Oleh: Nindhita Mega Safira
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama Virus Corona merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus ini menular dengan sangat cepat melalui udara dan telah menyebar ke hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Saat ini pasien penderita virus corona terus bertambah dan semakin meluas ke seluruh lapisan masyarakat. Tingginya kasus infeksi menyebabkan ruang rawat inap beberapa rumah sakit di Indonesia telah penuh untuk menampung pasien penderita Covid-19.
Peran Perawat dalam Masa Pandemi Covid-19
Dalam menghadapi situasi saat ini, tenaga kesehatan termasuk perawat memiliki peranan yang sangat penting untuk berjuang menghadapi virus Covid-19. Perawat menjadi salah satu profesi yang berada di garda terdepan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama 24 jam secara langsung serta dituntut untuk mampu memberikan asuhan keperawatan yang aman dan berkualitas di masa pandemi Covid-19 ini. Selain itu, perawat juga berperan sebagai edukator, di mana perawat sebagai tim pendidik yang memberikan edukasi kepada pasien, keluarga, dan masyarakat. Serta, menambah pemahaman masyarakat terkait dengan apa dan bagaimana bahaya dari virus Covid-19, pencegahan, penularan, serta bagaimana meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanda dan gejala yang dirasa penderita. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat sehingga mereka menerapkan protokol kesehatan yang telah digencarkan pemerintah, hidup sehat, dan tidak panik dalam menghadapi kondisi sekarang. Berdasar pemaparan tersebut, perawat memiliki peran yang sangat besar baik dari segi mencegah serta memberikan pelayanan asuh keperawatan dalam kondisi pandemi Covid-19.
Tantangan Yang Dihadapi Perawat
Pada kondisi yang kita jalani sekarang, pemerintah menganjurkan kebijakan work from home artinya karyawan dapat bekerja di luar kantor seperti di rumah. Tetapi, bagi perawat mereka tetap harus bekerja secara langsung di rumah sakit. Perawat harus mengorbankan kepentingan pribadi dan keluarga untuk kepentingan masyarakat luas. Terutama bagi perawat yang ditugaskan secara langsung untuk merawat pasien penderita Covid-19. Perawat telah mengorbankan keselamatan dirinya dengan harus menghadapi ancaman virus Covid-19 yang memiliki resiko penularan sangat tinggi. Dalam merawat penderita pasti menimbulkan kelelahan secara fisik maupun mental mereka. Karena, beban kerja mereka yang sangat tinggi. Di mana, perawat mengetahui bagaimana kondisi secara langsung apa yang dirasakan para penderita. Bagaimana saat melewati masa kritis, sesak nafas, dan keluhan-keluhan lainnya. Hal tersebut pasti membawa kecemasan tersendiri bagi perawat terhadap keselamatan dirinya. Dengan itu, perawat diwajibkan untuk memakai perlengkapan, seperti Alat Pelindung Diri (APD), masker, pelindung mata, pelindung wajah, sarung tangan medis, dan sepatu pelindung. Perlengkapan ini harus mereka pakai selama melayani penderita guna melindungi diri dari paparan virus Covid-19. Meski sulit dan tidak nyaman untuk digunakan, tetapi pemakaian perlengkapan ini harus digunakan sesuai dengan standar yang berlaku. Selain itu, perawat tetap harus menjaga daya tahan tubuh mereka dengan mengonsumsi vitamin agar mereka selalu sehat dan kuat. Pasalnya, terdapat beberapa kasus di mana perawat juga ikut terpapar Covid-19.
Pedoman Baru bagi Perawat dalam Penanganan Pasien
Selama masa pandemi, perawat diharapkan untuk dapat tetap bekerja secara profesional, sesuai standar profesi, kode etik keperawatan dan sumpah profesi dalam menjalankan tugasnya. Perawat harus mampu melakukan pekerjaannya berdasarkan dengan pengetahuan yang dimilikinya, melakukannya dengan keterampilan atau keahlian agar selalu memberikan asuhan keperawatan yang tepat kepada penderita juga melindungi diri dari infeksi virus secara tepat. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang menjadi wadah bagi seluruh perawat Indonesia dalam memajukan profesi keperawatan. PPNI juga selalu memberikan pedoman bagi para perawat yang khusus menangani pasien covid-19, salah satunya dengan pastikan kondisi badan sehat dalam melayani pasien/klien. Serta, selalu update informasi dan pengetahuan tentang penanganan pasien covid dan pencegahan penularan Covid-19, membaca SOP di unit kerja sebelum melakukan pelayanan.
Apresiasi terhadap Kinerja Perawat
Pentingnya peran profesi perawat serta tingginya beban kerja dalam menangani masa pandemi Covid-19 ini. Sudah seharusnya kita mengapresiasi dan berterima kasih atas pelayanan serta pengorbanan yang telah diberikan perawat untuk kepentingan masyarakat. Pemerintah juga bisa memberikan penghargaan secara material bagi perawat atas kinerja mereka selama ini. Dengan memperhatikan pemberian asupan nutrisi atau vitamin secara rutin, mengadakan alat pelindung diri yang sesuai standar, serta pemberian insentif. Sehingga, tak salah bila pemerintah dalam pendistribusian vaksin Covid-19 para tenaga kesehatan termasuk di antaranya yaitu perawat mendapatkan giliran awal untuk mendapatkan suntik vaksin ini. Dengan diberikannya suntik vaksin, berharap perawat memiliki stamina dan daya tahan tubuh yang kuat guna sebagai pertahanan diri melawan virus Covid-19. Sehingga, diharapkan tak ada lagi kasus di mana para tenaga kesehatan ikut terpapar virus Covid-19.
Dengan memahami dan mengetahui usaha para tenaga kesehatan serta pemerintah dalam menangani virus Covid-19 sudah sebaiknya bagi kita semua bersama-sama untuk ikut terlibat di dalamnya. Tanggung jawab ini bukan diberatkan hanya untuk pemerintah atau tenaga kesehatan. Namun, kita semua juga dapat berpartisipasi aktif. Dengan cara menerapkan anjuran pemerintah yaitu 5M. Yang dimaksud 5M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Selagi menunggu giliran mendapatkan vaksin kita tetap harus waspada dengan meningkatkan daya tahan tubuh dengan minum vitamin dan makan makanan bergizi. Serta, kita juga mengharapkan agar para tenaga kesehatan, termasuk perawat yang pada saat ini terlibat secara langsung dalam menangani virus Covid-19 untuk tetap terjaga kesehatan dan keselamatan dirinya. Mari kita bersama-sama untuk saling menjaga dan mendukung satu sama lain agar tetap kuat. Sehingga, kita bisa cepat melawati masa pandemi Covid-19 ini dan hidup normal kembali seperti sedia kala.

