Kampung Hati Mizan Edisi Palestina “Membasuh Luka Palestina yang Terlupa”

Oleh: Indah

UNDIP (23/5) – MIZAN sebagai salah satu organisasi keagaamaan Islam di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) telah menyelenggarakan Webinar Nasional Kampung Hati Mizan Edisi Palestina pada tanggal 23 Mei 2021 melalui platform Zoom Meeting. Webinar kali ini mengusung tema besar “Membasuh Luka Palestina yang Terlupa” dan membahas secara rinci topik tentang konflik Palestina dan Israel. Tujuan dari diadakannya acara ini yaitu untuk membangkitkan semangat masyarakat Indonesia terutama pemuda dalam menyikapi hal tersebut serta langkah apa yang bisa dilakukan. Acara ini menghadirkan pembicara ahli di bidangnya, yaitu Ustadz Hussein Gaza selaku Director International Networking for Humanitarian dan Aktivis Kemanusiaan Palestina. Jalannya acara dipandu oleh Zayd sebagai master of ceremony (MC) dan moderator.

Acara ini juga bekerjasama dengan KSEI, HMEI, INSANI, dan LDF se-Undip. Pertama, webinar ini dibuka oleh pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Hilmy Faishal Anwar. Kemudian, dilanjutkan pemberian sambutan oleh Nur Alfayn Fathan Qarieba selaku Mas’ul INSANI 2021. Dilanjutkan oleh Muhammad Fakhri Fadhillah selaku Mas’ul MIZAN 2021.

Acara selanjutnya, langsung pemaparan materi yang disampaikan oleh Ustadz Hussein Gaza. Belakangan ini sedang terjadi perang yang terjadi antara Palestina dan Israel, sehingga menimbulkan teror dan trauma tersendiri untuk masyarakat. Pada hakikatnya, seluruh negara di dunia terjajah oleh Israel kecuali Gaza. Hal ini bisa dibuktikan dengan nyata, jika dilihat hanya Gaza yang mampu memberikan tindakan fisik yang sama terhadap perlakuan Israel sebagai bentuk balasan. Sebagaimana diketahui Israel memiliki kekuatan militer dan senjata yang cukup baik dan tinggi dari negara lainnya. Pembahasan yang diberikan mengenai kedamaian dan kehidupan masyarakat di Gaza.

Kemudian, dilanjutkan pada sesi tanya jawab. Berkaitan dengan peran nyata PBB yang telah dilakukan dalam menyikapi hal tersebut. “PBB merupakan salah organisasi dengan Israel yang memiliki peran dalam pendiriannya. PBB hanya menuliskan agenda di negara-negara kolonial. Sikap PBB tetap dibutuhkan dan dihormati, meski pada dasarnya sudah menurun harapan masyarakat terhadap PBB”, jelas Ustadz Hussein. Lalu, Gaza sudah tidak ada serangan lagi, peristiwa itu hanya berupa bentrokan yang berasal di masjidil aqsa. Sikap masyarakat Palestina hanya melakukan balasan yang sesuai dengan perlindungan diri.

Lalu, pertanyaan selanjutnya terkait dengan apakah benar kemerdekaan Palestina merupakan pertanda kiamat dunia. “Dalam sebuah hadist telah dijelaskan bahwa kiamat sudah dekat sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW. Jadi, jangan terlalu fokus akan satu hal saja”, jelas Ustadz Hussein. Kemudian, pertanyaan terkait dengan sudah cukup kah sesama muslim di luar Gaza, Palestina hanya memberikan bantuan logistik saja. Sebagaimana jika dilihat kita diharuskan untuk mengusir penjajah non-muslim yang ada disana. “Menurut Nabi Muhammad SAW, bisa memberikan logistik atau berupa hadiah. Hal ini lebih menekankan untuk memberikan sesuatu yang berharga untuk mendapatkan sesama pahala” jelas Ustadz Hussein.

Acara terakhir pemberian penutupan oleh pembicara. “Jangan pernah berhenti. Yakinlah ketika kita berjuang, kita memang akan merasa lelah, tapi jejak perjuangan kita akan menjadi kenangan yang abadi” ujar Ustadz Hussein. Dilanjutkan dengan doa penutup dan sesi foto bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *