Jalankan Program Revolusi Mental, Mahasiswa KKN Tim II Undip Gali Potensi Desa Melalui Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi

Temanggung – Limbah merupakan problematik yang sampai sekarang masih banyak dijumpai di sekitar masyarakat. Berbagai macam limbah dapat dijumpai di sekitar lingkungan baik limbah organik maupun limbah anorganik. Seperti halnya limbah kulit kopi yang banyak dijumpai di Desa Banaran, Kec. Gemawang, Kab. Temanggung.

Pemanfaatan limbah kulit kopi rupanya masih belum diketahui oleh masyarakat Desa Banaran. Masyarakat seakan masih sulit dalam mencari solusi untuk memanfaatkan kembali limbah kulit kopi tersebut. Permasalahan tersebut terjadi karena masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kulit kopi.

Program Revolusi Mental telah dibentuk oleh pemerintah melalui Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KEMENKO PMK) dengan sasaran seluruh masyarakat Indonesia. Melalui praktiknya, Gerakan Revolusi Mental juga melibatkan perguruan tinggi yang mana sebagai pencetak generasi intelektual atau agen perubahan sebagaimana dalam salah satu Tridharma perguruan tinggi yaitu “pengabdian” yang diwujudkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berjudul KKN Revolusi Mental.

Program KKN Revolusi Mental berpusat pada tiga aksi yaitu Indonesia Bersih, Indonesia Melayani, dan Indonesia Mandiri. Dalam hal ini tidak semua desa menjadi sasaran  program Revolusi Mental, hanya terdapat beberapa desa yang terpilih, salah satunya Desa Banaran.

Terdapat tujuh tambahan program multidisiplin yaitu Program Revolusi Mental  yang diberikan untuk Mahasiswa KKN Desa Banaran. Tujuh program tersebut adalah Pendampingan Izin Usaha Mikro (IUM), Pendampingan Izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), Optimalisasi Potensi Desa, Bersih Desa, Pembentukan Sistem Informasi Desa (SID), Publikasi Kegiatan, dan Pembuatan Video dari kegiatan Program Revolusi Mental. Dari keseluruhan program tersebut, mahasiswa wajib menjalankan program selama penerjunan berlangsung di tengah masyarakat.

Desa Banaran memiliki banyak potensi yang dapat digali. Banyaknya potensi seperti kopi, kerajinan sapu ijuk, dan gula aren dapat diwujudkan melalui Program Optimalisasi Potensi Desa. Peluang tersebut tidak disia-siakan oleh Mahasiswa KKN Undip Tim II 2019 yang melakukan pengabdian di Desa Banaran. Program dilaksanakan dengan pengenalan dan pendampingan pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai media tanam dalam Program Tani Pekarangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (3/8), mahasiswa juga membagikan selebaran mengenai cara pengolahan limbah kulit kopi menjadi media tanam serta mempraktikkan pengolahan limbah kulit kopi menjadi media tanam kepada Kelompok PKK.

“Kopi merupakan salah satu potensi terbesar di Desa Banaran sehingga banyak limbah yang dihasilkan dari kulit kopi, adanya persoalan tersebut apa salahnya untuk mencoba membuat limbah pertanian kopi yang kemudian dikembalikan lagi unuk keperluan pertanian. Dari limbah menjadi media tanam bagi tani pekarangan,” tutur Elia, selaku pemateri dalam kegiatan tersebut.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk pengolahan limbah kulit kopi menjadi media tanam cukup mudah diperoleh, yaitu kulit kopi kering dan basah masing-masing 5 kg, air, pupuk kandang, larutan EM-4, dan tetes tebu. Adapun langkah-langkahnya juga cukup sederhana dan tidak sulit dilakukan. Pertama, menyiapkan limbah kulit kopi kering dan basah masing-masing 5kg. Kemudian limbah kulit kopi dicacah menjadi kecil-kecil (untuk kulit basah boleh ditumbuk menggunakan lesung). Kedua, menambahkan pupuk kandang secukupnya. Ketiga, menambahkan 100 ml larutan EM-4 dan 2 sdm tetes tebu yang sudah dilarutkan ke dalam limbah kulit kopi dan diaduk-aduk agar bahan tercampur rata. Selanjutnya bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam bak dan ditutup rapat dengan plastik selama satu minggu agar terjadi fermentasi sembari melakukan homogenisasi biomassa dengan pengadukan. Kompos sudah dapat digunakan setelah fermentasi matang.

Antusiasme Kelompok PKK dalam mengikuti kegiatan tersebut cukup besar. Hal ini terbukti dari banyaknya diskusi serta pertanyaan yang diajukan. Mahasiswa KKN Undip Tim II berharap kegiatan tersebut menjadi solusi pemanfaatan limbah kulit kopi bagi warga Desa Banaran, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung.

Mahakarya ODM Undip 2019: Jaga Nusantara Wujudkan Karya Kita

Reporter: Yusuf dan Rachel

Suasana Penutupan Orientasi Diponegoro Muda Universitas Diponegoro 2019

Undip (18/08) – Rangkaian Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2019 sebagai acara tahunan untuk penyambutan mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) telah terselenggara. Pembukaan ODM telah dilaksanakan Senin (5/08) yang kemudian dilanjutkan dengan Pendidikan Karakter (Pendikar) di fakultas masing-masing dan diakhiri dengan penutupan ODM pada Minggu (18/08). Penutupan ODM diselenggarakan di Stadion Undip, Tembalang, Semarang dengan mengangkat tema “Jaga Nusantara Wujudkan Karya Kita”. Tema tersebut dipilih untuk meningkatkan toleransi, nasionalisme dan rasa persatuan pada jiwa Diponegoro Muda 2019.

Sejak pukul enam pagi Diponegoro Muda 2019 sudah memadati Stadion Undip dengan menggunakan atribut yang telah ditentukan oleh panitia ODM Undip 2019. Dengan bantuan dari panitia, Diponegoro Muda mulai memasuki Stadion Undip dengan rapi dan tertib. Seperti kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, pada penutupan ODM tahun ini mahasiswa baru juga membuat mozaik dengan konsep yang sudah diatur panitia. Setelah pembuatan mozaik oleh seluruh Diponegoro Muda, acara dilanjutkan dengan penampilan jingle ODM oleh para panitia dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dengan semangat dan antusias. Dalam waktu yang bersamaan dengan penampilan jingle ODM, ditampilkan pula atraksi paralayang yang membawa bendera bertuliskan “Cie Jadi Maba Undip 2019”.

Dalam rangkaian acara penutupan ODM Undip 2019, Ketua Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Undip, Muhammad Anies Ilahi diberikan kesempatan untuk menyampaikan orasi didepan Diponegoro Muda 2019. Anies mengajak mahasiwa baru untuk melaksanakan sumpah mahasiwa serta menghimbau mahasiwa baru untuk menegakkan ideologi bangsa indonesia yaitu ideologi Pancasila. “Selama jiwa-jiwa pemuda masih rela berkorban untuk secarik kain merah dan kain putih maka jiwa ini pasti juga akan siap membela dan mempertahankan ideologi bangsa Indonesia, ideologi Pancasila,” kata Anies dalam orasinya.

Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, hadir dalam Penutupan ODM 2019

Kedatangan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani disambut meriah mahasiswa baru. Suasana semakin meriah ketika Puan meminta beberapa mahasiswa baru dari berbagai daerah untuk naik ke atas panggung. Di atas panggung Puan memberikan pertanyaan mengenai apa alasan masuk di Undip dan harapan setelah lulus dari Undip. Tidak lupa Puan memberikan hadiah spesial kepada mahasiswa baru yang beruntung bisa naik keatas panggung dan berinteraksi langsung dengan beliau. Puan merasa sangat bangga bisa berada di Undip meskipun bukan alumni universitas tersebut. Dalam sambutannya, Puan menghimbau agar mahasiswa baru memiliki budi pekerti yang luhur dan menjalankan fungsinya sebagai agent of change, iron stock dan social control.

Parade UKM Universitas

Mahakarya ODM Undip 2019 dibuka secara langsung oleh Puan Maharani dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali. Putra-putri berbakat Undip tampil dengan memukau dan disambut meriah oleh para Diponegoro Muda. Lantunan lagu-lagu nasional dan lagu daerah menggema di Stadion Undip dan adanya penampilan dari UKM Tari yang mempersembahkan berbagai macam tari-tarian dari Indonesia menambah meriah acara tersebut. Dalam Mahakarya ODM Undip 2019 juga terdapat parade UKM tingkat universitas dan beberapa organisasi daerah.

Semangat Diponegoro Muda semakin bertambah ketika bintang tamu spesial ODM Undip 2019 hadir. Bintang tamu tersebut adalah artis ibu kota, Vidi Aldiano. Kedatangannya disambut dengan meriah. Seluruh mahasiwa baru merapat mendekati panggung utama untuk bisa lebih dekat dan melihat secara langsung penampilan dari Vidi Aldiano. Selain membawakan beberapa buah lagu, dalam kesempatan ini pula Vidi mengungkapkan kegembiraannya bisa hadir di tengah-tengah mahasiswa baru Undip. Vidi berharap seluruh mahasiwa baru dapat berprestasi di bangku perkuliahan serta bisa lulus dalam waktu yang secepat mungkin.

Meriahkan Perayaan HUT Indonesia, Mahasiswa KKN Undip Menjadi Juri Fashion Show Anak PAUD

Peserta fashion show dalam rangka memperingati HUT ke-74 Indonesia

BATANG – Senin (12/08) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tim II Undip Desa Ngadirejo menjadi juri fashion show Kelompok Belajar Bhakti Pertiwi, Desa Ngadirejo. Fashion show yang diadakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun ini, diikuti peserta didik bersama ibu masing-masing. Acara ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari kelompok A dan Kelompok B. Keseruan dan kelucuan anak-anak PAUD menjadi hiburan bagi guru serta wali murid. Mereka tampil maksimal menggunakan busana terbaik dan gestur tubuh yang lincah. Diharapkan dengan diadakannya acara ini selain untuk memeriahkan bulan kemerdekaan juga dapat melatih dan meningkatkan kepercayaan diri anak-anak, sehingga lebih percaya diri tampil di depan banyak orang. Diharapkan orang tua murid juga mampu mendukung kepercayaan diri anak agar tidak malu tampil di depan umum.

Keseruan Mahasiswa KKN Undip menjadi juri acara fashion show

Acara berlanjut pada Selasa (13/08) Mahasiswa KKN Tim II Undip membantu pelaksanaan kegiatan lomba lanjutan yang diadakan Kelompok Belajar Bhakti Pertiwi. Acara ini dimulai dengan kegiatan senam bersama bunda-bunda (re: sebutan untuk guru) Kelompok Belajar Bhakti Pertiwi yang kemudian dilanjutkan dengan lomba memindahkan bola. Ada perbedaan tingkat kesulitan memindahkan bola antara kelompok A dan kelompok B. Diharapkan dengan diadakan perlombaan ini dapat meningkatkan fokus anak sekaligus membuat anak belajar bersabar untuk memindahkan bola.

Optimalisasi UMKM dan Diversifikasi Produk Pengolahan Kopi oleh Mahasiswa KKN Undip: Body Scrub dan Lilin Aromaterapi

Mahasiswa KKN Undip bersama peserta pelatihan pembuatan inovasi produk olahan kopi

TEMANGGUNG – Telah dilaksanakan kegiatan program multidisiplin yang dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro. Kegiatan ini berlangsung di Desa Krempong, Kecamatan Gemawang pada Selasa (30/7).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kelompok Tani Desa Krempong yang berjumlah sembilan orang. Kegiatan ini membahas mengenai pengelolaan produk kopi yang merupakan potensi unggulan dari Desa Krempong. Mahasiswa KKN Desa Krempong memperkenalkan inovasi olahan kopi yaitu membuat body scrub dan lilin aromaterapi dengan bahan dasar bubuk kopi. Adanya inovasi tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih memaksimalkan hasil dari kopi yang ada dan meningkatkan nilai jual sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Tidak hanya membahas mengenai inovasi dari produk kopi, Mahasiswa KKN Tim II Undip juga memberikan pelatihan cara membuat body scrub dan lilin aromaterapi kepada Kelompok Tani Desa Krempong.

Tidak berhenti pada pengenalan dan pelatihan inovasi produk kopi saja, Mahasiswa KKN Tim II Undip juga mengadakan pelatihan wirausaha dan pemasaran dengan tujuan mengoptimalkan hasil penjualan sehingga dapat memasarkan hasil olahan kopi secara luas.

Masyarakat Desa Ngadirejo Antusias Mengikuti Pelatihan Pembuatan Ecobrick dari Mahasiswa KKN Undip

Pemaparan materi pembuatan ecobrick oleh Mahasiswa KKN Undip

Batang (31/07) – Telah berlangsung kegiatan multidisiplin yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip 2019 di Balai Desa Ngadirejo, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Ngadirejo, Koordinator PKK, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Ketua RT, Ketua Karang Taruna, BPD (Badan Permusyawaratan Desa), dan Kader-kader Posyandu. Kegiatan program multidisiplin ini mengangkat tema pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi ecobrick. Masyarakat Desa Ngadirejo terbiasa membakar sampah yang mereka hasilkan, hal ini tentu saja tidak baik bagi lingkungan, karena dapat menyebabkan polusi udara. Tak hanya itu, apabila sampah yang dibakar adalah sampah plastik akan menimbulkan gas beracun yang dapat menyebabkan kanker.

Kegiatan program multidisiplin ini terdiri dari pemaparan materi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga serta pemanfaatan limbah an-organik menjadi ecobrick. Pemaparan materi disertakan dengan simulasi pembuatan ecobrick bersama warga yang hadir yang dipandu oleh perwakilan dari KKN Tim II Undip Desa Ngadirejo. Antusiasme warga terlihat pada saat simulasi pembuatan ecobrick, mereka bersemangat memperhatikan dan banyak bertanya terkait ecobrick. Selain itu saat sesi pertanyaan dibuka, ada beberapa pertanyaan yang menyinggung tentang pengelolaan sampah yang masih dirasa minim untuk Desa Ngadirejo.

Pelatihan pembuatan ecobrick

Hal ini tentu menjadi catatan bagi kita semua bahwa dalam pengelolaan sampah butuh peran dari semua pihak, tidak hanya warga tapi yang utama adalah perhatian khusus yang diberikan oleh pemerintah serta regulasi yang jelas kepada seluruh masyarakat.  KKN Tim II Undip Desa Ngadirejo berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi dan pelatihan ecobrick ini, kesadaran masyarkat dalam mengolah sampah dapat meningkat dan lebih baik serta produk dari hasil ecobrick dapat meningkatkan daya jual dari hasil pengolahan limbah sampah.

Mahasiswa KKN Tim II Undip Kenalkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di MTsS Sudriman Desa Truko

Semarang – Kesehatan gigi dan mulut sangat penting karena gigi dan gusi yang rusak dan tidak dirawat akan menyebabkan rasa sakit, gangguan pengunyahan dan dapat mengganggu kesehatan tubuh lainnya. Mulut merupakan suatu tempat yang sangat ideal bagi perkembangan bakteri. Bila tidak dibersihkan dengan sempurna, sisa makanan yang terselip bersama bakteri akan bertambah banyak dan membentuk koloni yang disebut plak, yaitu lapisan film tipis, lengket dan tidak berwarna. Jika tidak disingkirkan dengan melakukan penyikatan gigi, asam tersebut akhirnya akan menghancurkan email gigi dan akhirnya menyebabkan gigi berlubang.

Menggosok gigi secara teratur dan benar penting dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi. Kerusakan gigi, seperti gigi berlubang, masalah pada gusi, dan bau mulut, dapat dihindari jika rutin menyikat gigi. Dengan menggosok gigi, gigi dibersihkan dari plak dan sisa makanan yang menempel pada gigi. Agar dapat membersihkan gigi secara menyeluruh, sikat gigi pun harus dilakukan dengan benar.

KKN Tim II Undip melaksanakan program monodisiplin yaitu ‘Pelatihan Mengenai Penggunaan Sikat Gigi yang Baik dan Benar, Kapan Waktu untuk Menggosok Gigi serta Screening‘. Program tersebut dilakukan oleh Mochammad Haldi dari jurusan Kedokteran Gigi yang dilaksanakan pada hari Rabu (31/7) di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Sudirman. Program tersebut diikuti oleh siswa kelas 7 sebanyak 40 siswa. Rangkaian program tersebut dimulai dengan pemaparan materi mengenai ‘Kesehatan Gigi dan Mulut serta Pentingnya Kontrol Rutin ke Dokter Gigi’, dilanjutkan simulasi menggosok gigi yang baik dan benar dan pemeriksaan gigi (screening) di kelas.

Tujuan diadakannya program tersebut adalah agar siswa dapat mengetahui cara menyikat gigi yang baik dan benar sehingga kesehatan gigi dan mulut dapat terjaga dengan baik dan tidak megalami kerusakan gigi. Secara umum siswa telah memahami cara menggosok gigi yang baik namun ada beberapa yang perlu diperbaiki dalam cara menggosok gigi serta kapan waktu yang tepat untuk menggosok gigi. Selain itu, screening dilakukan untuk melakukan pemeriksaan indeks DMF-T atau status kesehatan gigi dan mulut dalam hal gigi berlubang mencapai angka 1,20 yang masih tergolong rendah.( keterangan: 0,0  – 1,1 = sangat rendah; 1,2 – 2,6 = rendah; 2,7 -4,4 = sedang; 4,5 – 6,5 = tinggi dan > 6,5 = sangat tinggi).

Dengan dilaksanakannya program tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan sikat gigi sebanyak dua kali sehari bagi siswa kelas 7 MTsS Sudirman Desa Truko dan mahasiswa dapat memahami cara menggosok gigi yang baik dan benar untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Potensi Tersembuyi Desa Truko

Semarang – Salah satu potensi tersembunyi yang terdapat di Desa Truko adalah buah Bligo. Buah bligo adalah tumbuhan merambat yang ditanam karena buahnya dapat dimakan dan dianggap sebagai sayuran. Buah  bligo  atau  sering  disebut  dengan buah  kundur (Benincasa hispida  Thunb Cogn) jarang dikonsumsi oleh  masyarakat, sehingga  belum  banyak  dibudidayakan  masyarakat. Terbatasnya pengolahan buah  bligo sebagai  makanan  disebabkan  oleh  rasa buah  yang  sedikit langu. Namun, buah bligo memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti memaksimalkan penyerapan mineral dan zat lain dalam tubuh, menurunkan kadar gula darah, anti inflamasi, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Buah bligo banyak dimanfaatkan sebagai salah satu bahan obat tradisional di China dan dimanfaatkan minyak dari bijinya.

Atas dasar banyaknya manfaat dari buah bligo, KKN Tim II Undip melakukan inovasi dengan mengolah buah bligo menjadi  manisan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) sebagai program multidisiplin unggulan yang dilaksanakan pada hari Senin (5/8) di Balai Desa Truko, Kecamatan Bringin. Program tersebut dihadiri oleh ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebanyak 50 orang. Rangkaian acara ini adalah penyampaian materi mengenai peluang bisnis dan manfaat buah bligo untuk Manisan Bligo (MAGO) serta pemasaran, pemutaran video pembuatan Manisan Bligo dan percobaan Manisan Bligo secara bersama-sama.

Tujuan diadakannya program ini adalah untuk mengenalkan produk inovasi buah bligo menjadi Manisan Bligo (MAGO) kepada masyarakat Desa Truko sebagai peluang menghasilkan tambahan penghasilan. Peluang ini dapat dilakukan oleh masyarakat Truko dengan mamanfaatkan buah bligo yang jarang digunakan. KKN Tim II Undip juga memberikan pengetahuan mengenai pemasaran produk MAGO yang baik dan benar dengan packaging dan labelling yang unik sehingga dapat menarik masyarakat.

Program ini berjalan dengan lancar dan warga Desa Truko sangat antusias mengikuti program tersebut. ‘’Sangat bermanfaat bisa ikut program ini bisa tahu cara buat manisan bligo jadi bisa dijual kalau tidak ada pekerjaan,’’ kata Istikomah salah satu anggota PKK Desa Truko. Harapan dari Tim II KKN Undip setelah melakukan program ini agar masyarakat dapat memanfaatkan buat bligo sebagai peluang dalam melakukan wirausaha sehingga dapat mengentas kemiskinan dari warga Desa Truko. ffffff

Menumbuhkan Minat Wirausaha, Tim KKN Undip Membuat Gerakan “Ayo Berwirausaha” di Dusun Domas

Lebak (2/8) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2019 mengadakan sharing and care berupa kegiatan gerakan “Ayo Berwirausaha”. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Domas, Desa Lebak, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Kegiatan “Ayo Berwirausaha” ini melibatkan warga dusun Domas khususnya karang taruna. Kegiatan ini berlatar belakang minimnya minat berwirausaha warga Desa Lebak, khususnya Dusun Domas. Tujuan kegiatan “Ayo Berwirausaha” ini adalah membangun semangat berwirausaha karang taruna yang dapat memanfaatkan peluang dari perkembangan jaman yang ada. Kegiatan ini berlangsung hari Jumat, pukul 19.30 bertempat di kediaman Siswanto, selaku ketua RT 01 Dusun Domas yang dihadiri sekitar 20 karang taruna.

Rangkaian yang dilakukan dalam kegiatan ini pertama adalah pengenalan dunia wirausaha, menjelaskan sekaligus memahami langkah-langkah untuk memulai berwirausaha, dan tantangan-tantangan serta resiko dalam berwirausaha. Dengan mengulas hal-hal tersebut diharapkan para karang taruna dapat memahami softskill apa saja yang dibutuhkan para wirausaha. Selanjutnya dilakukan pembahasan permasalahan yang ada dalam lingkungan Dusun Domas yang berkaitan dengan wirausaha.

“Warga Desa Lebak yang mayoritas bekerja di pabrik dan bertani membuat mereka takut mengambil resiko dalam memulai berwirausaha, sehingga sangat minim yang menjadikan wirausaha sebagai pekerjaan sampingan maupun pekerjaan utama. Dengan adanya mahasiswa KKN Undip di Desa Lebak ini, harapannya setelah mengetahui kiat-kiat dan duduk berdiskusi bersama para karang taruna khususnya sebagai kader penerus dapat membuka matanya lebar-lebar untuk memanfaatkan peluang yang ada untuk berwirausaha,” ujar Siswanto, Ketua RT 01 Dusun Domas.

Kegiatan ditutup dengan sharing and care tentang hambatan-hambatan yang ada dan berusaha mencari solusi bersama. Setelah itu dilanjutkan bersalam-salaman dan foto bersama.

Mahasiswa KKN Desa Lebak Membantu Pelaksanaan Penilaian Desa Binaan

Lebak (25/7) – Suasana Desa Lebak terlihat meriah dengan adanya umbul–umbul warna-warni untuk menyambut Tim Penilai Evaluasi 10 Program PKK dalam rangka kegiatan Desa Binaan dari Kabupaten Semarang. Setelah 16 tahun, Desa Lebak akhirnya mendapat kesempatan untuk mengikuti penilaian Desa Binaan. Aspek yang diperhitungkan mulai dari kelengkapan administrasi, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta kelestarian lingkungan hidup.

Pada hari pelaksanaan, mahasiswa KKN Tim II Undip sudah tersebar standby di pos masing– masing. Mahasiswa KKN disebar diberbagai pos seperti di Posyandu Nusa Indah Dusun Bulusari, Taman Pelangi Dusun Bulusari, Perpustakaan Desa Lebak, dan Balai Desa Lebak.

Tim Penilai Evaluasi 10 Program PKK dalam rangka kegiatan Desa Binaan dari Kabupaten Semarang diterima oleh seluruh perangkat dan Pengurus PKK Desa Lebak di Balai Desa. Dalam acara tersebut, Ketua TP PKK Desa Lebak menyampaikan laporan mengenai kegiatan–kegiatan yang telah dilaksanakan berdasarkan kelompok kerja masing–masing.

Setelahnya, Tim Penilai berkeliling ke Perpustakaan Desa dan Taman Pelangi. Terdapat berbagai macam tanaman hidup dan tanaman obat di Taman Pelangi. Di masing–masing pot juga sudah tertera nama latin dari tanaman tersebut. Tak lupa, ketika pertama kali memasuki Taman Pelangi akan disambut oleh Mbok Jamu yang menyediakan berbagai jenis jamu tradisional.

 “Saya merasa sangat terbantu dengan adanya mahasiswa KKN disini, karena berkat bantuan dan partisipasi mereka, kegiatan Desa Binaan bisa berjalan dengan lancar dan tertata,” ujar Ibu Yenny Deswita Sujah Rohadi selaku Ketua TP PKK Desa Lebak.

Harapannya, Desa Lebak bisa menjadi contoh Desa Binaan untuk seluruh desa–desa di Kabupaten Semarang. 6f006f00740

Antusiasme Warga dan Mahasiswa KKN UNDIP Menyambut Kemerdakaan RI Ke-74

Lomba Ambil Koin dan Lomba Makan Kerupuk

Sendang (10/8) – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, warga Desa Sendang mengadakan berbagai lomba untuk anak-anak dan ibu-ibu. Rangkaian lomba 17 Agustus ini dimulai sejak tanggal 2 Agustus hingga tanggal 10 Agustus di masing-masing dusun. Mahasiswa KKN Tim II Tahun 2019 Universitas Diponegoro ikut berpartisipasi dalam meramaikan dan membantu jalannya acara.

Lomba yang dilaksanakan diantaranya adalah lomba makan kerupuk, lomba ambil koin, lomba balap karung, lomba pecah air, lomba voli dan sepak bola untuk ibu-ibu. Peserta yang mengikuti lomba ini beraneka ragam, mulai dari anak-anak usia 7 tahun sampai dengan ibu-ibu lansia. Antusiasme warga dalam memeriahkan berbagai perlombaan yang diadakan sangatlah tinggi. Pada tiap-tiap rumah dan sepanjang jalan Desa Sendang juga terpasang bendera merah putih sebagai ungkapan suka cita menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia.

Tak hanya lomba tingkat desa saja, namun ada pula lomba tingkat kecamatan yang diikuti oleh warga Desa Sendang. Diantaranya adalah lomba voli dan lomba tangkap lele. Lomba voli tingkat kecamatan diadakan pada tanggal 2 sampai dengan tanggal 7 Agustus. Desa Sendang mengirimkan 1 tim terbaiknya dari Dusun Dolog RT 07. Pada babak awal pertandingan, Desa Sendang menang 2-0 melawan Desa Tanjung. Namun pada babak berikutnya, Desa Sendang kalah 0-2 melawan Desa Kalijambe. Meskipun begitu, mereka senang dapat mengikuti pertandingan ini.

Pertandingan Voli Tingkat Kecamatan Memperingati HUT RI

Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2019 Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang membantu rangkaian lomba voli tingkat kecamatan yang diadakan di lapangan voli kecamtan. Beberapa mahasiswa ada yang menjadi ballboy, hakim garis, dan skoring. Sebagian lainnya menjadi supporter untuk tim voli desa mereka masing-masing. Warga Bringin juga sangat antusias menyaksikan pertandingan lomba voli ini. Mereka sudah siap di lapangan sejak sebelum pertandingan dimulai. Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia memang selalu menjadi momen yang sangat dinantikan oleh seluruh warga Indonesia. Hal ini merupakan wujud penerapan rasa cinta tanah air terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.