gizi
sesuai anjuran petugas kesehatan. Jadi, yuk
kenali pemenuhan gizi secara berimbang.
Pandemi Covid-19
saat ini menjadi tantangan sekaligus perhatian lebih kepada pegiat gizi untuk
dapat mengkampanyekan pola hidup sehat serta mencukupi gizi secara berimbang.
Masyarakat tentunya dihimbau untuk dapat mencukupi kebutuhan akan gizi. Kemenkes
mengangkat tema yakni “Remaja Sehat, Bebas Anemia” pada peringatan HGN ke-61.
Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
Ia menekankan bahwa pentingnya menjaga kesehatan serta memenuhi gizi remaja
saat ini, dengan tujuan mampu membuat Indonesia menjadi negara besar dan naik
kelas di mata dunia. Dengan adanya momentum peringatan HGN, diharapkan kepada
pemangku kepentingan serta masyarakat agar terus dapat bersatu padu guna
meningkatkan perbaikan gizi pada tiap elemen masyarakat Indonesia.
Sudah sepantasnya
kita untuk dapat mengetahui tentang pentingnya memenuhi kebutuhan gizi. Gizi
harus terus menjadi perhatian bagi semua khalayak umum. Negara diharapkan dapat
menangani permasalahan gizi yang ada. Gizi berperan penting dalam proses
pembangunan baik di masa sekarang maupun masa depan. Indonesia akan menjadi
negara yang besar tak lain karena dapat terselesaikannya permasalahan gizi. Dengan
mengetahuinya, dapat mendorong kita untuk menjalankan pola hidup sehat. Pola
hidup sehat menjadikan kita dapat melakukan aktivitas dengan baik mulai dari
bekerja, belajar, serta melakukan banyak aktivitas lainnya. Maka dari itu cintailah tubuh kita dengan
terus memenuhi gizi yang berimbang.
FEB Undip
(05/02) – M. Chory
Firdaus dan Maria Fransiska Oktavia N. akhirnya resmi dilantik sebagai Ketua
dan Wakil Ketua BEM Universitas Diponegoro (Undip) 2021 pada forum yang diselenggarakan
oleh Senat Mahasiswa Universitas Diponegoro (SM Undip). Dengan disaksikan oleh kurang
lebih 193 mahasiswa Undip, pasangan ketua dan wakil ketua tersebut mengucapkan
sumpah jabatannya dan berharap agar seluruh mahasiswa Undip dapat bahu-membahu
membangun Undip yang lebih baik lagi ke depannya.
Forum yang
dimulai pada pukul 19.30 WIB melalui Microsoft
Teams tersebut dibuka dengan kata-kata pembuka oleh Master
of Ceremony (MC), dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars
Universitas Diponegoro, dan sambutan dari Amryl Naufal Ilham Mahinsha selaku Ketua
Senat Mahasiswa Undip 2021. Rangkaian acara pun dilanjutkan dengan pemaparan
kronologi kasus yang sempat terjadi dalam Pemira Undip 2021 oleh komisi 4 Senat
Mahasiswa Undip.
Setelah
pemaparan kronologi tersebut, dibacakanlah Surat Keputusan (SK) Senat Mahasiswa
Undip Nomor 06/SK/SM-UNDIP/II/2021 tentang Pengangkatan Ketua Badan Eksekutif
Mahasiswa Universitas Diponegoro Periode 2021 yang menyatakan bahwa M. Chory
Firdaus diangkat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro
2021 dan SK Senat Mahasiswa Undip Nomor 08/SK/SM-UNDIP/II/2021 tentang
Pengangkatan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro
periode 2021 yang menyatakan bahwa Maria Fransiska Oktavia Nugraheni diangkat sebagai
Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Undip 2021.
Ketua dan
wakil ketua terlantik selanjutnya mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu oleh
Amryl Naufal sembari memegangi kitab sucinya masing-masing. Pengucapan sumpah
yang disaksikan oleh seluruh peserta forum tersebut dilanjutkan dengan
pemberian sambutan oleh masing-masing ketua dan wakil ketua. Dalam sambutannya,
M. Chory Firdaus menyatakan bahwa dirinya secara pribadi bermaksud untuk
meminta maaf sebesar-besarnya atas kasus yang telah terjadi. Dirinya pun menyampaikan
keinginan agar baik BEM maupun mahasiswa Undip saling bahu-membahu mewujudkan
Undip yang lebih baik lagi di tahun 2021.
“Tapi kami
sadar dan sangat sadar bahwa masih banyak kekurangan (yang kami miliki). Maka
dari hal itu, saya, khususnya, meminta bantuan teman-teman semua, kepada
seluruh pihak yang terkait dan bagian dari Undip itu sendiri, untuk
(bersama-sama) memperbaiki kesalahan yang (telah dan akan) terjadi agar nantinya
lebih baik lagi,” papar Chory dalam sambutan pertamanya.
Tidak jauh
berbeda dengan sambutan pasangannya, Maria Fransiska juga menekankan pada keinginan
untuk bersama-sama membangun Undip yang lebih baik lagi pada khususnya dan
Indonesia pada umumnya. Via, sapaan akrabnya berkata bahwa walaupun Pemira yang
dilaksanakan pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, optimisme
untuk melanjutkan karya dan amanah yang telah diberikan kepadanya dan Choiry
tetap tinggi. “Jika Universitas Diponegoro adalah rumah maka marilah kita
pulang bersama-sama untuk saling menerbitkan asa dan mewujudkan karya bagi
Universitas Diponegoro dan Indonesia,” ucap Maria.
Dikeluarkannya Surat Keputusan Nomor 5 oleh Senat
Mahasiswa Universitas Diponegoro (Senat Undip) 2021 tentang Pemberhentian Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa
(BEM) Universitas Diponegoro periode 2021 atas nama Thufail Addausi (Daus),
yang ditetapkan pada hari Selasa, 2 Februari 2021 pukul 19.50 WIB melalui platform
Ms. Teams menandakan pemberhentian Daus secara resmi dari jabatan Kabem Undip.
Sementara di sisi lain, diterbitkan pula Surat Keputusan
Nomor 6 tentang Pengangkatan Ketua BEM Undip periode 2021 atas nama M. Chory
Firdaus (Chory), yang sebelumnya ditetapkan sebagai
Wakil Ketua BEM Undip.
Sebab
dikeluarkannya surat keputusan dari Senat Undip ini karena BEM Undip periode 2021 belum bisa membentuk
kabinet setelah 30 hari dilantik dan dirasa melanggar PPO (Pedoman Pokok
Organisasi). Keterlambatan itu dikarenakan Daus tiba-tiba menghilang dan susah
untuk dihubungi. Diketahui, Daus telah mengajukan surat pengunduran diri karena
beberapa alasan, yakni sempat terkena COVID-19 sebelum pemira berlangsung
yang mengakibatkan kesehatan tubuhnya menurun, permasalahan finansial, serta
permasalahan akademik. Pada saat Serah Terima Jabatan (Sertijab), Daus juga
tidak hadir tanpa kabar yang pasti. Belakangan diketahui, ketidakhadirannya karena
melakukan pengecekan kesehatan ke rumah sakit.
Dalam lampiran Surat Keterangan dari Senat Undip, Chory terkesan lambat dan kurang progresif karena terlalu fokus pada masalah Daus sehingga menjadi hambatan. Selain itu, Chory juga membutuhkan pendamping untuk membentuk kabinet baru. Semenjak Daus mengundurkan diri, Chory sudah berusaha memperbaiki Grand Design Organization (GDO) sesuai persyaratan yang ada. Sebagai Ketua BEM Undip, Chory meminta perpanjangan waktu kepada pihak Senat Undip dalam membentuk kabinet. Pihak Senat memberikan saran kepada BEM untuk melakukan roadshow ke masing-masing fakultas agar seluruh mahasiswa Universitas Diponegoro mengetahui mengenai BEM Undip 2021. Setelah diadakan pemanggilan oleh Senat dan dikeluarkannya surat keputusan ini, Daus tetap memutuskan untuk untuk mengundurkan diri dari Ketua BEM Undip 2021.
Undip (23/01) – Rangkaian Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2020
sebagai acara tahunan untuk penyambutan mahasiswa baru Universitas Diponegoro
(Undip) telah terselenggara. Pembukaan ODM telah dilaksanakan Senin (14/09)
yang kemudian dilanjutkan dengan Pendidikan Karakter (Pendikar) di fakultas
masing-masing dan diakhiri dengan penutupan ODM pada Minggu (23/01). Penutupan
ODM Undip dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom dan Youtube Live
karena situasi pandemi saat ini mengakibatkan ODM Undip kali ini berbeda dengan
tahun-tahun sebelumnya. Tema yang dipilih yakni “Semesta Lingkungan” dengan
harapan para
mahasiswa baru itu aware terkait
masalah lingkungan dan isu-isu lingkungan.
Sejak pukul 08.30 WIB, para Diponegoro Muda 2020 sudah
memadati ruang Zoom meeting dan Youtube live dengan bantuan dari
panitia. Penutupan ODM tahun ini dibuka dengan pembacaan tilawah, menyanyikan
lagu Indonesia Raya, dan Mars Universitas Diponegoro diikuti peserta yang hadir.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua dan wakil ketua
pelaksana ODM Undip yaitu Safriko Desna Putra dan Syafira Ramata. Dalam
rangkaian acara penutupan ODM Undip 2020, Ketua Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM)
Undip, Razin Hilmy Baihaqi diberikan kesempatan untuk sambutan orasi dalam
bentuk video di depan Diponegoro Muda 2020. Razin mengajak mahasiwa baru untuk
bersama-sama mengukir mahakarya yang mendorong Indonesia ke arah pembangunan
yang berkelanjutan. “Mahakarya yang sarat makna untuk kejayaan Undip dan
Indonesia. Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia, hidup perempuan Indonesia,
hidup buruh Indonesia,” seru Razin dalam orasinya.
Penutupan ODM kali ini diisi dengan Talkshow mengenai Sustainable
Development Goals (SDGs) dan Era
Digital. Terdapat dua sesi yang mana sesi pertama berbicara tentang SDGs dengan
pembicara Kevin Handojo yang merupakan pemimpin Bye Bye Plastic Bags Surabaya. Kevin mengajak kita untuk
berpartisipasi dalam program membersihkan satu meter di sekitar kita dengan mengumpulkan
dan membuang sampah ke tempat-tempat yang benar, sehingga sampah tersebut dapat
didaur ulang kembali. Selanjutnya pembicara kedua adalah Fathia Izzati yang
merupakan seorang Youtube Content Creator
sekaligus vokalis dari grup musik Reality
Club. Fathia menyampaikan bahwa dipo muda masih mempunyai banyak waktu
untuk belajar dan mempengaruhi orang sekitar untuk turut serta dalam gerakan
yang sama. “Kita bisa cari cara kita sendiri untuk lebih ecofriendly dan mengurangi jejak karbon kita and I belive in you guys you can do it,” ucap Fathia. Selain
talkshow, Mahakarya ODM Undip 2020 juga menampilkan sebuah short movie yang berjudul Asmaraloka Bestari yang berisi drama, puisi,
dan tarian bertemakan semesta lingkungan yang berjiwa kediponegoroan.
Talkshow sesi kedua membahas mengenai Era Digital dengan pembicara Wishnutama
Kusubandio yang merupakan Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif pada Kabinet
Indonesia Maju. Wishnu mengatakan ”Carilah problem
di sekitar kita, beri solusi daripada problem
itu menggunakan berbagai kecanggihan atau
kemampuan platform-platform dan kecanggihan
digital”. Kemudian dilanjut dengan Silvo Adriano Shiddiq Suparyaman. Silvo
merupakan Strategy and Planning Manager
di Go-jek. Silvo mengatakan, ODM ini adalah titik awal dan momentum bagi para
mahasiswa baru (maba) memasuki dunia yang baru. Para maba harus bisa memulainya
dengan baik sehingga momentum dan mood
ke depannya akan terus baik. Kegiatan selanjutnya adalah penyerahan donasi Diponegoro Earth Warrior secara simbolis
dan pemberian hadiah pemenang Green
Action, lalu dilanjutkan orasi dari para Ketua BEM Se-Undip sekaligus
pembuatan mozaik Action Project oleh
seluruh dipo muda. Acara ODM Undip 2020 ditutup dengan penampilan dari penyanyi
Elmantu dan Figura Renata, Duo folk-pop
asal Semarang.
Undip (26/12) – Telah berlangsung acara Orasi Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) Unsur Mahasiswa (UM) yang diselenggarakan oleh panitia Pemilihan Umum Raya (Pemira) Universitas Diponegoro (Undip) 2020. Acara yang sedianya dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB ini sempat diundur dan baru dimulai pukul 21.00 WIB. Acara ini bertujuan untuk melakukan uji kelayakan, kepatutan, dan uji publik terhadap Calon MWA UM Undip 2021. Dalam acara ini turut hadir Badan Pemilih (Banlih) dan mahasiswa undip dari berbagai fakultas.
Orasi terbuka dibagi menjadi dua segmen. Pertama, pemaparan orasi selama 10 menit dan kedua, orasi serta tanya jawab dengan audience yang hadir. Ayu Rizky Amelia dari Fakultas Peternakan dan Pertanian Angkatan 2017 sebagai calon MWA UM Undip 2021 mengawali segmen dengan memaparkan kajiannya yang berjudul “Optimalisasi Pengawalan Aspirasi Mahasiswa dalam Pembentukan Kebijakan Universitas untuk Mendukung Terwujudnya Good University Governance”.
Di awal pemaparannya, ia menyampaikan mengenai status Undip yang sudah menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN BH) sejak tahun 2015 dan pada tahun 2016 MWA hadir sebagai pelengkap dari wewenang PTN BH tersebut. Kehadiran BK MWA dan Majelis Wali Amanat mencegah terjadi fraud atau kecurangan. Kini terhitung sudah 5 tahun MWA hadir di Undip. Ia juga mengatakan bahwa memasuki tahun 2021, banyak hal yang harus diperbaiki dari evaluasi-evaluasi di tahun sebelumnya.
Memasuki sesi tanya jawab, dibuka 3 termin dengan masing-masing 3 penanya pada setiap terminnya. Pada termin pertama, terdapat 3 pertanyaan yang diajukan kepada Ayu. Salah satunya dari Albert Jehoshua yang bertanya mengenai referensi perbandingan kebijakan PTN BH di luar negeri mengingat konsep PTN BH ini sudah dipakai di berbagai negara. Ia juga menanyakan mengenai arti governance menurut Ayu serta bagaimana Ayu bisa punya solusi dan ide tentang academic governance, business governance dan corporate governance yang merupakan 3 unsur utama konsep PTN BH.
Kemudian Ayu menjawab bahwa ia belum menemukan referensi kebijakan dari manapun. Dirinya menganggap bahwa mungkin ada yang bisa dijadikan sebagai acuan namun setiap organ akan memiliki ciri khasnya masing-masing. “Jadi untuk saat ini sepertinya Undip butuhnya adalah perbaikan dan penelitian serta pengembangan dari apa yang sudah dilakui sebelumnya, bukan tentang pengembangan dengan acuan dari luar,” ujarnya.
Mengenai good university corporate governance, ia mengatakan bahwa suatu lembaga itu harus sesuai dengan prinsip good governance. Menanggapi tentang 3 unsur utama PTN BH, ia menyebutkan bahwa di undip sendiri terdapat 10 prinsip yang tertuang di statutanya. Menurutnya lebih ke perbaikan koordinasinya terlebih dahulu. Di ranah mahasiswa perlu diketahui MWA ranahnya di sisi bagian mana dan aspirasi yang masuk sebaiknya di bagian mana. Di Undip, MWA UM berada di forum tertingginya atau forum keputusan yang isinya bukan lagi tentang pengusulan kebijakan tetapi pemeriksaan apakah kebijakan itu sesuai atau tidak. Jadi, usulannya adalah melalui program kerja yang telah ia tulis yaitu menghimpun hasil audiensi setiap fakultas yang kemudian akan dibawa oleh dekan untuk diusulkan kepada rektorat dan diputuskan bersama di organ Undip.
Pada termin kedua, ada pertanyaan dari Ulia Fatmawati. Ia bertanya mengenai bagaimana perannya ketika tahun depan diadakan pergantian anggota MWA dan bagaimana pendapatnya ketika diskusi dalam forum anggota MWA Undip agar nantinya anggota MWA Undip itu tidak disusupi dengan kepentingan politik, serta metode apa atau jalan keluar yang akan Ayu lakukan ketika nanti ada hasil diskusi dari Unsur Mahasiswa yang tidak disepakati di forum MWA.
Ayu menjawab bahwa perlu diperiksa lagi apakah ada 10 unsur dalam PTN BH karena 10 unsur tersebut merupakan unsur yang memiliki kepentingan dari kebijakan Undip itu sendiri. MWA merupakan forum untuk mengesahkan kebijakan maka wajar ketika ada kepentigan-kepentingan dari setiap unsur yang berusaha dimasukkan di dalam forum tersebut. Adalah hal yang wajar jika ada kepentingan yang dimasukkan dalam keputusan kebijakan tinggal dilihat kembali apakah kepentingan tersebut baik untuk bersama atau hanya untuk golongannya saja.
Mengenai pertanyaan kedua, ia menyebutkan bahwa dirinya masih memegang prinsip dari MWA UM sebelumnya yang mengatakan bahwa ketika kajian itu tidak kuat maka tidak bisa lolos ketika diujikan di forum MWA maka harus dilihat kembali apakah hasil diskusi mahasiswa tersebut punya landasan untuk disetujui dalam forum MWA tersebut.
Di termin terakhir, salah satu pertanyaan muncul dari Muhammad Abdullah Anas Al-masyhudi. Pertanyaan seputar bagaimana ketika nanti BK MWA dipegang oleh Ayu untuk pengawalan terkait rencana strategis (renstra) dan indikator kinerja umum PTN. Ia juga menanyakan mengenai bergaining position yang dimiliki Ayu ketika nantinya di dalam forum MWA.
Ayu menjawab bahwa dengan keberjalanan renstra di tahun selanjutnya itu lebih ke progrmanya mengejar partisipasi mahasiswa. Ia tertarik dengan program MWA UM Universitas Indonesia yang mengatakan apa saja indikator yang dinilai PTN BH kemudian dibuka masukan aspirasi dari mahasiswa terkait indikator tersebut dan tertarik untuk mengusulkan hal itu.
Lalu tentang bergaining position, ia mengaku telah bersilaturahmi dengan MWA UM sebelumnya dan juga membahas terkait hal ini. Menurutnya, kedua MWA UM tersebut mengatakan bahwa ketika kajiannya kuat, literasinya kuat, itu bisa diterima dan sejauh ini ia masih memang prinsip bagaimana caranya agar kajian tersebut bisa kuat dan diterima di forum MWA, tentunya dengan melakukan riset dan penelitian sebelum mengajukan kajian dan juga himpunan audiensi dari ranah fakultas maupun universitas yang diajukan melalui birokrasinya masing-masing.
Acara ditutup penyampaian closing statement dari Ayu. “Saya di sini berdiri bukan karena pengin hal-hal apa ya yang mungkin secara sederhananya menganggap aspirasi dari banyaknya mahasiswa Undip yang lebih dari ribuan mahasisawa ini bisa terwakilkan oleh satu unsur mahasiswa. Jadi, izinkan saya untuk berproses untuk sama-sama kita kawal kebijakan-kebijakan di Undip bukan hanya untuk kegiatan mahasiswanya, tetapi untuk perbaikan-perbaikan Undip di masa mendatang. Mungkin ini kata-kata yang klasik, tetapi memang benar adanya. Alangkah baiknya adalah ketika kita yang ada di ruang tersebut membawa nama baik Undip bukan Undip yang membuat nama kita baik. Mari kita kawal bersama aspirasi di Universitas Diponegoro melalui ranahnya masing-masing” ucapnya.
Undip (26/12) – Telah dilaksanakan Orasi Terbuka Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Universitas Diponegoro (Undip) 2021 pada pukul 13.00 WIB melalui platform Microsoft Teams. Acara ini bertujuan untuk membuat seluruh mahasiswa Undip lebih kenal dan kritis terhadap pasangan yang mencalonkan diri menjadi Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip 2021. Orasi ini bisa diikuti oleh seluruh mahasiswa Undip dari berbagai fakultas.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Undip oleh seluruh peserta yang hadir, lalu terdapat sambutan oleh Muhammad Izzy selaku Ketua Panitia Orasi. Kemudian acara dilanjutkan dengan waktu orasi. Waktu yang diberikan dalam orasi ini terbagi menjadi lima tahap, yaitu penyampaian visi dan misi GDO, sesi panelis yang mengkritisi dari apa yang disampaikan pasangan calon, sesi tanya jawab dari panelis, sesi tanya jawab dari para audience, serta closing statement dari pasangan calon.
Proses orasi dipimpin langsung oleh Beny Rifqi Yafi Hibatullah selaku moderator. Panelis dalam acara ini yaitu Razin Hilmy Baihaqi yang merupakan Ketua BEM Undip 2020 serta Paulus Reinhard Maruli Siagian dari Ketua BEM Fakultas Hukum 2020.
Penyampaian Visi, Misi, dan Program Unggulan Daus-Chory
Untuk visi dan misi disampaikan oleh pasangan calon dengan cukup singkat. Dimulai dari Thufail Addausi yang menyampaikan visi mereka. Terwujudnya BEM Undip 2021 sebagai Arunika Karya untuk Undip dan Indonesia, ujar Daus. Kemudian dilanjutkan oleh wakil pasangan, yakni Chory, untuk menyampaikan enam misi yang diusung oleh pasangan calon.
Chory memyampaikan, “Pertama yaitu memperkuat pergerakan melalui diskusi dan pengawalan isu, baik internal maupun eksternal kampus. Lalu, mendekatkan mahasiswa dengan masyarakat dalam bentuk pengabdian demi menunjang kebermanfaatan. Ketiga, mewujudkan citra lembaga yang atraktif terhadap stakeholder melalui optimalisasi media yang intelektual dan faktual serta penguatan relasi kerja BEM Undip. Kemudian, membangun internal organisasi yang harmonis dan totalitas dengan penuh kebanggaan bagi pengurus BEM Undip. Selanjutnya, mengoptimalkan BEM Undip sebagai rumah aspirasi pelayanan serta pengembangan mahasiswa yang inovatif, konstruktif, dan progresif. Dan terakhir, mengoptimalkan iklim prestatif dalam pengembangan potensi mahasiswa baik tingkat nasional dan internasional.” Kemudian paslon ini juga menyampaikan program unggulan yang akan diusung oleh mereka ke depannya, yaitu Forum SDGs, SDGs On Air, dan Mas Mbak Universitas Diponegoro.
Panelis Nilai Sebagian Misi Hanyalah Naratif Bukan Langkah Konkrit
Setelah pemaparan GDO dari pasangan calon tersebut, dilanjutkan sesi tanya jawab yang dipimpin oleh moderator. Tanya jawab kali ini terbagi menjadi dua, yakni tanya jawab dengan para panelis dan tanya jawab dengan audience. Pasangan calon hanya diberikan waktu dua menit untuk menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh panelis, sedangkan panelis mendapatkan waktu kurang lebih selama lima belas menit pada sesi pertama dan dua puluh menit pada sesi kedua. Panelis juga diberikan hak untuk menyanggah kembali jawaban yang disampaikan oleh calon ataupun dapat mengajukan pertanyaan baru kepada calon selama waktu belum berakhir.
Diawali oleh Hilmy sebagai panelis pertama, pertanyaannya terkait bagaimana tanggapan pasangan calon terhadap isu yang terjadi di Undip baik internal maupun eksternal, serta bagaimana penyelesaian isu yang disampaikan. Kemudian Hilmy juga menanggapi misi nomor dua, sebagaimana langkah konkrit menjadikan BEM sebagai rumah aspirasi dan manakah yang akan menjadi prioritas dalam penanganan isu. Pertanyaan ketiga, terkait apa yang akan dilakukan calon ketika advokasi gagal dilakukan. Kemudian pertanyaan datang dari Paulus, perihal cara menampung dan menyaring aspirasi mahasiswa Undip yang sedemikian banyaknya, serta fakultas mana yang perlu diutamakan berdasarkan kondisi saat ini. Terakhir, terkait formulasi apa yang akan dibuat agar adanya diskusi dalam misi keempat tersebut dapat menunjang aksi nyata dan bisa terealisasi secara efektif di Undip.
Beberapa kali para panelis baik Hilmy atau Paulus menekankan agar jawaban yang diberikan paslon singkat namun berupa langkah konkrit bukan secara general. Mereka meminta antara calon ketua dan wakil ketua dalam menjawab pertanyaan keduanya bergantian bukan salah satu yang dominan. Sesi pertama tanya jawab dengan panelis telah selesai dan dilanjutkan sesi kedua. Berbeda dengan sesi pertama yang lebih mengkritisi visi dan misi GDO paslon Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip 2021, pada sesi kedua ini pertanyaan lebih fokus ke sub-tema dari GDO berkaitan dengan kesejahteraan mahasiswa, kaderisasi, dan inklusi di lingkup Undip.
Kekecewaan Audience Saat Sesi Tanya Jawab Ditutup
Antusiasme terlihat dari banyaknya audience yang raise hand, guna mendapatkan kesempatan bertanya kepada calon tunggal tersebut. Dapat dirangkum, pertanyaan yang diajukan seputar alasan mengangkat Arunika Karya sebagai nama kabinet, padahal Arunika sendiri pernah diusung oleh KM ITB. Selain itu, aspek VUCA pada program unggulan paslon, apa strategi paslon agar gerakan mahasiswa Undip lebih aktif terlebih mengenai aksi. Kemudian, penyikapan terhadap UKT mahasiswa akhir dan transparasinya, analisis yang digunakan dalam membuat GDO, serta urgensi proker unggulan.
Beberapa audience menyatakan kekecewaannya ketika sesi tanya jawab ditutup oleh moderator, keluhannya antara lain waktu terlalu singkat yang diberikan kepada setiap audience, beberapa pertanyaan yang tidak dapat diakomodir, dan jawaban dari paslon yang dianggap kurang memuaskan. Mereka menyampaikan keluh kesah tersebut melalui room chat meeting, karena selama orasi berlangsung seluruh audience di-mute oleh panitia kecuali yang diizinkan moderator.
Di penghujung acara, pasangan calon diberikan kesempatan untuk menyampaikan closing statement selama tiga menit. “BEM Undip bukanlah sebuah badan yang dijalankan oleh satu dua orang atau seratus dua ratus orang saja, tetapi semua mahasiswa Undip. Dan saya juga menambahkan bahwa GDO hanyalah sebuah GDO, saya tak luput dari kesalahan dalam penyusunanya. Mohon maaf apabila kurang menjawab dan kurang memberikan penjelasan kepada seluruh mahasiswa,” pungkas Daus.
FEB Undip (21/12) – Telah dilaksanakan Sosialisasi E-Vote Juknis yang diselenggarakan oleh panitia Pemilihan Umum Raya (Pemira) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip pada pukul 19.00 WIB melalui platform Microsoft Teams. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan bagaimana teknis pelaksanaan dan tata cara pemungutan suara Pemira FEB Undip. Sebagaimana sosialisasi tersebut bersifat terbuka untuk umum.
Acara dibuka oleh Andreas Billyarta Harsanico selaku ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Pemira FEB Undip. Sosialisasi e-vote kali ini mengalami beberapa kendala tidak hanya mengenai waktu pelaksanaannya mengalami kemunduran namun juga hal lainnya terkait PERMA yang masih menjadi perdebatan, sehingga menyebabkan waktu tidak berjalan secara efisien. Setelah menemukan titik temu terkait permasalahan tersebut, sosialisasi akhirnya dapat dilanjutkan kembali yang mana dipimpin oleh Sela Laviarisa.
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemungutan Suara Pemira FEB Undip
Terkait teknis pelaksanaannya, pemungutan suara akan dilakukan pada tanggal 23 Desember 2020 mulai pukul 09.00-17.00 WIB di rumah masing-masing. Kemudian yang mendapatkan hak sebagai calon pemilih yakni mahasiswa FEB angkatan tahun 2017 sampai dengan angkatan 2020, namun apabila calon pemilih tidak terdaftar di DPT dapat melaporkan dengan mengisi dan melampirkan berkas sesuai ketentuan antara lain Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan bukti status aktif sebagai mahasiswa. Selanjutnya Panlih Pemira memilki hak untuk membuka dan menutup situs berdasarkan waktu yang telas disepakati. Tidak hanya itu, para calon pemilih dihimbau untuk menaati tahapan dan mekanisme pemungutan suara, dan jika terjadi ketidakjelasan dapat meminta keterangan langsung kepada Panlih. Serta calon pemilih dapat mengisi Google Form apabila terdapat pengaduan dengan melampirkan bukti berupa screenshoot hal yang diingin diadukan kepada Panlih.
Perubahan Mekanisme E-Vote
Electronic voting atau e-vote dapat diartikan sebagai salah satu metode pemungutan suara dan perhitungan suara dalam suatu pemilihan dengan menggunakan perangkat elektronik. Terdapat perbedaan terkait pelaksanaan e-vote di petunjuk teknis yang sempat disosialisasikan sebelumnya. Pada petunjuk teknis sebelumnya, e-vote Pemira FEB Undip akan dilakukan melalui dengan registrasi di website sso.undip.ac.id dan vote dilakukan laman siap undip. Namun saat ini terjadi perubahan, dimana pemungutan suara melalui website di laman pemirafebundip.id. Kemudian calon pemilih akan melalui tahapan registrasi melalui Microsoft Forms dengan melengkapi data meliputi nama, Nomor Induk Mahasiswa (NIM), angkatan, swafoto dan KTM. Setelah tahap registrasi selesai, pemilih akan mendapatkan notifikasi berupa username dan password secara otomatis. Selanjutnya pemilih menuju ke laman pemirafebundip.id, pada laman tersebut pemilih harus memasukkan username dan password untuk melakukan vote suara. Ketika ingin memilih, pemilih cukup dengan meng-klik tombol vote dibawah foto calon yang ingin dipilih dan langkah terakhir pemilih dapat mensubmitnya.
Perhitungan Suara Pemira FEB Undip 2020
Penghitungan suara akan dilakukan setelah pemungutan suara dilakukan dan akan dilakukan penghitungan suara via Ms. Teams setelah validasi data dilakukan. Penghitungan suara juga dimulai pada pukul 17.00 WIB sampai dengan selesai. Nantinya penghitungan suara akan dihadiri saksi dari masing masing calon. Toleransi keterlambatan saksi adalah 5 menit setelah penghitungan suara dimulai. Dalam hal penghitungan suara tak dihadiri satu atau lebih saksi calon, maka proses penghitungan suara tetap dijalankan dan hasilnya tetap dinyatakan sah. Pergantian saksi untuk masing-masing calon hanya diperkenankan melakukan dua kali pergantian. Penghitungan suara hanya dapat dilakukan pada saat situasi yang kondusif. Penghitungan suara juga dapat diberhentikan dan dilanjutkan kembali sesuai dengan kesepakatan panitia dan saksi yang telah terdaftar pada berita acara. Penghitungan suara dapat dilakukan kembali apabila keseluruhan saksi telah lengkap. Hasil pemira dapat dianggap sah apabila jumlah pemilih tidak kurang dari 25% dari total jumlah DPT. Peraih suara terbanyak ditetapkan sebagai pemenang PEMIRA FEB UNDIP 2020. Apabila perolehan suara sama besar akan dikembalikan ke forum sesuai dengan Peraturan Senat Mahasiswa FEB Universitas Diponegoro No.3 tahun 2020 Tentang Pemilihan Tingkat Fakultas Mahasiswa 2020.
Paslon Nomor Urut Satu (Safriko-Fika)Paslon Nomor Urut Dua (Sochib-Rio)
FEB Undip (19/12) – Telah dilaksanakannya acara Mimbar Bebas pada pukul 20.00-23.59 melalui platform Zoom serta live streaming pada platform Youtube. Acara ini bertujuan mengenalkan lebih jauh calon ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) yang diselenggarakan oleh panitia Pemilihan Umum Raya (Pemira) FEB Undip. Mimbar bebas ini dihadiri oleh 100 peserta yang tergabung pada Zoom.
Mimbar bebas diawali dengan sambutan oleh ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Pemira yakni Andreas Billyarta Harsanico. Selanjutnya dilakukan pemaparan Grand Design Organisasi (GDO) oleh masing masih Pasangan Calon (Paslon) nomor urut satu Safriko Desna Putra dan Fikannisa Deaputri dan Paslon nomor urut dua Mochamad Sochib Maulana dan Muhammad Bilal Haryoseno.
Paslon nomor urut satu mengusung visi yakni terwujudnya BEM FEB Undip 2021 sebagai jentera penggerak dalam menggapai cita untuk FEB, Undip, dan Indonesia dengan misinya yakni Garda Cita, Guna Cita, Graha Cita, Ira Cita, dan Karya Cita. Selanjutnya untuk Paslon nomor urut dua mengusung visi yakni serentak BEM FEB Undip untuk mewujudkan rasi cita kebaikan dalam merespon perkembangan zaman untuk FEB Undip dan Indonesia serta dengan misinya yakni serentak sinergi, serentak karya dan prestasi, dan serentak pelayanan dan aspirasi.
Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB Undip
Setelah pemaparan GDO dari masing-masing paslon, acara selanjutnya ialah sesi tanya jawab dengan para panelis, baik dari ketua BEM, Senat Mahasiswa, maupun ketua Himpunan tiap-tiap Program Studi. Pertanyaan pertama diajukan oleh Adli Mustaghfirin tentang apa yang akan diberikan oleh kedua kadidat jika terpilih menjadi ketua dan wakil ketua BEM FEB Undip kepada mahasiswa, sehingga menjadi jaminan kepengurusan BEM 2021 lebih baik daripada BEM 2020, serta bentuk sinergisitas seperti apa yang akan diwujudkan antar ormawa. Berikutnya, pertanyaan dari Even Benanda perihal definisi organisasi itu sendiri, langkah konkrit terhadap fungsi BEM, cara memahami semua bidang di BEM dengan latar belakang yang berbeda-beda dari setiap setiap calon, birokrasi, rencana strategi fakultas, dan prioritas kedepannya. Selanjutnya ada Hizkia Efraldo, yang menanyakan langkah mereka untuk menyelaraskan budaya masing-masing di Himpunan Mahasiswa FEB, penjaringan aspirasi mahasiswa selama pandemi Covid-19 berlangsung, serta manakah yang lebih penting antara aspirasi mahasiswa dan tujuan BEM.
Selain dari tiga panelis sebelumnya, pertanyaan selanjutnya datang dari Haqi Nazali, tentang bagaimana mewujudkan kolaborasi dilingkup ormawa, pembaruan terkait riset ekonomi, serta cara membangkitkan antusiasme dari mahasiswa terhadap progam kerja (proker) yang mereka usung. Kemudian, Yusuf Sufyan menanyakan persoalan perbedaan struktur kepengurusan kepada calon nomor urut satu, adakah proker inovasi untuk mengatasi kejenuhan mahasiswa FEB selama daring, penyesuaian rencana strategi kepada calon nomor urut dua, lalu kapan dies natalis FEB Undip. Panelis terakhir yaitu Ekky Fahriza Zendra, bertanya terkait strategi BEM dalam mengakomodir pelaksanaan International Exposure dan program Kampus Merdeka. Kemudian tidak hanya dari para panelis, terdapat pertanyaan tambahan dari beberapa audience . Diantaranya, seputar bagaimana mereka mengatasi kelesuan para ormawa dalam menggaet anggota baru, tempat-tempat yang dapat digunakan para mahasiswa FEB untuk diskusi maupun santai, selain itu juga menanggapi isi GDO dari kedua calon.
Debat Terbuka, Ajang Pertukaran Gagasan Kedua Paslon
Dalam pelaksanaan debat untuk kedua pasangan calon, masing-masing diberikan waktu satu menit untuk berdiskusi, tiga menit untuk menjawab pertanyaan, serta nantinya penanya diberikan kesempatan untuk menanggapi. Diawali dengan pertanyaan dari pasangan nomor urut satu perihal peranan BEM 2021 secara komperhensif, seberapa penting BEM FEB dalam mengawal isu-isu kampus dan siapa yang bertanggung jawab. Jika tadi pasangan calon nomor satu yang memberikan pertanyaan, sekarang pasangan nomor urut dua-lah yang akan menjadi penanya. Pertanyaan yang diajukan ialah tanggapan Paslon nomor dua berkenaan dengan solusi kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan optimalisasi lomba Pekan Karya Ilmiah (PKM) tahun ini, serta bagaimana pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Rangkaian acara satu per satu telah terlaksana, hingga akhirnya sampai dipenghujung acara yakni penyampaian closing statement dari kedua calon. “BEM bukan hanya milik satu dua orang saja, BEM bukan hanya milik sekelompok orang saja, tapi seluruh pihak di FEB Undip. Apapun hasilnya insyaallah Safriko-Fika tetap bisa memberikan aksi nyata ataupun berkontribusi,” ujar Safriko. Beralih ke calon nomor urut dua, Sochib juga memberikan closing statement, “Perlu diingat temen-temen semua, bahwa Pemira ini bukan tentang Sochib-Rio dan bukan tentang Safriko-Fika, tapi tentang fakultas kita tercinta Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro,” ucapnya.
FEB (19/12) – Menjelang pemilihan ketua himpunan yang baru, Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA) telah melaksanakan Mimbar Bebas Suksesi 2020 sebagai salah satu sarana untuk mengenal para kandidat Calon Ketua KMA. Berbeda dengan tahun sebelumnya, mimbar bebas kali ini dilaksanakan secara daring melalui platfrom Zoom. Acara ini menjadi wadah untuk menyampaian visi dan misi serta program kerja yang akan diusung oleh kedua Calon Ketua Umum KMA, yaitu Sakaweda Senajati dan Yohanes Adji Prakosa. Suksesi 2020 yang bertemakan Choose The Right Leader, Empower The Future sekaligus menjadi closing dari kepengurusan KMA periode 2019/2020.
Mimbar Bebas Suksesi 2020 dihadiri oleh Agung Juliarto, selaku Kepala Program Studi Akuntansi, keempat panelis yaitu Avi Adimas (Wakil Ketua Senat Mahasiswa FEB Undip), Even Benanda (Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FEB Undip), Hizkia Efraldo Saragih (Ketua KMA periode 2019/2020), dan Ferrel Aristo Putro (Sekretaris Umum KMA) serta mahasiswa akuntansi dari angkatan 2017, 2018, 2019 dan 2020. Acara terbagi dalam beberapa segmen, yaitu pemaparan Grand Design Organization (GDO), tanya jawab panelis, tanya jawab dengan perwakilan masing-masing angkatan, sesi debat, pertanyaan undian, penilaian antar calon, dan ditutup dengan final statement dari masing-masing calon.
Sebelum pemaparan GDO, acara diawali dengan sambutan ketua suksesi 2020, Ketua KMA Periode 2018/2019 dan Kepala Program Studi Akuntansi. Dalam sambutannya, Agung Juliarto mengungkapkan kebanggaannya kepada mahasiswa akuntansi, khususnya KMA dan berharap bahwa ketua yang terpilih adalah yang terbaik dan mampu untuk saling berkolaborasi dengan baik.
Pemaparan GDO dimulai dengan calon Ketua KMA nomor urut satu, yaitu Sakaweda Senajati. Sena, sapaan akrabnya, mempunyai visi “Menjadikan HMDA sebagai organisasi yang bersinergi positif bagi mahasiswa atau mahasiswi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.” Sedangkan calon Ketua KMA nomor urut dua, Yohanes Adji Prakosa, mempunyai visi “Menjadikan Akuntansi sebagai jurusan yang unggul dalam hal kekeluargaan, prestasi dan kompetensi, serta sinergitas yang baik antara angkatan-angkatan yang ada”.
Setelah memaparkan GDO, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab panelis. Salah satu pertanyaan panelis pertama, Avi, adalah terkait perubahan besar yang ingin dibawa oleh masing-masing kandidat. Sena menjawab ia ingin lebih meningkatkan rasa kekeluargaan dan mematahkan stigma-stigma negatif seperti adanya angkatan ganjil genap dan mahasiswa apatis dengan melakukan pendekatan-pendekatan. Sementara Adji menginginkan internal KMA yang akrab dan memiliki rasa kekeluargaan, sehingga mampu menularkan kepada masing-masing angkatan, ormawa, bahkan sampai lingkup FEB.
Memasuki segmen selanjutnya, tiap calon akan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh perwakilan masing-masing angkatan. Terdapat beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh kedua calon. Salah satu pertanyaan diberikan oleh Muthahary Hayyurahman, perwakilan angkatan 2017. Ia memberikan pertanyaan mengenai bagaimana nantinya kedua kandidat membuat KMA merasa dimiliki oleh seluruh masyarakat akuntansi.
Adji mengatakan bahwa caranya yaitu dengan KMA merangkul dan melayani dengan baik seluruh masyarakat akuntansi. “Jika masyarakat Akuntansi sudah merasa terangkul dan terayomi oleh KMA, seluruh anggota masyarakat Akuntansi itu bisa memiliki rasa terhadap KMA itu sendiri dan juga dengan medengarkan aspirasi dan juga saran dan kritik dan mendengarkan apa yang sebenarnya yang dibutuhkan mereka itu bisa menjadi cara biar masyarakat Akuntansi dan juga mahasiswa Akuntansi itu bisa memiliki rasa di KMA,” ucapnya. Sementara itu, jawaban dari Sena ialah dengan cara memberikan pendekatkan diri KMA ke seluruh anggota Akuntansi, dengan cara merangkul dan memberikan pelayanan di mana mereka dapat memberikan suatu aspirasi dan kritik.
Pada segmen debat, terdapat dua topik pembahasan yaitu mengenai penurunan antusiasme anggota KMA terhadap proker yang ada dan mengenai apa yang akan mereka lakukan apabila salah satu keluarga akuntansi yang terlibat suatu masalah dengan pihak eksternal dan pihak eksternal tersebut meminta pertanggungjawaban kepada KMA. Kedua calon saling melempar tanggapan dan sanggahan pada sesi ini.
Pada segmen kelima, kedua kandidat diberi pertanyaan acak dari operator dan dibacakan oleh moderator. Pertanyaan- pertanyaan yang diberikan ini sebagian besar seputar kinerja KMA. Masing-masing kandidat diberi dua pertanyaan secara bergantian. Pertanyaannya diantaranya yaitu model kerja apa yang akan dibawa dalam kondisi perkuliahan yang sistemnya belum jelas ini, bagaimana tanggung jawab bila program kerja yang dirancang tidak terlaksakan dan cara meningkatkan kepercayaan dari masyarakat Akuntansi, apa yang dibutuhkan oleh KMA saat ini dan bagaimana cara mewujudkannya, serta pertanyaan yang terakhir yaitu mana yang akan didahulukan bila internal dan program kerja mengalami masalah bersamaan.
Pada segmen keenam, masing-masing calon mengungkapkan kelebihan dari lawannya yang tidak dia miliki. Sena menyampaikan bahwa Adji merupakan orang yang selalu ada 24 jam, mempunyai jiwa kepemimpinan yang besar, sangat adaptif dan mau mendengar pendapat orang lain, serta tahu betul mengenai asas kekeluargaan dan proses jalannya. Sementara Adji mengatakan bahwa kelebihan Sena ialah tahu betul bagaimana melayani Akuntansi secara benar dan penuh, serta paham bagaimana arti pelayanan itu sendiri. Ia juga menyampaikan bahwa Sena adalah tipe pendengar yang baik, mau mengikutsertakan orang lain dalam keputusan-keputusan yang dia buat.
Acara ditutup dengan penyamapian final statement dari masing masing calon serta kesimpulan yang disampaikan oleh moderator. “Siapaun yang kalian percaya menjadi Ketua Umum KMA selanjutnya adalah pilihan yang terbaik bagi kalian,” ucap Sena. Ia berharap dalam pemilihan kali ini tidak berdasarkan ajakan orang lain, melainkan dari diri sendiri. “Jadi kalau memang visi misi ini kalian anggap adalah visi misi yang terbaik, pilihlah kandidat ini karena pilihan terbaik ada di diri kalian sendiri, jangan lupa lakukan demokrasi yang baik,” lanjutnya. Sementara kandidat kedua, Adji, juga berpesan untuk berpikir kritis dan skeptis demi masa depan Akuntansi.
Muhammad Najmi Maulana, Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Dua
Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan ?
Dibutuhkan himpunan yang aspiratif dan menjadi himpunan mahasiswa yang proaktif kepada mahasiswa untuk menunjang kebutuhan maupun aspirasi dari mahasiswa yang nantinya bisa kita tampung dengan baik karena di kondisi seperti ini banyak kebutuhan dari pihak birokrasi kampus belum disediakan dengan baik. Maka dari itu melewati himpunan sebagai Himpunan Mahasiswa Departemen Manajemen Undip kita bisa membantu teman-teman Manajemen, khususnya untuk bisa lebih aspiratif dan juga proaktif dalam melayani teman-teman Departemen Manajemen FEB Undip.
Jadi, aku pengen membuat himpunan yang lebih aspiratif dan proaktif untuk mahasiswa Departemen Undip. Ditambah lagi selama 2016-2020 ini kita di Manajemen 4 tahun udah punya jurusan IUP tapi setelah 4 tahun berjalan ini kebutuhan dari teman-teman mahasiswa IUP belum bisa terfasilitasi dengan baik oleh himpunan maupun pihak kampus juga. Maka dari itupun latar belakang aku untuk bisa membantu dan memfasilitasi dan memberikan sarana kepada teman-teman dari Manajemen IUP mengenai hak yang mereka harus dapatkan itu apa aja sih yang ternyata belum bisa difasilitasi oleh pihak kampus dengan baik dan juga belum difasilitasi dengan baik oleh pihak Himpunan Departemen Manajemen itu sendiri.
Apa visi dan misi yang Anda yang anda miliki?
Dengan visi mewujudkan himpunan mahasiswa yang aspiratif dan proaktif menuju mahasiswa manajemen yang progresif, jadi ini bermakna kita yang telah aku disebutkan di awal juga mengenai latar belakang kenapa ingin maju. Aku melihat di kondisi seperti ini himpunan mahasiswa atau lembaga legislatif yang ada di kampus itu memang sudah sifatnya mereka kan organisasi yang menaungi berbagai macam kebutuhan mahasiswa yang bisa mengadvokasi memikirkan mengenai kesejahteraan mahasiswa. Maka dari itu, di kondisi seperti ini pula banyak hal-hal yang bertansformasi dari sebelumnya kita yang contoh kita melaksanakan kuliah dari offline menjadi online, terus kita berkegiatan organisasi juga sebelumnya melakukan kegiatan secara offline menjadi online juga.
Apapun yang berkaitan dengan akademik khususnya maupun non akademik itu kan sebagai sarana dan juga wadah bagi teman-teman mahasiswa untuk mengembangkan dirinya. Maka dari itu, himpunan pun juga harus bisa memberikan wadah untuk pengembangan dari teman-teman mahasiswa Manajemen melalui aspirasi-aspirasi yang mereka sampaikan. Kemudian dari proaktif itu sendiri kita sebagai himpunan dan juga fungsioner yang ada nanti di MSA pun bisa proaktif. Ini bermakna kita itu dituntut harus inisiatif tapi bukan hanya sekadar inisiatif tanpa gerakan tanpa gebrakan, tapi kita juga inisiatif dan memberikan suatu implementasi yang nyata. Dan kemudian tanpa menyalahkan keadaan seperti ini, kitapun harus selalu bisa proaktif kepada teman-teman mahasiswa Manajemen.
Kita selaku himpunan dan bagaimana cara aku bisa mencapai visi yang aku ingin tersebut, aku punya 5 misi untuk mencapainya. Pertama, membuat iklim dan mutu kerja fungsionaris yang professional dan berasas kekeluargaan. Namanya organisasi kan kita harus bisa bekerja sama secara profesional. Kemudian tidak melulu mengenai profesionalisme yang harus dikedepankan, tapi kita jugapun harus membuat iklim kekeluargaan yang mana agar kinerja kita nantinya pun dan performa kerja kita nanti bisa lebih nge-flow karena terciptanya harmonisasi dari asas kekeluargaan itu.
Kedua, optimalisasi peran dan fungsi MSA yang sebagai instrumen mahasiswa manajemen yang aspiratif dan proaktif dalam pelayanan. Ketiga, menjalin kerjasama dan sinergis serta harmonis dengan internal organisasi di MSA antar kemahasiswaan yang ada di FEB dan luar FEB atau se-Undip dan juga alumni-alumni Manajemen dan juga civitas akademika Manajemen. Keempat, memfasilitasi pengembangan mahasiswa Manajemen dalam bidang akademik dan non akademik untuk berinovasi dengan program kerja yang tersedia.
Kelima, menciptakan media informasi yang berkualitas dan informatif dalam transformasi digital organisasi karena perkembangan jaman yang ada saat ini kita harus dituntut bisa mengoptimalkan media sosial atau dari elektronik media, sehingga penyampaian informasi lebih akurat dan lebih terukur dan juga kita sebagai mahasiswa juga sudah menggunakan media sosial dan elektronik. Dari misi tersebut kita bisa menyampaikan informasi yang informatif dan juga berkualitas sehingga salah satu outputnya bisa meningkatkan tingkat literasi dari teman-teman mahasiswa Manajemen itu sendiri.
Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?
Untuk menggaet teman-teman mahasiswa Manajemen memakai metode atau strategi circle to circle, bisa dibilang aku orangnya friendly jadi ke berbagai macam orang join-join aja. Jadi, salah satu metode yang aku pakai bisa dekat dan menciptakan harmonisasi yang baik ke teman-teman Manajemen. Strategi kedua dengan media sosial aku sendiri so far ketika orasi terus kampanye di Instagram dan lain-lain. Aku juga menyebarkan informasi tersebut dan memperkenalkan diriku melalui media sosial dari Instagram dan juga Line dan dari situ pun nanti disebar ke grup-grup angkatan maupun grup per circle yang ada. Ke arah pendekatan yang lebih mengayomi.
Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?
Ada empat highlight di sini yang akan jadi prokerku di tahun depan.
Manajemen sharing time, adalah suatu wadah atau platform untuk teman-teman Manajemen khususnya dari teman-teman Departemen Manajemen untuk bisa memberikan dan sebagai wadah untuk menyalurkan aspirasi dari teman-teman kepada kita selaku himpunan, dan juga apapun yang bisa kita bantu dan fasilitasi, dan juga jika berhubungan dengan pihak kampus, pihak birokrasi. Kita melalui wadah tersebut kita pun bisa menyampaikan kepada pihak-pihak yang terkait yang memiliki wewenang, yang sebenenarnya manajemen sharing time ini agenda yang sudah dilakukan secara rutin untuk sharing dengan teman-teman pengurus angkatan maupun dari komting masing-masing angkatan. Tapi aku melihat itu kalo cuma mewadahi aspirasi dari teman-teman pengurus angkatan maupun dari komting masing-masing angkatan itu kita kurang bisa menjaring aspirasi yang lebih luas. Maka dari itu, aku pengen manajemen sharing time ini atau MST ini scope dilebihluaskan lagi kita menjaring aspirasi dari teman-teman dari seluruh departemen manajemen untuk aspirasinya melalui MST.
IUP info. IUP info ini berisi tentang informasi- informasi yang berkaitan dengan kebutuhan dari teman-teman mahasiswa IUP, begitu mulai dari single degree, double degree, short course dll.
Bincang asik. Bincang asik ini jadi melihat kondisi sedang seperti ini mungkin kalo bincang asik ini arahnya bisa akan ke jadi podcast atau bisa melalui platform yang lain yakni nanti di dalam bincang asik ini terdapat segmen-segmen, terkait misal kita membicarakan mengenai informasi beasiswa kan memang setiap dari kemarin-kemarin setiap periode pun kita juga selalu memberikan informasi mengenai informasi beasiswa, lomba, terus informasi magang dan kerja dan lain-lain. Nah dengan itu kita nanti tidak hanya MSA dalam arti tidak hanya menyebarkan info informasi terkait itu, tetapi kita juga memberikan sebuah talkshow atau sharing session atau tips and trick mengenai hal-hal tersebut. Contoh misal sharing session atau tips and trick mengenai beasiswa, terus tips and trickfresh graduate dalam mendapat kerja, misal itu mengenai info kerja. Terus bisa juga info bincang-bincang asik mengenai perlombaan dan bagaimana sih pengalaman dari teman-teman atau kakak-kakak yang udah pernah ikut lomba itu gimana aja, cara-cara nya gimana aja. Terus bisa juga kita lanjut mengakomodir atau memberdayakan dari alumni-alumni kita. Alumni-alumni Manajemen yang sukses dalam karir maupun sukses dalam berwirausaha untuk bisa memberikan membagi pengalaman dalam kegiatan bincang yang asik ini gitu. Jadi pengembangannya bincang asik ini bisa macem-macem sih yang sesuai disebutkan tadi, mulai dari info beasiswa, info magang dan kerja, terus mengenai wirausaha dan lain-lain.
Komunitas lomba. Jadi, nanti kita membuat sesuatu platform khusus mengenai perlombaan-perlombaan yang bisa diikuti oleh teman-teman Manajamen, salah satunya business plan, business case, terus esai dan lain-lain. Kemudian di komunitas lomba ini yang juga diselenggarakan seperti pelatihan-pelatihan.
Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?
Kalau proker mungkin sudah aku sebutkan ya yang empat tadi. Kalau menurut aku, empat proker yang sudah aku sebutkan juga untuk merespons transformasi yang harus kita lakukan di kondisi yang seperti ini dan juga untuk tetap meng-keep dan menjaga iklim kompetitif dan prestatif dari teman-teman mahasiswa Manajemen. Kalau dari sisi personality mungkin yang bisa diunggulkan dari aku ini, kalau dibanding dengan Fakhri mungkin ya, hal ini juga sudah kita sebutkan berdua di live Instagram MSA waktu kampanye kemarin. Kalau aku sendiri itu merupakan orang yang lebih gampang berbaur, lebih friendly, orang yang santai, orang yang tidak grasak-grusuk. Dengan hal itu, aku bukan orang yang serius banget dalam arti bukan orang yang kaku gitu. Lalu dari situ aku juga orang yang mungkin bisa dibilang lebih peka dengan keadaan. Maka dari itu, dengan aku yang orangnya peka terhadap keadaan makanya aku membuat program kerja yang dirasa memang benar-benar dibutuhkan oleh teman-teman mahasiswa Manajemen ditambah lagi yang dibutuhkan juga dalam kondisi seperti ini.
Kenapa mahasiswa manajemen harus memilih Anda?
Pertama, seperti yang sudah aku sebutkan, aku orang yang peka dengan keadaan. Jadi, dengan keadaan seperti ini kita pun juga merasa hambatan-hambatan yang kita hadapi di kondisi seperti ini. Maka dari itu, dengan sifatku yang seperti itu, aku akan berusaha membuat MSA lebih menjadi organisasi atau himpunan yang peka dengan keadaan. Outputnya nanti adalah bisa memberikan pelayanan-pelayanan yang baik kepada para mahasiswa Manajemen di dalam kondisi seperti ini maupun di dalam kondisi apa pun, sehingga kita juga bisa memberikan kebiasaan yang esensial dan juga produktif untuk teman-teman (mahasiswa Manajemen). Lalu balik lagi, aku pun juga orang yang friendly dan easy going lah bisa dibilang. Bisa sama siapa saja, ngobrol ayo-ayo saja, santai saja. Maka dari itu, aku juga ingin membuat MSA ini sebagai himpunan yang benar-benar friendly ke teman-teman Manajemen semua. Kita bisa sama-sama saling merangkul. Kita tidak ada stigma-stigma mengenai eksklusif atau yang lain, mengenai MSA ataupun organisasi lain. Maka dari itu, dari pembawaanku yang seperti ini aku mau membuat MSA memberikan pelayanan yang baik juga kepada teman-teman mahasiswa Manajemen dengan ke-friendly-an kita.
Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?
Tentunya harapanku buat suksesi, kita semua bisa menyelesaikan pemilihan chairman MSA tahun ini dengan baik, yang mana di hari ini pun masih berlangsung masa kampanye bagi masing- masing calon. Nanti hari terakhir kampanye itu di hari Jumat dan pemilihan tanggal 21 Desember, harapanku semoga nanti di akhir pemilihan suara sampai terpilihnya hasil, dari pemungutan suara sampai selesai bisa terlaksana dengan baik semuanya. Dan yang terakhir, tentunya bisa mendapatkan chairman MSA 2021 yang amanah dan terbaik buat mahasiswa Departemen Manajemen.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa manajemen sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan/atau pemira tahun ini?
Pesanku pada teman-teman Manajemen semuanya, pemilihan suara ini bukan hanya tentang hak kita melainkan juga tanggung jawab kita ke dalam demokrasi. Maka dari itu, gunakan hak suara kalian yang mana masing-masing orang memiliki satu hak suara. Gunakan hak suara kalian sebaik-baiknya, sehingga kita mahasiswa Departemen Manajemen ini bisa mendapatkan pemimpin di himpunan yang baik dan bisa memberikan suatu hal yang baik pula ke teman-teman Manajemen maupun Departemen Manajemen. Dengan aku sendiri, Muhammad Najmi Maulana sebagi calon chairman MSA 2021, aku mohon dukungannya kepada teman-teman semua untuk bisa menyelesaikan kontestasi ini dengan baik. Tentu harapannya di tahun depan nanti kita bisa sama-sama membawa MSA, Departemen Manajemen FEB Undip yang selalu lebih baik.