Oleh: Luvita D

(Undip 29/05) – Berbisnis diprediksi akan menjadi salah satu kegiatan yang dapat diandalkan untuk menghadapi kehidupan di masa kini. Oleh karena itulah, Himpunan Mahasiswa Teknik Komputer Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Himaskom FT Undip) menyelenggarakan sebuah webinar bertajuk Entrepreneur Class 2 dengan materi how to create a business plan from your techno-socio business idea. Webinar ini mengundang Edy Fajar Prasetyo, founder dari @mudajagousaha.id, sebagai pemateri untuk mengupas secara singkat namun padat dan sederhana tentang bagaimana cara membuat strategi dan memulai bisnis.
Webinar dimulai dengan pembukaan dan berdoa bersama yang dipimpin oleh master of ceremony (MC), Muhammad Bagas Maulana. Kemudian dilanjut dengan pembacaan CV pemateri, sebagai sarana mengenal pemateri, dan pemaparan materi, langsung oleh Edy Fajar Prasetyo pribadi. Webinar ini dimulai pada pukul 15.40 hingga 17.10 WIB. Peserta yang hadir tercatat mencapai 65 orang.
Selama pemaparannya, Edy, nama panggilan Edy Fajar Prasetyo, kerap menekankan bahwa dalam berbisnis, ada masa di mana perlu merencanakan dan ada pula masa di mana perlu mengeksekusi. Edy sempat menyatakan bahwa gagal dalam merencanakan sama artinya dengan merencanakan kegagalan. Karena itulah, dalam membuat perencanaan bisnis harus betul-betul serius. Namun, Edy pun mengutarakan bahwa tidak baik pula apabila terlalu lama bergumul dengan planning hingga menunggu sempurna. “Jangan kelamaan dan jangan juga terburu-buru. Biarkan jalan, sambil jalan (sambil) disempurnakan,” papar Edy.
Kepada peserta, Edy menyampaikan lima perilaku/kegiatan yang perlu dilakukan apabila ingin menjadi seorang pebisnis yang baik. Perilaku/kegiatan tersebut adalah Kutu Kupret (kudu tentu pelajarin dan riset), Tumor (temukan mentor), Kuman Aktif (temukan aksi kreatif), Kasi Jakun (kolaborasi jadi kunci), dan Hak Paten (harus kudu persisten).
Poin lain yang Edy sampaikan dalam webinar ini adalah ketika ingin terjun ke dunia bisnis, seseorang harus sebisa mungkin melihat peluang yang ada di masyarakat. Sesulit apapun keadaannya. Edy mengutip sebuah kutipan yang menyatakan, “When the why is big enough, the how is easy.” Dari kutipan tersebut, Edy juga berpesan agar seseorang yang ingin terjun ke dunia bisnis perlu memiliki niat dan tujuan yang kuat. Dengan kemampuan-kemampuan tersebut, seseorang diperkirakan akan sukses untuk bertahan di dunia perbisnisan.
Dari sesi pemaparan materi, acara berlanjut pada sesi diskusi dan tanya jawab, sesi pemberian plakat dan dokumentasi, serta akhirnya sesi penutupan. Sebagai kalimat terakhir sebelum webinar selesai, Edy sempat mengutarakan, “Teruslah berkarya meski banyak yang mencerca. Ubah sengsara jadi sejahtera. Ubah terpaan jadi masa depan! Kesuksesan hidup berawal dari kegigihan, bukan keluhan.”

