Jalankan Program Revolusi Mental, Mahasiswa KKN Tim II Undip Gali Potensi Desa Melalui Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi

Temanggung – Limbah merupakan problematik yang sampai sekarang masih banyak dijumpai di sekitar masyarakat. Berbagai macam limbah dapat dijumpai di sekitar lingkungan baik limbah organik maupun limbah anorganik. Seperti halnya limbah kulit kopi yang banyak dijumpai di Desa Banaran, Kec. Gemawang, Kab. Temanggung.

Pemanfaatan limbah kulit kopi rupanya masih belum diketahui oleh masyarakat Desa Banaran. Masyarakat seakan masih sulit dalam mencari solusi untuk memanfaatkan kembali limbah kulit kopi tersebut. Permasalahan tersebut terjadi karena masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kulit kopi.

Program Revolusi Mental telah dibentuk oleh pemerintah melalui Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KEMENKO PMK) dengan sasaran seluruh masyarakat Indonesia. Melalui praktiknya, Gerakan Revolusi Mental juga melibatkan perguruan tinggi yang mana sebagai pencetak generasi intelektual atau agen perubahan sebagaimana dalam salah satu Tridharma perguruan tinggi yaitu “pengabdian” yang diwujudkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berjudul KKN Revolusi Mental.

Program KKN Revolusi Mental berpusat pada tiga aksi yaitu Indonesia Bersih, Indonesia Melayani, dan Indonesia Mandiri. Dalam hal ini tidak semua desa menjadi sasaran  program Revolusi Mental, hanya terdapat beberapa desa yang terpilih, salah satunya Desa Banaran.

Terdapat tujuh tambahan program multidisiplin yaitu Program Revolusi Mental  yang diberikan untuk Mahasiswa KKN Desa Banaran. Tujuh program tersebut adalah Pendampingan Izin Usaha Mikro (IUM), Pendampingan Izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), Optimalisasi Potensi Desa, Bersih Desa, Pembentukan Sistem Informasi Desa (SID), Publikasi Kegiatan, dan Pembuatan Video dari kegiatan Program Revolusi Mental. Dari keseluruhan program tersebut, mahasiswa wajib menjalankan program selama penerjunan berlangsung di tengah masyarakat.

Desa Banaran memiliki banyak potensi yang dapat digali. Banyaknya potensi seperti kopi, kerajinan sapu ijuk, dan gula aren dapat diwujudkan melalui Program Optimalisasi Potensi Desa. Peluang tersebut tidak disia-siakan oleh Mahasiswa KKN Undip Tim II 2019 yang melakukan pengabdian di Desa Banaran. Program dilaksanakan dengan pengenalan dan pendampingan pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai media tanam dalam Program Tani Pekarangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (3/8), mahasiswa juga membagikan selebaran mengenai cara pengolahan limbah kulit kopi menjadi media tanam serta mempraktikkan pengolahan limbah kulit kopi menjadi media tanam kepada Kelompok PKK.

“Kopi merupakan salah satu potensi terbesar di Desa Banaran sehingga banyak limbah yang dihasilkan dari kulit kopi, adanya persoalan tersebut apa salahnya untuk mencoba membuat limbah pertanian kopi yang kemudian dikembalikan lagi unuk keperluan pertanian. Dari limbah menjadi media tanam bagi tani pekarangan,” tutur Elia, selaku pemateri dalam kegiatan tersebut.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk pengolahan limbah kulit kopi menjadi media tanam cukup mudah diperoleh, yaitu kulit kopi kering dan basah masing-masing 5 kg, air, pupuk kandang, larutan EM-4, dan tetes tebu. Adapun langkah-langkahnya juga cukup sederhana dan tidak sulit dilakukan. Pertama, menyiapkan limbah kulit kopi kering dan basah masing-masing 5kg. Kemudian limbah kulit kopi dicacah menjadi kecil-kecil (untuk kulit basah boleh ditumbuk menggunakan lesung). Kedua, menambahkan pupuk kandang secukupnya. Ketiga, menambahkan 100 ml larutan EM-4 dan 2 sdm tetes tebu yang sudah dilarutkan ke dalam limbah kulit kopi dan diaduk-aduk agar bahan tercampur rata. Selanjutnya bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam bak dan ditutup rapat dengan plastik selama satu minggu agar terjadi fermentasi sembari melakukan homogenisasi biomassa dengan pengadukan. Kompos sudah dapat digunakan setelah fermentasi matang.

Antusiasme Kelompok PKK dalam mengikuti kegiatan tersebut cukup besar. Hal ini terbukti dari banyaknya diskusi serta pertanyaan yang diajukan. Mahasiswa KKN Undip Tim II berharap kegiatan tersebut menjadi solusi pemanfaatan limbah kulit kopi bagi warga Desa Banaran, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *