Sebanyak 3.654 Mahasiswa Undip Siap Jalani Program KKN

Upacara Pemberangkatan Mahasiswa KKN Tim II Undip 2019

Undip (8/7) – Bertempat di Lapangan Widya Puraya Undip, tengah berlangsung Upacara Pemberangkatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip 2019. Pada periode kali ini, mahasiswa KKN diterjunkan ke 10 kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten-kabupaten tersebut ialah Pekalongan, Grobogan, Temanggung, Batang, Tegal, Pemalang, Rembang, Jepara, Pati, dan Semarang. Secara keseluruhan, ada sebanyak 3.654 mahasiswa yang mengikuti KKN pada periode kali ini.

Dalam pemberangkatan KKN periode kali ini, terdapat 2 (dua) kloter pemberangkatan. Dimana masing-masing kloter diikuti oleh 5 (lima) kabupaten yang berbeda. Pada kloter pertama, pemberangkatan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2019. Dimana pemberangkatan ini berlangsung setelah jalannya Upacara Pemberangkatan di Lapangan Widya Puraya Undip. Terdapat lima kabupaten yang mengikuti pemberangkatan pada kloter pertama, yaitu Tegal, Pekalongan, Grobogan, Temanggung, dan Batang. Sedangkan, kloter kedua diikuti oleh lima kabupaten yang tersisa, yaitu Pemalang, Rembang, Jepara, Pati, dan Semarang. Kloter kedua berangkat pada tanggal 9 Juli 2019 atau satu hari setelah Upacara Pemberangkatan berlangsung. Tiap-tiap tim kabupaten akan menjalani prosesi penerimaan dari tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa.

Kabupaten Semarang yang mengikuti pemberangkatan pada kloter kedua, menjalani prosesi apel penerimaan di Pendopo Kabupaten Semarang. Apel ini diikuti oleh tim KKN dari 6 (enam) kecamatan yang diberangkatkan untuk menjalani program KKN di Kabupaten Semarang. Enam kecamatan tersebut ialah Bringin, Sumowono, Suruh, Tuntang, Jambu, dan Banyubiru. Apel penerimaan dihadiri secara langsung oleh Yos Johan Utama, Rektor Undip, serta Sekretaris Daerah (Sekda), Gunawan Wibisono. Dalam sambutannya, Yos mengingatkan agar para mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh dengan baik selama KKN. “Ingat, bekal ilmu yang kalian peroleh adalah ilmu kelas dunia. Jadikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Belajarlah dari kehidupan masyarakat desa sehingga nantinya menjadi pemimpin yang peduli kepada mereka,” tukasnya. Sedangkan Gunawan menjelaskan bahwa terdapat beberapa potensi unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Semarang. Dirinya menyebutkan bahwa Industri, Pertanian, dan Pariwisata (Intanpari) di Kabupaten Semarang masih bisa dikembangkan. “Gunakan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah untuk memetakan potensi desa. Lalu manfaatka teknologi informasi untuk mengembangkannya. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga desa,” ujar Gunawan.

Yos Johan Utama (Rektor Undip) dan Gunawan Wibisono (Sekretaris Daerah) Bersalaman dengan Mahasiswa KKN yang Diterjunkan di Kabupaten Semarang

Gunawan sempat mencontohkan upaya Desa Sepakung dalam mengembangkan potensi pariwisata yang ada di sana. Ia menyebutkan bahwa warga di sana telah berusaha mengembangkan potensi pariwisata desa melalui teknologi informasi. “Ada Desa Sepakung yang memiliki potensi pariwisata yang bisa dikembangkan. Warganya berusaha mengembangkan potensi tersebut dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, padahal di sana masih susah signal,” tuturnya. Usai mengikuti apel penerimaan di Pendopo Kabupaten, masing-masing mahasiswa menuju ke tiap-tiap kecamatan untuk kemudian menjalani prosesi penerimaan lagi. Baru setelah itu, mahasiswa siap untuk terjun ke tiap-tiap desa guna menjalani program KKN.

Reporter: Dirga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *