
Semarang (27/08) – Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip menggelar acara Launch Point yaitu acara bazar serta talk show kewirausahaan. Ratusan mahasiswa ikut memeriahkan acara ini. Program tersebut merupakan wujud aktualisasi dalam meningkatkan iklim wirausaha di lingkup FEB Undip. Launch Point mendapat sponsorship dari Astra Autoshop serta didukung oleh Ikatan Alumni FEB Undip (IKAFE) serta BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, panitia berkolaborasi dengan HIPMI PT dan HIPMI BPD dalam penyelenggaraan talk show.
Rangkaian bazar dimulai pada 9.30 pagi di sepanjang jalan gedung kelas FEB. Mahasiswa FEB digratiskan dalam menyewa tenant, sedangkan UMKM dikenakan biaya sewa. Panitia menargetkan setengah peserta dari mahasiswa FEB dan sisanya berasal dari UMKM luar dengan target pengunjung mahasiswa FEB. Selaras dengan itu, Project officer dari Launch Point, Farrel Azkiya, menyampaikan harapan agar program tersebut kedepannya dapat diselenggarakan kembali dengan biaya gratis bagi seluruh mahasiswa Undip.
Panitia memberikan kebebasan yang luas kepada peserta tenant dalam berkreativitas menjalankan usahanya. Salah satunya adalah memberikan free sample kepada pembeli guna meningkatkan ketertarikan produk serta mendapatkan evaluasi mengenai produk yang mereka jual.
Acara bazar ini mendapat respon yang baik dari berbagai kalangan. Salah satu mahasiswa yang menjual buket, Umi Salamah, merasakan manfaatnya. “Saya merasakan banyak sekali manfaatnya. Terutama untuk mempromosikan produk agar lebih dikenal, menambah teman baru dari stand bazaar lain, dan juga menambah pemasukan.” Begitu pula dengan Anida, dia mengungkapkan perasaan senang ketika mengalami keuntungan selama berjualan di bazar Launch Point. “Alhamdulillah, insya Allah ada keuntungan.”
Kemudian, Najwa Nazila, yang menjual aksesoris manik-manik yang dibuat melalui handicraft, menceritakan pengalaman yang tidak diperkirakan olehnya ketika mendapat peluang baru untuk mengembangakan usaha miliknya. “Manfaatnya, kemarin ada beberapa mahasiswa yang datang mewawancarai kami, sepertinya untuk tugas mata kuliah. Lalu, tadi pagi kami ditawari untuk ikut CBC atau Campus Business Circle. Sepertinya itu komunitas baru yang dibentuk Juni 2025, isinya seperti sesi berbagi antar pelaku usaha mahasiswa FEB.”
Pengunjung pun terlihat antusias. Salah satunya adalah Arin, yang terlihat antusias dalam menikmati keberjalanan acara. Terdapat banyak jajanan yang tersedia di sepanjang jalan dan menarik untuk dilihat, katanya. Tak hanya itu, pengunjung lainnya, seperti Alya menceritakan ketertarikannya saat melihat produk berbentuk unik yang belum ia temui sebelumnya, seperti scrunchy, jepit rambut, dan gelang. Mereka pun sepakat ingin agar program ini dapat diadakan kembali di kemudian hari.
Namun, menurut beberapa peserta tenant, program tersebut memiliki beberapa kendala. Kritik pertama berasal dari Anida yang menyampaikan harapan agar informasi terkait bazar dapat disebar lebih luas lagi. “Untuk evaluasi ke depannya, mungkin informasinya bisa disebar lebih luas lagi. Jujur, saya sendiri baru tahu ada bazar ini, H-beberapa hari sebelum acara. Jadi, informasinya belum menyebar secara luas.” Kemudian, terdapat pula kendala yang dialaminya terkait sarana prasarana. Ia menuturkan bahwa listrik sempat mati sehingga mengganggu proses memasak. “Penyelenggaraannya sudah cukup bagus. Hanya ada sedikit kritik, kemarin listriknya sempat beberapa kali mati. Ini jadi hambatan, karena kami pakai listrik untuk mengukus dimsum.”
Kritik selanjutnya datang dari Najwa Nazila, dia mengatakan terdapat koordinasi panitia yang kurang baik sehingga menimbulkan kendala saat loading barang dan juga tidak adanya penomoran tenda. “Mungkin terkait koordinasi panitia. Waktu saya loading barang hari Selasa pagi, tidak ada panitia di lokasi yang memberitahu kami nomor tenant-nya. Di tendanya juga tidak ada nomor, jadi kami sempat kebingungan. Mungkin kedepannya penomoran tenda bisa lebih jelas.”
Selain bazar, program talk show, yang dijelaskan juga oleh Project Officer Launch Point, diadakan pada 26-27 agustus 2025 yang bertempat di Hall Pertamina Gedung Dekanat. Rangkaian ini dijalankan untuk memotivasi mahasiswa agar mulai berbisnis. Topik yang dibicarakan adalah seputar ekonomi dengan mengupas berbagai masalah bisnis, solusi, serta tips untuk mengembangkan usaha kecil bersama para praktisi yang sudah lebih dahulu berpengalaman dalam dunia bisnis. Panitia mengundang dua pembicara, yang salah satunya adalah Tedi Agung Tirtayadi, Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Tengah.
Launch Point 2025 bukan sekadar program kewirausahaan biasa, terkandung niat baik di dalamnya serta terkandung peluang-peluang baru yang menunggu untuk dimanfaatkan. Sebuah tempat strategis untuk menciptakan wirausahawan baru di kampus kuning.
Reporter: Royhan, Najwa
Penulis: Bima

