Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Satu, Fakhri Ilham Mahendra

Reporter: Yusak Yanto

Fakhri Ilham Mahendra, Calon Ketua Himpunan Manajemen Nomor Urut Satu

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Latar belakangnya mencalon menjadi ketua chairman MSA dari awal pengin bener-bener bisa membawa perubahan di lingkungan FEB minimal bisa kasih perubahan di Manajemen. Dari awal juga sudah aktif dalam berorganisasi sehingga bisa ngembangin MSA yang lebih baik lagi ketika sudah mempunyai pengalaman berorganisasi.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Visinya bagaimana mewujudkan MSA sebagai himpunan yang aspiratif, interaktif, sinergis dan intelektualitas bagi seluruh elemen Manajemen untuk bisa bersinergi dalam menciptakan organisasi yang kolaboratif dan kontributif. Untuk misinya ada lima yaitu yang pertama mengoptimalisasikan tata kelola organisasi secara interaktif apresiatif dan sinergis. Kedua, dimana MSA bisa menciptakan iklim kinerja yang berprofesional dengan aspek kekeluargaan . Ketiga, meningkatkan media aspirasi untuk melayani masyarakat dan mahasiswa di lingkungan departemen manajemen secara solutif. Keempat, berkontribusi dalam pengembangan mahasiswa manajemen sesuai minat bakat akademik dan karakter melalui program kerja yang produktif dan prestatif. Kelima, memperkuat kolektifitas dengan meningkatkan kolaborasi dan solidaritas antar himpunan maupun seluruh mahasiswa Departemen Manajemen.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Untuk menggaet suara mahasiswa aku harus bisa memposisikan diri sebagai selayaknya mahasiswa Manajemen, sehingga mengetahui keresahan-keresahan apa yang dibutuhkan. Jadi, aku udah terjun ke angkatan 2020, 2019, 2018 dan 2017 untuk menanyakan keresahan apa yang dimiliki oleh mereka sehingga dari keresahan tersebut aku cari solusi dan memamsukan ke tujuanku di program kerja MSA di tahun 2021, jadi untuk mengangkat salah satu nilai aspiratif.

Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Untuk peruabahan yang akan dibawakan yang pertama di teknis strukturnya yaitu aku lebih ispiratif dan mengembangkan intelektualitas dari mahasiswa Manajemen. Kemudian akan menekankan Divisi Student Development akan diperbaharui menjadi Academic Division  dan diberi juga sub divisi dengan deadline yang jelas yaitu sub Divisi Research and Education dimana MSA bener-bener bisa menaungi pengembangan dalam bidang akademik mahasiswa Manajemen. Di sub divisi yang kedua yaitu kesma di perbaharui menjadi Student Walfare itu benar-benar menaungi mahasiswa Manajemen untuk memabantu mereka dalam kesejahteraan mahasiswa seperti banding UKT, penaungan PKM, kemudian juga akan ada perubahan di bidang PR (public relation) dan peraturan di MSA akan dipertegas salah satunya penggunaan SP dikeluarkan saat dibutuhkan. Itulah salah satunya nanti yang saya perbaharui.

Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?

Keunggulan yang saya miliki dari pandangan aku sendiri aku lebih matang dan lebih siap dalam hal teknis pelaksanaan atau persiapan MSA ini selama satu tahun ke depan karena apa yang aku bawa grand design yang kemarin. Di situ benar-benar menyiapkan teknis karena aku enggak mau bersifat idealis tetapi juga harus bersifat realistis.

Kenapa mahasiswa Manajemen harus memilih Anda?

Pertama, di sini saya sebagai calon chairman MSA dan sekaligus sebagai warga Manajemen, saya mengerti keresahan-keresahan dan apa-apa saja yang dibutuhkan oleh mahasiswa Manajemen yang belum terealisasi di tahun-tahun sebelumnya. Diikuti dengan tujuan awal saya untuk bisa mengabdi dan berkontribusi besar terhadap departemen maupun fakultas, melalui keresahan-keresahan yang ada, saya siap untuk mewujudkan perubahan dalam upaya pelayanan MSA kepada seluruh civitas Manajemen secara nyata. Dengan begitu, MSA ke depannya akan bersifat lebih aspiratif dan lebih terbuka kepada seluruh warga Manajemen baik mahasiswa maupun stakeholder lainnya terkait perkembangan dan isu-isu yang sedang terjadi di dalam lingkup departemen, sehingga dengan transparansi seperti ini MSA dapat memperkuat tali harmonisasi di lingkungan Departemen Manajemen.

Melalui upaya upaya tersebut, tujuan akhir saya yaitu MSA bisa berkontribusi penuh terhadap departemen untuk mewujudkan sumber daya mahasiswa yang unggul, serta diikuti hubungan yang harmonis dan kekeluargaan yang kuat antara fungsionaris MSA terhadap seluruh civitas Departemen Manajemen.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Harapan keberlangsungan suksesi di tahun ini aku harap bisa berjalan lancar sampai perhitungan suara besok dan aku berharap juga kepada warga manajemen untuk bisa menggunakan hak pilihnya. Karena di tahun sebelumnya masih sangat belum maksimal yang ikut serta dalam suksesi dan juga minimal 75% dari 4 angkatan yang aktif sudah ikut serta untuk memilih di acara suksesi nanti.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Manajemen sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dana tau pemira ini?

Yang ingin disampaikan ke warga manajemen, untuk seluruh civitas Manajemen angkatan 2020, 2019, 2018, 2017, mungkin untuk memilih dan gunakan hak pilih dan jangan memilih karena oh aku kenal  orang ini, oh pernah bantuin aku, itu bisa diminimalisir karena di sini aku pengin warga Manajemen benar-benar memilih atas gagasan apa yang dibahas calon-calon chairman MSA itu dan jangan termakan oleh kampanye yang lebih menarik/lebih ramai kemudian jangan sampai tidak memilih atau golput.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan IESP Nomor Urut Satu, Immanuel Hugo Setiawan

Reporter: Indah dan Putri

Immanuel Hugo Setiawan, Calon Ketua Himpunan IESP Nomor Urut Satu

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Latar belakangnya bisa aku ambil dari dua sisi. Yang pertama, bergerak dari apa yang aku alami selama menjadi mahasiswa IESP. Yang aku rasakan, HMD IESP bukan merupakan suatu organisasi yang begitu terpandang dan kurang membawa efek dan pamor yang besar untuk anak-anak IESP sendiri. Dibandingkan dengan hubungan himpunan mahasiswa lain dengan jurusannya sendiri di lingkungan FEB, HMD ini aku rasa himpunan yang paling jauh hubungan keeratannya dengan mahasiswa IESP . Dari itu, aku berusaha mikir apa yang menyebabkan hal ini terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi ini. Keresahan garis besarnya,  HMD ini belum bisa menjadi mitra yang terbaik bagi anak IESP dan mahasiswa IESP tidak bangga punya HMD IESP.  Jadi, dari situ keresahanku bangkit dan aku  ingin mencoba untuk menjadi ketua agar aku dengan segala keresahan dan dibarengi dengan segala kemampuanku ini bisa mengubah HMD IESP menjadi lebih baik.

Yang kedua dari diriku sendiri. Karena selama sekolah aku sama sekali tidak tertarik berorganisasi dan hanya tertarik pada akademik, maka semenjak kuliah aku mengubah persepsi itu dengan mencoba aktif berorganisasi karena pada dasarnya aku menyukai ilmu sosial. Selama di HMD, aku merasa mempunyai perkembangan diri dan bermanfaat bagi orang lain karena dipilih untuk menjadi koordinator di berbagai proker HMD. Dari situlah, yang membuatku berani mencoba untuk menjadi ketua himpunan dimana aku bisa bermanfaat bagi banyak orang serta lebih mengembangkan diri sendiri.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Visi yaitu memberikan pelayanan yang terbaik bagi mahasiswa IESP demi mewujudkan lingkungan perkuliahan yang suportif dan membangun.

Misi yaitu pertama, menghilangkan stigma eksklusivitas HMD dengan menjadi mitra terdekat mahasiswa IESP. Kedua, meningkatkan iklim diskusi dan prestasi. Ketiga, mewujudkan ketertarikan dan keikutsertaan mahasiswa IESP dalam proses kaderisasi. Keempat, menjadi penghubung terandalkan antara mahasiswa IESP dan pihak kampus. Kelima, menerapkan karakter professional berkekeluargaan dalam menjalankan kerja yang berkelanjutan. Keenam, membangun hubungan baik dengan ormawa lain dan masyarakat.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Yang aku lakukan yaitu aku berkampanye di Instagram dan OA Line. Jadi, di dua platform itu aku memperkenalkan siapa diriku, arti dari nama kabinet “Persaudaraan Ismaya” yang aku usung ini, dan “Apa Kata Mereka” yang menunjukkan  orang yang aku temui sepanjang perjalananku berorganisasi ini mengenalku sebagai pribadi yang bagaimana dan mengapa perjalanan tersebut sangat berarti bagi diriku sehingga membuatku cocok untuk menjadi ketua himpunan. Selain itu, aku juga sudah berbicara kepada mahasiswa IESP di tiap angkatan yang aku anggap vokal tentang bagaimana HMD IESP ini harus dijalankan agar bisa lebih baik lagi. Dari situ aku berusaha untuk mencari kepercayaan dari mereka dengan memasukkan saran-saran mereka dalam program-program kerja yang akan aku jalankan selama 1 tahun kepengurusan nanti jika aku terpilih.

Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

  • Eksklusivitas di sini itu stigma yang dimiliki cukup banyak orang. Jujur aku ngelihat banyak orang masih kurang responsif sama kegiatan di HMD dan banyak yang merasa kalau kegiatan kita masih bisa diperbaiki. Tapi mereka jarang yang mau ngomong secara langsung, misal melalui form aspirasi yang kita adain tiap 100 hari. Itu yang ngisi dikit banget dan kebanyakan juga lewat lobbying orang-orang tertentu. Bukannya aku enggak ingin lobbying itu terjadi, tapi hal ini nandain kalau yang peduli sama HMD itu hanya orang-orang yang deket sama pengurus HMD, mereka yang menganggap suaranya enggak kedengeran. Ini aku anggep sebagai stigma eksklusivitas. Sama coba deh liat sekre, yang harusnya semua mahasiswa IESP bisa pake. Nyatanya cuma anak HMD sama temen deketnya doang yang pakai. Ini harus diubah dan perubahan ini mewajibkan adanya keguyuban antar angkatan, antar circle pertemanan, yang aku harap aku bisa bangun sedikit demi sedikit. Eksklusivitas mungkin kata yang agak keras dan mungkin dalam opini orang lain aku akan salah gunain. Tapi itu nunjukin keseriusanku untuk ngubah HMD dari intinya, dan harapannya bisa punya multiplier effect yang bagus.
  • Akademik, isu normal yang sering dibawa. Budaya kajian di IESP masih kalah sama UI sama UGM, ini rahasia umum. Tapi kenapa? Banyak temen-temen bilang ke aku kalau budaya ini agak ditanemin dari maba. Pas pertama kali kita masuk, kita sering dengar kata-kata “IESP pilihan kedua, IESP itu lulusnya susah”. Justru kata-kata ini yang bakal ngebuat anak-anak IESP ngejalanin kuliahnya di IESP dengan semangat yang setengah-setengah. First impressions are important! Kita harus kasih wajah yang lebih bagus ke IESP dan aku yakin dari dosen-dosen pun pasti akan mendukung hal tersebut. Kita pingin mahasiswa IESP, baik mereka yang orientasinya akademis atau yang lebih santai, buat tertarik sama IESP dan ikut dalam diskusi dan bisa ngasih perspektif ekonomi ke isu-isu sosial yang ada, serta kita juga pingin supaya mahasiswa IESP bisa lebih berprestasi.
  • Kaderisasi. Kalau boleh jujur ini salah satu misi yang lebih berasal dari keresahanku individu sih. Tapi nyata, soalnya kita liat aja, tahun ini aku lawan kosong. Bukannya ada yang salah dari kaderisasi di dalam HMD. Dan di luar HMD, aku juga ingin proses kaderisasi tetap jalan. Bukan di tingkat dasar aja, kalau misalnya kita bisa ningkatin partisipasi di tingkat madya ya aku ingin  siap men-support.
  • Hubungan dengan pihak kampus, ini simple sih lebih ke hubungan baik dengan dosen aja dan ngasih info perkuliahan yang baik buat mahasiswa IESP. Tapi di sini aku juga ingin nekenin kalau aku juga ingin kita bantu dosen dengan apa yang mereka inginkan di IESP. Pak Syakir terutama sebagai dospem mesti punya banyak harapan, Bu Hasta pun juga sempet ngasih saran. Harapannya kegiatan yang kita lakuin bisa bantu pekerjaan mereka. Metode kerja internal pengurus, ada banyak yang ingin aku ubah. Kalau ngasih contoh mungkin dari badan pengendali internal fungsi pengawasannya ditingkatin.
  • Hubungan luar HMD penting pastinya. HMD itu engga nyerminin dirinya aja, tapi mahasiswa IESP secara keseluruhan. Aku ingin HMD punya hubungan yang baik dengan ormawa-ormawa di FEB, ormawa luar FEB, hingga masyarakat. Aku ingin segala kemitraan yang kita lakukan dapat ngasih benefit bagi baik internal kita maupun mahasiswa IESP, itu sih yang lebih utama. Misalnya ngadain kolab diskusi santai, kolab penelitian, dsb. Itu juga bakal buat HMD IESP lebih terpandang sih, dan pandanganku sih tertuju ke Kanopi HM IE-nya UGM sama UI yang cukup dihormati di universitasnya masing-masing.

Kenapa mahasiswa IESP harus memilih Anda?

Tahun kemarin sudah ada kotak kosong, terus tahun ini lawannya kotak kosong lagi. Kalau aku denger dari mahasiswa IESP lainnya, misal udah kotak kosong selama dua tahun berturut-turut termasuk tahun ini, berarti ada yang salah dengan kaderisasinya. Sudah pasti ada kesalahan dengan keadaan internalnya. Kalau mereka milih kotak kosong yang enggak ada visi misinya, HMD IESP akan dibawa ke arah mana ke depannya. Maka dari itu, diharapkan mahasiswa IESP memilih aku, karena aku sendiri sudah memberikan visi misi yang sudah tergambarkan secara jelas apa yang ingin aku usahakan ke depannya.

Tapi aku enggak maksa mahasiswa IESP untuk milih aku karena lawanku kotak kosong. Pada akhirnya kalau mereka kurang suka sama yang aku bawa, mereka bisa milih kotak kosong. Namun, aku yakin perasaan untuk ingin ngubah HMD sampai ke akarnya merupakan sentimen banyak mahasiswa IESP dan aku secara eksplisit pingin ngubah banyak hal juga. Menurutku itu selling point utamaku

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Aku berharap sebesar-besarnya seluruh mahasiswa IESP dari segala angkatan yang masih menjadi mahasiswa aktif IESP untuk ikut serta secara aktif ikut suksesi ini. Aku harap masih ada dan terus menjaga antusiasme dari mahasiswa IESP meski lagi pandemi dan juga lawannya kotak kosong lagi seperti tahun kemarin. Semoga ke depannya kandidat yang terpilih akan memberikan solusi dan penjelasan yang persuasif untuk mengubah keadaan HMD jadi lebih baik lagi.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa IESP sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan/atau himpunan dan/atau pemira ini?

Aku ingin banget temen-temen IESP semakin lebih respect terhadap HMD. Seperti yang aku bilang tadi kalau tahun ini lawannya kotak kosong lagi. Entah ke depannya temen-temen akan milih aku atau kotak kosong, aku berharap temen-temen mau menggunakan hak pilihnya secara bijaksana. Karena hak pilih ini akan menentukan ke depannya IESP menjadi lebih baik lagi. Lebih memahami visi misi yang ada dari segala kandidat di pemilihan yang ada. Meskipun kalian orang yang hanya fokus kuliah atau mempunyai fokus lain, namun kalian akan tetap memperoleh informasi perkuliahan dari himpunan sebagai jembatan informasi. Jadi, jika kalian ingin yang terbaik bisa dipikirkan lebih matang saat memilih.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Akuntansi Nomor Urut Dua, Yohanes Adji Prakosa

Reporter: Alam, Susan, dan Nisa Alisva

Yohanes Adji Prakosa, Calon Ketua Himpunan Akuntansi Nomor Urut Dua

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Latar belakang mencalonkan diri lebih ke karena banyak yang percaya ke aku. Jadi, proses seleksi dua besar ini berasal dari internal pengurus. Pada awalnya ada tujuh besar yang kemudian tujuh besar itu dipilih oleh pengurus. Nah, kebetulan banyak yang percaya sama aku dan itu yang menjadi latar belakang aku untuk maju ke dua besar.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Visiku menjadikan Akuntansi sebagai jurusan yang unggul dalam hal kekeluargaan, prestasi dan kompetensi, serta sinergitas yang baik antara angkatan-angkatan yang ada. Nah, misiku untuk mewujudkan visi tersebut yaitu yang pertama mengayomi, melayani, dan menghimpun seluruh masyarakat Akuntansi. Kedua, bekerja sama dan berkoordinasi baik dengan departemen, dosen, alumni, dan pihak eksternal yang ada di lingkungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Ketiga, berpartisipasi aktif dalam seluruh kegiatan yang diadakan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis guna keberlangsungan dan kemajuan Akuntansi itu sendiri. Keempat, berinovasi dan mengembangkan seluruh bidang guna memajukan organisasi dan mahasiswa Akuntansi. Kelima, mewadahi dan mendukung secara penuh aspek akademik dan non-akademik agar tercipta iklim yang prestatif.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Yang pertama pasti dengan kampanye-kampanye. Kampanye tersebut ada class to class dari suksesi itu sendiri, angkatan, mimbar bebas, kemudian kampanye di OA Line. Jadi, aku itu punya OA Line namanya “Jiprakar2a” yang isinya itu postingan-postingan. Selain itu, aku merekrut motor-motor di tiap angkatan sebagai timsesku dan juga merekrut orang-orang yang jarang kelihatan tetapi memiliki banyak teman di Akuntansi itu sendiri.

Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Aku punya dua program kerja yaitu yang pertama sharing session dan pelatihan lomba. Di sini orang-orang yang pernah mengikuti lomba dalam bidang apapun, seperti business plan, business case, paper, atau lomba lain yang sering diadakan di universitas-universitas dan juga orang-orang yang pernah masuk top ten atau top five di segala macam lomba itu nantinya dapat menjadi narasumber. Tujuannya supaya masyarakat Akuntansi itu bisa terbekali sebelum mereka lomba atau di saat mereka takut lomba. Dari yang aku lihat mahasiswa Akuntansi itu pintar-pintar, tetapi mereka takut untuk memulai lomba karena mereka tidak tahu harus bagaimana. Dengan sharing session dan pelatihan lomba itu, mahasiswa Akuntansi bisa setidaknya sedikit terbekali untuk mengikuti lomba. Jadi, mahasiswa Akuntansi tidak perlu takut lagi untuk mengikuti lomba dan mahasiswa Akuntansi itu bisa lebih berani mengikuti lomba terlebih dahulu. Mengenai masalah menang atau kalah, itu urusan nanti.

Yang kedua itu ada podcast. Podcast ini bertujuan untuk menginformasikan atau memberikan informasi kepada mahasiswa Akuntansi dan alumni. Misalnya, ada mahasiswa yang ingin mengikuti exchange ke luar negeri, tetapi masih tidak tahu harus bagaimana karena belum mendapatkan gambaran umum. Melalui podcast ini, ia dapat memperoleh informasi secara lisan dengan cara yang lebih menarik.

Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?

Sebenarnya aku dan Sena itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan dan kekurangan kita itu saling melengkapi. Kita berdua memiliki latar belakang yang berbeda, aku dari kaderisasi dan Sena dari pelayanan mahasiswa. Tanpa adanya kedua itu, menurut aku KMA tidak bisa menjangkau dan merangkul angkatan-angkatan serta mahasiswa Akuntansi. Jadi, kedua hal itu penting. Akan tetapi, kalau ditanya mengenai apa kelebihan aku yaitu karena background aku dari kaderisasi, maka aku tahu lebih banyak tentang kaderisasi.

Kenapa mahasiswa Akuntansi harus memilih Anda?

Mungkin hal yang paling utama adalah karena aku cinta terhadap Akuntansi. Aku ingin budaya yang ada di Akuntansi tetap bertahan sampai kapanpun. Budaya yang telah diberikan oleh kakak-kakak pendahulu kita tetap dipertahankan di Akuntansi dan jargon satu keluarga yang merupakan landasan bagi Akuntansi itu sendiri tetap digaungkan.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Harapan untuk suksesi kali ini yaitu semoga suksesi bisa berjalan dengan lancar dan dengan semestinya. Semoga juga mahasiswa Akuntansi itu sendiri itu banyak yang ikut nyoblos dan menonton mimbar bebas.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Akuntansi sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira ini?

Karena budaya kita sangat kental, maka untuk mahasiswa Akuntansi dapat lebih kritis dan lebih skeptis lagi dalam memilih pasangan calon ketua himpunan dan juga pasangan calon ketua BEM untuk kemajuan Akuntansi itu sendiri.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Akuntansi Nomor Urut Satu, Sakaweda Senajati

Reporter: Erva dan Dwi Novi

Sakaweda Senajati, Calon Ketua Himpunan Akuntansi Nomor Urut Satu

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Untuk saya sendiri, latar belakang mencalonkan ini karena yang pertama adalah saya terpilih menjadi calon kandidat Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Departemen Akuntansi melalui asas kekeluargaan yang telah dilalui dan dilakukan oleh seluruh pengurus Himpunan Akuntasi itu sendiri. Kemudian, yang kedua karena saya terpilih sebagai kandidat, ya, saya akan menjalankan amanah ini sebaik mungkin dengan cara mempersiapkan visi dan misi yang saya miliki.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Jadi, saya itu memiliki visi menjadikan HMDA sebagai organisasi yang bersinergi positif bagi mahasiswa atau mahasiswi akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Untuk misinya sendiri yaitu yang pertama menjadi wadah kegiatan, penyalur aspirasi, minat dan bakat dan tempat bertukar pikiran dengan asas kekeluargaan. Yang kedua mampu meningkatkan kualitas dan pribadi mahasiswa yang lebih unggul di bidang akademik atau non akademik, dan yang ketiga itu mampu berinovasi dan bersifat adaptif untuk kebermanfaatan mahasiswa mahasiswinya.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Untuk pertanyaan ini jujur saja saya hanya melakukan kampanye yang diadakan secara formal oleh panitia suksesi itu sendiri dan untuk selebihnya biarkanlah  masyarakat Akuntansi itu memahami apa isi dari visi dan misi saya.  Jika mereka sesuai, maka saya percaya diri bahwa mereka juga akan memilih saya. Jadi, untuk kampanye mungkin saya hanya melakukan formalitas apa yang telah dijadwalkan panitia suksesi itu sendiri.

Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Saya ingin memberikan wadah bagi mahasiswa mahasiswi Akuntansi yang memiliki kesamaan atau hobi di bidang softskills mereka. Jadi kita berikan wadah dan  kita berikan pelayanan bagaimana caranya mereka agar tetap menjadi satu di satu wadah tersebut dan berkembang bersama-sama agar mereka dapat menjalin hubungan, saling mengenal satu sama lain, dan akhirnya mereka bisa explore dengan softskill mereka sendiri. Seperti contohnya pada saat ini, tuh, banyak sekali industri kreatif yang membutuhkan orang-orang untuk berkembang bersama mereka.

Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?

Untuk pertanyaan ini mungkin saya tidak dapat memberikan jawaban pasti karena suatu  individu itu tidak dapat menilai dirinya sendiri sebenarnya, cuma mungkin kalau dari teman-teman saya, ya, saya dapat melihat beberapa keresahan-keresahan yang mungkin tidak dirasakan oleh pengurus-pengurus lainnya,  jadi mungkin seperti itu.

Kenapa mahasiswa Akuntansi harus memilih Anda?

Mungkin kenapa harus memilih saya karena di situ sudah tercantum dalam visi dan misi saya, saya akan membawa bagaimana caranya agar Himpunan Mahasiswa Departemen Akuntansi ini dapat bersinergi positif dalam lingkup fakultas, kampus, maupun di luar kampus dan menyalurkan aspirasi, minat dan bakat mereka.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan  kali ini?

Harapan saya adalah semoga dalam keberlangsungan suksesi ini sukses, tidak ada suatu kendala apapun, terjalinnya demokrasi yang baik.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Akuntansi sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira ini?

Mungkin yang ingin saya sampaikan adalah gunakan hak pilih kalian sebaik mungkin. Kalian pahami visi dan misi, jika di Akuntansi, pahami visi dan misi dari aku (Sena) dan juga Adji Prakosa, dan pilihlah yang terbaik bagi kalian karena sejatinya pilihan yang terbaik ada di diri kalian masing-masing.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Tiga, Alma Musa Rasyidi

Reporter: Diah

Alma Musa Rasyidi, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Tiga

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Latar belakang saya mencalonkan menjadi ketua himpunan karena saya ingin mewujudkan mimpi saya bersama Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HMEI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro agar dapat mengatasi keresahan dan juga dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa Ekonomi Islam FEB Undip.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Visi yang saya usung adalah semangat HMEI FEB Undip 2021 sebagai ruang karya dan pelayanan yang bersinergi, dan berakhlaqul karimah untuk kejayaan ekonomi Islam. Untuk misinya, yang pertama yaitu menciptakan internal HMEI yang bersahabat dan kompeten dengan menjunjung tinggi nilai islam. Yang kedua yaitu mengharmoniskan hubungan antara mahasiswa, alumni dan seluruh lembaga kemahasiswaan FEB Undip. Yang ketiga yaitu menjadikan HMEI sebagai sarana edukasi, advokasi, dan penjaring aspirasi mahasiswa Ekonomi Islam FEB Undip. Kemudian yang terakhir yaitu memberikan ruang berkarya untuk pengembangan potensi mahasiswa Ekonomi Islam baik akademik maupun non akademik.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Strategi yang dilakukan tentunya membawa visi dan misi sesuai dengan kebutuhan dan keresahan mahasiswa Ekonomi Islam seluruh lini gitu, sehingga secara tidak langsung sudah sesuai dengan keinginan mahasiswa Ekonomi Islam itu sendiri. Selain itu, saya telah melakukan kampanye The Founder dengan mempresentasikan Grand Desaign Organisation (GDO) yang saya buat di depan seluruh mahasiswa Ekonomi Islam melalui platform MS Teams. Selain itu juga, saya melakukan kampanye tertulis melalui platform Instagram dan official account Line tentunya dengan konten yang menarik.

Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Saya akan membawa iklim yang flexible dalam Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HMEI). Saya akan memadukan sifat kekeluargaan dan juga profesionalitas, yang nantinya di harapkan pengurus HMEI 2021 akan memiliki jiwa profesionalitas ketika sedang melaksanakan suatu program kerja. Lalu di luar itu nanti diharapkan juga pengurus HMEI dapat menjadi rumah kedua bagi para pengurusnya. Selain itu, saya juga memiliki nilai-nilai yaitu akhlaqul karimah, tanggap, aktif, dan juga sinergis.

Dalam skema proker juga terdapat pembaharuan seperti ICEPRO yang jika saya terpilih menjadi Kahim (Ketua Himpunan) akan diinovasikan dengan acara berupa lomba. Selain itu, juga terdapat proker baru yang inovasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat Ekonomi Islam seperti ada Self Improvement Leadership atau SLIP itu simple-nya pelatihan kepemimpinan di atas pra dasar jadi setara dengan EFL terus juga ada Teman Cerita. Teman Cerita ini nantinya berisi seminar tentang cara mengatasi stress gitu di tengah pandemi, kayak coping stress gitu. Terus juga ada Bincang Lima Menit (BiLiMit) tentang podcast berbagi pengalaman dengan seseorang yang telah melakukan usaha bisnis dari mahasiswa Ekonomi Islam dan juga untuk mahasiswa Ekonomi Islam tentunya. Lalu ada SCAD (Syarih Carrier Alumnie Discussion), jadi konsepnya seminar dari alumni Ekonomi Islam, isinya bagaimana sih dunia kerja untuk ke depanya gitu. Jadi, mahasiswa Ekonomi Islam dapat bercermin dari para alumni. Selain itu juga ada Ekis Turnamen karena pandemi kayak gini dan e-sport juga lagi berkembang begitu pesat sudah sepatutnya diberi fasilitas untuk berkembang bagi mereka yang memiliki potensi di bidangnya seperti itu.

Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?

Berbicara keunggulan dibanding dengan calon lain, keunggulan yang saya miliki adalah management yang baik dengan sifat saya yang terstruktur membuat saya terbiasa dengan segala urusan yang tertata atau ter-manage dengan baik. Saya terbiasa membuat jadwal keseharian mulai bangun tidur hingga tidur lagi. Lalu selain itu, juga pada kepengurusan tahun ini saya berada pada dua organisasi yaitu HMEI dan EECC. Hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa saya dapat me-manage waktu dengan baik.

Di EECC sendiri saya sering diamanahi untuk menjadi ketua pelaksana ataupun koordinator pada event yang diselenggarakan oleh EECC. Sedangkan di HMEI, saya lebih sering menjadi master of ceremony (MC) dalam suatu acara. Total pada satu tahun kepengurusan ini, saya telah diamanahi untuk menjadi MC dan juga moderator sebanyak sepuluh kali. Di samping kesibukan berorganisasi, saya juga mengikuti pelatihan dasar LKMMD di Fakultas Psikologi dengan kurun waktu kurang lebih tujuh bulan dan alhamdulillah-nya mendapatkan predikat atau penghargaan peserta terbaik ke empat di LKMMD Fakultas Psikologi.

Kenapa mahasiswa Ekonomi Islam harus memilih Anda?

Selain karena visi, misi dan pengalaman, mahasiswa Ekonomi Islam harus memilih saya karena saya memiliki sifat yang humble, friendly, respectful, dan pendengar yang baik. Tetapi, yang terpenting dari itu semua Saya membawa hati yang tulus untuk kepentingan Ekonomi Islam.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Harapannya semoga dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana dan target-targetnya dan tidak ada terjadi hal yang tidak diinginkan dan dapat lebih baik kedepannya seperti itu.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Ekonomi Islam sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira ini?

Pesannya, “Pilihlah pemimpin yang memiliki kapabilitas, tanggung jawab, dan hati yang tulus untuk membawa kemajuan Ekonomi Islam menuju kejayaan.”

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Dua, Yusuf Rausyan Fikri

Reporter: Aditya Febriansyah

Yusuf Rausyan Fikri, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Dua

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri sebagai ketua himpunan?

Layaknya seorang pewaris, kami staff muda pengurus HMEI mendapatkan amanah untuk terus melanjutkan estafet kebaikan ini, dimana kami staff muda akan menempati jabatan-jabatan strategis di HMEI ini.  Saya dipercaya oleh beberapa teman-teman saya, baik teman internal HMEI maupun eksternal, untuk memberanikan diri maju mencalonkan diri sebagai Calon Ketua HMEI 2021. Sehingga, dorongan dari orang-orang sekitar membuat saya yakin dan bersemangat untuk membawa HMEI 2021 yang lebih maju.

Apa visi dan misi yang anda miliki?        

Visi yaitu menjadikan HMEI sebagai lembaga yang interaktif kepada mahasiswa khususnya mahasiswa Ekonomi Islam untuk berkolaborasi dalam menciptakan karya. Misi yaitu pertama, menjadikan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan. Kedua, membangun keharmonisan pengurus internal HMEI yang berlandaskan ukhuwah islamiyah dan bernafaskan profesionalisme. Ketiga, bersinergi dengan himpunan jurusan lain dan lembaga kemahasiswaan lain yang ada dalam lingkup FEB Undip. Keempat, menguatkan media aspirasi untuk melayani mahasiswa ekonomi islam secara solutif. Kelima, memfasilitasi pengembangan minat dan bakat maupun akademik mahasiswa ekonomi islam untuk bisa berprestasi di kancah universitas, nasional, maupun internasional.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara mahasiswa agar memilih Anda?

Menawarkan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa Ekonomi Islam mulai dari angkatan lama sampai angkatan 2020 bahkan dengan alumni. Untuk Ekis 2020, kita akan membuat program kerja Ekis bookstore untuk memudahkan mahasiswa dalam membeli buku mata kuliah, lalu ada LEAP sebagai sarana kaderisasi, dan pelatihan PKM. Untuk angkatan 2019, kami menawarkan program kelas Tahsin untuk memudahkan mahasiswa dalam hafalan. Untuk Ekis 2018, kami ada program kerja metodologi penulisan untuk menunjang persiapan skripsi. Kemudian untuk 2017, kami akan menawarkan program serap aspirasi. Dan untuk alumni, kami akan mengadakan awarding untuk alumni yang telah berjasa bagi Ekonomi Islam.

Apa pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Inovasi yang akan di bawa ke depannya adalah mengevaluasi terlebih dahulu program kerja HMEI 2020 sehingga proker-proker yang ada dapat berjalan maksimal dengan menggunakan metode daring. Untuk proker inovasi, saya sedang merencanakan pelatihan e-sport, karena saya melihat bahwa e-sport sangat diminati dan banyak perlombaannya sehingga saya rasa perlu untuk mewadahi agar atlet-atlet e-sport Ekonomi Islam dapat meraih prestasi. Selanjutnya ada kelas tahsin yang akan berkolaborasi dengan Mizan. Kelas tahsin ini berfungsi untuk memudahkan mahasiswa Ekonomi Islam dalam mempersiapkan hafalan, sehingga hafalan tidak lagi menjadi masalah yang cukup besar.

Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain sehingga Anda layak untuk dipilih?

Saya termasuk pribadi yang humble sehingga dapat bergaul dengan berbagai indivdu yang memiliki tipikal yang berbeda-beda, mulai dari individu yang akademis, agamis, maupun anak-anak yang dianggap nakal. Saya pun orang yang bertanggung jawab terhadap suatu amanah sehingga akan saya kerjakan semaksimal mungkin. Saya pun individu yang aktif dan memiliki banyak relasi dengan teman satu fakultas maupun luar fakultas.

Dalam bidang kepemimpinan, saya memiliki pengalaman yang cukup banyak, diantaranya saya adalah ketua panitia dalam acara kaderisasi pra dasar atau LEAP, saya pun menjadi komting angkatan dalam acara LKMMD FPP 2020, yang mana saya memiliki tujuan untuk bisa mengakrabkan satu angkatan dan mengawal teman-teman agar dapat lulus bersama.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Semoga acara The Founder tahun ini dapat berjalan lancar tanpa ada kendala apapun yang terjadi, sehingga seluruh mahasiswa Ekonomi Islam dapat berpartisipasi secara aktif dalam pesta demokrasi kampus dan memilih pilihannya demi Ekonomi Islam yang lebih maju di sebaga bidang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Ekonomi Islam sebagai pemilik hak suara dalam suksesi himpunan kali ini?

Semoga temen-temen Ekonomi Islam sebagai pemilih pada acara The Founder nanti dapat memilih orang yang tepat sebagai ketua HMEI, yang dapat membuat HMEI lebih baik ke depannya. Jangan saling sentimen antar pendukung, tetap jaga keharmonisan Ekonomi Islam karena kita adalah keluarga dalam pertalian Islam. Oleh karena itu, tetaplah menjadi pemilih yang baik, sebab pemilih yang fathonah akan menghasilkan pemimpin yang amanah. Siapapun yang terpilih nanti, ayo kita sama-sama dukung demi kemajuan ekonomi Islam ke depannya nanti.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Satu, M. Rizky Ramadhan

Reporter: Fitri Widya

M. Rizky Ramadhan, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Satu

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Di awal saya memang memiliki keinginan untuk menjadi seorang ketua himpunan karena melalui kesempatan inilah saya bisa melatih kemampuan kepemimpinan saya. Kemudian, di tengah-tengah saya sebagai staf HMEI, beberapa teman saya menyatakan dukungannya apabila saya mencalonkan diri Ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HMEI). Selain itu, juga ini sebagai bentuk pengabdian saya kepada jurusan. Karena alasan itulah yang melatarbelakangi saya mencalonkan diri menjadi ketua himpunan.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Visi yang saya usung ialah menjadikan HMEI 2021 sebagai organisasi yang aspresif yakni aspiratif, prestatif, dan informatif. Sedangkan terkait misi, pertama yaitu menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa Ekonomi Islam. Kedua, memfasilitasi pengembangan minat dan bakat mahasiswa Ekonomi Islam. Ketiga, melayani pemenuhan kebutuhan akademik maupun non akademik mahasiswa Ekonomi Islam. Selanjutnya, misi keempat adalah menjalin hubungan yang baik dengan seluruh ormawa di FEB Undip.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Cara saya menggaet suara dari mahasiswa ialah saya dan timses membuat kampanye kreatif baik berupa poster atau video. Kontennya kurang lebih seperti tentang diri saya, visi dan misi, ada juga proker inovasi yang akan saya bawa. Kita juga mengadakan Q&A yang tujuannya agar mahasiswa Ekonomi Islam yang belum atau kurang mengenal saya, harapannya bisa lebih kenal dan lebih mengetahui.

Apa pembaruan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Salah satunya melalui proker inovasi yang saya usulkan, seperti ada paid promote gratis, dimana HMEI akan membantu mahasiswa Ekonomi Islam yang memiliki bisnis dengan cara membantu mempromosikannya melalui media sosial yang dimiliki HMEI. Kemudian, ada kotak aspirasi merupakan wadah bagi teman-teman mahasiswa Ekonomi Islam yang ingin menyampaikan aspirasinya. Selanjutnya, akan menulis aspirasi tersebut melalui formulir yang disediakan oleh HMEI, kemudian disampaikan ke program studi dan ini bisa diisi secara berkala. Kemudian, ada juga asistensi. Ini merupakan sebuah kelas tambahan istilahnya, yang mana akan diadakan beberapa kali setiap bulannya, sehingga teman-teman Ekonomi Islam yang kesulitan dalam memahami mata kuliah tertentu bisa terbantu dengan adanya asistensi.

Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?

Di tahun 2020 saya diamanahi sebagai ketua pelaksana seminar nasional ICEPRO, yang mana seminar ICEPRO ini melibatkan panitia baik dari angkatan 2019 dan beberapa angkatan 2018. Hal ini mungkin menjadikan pengalaman tersendiri bagi saya untuk memahami karakter yang dimiliki oleh pengurus HMEI dari dua angkatan. Dan juga saya belajar bagaimana caranya menyusun atau merencanakan konsep acara seminar dengan skala nasional.

Kenapa mahasiswa Ekonomi Islam harus memilih Anda?

Karena beberapa proker inovasi yang saya bawakan tidak diusungkan oleh kadidat lain, misalnya ada asistensi, kelas bahasa arab, pelatihan SPSS, dan proker lain yang tidak diusung oleh kadidat lain. Yang mana hal tersebut juga menjadi kebutuhan bagi mahasiswa Ekonomi Islam saat ini.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Harapan saya untuk suksesi tahun ini, semua mahasiswa Ekonomi Islam yang statusnya sebagai mahasiswa aktif bisa menggunakan hak miliknya. Sehingga, ini menjadi poin plus bagi Ekonomi Islam dalam kesuksesan dalam menyelenggarakan Pemilihan Calon Ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam tahun 2021.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Ekonomi Islam sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira ini?

Siapapun ketua himpunan yang akan terpilih nanti, kita sebagai mahasiswa Ekonomi Islam mari kita dukung bersama-sama untuk merealisasikan program-program yang telah gaungkan. Baik dengan cara menjadi panitia ataupun dengan cara melibatkan diri kita terhadap program yang diadakan oleh HMEI.

Mencari Solusi Permasalahan Mahasiswa IUP Melalui Audiensi Terbuka

Oleh: Putri dan Sulis

FEB Undip (12/12) – Telah dilaksanakan acara Audiensi Terbuka Mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) pada pukul 11.30 – 14.30 WIB melalui platform Microsoft Teams. Audiensi terbuka ini merupakan acara yang diinisiasi oleh Senat Mahasiswa (SM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Himpunan Mahasiswa di lingkungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip). Tujuan diadakannya audiensi ini yaitu menghimpun permasalahan dan memberikan solusi konkret terhadap permasalahan mahasiswa IUP. Dalam acara ini turut hadir pula Dekan FEB, Wakil Dekan FEB, Kepala Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Kepala Departemen Akuntansi, dan Kepala Departemen Manajemen.

Audiensi ini dipandu oleh Satrio Eko Nugroho dan diawali dengan sambutan dari Mariyah Haidar Cahya Annisa selaku Ketua Acara dan dilanjutkan dengan penyampaian hasil survei oleh Ketua Tim Laporan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Senat Mahasiswa, BEM, dan Himpunan, ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa IUP yaitu kurangnya informasi dari International Office, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dirasa kurang interaktif, penguasaan bahasa inggris dosen yang dirasa kurang fasih, dan fasilitas pembelajaran yang dirasa masih kurang oleh mahasiswa IUP.

Berdasarkan Laporan Hasil Aspirasi International Undergraduate Program yang telah Tim Laporan rangkum, poin utama permasalahan yang dihadapi mahasiswa IUP yaitu terkait International Office yang dirasa kurang informatif, responsif, dan transparan dalam menanggapi pertanyaan mahasiswa IUP terutama terkait pelaksanaan International Exposure, Study Abroad, dan hal lainnya yang berhubungan dengan kebutuhan dan kewajiban mahasiswa IUP. Poin kedua yang disorot yaitu terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dirasa merugikan mahasiswa IUP karena kurangnya kejelasan sikap dari International Office FEB. Poin selanjutnya yaitu tentang sistem perkuliahan yang belum memuaskan bagi mahasiswa IUP, tenaga pendidik yang dirasa kurang, serta sarana dan prasarana yang belum memuaskan.

Selanjutnya adalah paparan saran dari mahasiswa IUP untuk pihak fakultas FEB Undip yang diwakili oleh mahasiswa IUP yang kurang lebih memarkan saran mengenai perbaikan sistem dari International Office FEB, melakukan pembaruan rinci mengenai UKT mitra dan International Exposure, melakukan evaluasi sistem perkuliahan International Undergraduate Program FEB Undip secara berkala dan mengembangkan metode pembelajaran yang interaktif, edukatif, dan efektif saat melaksanakan perkuliahan serta melakukan perbaikan pada sarana prasarana yang ada di fakultas.

Selanjutnya yaitu sesi feedback oleh pihak mahasiswa dan fakultas. Suharnomo selaku Dekan FEB Undip menanggapi baik saran dari mahasiswa IUP. Suharnomo mengatakan bahwa akan segera melakukan rapat kerja khusus untuk membahas permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa IUP FEB. Ia juga mengatakan bahwa saat ini banyak fasilitas yang sudah berubah selama pandemi dan mengajak peran aktif dari mahasiswa IUP sendiri dalam mendukung program yang telah dijalankan fakultas. Selanjutnya, terdapat tanggapan dari Syatira, Meivia, dan Ciro selaku perwakilan mahasiswa IUP mengenai pernyataan dari Dekan tersebut. Syatira menekankan bahwa inti permasalahannya adalah ketidaktahuan dan tidak konsistennya penyampaian informasi dari pihak International Office bisa berdampak fatal bagi mahasiswa. Selain itu, Syatira juga mengatakan bahwa mahasiswa IUP tidak menuntut keistimewaan yang lebih, tapi menuntut pihak fakultas dan International Office untuk menjalankan kewajibannya.

Selangkah Lebih Dekat dengan Para Calon Chairman MSA 2021 melalui Mimbar Bebas

Reporter: Rijal

FEB Undip (11/12) – Telah terlaksana Mimbar Bebas yang diselenggarakan oleh Management Student Association (MSA) pada pukul 09.45 WIB. Acara yang dilangsungkan melalui platform Zoom Meeting dan Live YouTube MSA FEB ini menjadi salah satu cara bagi para mahasiswa Departemen Manajemen mengenal lebih dekat lagi kedua calon chairman MSA, yakni Fakhri Ilham Mahendra dan Muhammad Najmi Maulana. Acara ini turut menghadirkan Harjum Muharam selaku Ketua Departemen Manajemen FEB Undip, Wakil Senat Mahasiswa FEB Undip yakni Avi Adimas, serta ketua BEM FEB Undip yaitu Even Benanda. Dari MSA juga hadir chairman dan managing director-nya yakni Ekky Fahriza serta Thadaffa Yusuf. Panelis, koordinator masing-masing angkatan, tim sukses masing-masing calon, serta audiensi dari para mahasiswa manajemen juga turut berpartisipasi dalam acara Mimbar Bebas ini.

Lebih Dekat melalui Grand Design Organization

Mimbar Bebas diawali dengan pembukaan oleh Fahmi Utomo serta Cahyaning Galuh selaku master of ceremony dan dilanjut dengan beberapa sambutan yakni dari project officer acara, Edward Nathan, chairman MSA, serta Ketua Departemen Manajemen. Acara dilanjutkan dengan pembacaan CV dan pemaparan grand design organization calon chairman nomor urut satu yakni Fakhri Ilham Mahendra. Dalam pemaparannya, Fakhri menjelaskan visi yang akan dibawa untuk memajukan MSA yakni menjadikan MSA sebagai himpunan yang aspiratif, interaktif, dan berintelektualitas bagi seluruh elemen departemen manajemen untuk bersinergi dalam menciptakan inovasi yang kolaboratif dan kontributif. Terdapat pula lima misi diusung oleh Fakhri yang salah satunya adalah menciptakan iklim kerja yang profesional beriringan dengan aspek kekeluargaan.

Selanjutnya, perlakuan yang sama juga dilakukan untuk calon chairman nomor urut dua yakni Muhammad Najmi Maulana. Dalam pemaparannya, visi yang hendak dibawa Najmi yaitu mewujudkan himpunan mahasiswa yang aspiratif dan proaktif menuju mahasiswa manajemen yang progresif. Najmi pun membawa lima misi yang salah satunya adalah menciptakan media informasi yang berkualitas dan informatif dalam transformasi digital organisasi.

Debat Berujung Mengenal Lebih Dekat

Hiburan ditampilkan oleh Insyira Risma berupa penampilan bernyanyi untuk merilekskan acara sejenak. Acara Mimbar Bebas pun dilanjutkan dengan sesi debat antarcalon chairman dalam dua sesi. Dipandu oleh Tri Cahyadiringrum selaku moderator, sesi debat pertama dimulai dengan pertanyaan yang diajukan oleh Fakhri kepada calon nomor urut dua. Fakhri memberi pertanyaan dengan langsung menyorot pada program kerja unggulan yang diusung oleh Najmi yakni self development training (SDT). Menurut Fakhri, dampak dari SDT belum terlihat secara langsung. Ia mempertanyakan kepada calon nomor urut dua mengenai cara untuk mencapai goals SDT yang benar-benar beresensi bagi para mahasiswa baru ke depannya. Dengan waktu lima menit, Najmi menjawabnya dengan sebaik-baiknya dan kemudian jawaban Najmi pun dikritisi kembali oleh Fakhri.

Setalah itu, berganti calon nomor urut dua, Najmi, yang diberi kesempatan untuk bertanya. Najmi menyinggung pengadaan kembali program kerja yang akan dilakukan Fakhri, padahal sebelumnya telah dihapuskan karena output yang dihasilkan ternyata kurang maksimal. Dalam jawabannya, Fakhri akan memberikan inovasi agar pengadaan kembali program kerja tersebut bisa maksimal. Najmi pun menanggapi jawaban yang diberikan oleh Fakhri.

Acara dilanjutkan dengan debat sesi dua melalui mekanisme yang sama dan dimulai oleh pertanyaan dari Najmi. Sesi debat ditutup dengan pembacaan review dari moderator mengenai pertanyaan-jawaban-tanggapan dari masing-masing calon chairman MSA.

Tanya Jawab Para Panelis dan Audiensi

Mimbar bebas dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh panelis serta audiensi yang hadir. Sesi tanya jawab dimulai dengan pertanyaan dari Harjum Muharam terkait strategi Undip yang salah satunya international exposure, apa yang akan dilakukan atau program seperti apa dari kedua calon jika nanti terpilih sebagai chairman MSA.

Selanjutnya, Even Benanda bertanya terkait cara mengembangkan dan memberdayakan mahasiswa manajemen selaku lembaga organisasi kemahasiswaan seta permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa dan Program Studi Manajemen saat ini. Pertanyaan juga datang dari Avi Adimas dan Ekky Fahriza. Pertanyaan lainnya juga datang dari audiens.

Sesi tanya jawab pun berakhir dan dilanjutkan dengan feedback serta closing statement dari para panelis kepada kedua calon chairman MSA. Acara dilanjutkan dengan pemutaran video promosi dari masing-masing calon chairman MSA. Foto bersama pun menjadi penghujung sesi dari acara Mimbar Bebas kali ini. MC pun menutup acara Mimbar Bebas dan mengingatkan para mahasiswa manajemen untuk menggunakan hak pilihnya dalam pencoblosan nanti.

Mimbar Bebas sebagai Ajang Pengenalan Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam 2021

Oleh: Fitri, Aditya, dan Diah

FEB Undip (9/12) – Telah dilaksanakan acara mimbar bebas yang diselenggarakan oleh Himpunan Ekonomi Islam (HMEI) FEB Undip pada pukul 13.00 melalui platform Zoom dan live streaming Youtube. Acara ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi mahasiswa Ekonomi Islam dalam melaksanakan pesta demokrasi dalam lingkup kampus, dan memantapkan kembali calon ketua himpunan pilihannya guna membawa Ekonomi Islam yang lebih maju dari tahun sebelumnya. Mimbar bebas kali ini dihadiri oleh Darwanto sekalu Kepala Program Studi Ekonomi Islam. Turut hadir pula panelis, koordinator masing-masing angkatan, dan seluruh mahasiswa Ekonomi Islam.

Mengenal Lebih Dekat dengan Calon Ketua HMEI

Mimbar bebas dibuka oleh Wafa Nisa dan Bogi Yosafan selaku master of ceremony, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, dan pemaparan visi misi bagi masing-masing calon ketua himpunan Ekis. Diawali dengan calon nomor urut satu yakni M. Rizky Ramadhan, visi yang diusungnya adalah menjadikan HMEI 2021 sebagai organisasi yang apresiatif (aspiratif, prestatif, dan informatif). Sedangkan Yusuf Rausyan Fikri selaku calon nomor urut dua, dalam sesi pemaparan mengungkapkan bahwa visi yang dimiliki ialah menjadikan HMEI sebagai lembaga yang interaktif kepada mahasiswa khususnya mahasiswa ekonomi Islam untuk berkolaborasi dalam menciptakan karya. Selanjutnya, calon nomor urut tiga yaitu Alma Musa Rasyidi, visi yang disampaikan ialah semangat HMEI FEB UNDIP 2021 sebagai ruang karya dan pelayanan yang bersinergi dan berakhlakul karimah untuk kejayaan ekonomi Islam.

Dilanjutkan sesi berikutnya yaitu sesi tanya jawab yang dimoderatori langsung oleh Feri Setiawan. Pertanyaan pertama diajukan oleh Even benanda terkait tanggapan dari ketiga calon ketua himpunan perihal masalah yang sedang dihadapi oleh mahasiswa Ekonomi Islam saat ini dan langkah-langkah konkrit ke depannya untuk mengatasi persoalan tersebut. Ditanya pula terkait bagaimana cara mereka untuk mem-branding prodi ekonomi Islam FEB Undip ke depannya, baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Pertanyaan selanjutnya dari Adli Mustagfirin tentang program kerja (proker) masing-masing calon yang membedakan dengan kepengurusan HMEI sebelumnya dan sinergi yang akan diberikan antar himpunan maupun kelembagaan mahasiswa. Berikutnya, Yusuf Sufyan selaku ketua HMEI 2020, meminta agar semua calon membacakan surah Al-Maidah ayat 57 serta menyampaikan dalil-dalil terkait Ekonomi Islam baik dalam Al-Qur’an, hadist, maupun kaidah fikih. Pertanyan selajutnya diberikan oleh masing-masing ketua angkatan Ekonomi Islam, pertanyaannya seputar koreksi HMEI sebelumnya serta bagaimana cara memperbaiknya, kelebihan dan kekurangan dari masing-masing calon, hingga strategi mereka dalam menjalankan proker khususnya pada situasi Covid-19 saat ini.

Pertanyaan demi pertanyaan telah terjawab. Selanjutnya, dibuka kesempatan bertanya untuk para partisipan. Partisipan sangat antusias dibuktikan dengan adanya tiga penanya tambahan. Pertanyaan tambahan yakni perihal cara calon ketua himpunan dalam menyongsong mahasiswa Ekonomi Islam mengembangkan prestasinya, arah HMEI ke depannya, serta kontribusi HMEI dalam membantu pengakreditasian dan pengurusan akademik.

Pesan Para Cakahim untuk Mahasiswa Ekonomi Islam

Akhir dari pemaparan dan tanya jawab oleh para calon ketua himpunan ditutup dengan closing statement dari masing-masing calon. “Gunakan hak pilih kalian tanggal 21 Desember, siapapun ketua himpunan yang terpilih nanti mari kita dukung bersama sama dalam merealisasikan prokernya dan juga kita masih bisa berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi islam,” tutur Rizky. Tidak jauh berbeda, Yusuf juga memberikan pesan kepada para peserta untuk menggunakan hak pilih mereka nantinya. “Jangan lupa gunakan hak pilih kalian, karena hak pilih kalian menentukan nasib ekonomi islam kedepannya dan siapapun yang terpilih nanti menjadi ketua himpunan mari kita dukung dan kita bantu dalam melaksanakan prokernya. Tujuan kita adalah menjadikan himpunan lebih baik, oleh karena itu, kita tetap membantu untuk mengimplementasikan tujuan tersebut.”. Terakhir dari calon nomor urut tiga, “Gunakan suaramu tanggal 21 nanti, jangan golput. Siapapun pemimpinnya nanti, kita sebagai mahasiswa Ekonomi Islam sepatutnya tanggung jawab untuk membawa Ekonomi Islam lebih tinggi lagi. Pilihlah calon pemimpin yang sekiranya kalian tulus dan dapat membawa nama Ekonomi Islam lebih tinggi lagi,” ucap Alma Musa.

Beberapa rangkaian acara telah terlaksana, hingga akhirnya acara ditutup dengan doa bersama kemudian jargon bersama yang dipandu oleh pembawa acara. Acara selesai sekitar pukul 16.30 WIB dengan partisipan yang tercatat sekitar seratus dua puluh peserta.