Oleh: Tsania Kristya

Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Semua orang masih diwajibkan untuk menjaga jarak dan memakai masker setiap kali ke luar rumah. Menurut data terbaru, di Indonesia sudah mencapai 1,39 juta kasus dengan 1,2 juta sembuh dan 37.547 meninggal. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa Indonesia sudah mencapai 1 juta kasus yang mana semakin bertambah karena mungkin adanya warga yang masih belum mematuhi protokol kesehatan. Semakin ke sini, orang-orang seolah tidak peduli lagi dengan kondisi pandemi. Masyarakat semakin merasa bebas untuk berkumpul di luar rumah tanpa menjaga jarak dan memakai masker.
Dengan banyaknya pasien Covid-19 itu, maka akan semakin banyak tenaga medis yang harus ditugaskan untuk turun tangan dan terlibat langsung di lapangan. Dengan banyaknya tantangan mengenai kasus Covid-19 ini, semakin banyak perawat yang harus bertugas, walaupun tidak sedikit dari mereka yang mungkin merasa takut karena garda terdepan akan mempunyai resiko yang tinggi. Banyaknya korban jiwa dari perawat menimbulkan kekhawatiran bagi para tenaga medis di garda terdepan dalam menjalankan profesinya. Tentu dibalik rasa khawatir itu, masih banyak yang bersemangat dan ingin berjuang membantu pasien untuk bisa sembuh supaya menekan angka kasus Covid-19 serendah mungkin.
Dengan demikian, peran perawat di masa pandemi ini sangat penting karena hanya perawat yang bisa mengetahui bagaimana merawat dan melayani pasien dengan baik. Perawat merupakan salah satu bagian terpenting juga dari tim kesehatan. Menjadi perawat pada masa pandemi ini bukan hal yang mudah, mereka rela meluangkan waktunya yang seharusnya di hari pekan bisa berkumpul bersama keluarga namun harus disibukkan dengan pasien-pasien Covid-19 yang semakin hari semakin meningkat. Rumah sakit pun sampai kehilangan tempat untuk menampung para pasien. Tempat, waktu, tenaga, dan semuanya dikerahkan untuk menampung sekaligus merawat para pasien. Menjadi perawat di masa pandemi ini adalah pilihan yang mulia karena mereka akan mempunyai tanggungan juga untuk merawat orang lain. Tentu para perawat harus melakukan pekerjaan tersebut dengan hati yang ikhlas dan memperhatikan juga kesehatan mereka supaya tetap bisa mengemban amanah degan baik. Mungkin bisa kita lihat di berita-berita televisi, banyak perawat yang sayang sekali malah terkena Covid-19 karena tertular dari pasien lain. Hal yang menyebabkan itu terjadi, yaitu karena mereka mungkin terlalu banyak pasien yang harus dirawat, sibuk, dan tidak punya waktu istirahat yang cukup sehingga imun tubuh mereka menurun. Karena kelelahan pasti imun tubuh menurun yang menyebabkan virus corona itu masuk ke tubuh perawat. Ada yang sampai meninggal tapi ada juga yang masih terbaring sakit menunggu pemulihan sekaligus melakukan karantina diri.
Sebenarnya pandemi bukanlah sesuatu yang secara sepihak bisa dimanfaatkan oleh para perawat untuk meraup keuntungan atau gaji yang lebih dari biasanya. Yang diinginkan yaitu banyaknya pasien Covid-19 yang sembuh dan mungkin tidak ada yang terkena virus. Namun, kenyataannya banyak yang terkena, semakin hari semakin banyak dari masyarakat yang berbondong-bondong menuju rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Sangat menyedihkan apabila kita lihat dari jumlah kasus di Indonesia sekarang ini. Banyak faktor yang memengaruhi semakin meningkatnya kasus. Faktor-faktor tersebut bisa disebabkan karena perilaku masyarakat sendiri. Lihat saja, masih banyak masyakarat yang menyepelekan hal ini karena dianggap virus ini hanya bisa membahayakan orang yang lanjut usia. Padahal semua orang pun bisa kena dan terkhusus orang-orang muda lah yang kemungkinan lebih berbahaya karena apabila mereka merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dan mereka pun semakin tidak memedulikan kesehatan orang lain dengan menjaga diri, maka virus itu bisa dengan mudah tanpa diketahui menyebar luas. Semakin menyebar, semakin banyak juga orang yang membawa virus itu.
Jangan menyepelekan pekerjaan perawat di masa pandemi seperti ini. Dengan banyaknya kasus yang semakin hari semakin meningkat, peran perawat di sini benar-benar sangat dibutuhkan. Pekerjaan ini bukan pekerjaan yang sepele karena mungkin dari arti katanya yaitu seseorang yang bekerja untuk merawat pasien. Namun, pekerjaan ini bukan pekerjaan yang mudah karena pasti ada risiko yang besar dan masyarakat seharusnya tahu bahwa ini bukan pekerjaan yang sepele. Tidak semua orang mau melakukan pekerjaan semacam ini, bahkan mungkin para perawat tidak semuanya ingin dan senang dengan tugas seperti ini. Bukan karena perawat ingin menyerah di masa pandemi ini, tapi alangkah baiknya mengurangi beban para perawat untuk tetap menjaga protokol kesehatan.
Dengan demikian, coba lah masyarakat mulai mengikuti peraturan dari pemerintah untuk selalu memakai masker, menajaga jarak dengan orang lain ketika di luar rumah, mencuci tangan dengan baik setelah bertemu atau memegang benda di luar lingkungan. Setiap orang punya tanggung jawab masing-masing untuk selalu menjaga kesehatan. Virus yang terbawa oleh satu orang, bila dia tidak menjaga dan berusaha melindungi diri demi kesehatan orang lain maka semua orang pun akan terkena dampaknya. Semakin banyak orang yang terkena virus maka semakin sedikit kuota penampungan di rumah sakit. Sampai orang yang mungkin tidak terkena virus pun ikut merasakan susahnya mencari pengobatan di rumah sakit karena sudah full akibat terlalu banyak pasien Covid-19 yang berobat juga.
Jangan mencoba untuk berpikir pendek, cobalah untuk memikirkan dari sisi mana pun. Seorang perawat yang mungkin terlalu banyak pekerjaan sampai waktu untuk kumpul bersama keluarga pun tidak sempat. Perawat yang merawat pasien Covid-19 juga mempunyai keluarga, sanak saudara, dan teman-teman untuk mereka bisa bertemu namun karena pekerjaan menumpuk akhirnya mereka rela mengorbankan waktunya hanya demi kesembuhan pasien. Bukankah seharusnya masyarakat berkaca dan kembali merenungi hal itu? Bukan karena perawat tidak ingin membantu dan merawat, tapi coba masyarakat lebih bisa bekerja sama bersama untuk mengurangi dan mencegah kenaikan kasus di Indonesia. Jadi, itulah peran perawat di masa pandemi ini, yang mana memang sangat penting. Di saat ini bukan hanya masyarakat yang bosan untuk tetap diam di rumah namun para tenaga medis pun mungkin bosan untuk tetap bekerja full non-stop. Semoga aktivitas dan pekerjaan yang dilakukan para perawat berharga untuk kebaikan negara, pasien serta masyarakat di Indonesia.

