Ecobrick: Solusi yang Diberikan Mahasiswa KKN Undip untuk Mengatasi Permasalan Sampah di Desa Barang

Mahasiswa KKN Undip Memberikan Pelatihan Membuat Ecobrick di Desa Barang, Temanganggung

Temanggung – Desa Barang merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Jumo yang sudah memiliki bank sampah. Meski demikian, permasalahan yang sering terjadi di bank sampah pada Desa Barang adalah dalam pengelolaan sampah plastik. Sampah yang terbuat dari plastik menimbulkan permasalah yang serius di Indonesia, sehingga muncul berbagai macam cara alternatif untuk mengelola sampah plastik. Salah satu pengelolaan sampah plastik yang dijadikan pelatihan oleh Tim II KKN Undip di Desa Barang adalah ecobrick. Ecobrick merupakan material ramah lingkungan pengganti batu bata. Satu ecobrick yang dibuat dengan botol plastik bekas 1500 ml harus mencapai berat 500 gram. Dengan memanfaatkan sampah menjadi ecobrick, limbah plastik akan menghasilkan sesuatu yang lebih aplikatif dan berguna. Ecobrick yang dibuat dapat dibentuk menjadi modul yang dapat dijadikan berbagai bentuk seperti meja, kursi, tempat sampah, dan lain-lain.

Pada tanggal 6 Agustus 2019, Tim II KKN Undip dari Jurusan Administrasi Bisnis melakukan pelatihan pembuatan ecobrick di posko KKN yang terletak di Dusun Barang Wetan, Desa Barang. Pelatihan ini dihadiri oleh 14 orang yang terdiri dari Karang Taruna Dusun Barang Wetan, serta para kelompok pengelola sampah Desa Barang. Pelatihan diawali dengan presentasi materi, menonton video bahaya sampah plastik bagi lingkungan, dan praktik yang dilakukan langsung oleh seluruh warga desa yang hadir. Praktik pembuatan ecobrick ini dimulai dengan menggunting sampah plastik yang sebelumnya di cuci terlebih dahulu hingga bersih, kemudian memasukan sampah plastik ke botol dengan bambu yang runcing dengan teknik-teknik tertentu. 

Pelatihan mengenai ecobrick menjadi suatu hal yang baru bagi warga Desa Barang. Hal ini dikarenakan ecobrick bisa digunakan sebagai material ramah lingkungan pengganti batu bata yang kuat, awet, dan tahan air. Selain itu, setiap rumah warga yang ada di Desa Barang masih jarang yang memiliki tempat sampah, sehingga ecobrick bisa dijadikan material pembuat tempat sampah, bahkan bisa digunakan sebagai bahan dasar membuat rumah. Ecobrick juga dapat menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah plastik untuk bank sampah Desa Barang sekaligus mengajarkan kepada masyarakat desa untuk memilah sampah sebelum diangkut oleh petugas.

Mahasiswa Tim II KKN Undip Memberikan Pendampingan Pengelolaan Website Desa Kepada Perangkat Desa Pagumenganmas

Mahasiswa KKN Undip Memberikan Pendampingan Pengelolaan Website Kepada Perangkat Desa Pagumenganmas

Pekalongan (9/8) – Tepat pukul 08.30 WIB, Mahasiswa Tim II KKN Undip 2019  telah bersiap di Balai Desa Pagumenganmas, Kecamatan Karangdadap, Pekalongan untuk melaksanakan salah satu program multidisiplin yaitu pendampingan pengelolaan website desa yang diikuti oleh perangkat desa Pagumeganmas. Hal ini merupakan salah satu arahan Abdul Qoyyum, selaku Camat Kecamatan Karangdadap. Abdul mengharapkan tiap desa dapat memiliki website desa untuk menunjang desa masing-masing.

Di era globalisasi ini, keberadaan website desa dirasa sangat penting. Masyarakat banyak mencari dan mendapat informasi dari internet. Website desa dapat membantu masyarakat desa mendapatkan informasi mengenai Desa Pagumenganmas dan kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Selain itu, website desa dapat membantu Desa Pagumengmas untuk dikenal oleh dunia luar.

Dalam kegiatan ini, para perangkat desa dberi penjelaskan mengenai cara meng-input postingan, mengatur menu, dan mengatur tampilan website. Website desa berisi struktur kepengurusan desa, tata cara mengurus administrasi kependudukan dan surat-surat desa, dan lain-lain. Website desa juga berisi potensi-potensi baik alam maupun industri yang ada di Desa Pagumenganmas, sehingga dapat menjadi sarana pemasaran bagi industri-industri milik masyarakat Desa Pagumenganmas.

Diharapkan dengan adanya kegiatan pendampingan pengelolaan website desa, para perangkat desa dapat mengelola website dengan baik sehingga dapat bermanfaat bagi pelayanan publik kepada masyarakat Desa Pagumenganmas.

Kardiono selaku Kepala Desa Pagumenganmas mengungkapkan bahwa program multidisiplin yang berupa pendampingan, pengelolaan website desa akan bermanfaat bagi perangkat desa maupun masyarakat dalam kegiatan yang ada di desa. “Saya berharap dengan adanya website desa ini dapat membantu kinerja perangkat desa dan pelaporan kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat di Desa Pagumenganmas,” ujar Kardiono.

Mahasiswa KKN Undip Mengembangkan Sistem Pemasaran, Penjualan, dan Sertifikasi Teh Organik di BUMDes Desa Kembanglangit

Pelatihan Pemasaran Melalui Platform E-Commerce oleh Mahasiswa KKN Undip

BATANG – Sekar Langit merupakan rumah produksi teh unggulan di Desa Kembanglangit. Sekar Langit memiliki sistem pengolahan yang sudah maju dan konsumen dari berbagai daerah di Indonesia bahkan internasional. Teh Sekar Langit yang memiliki aroma yang khas, tersedia dalam berbagai varian rasa seperti Green Tea, White Tea, Oolong Tea dan White Tea. Selain terkenal karena aroma dan rasanya, Teh Sekar Langit juga terkenal sebagai teh organik yang tersertifikasi. Teh Sekar Langit dirintis oleh Kasmuri sejak tahun 1970 dan sekarang telah menjadi Kelompok Usaha Bersama di Desa Kembanglangit dengan luas lahan 41 ha yang dimiliki dengan asas kepemilikan bersama (48 warga). Sertifikasi Teh Organik Sekar Langit terus menerus dipantau dan diperpanjang dalam waktu tertentu. Pada tanggal 31 Juli 2019, dilaksanakan surveillance untuk memperpanjang sertifikat organik Teh Sekar Langit.

Walau sudah dipasarkan secara nasional maupun internasional, penjualan Teh Sekar Langit masih terpaku pada reseller dan belum memiliki sistem pemasaran online secara mandiri. Atas dasar hal tersebut, mahasiswa KKN Tim II Undip Kecamatan Blado, Desa Kembanglangit, mengenalkan penjualan teh organik berbasis e-commerce untuk BUMDes (KUB Sekar Langit) di Desa Kembanglangit. Hal ini diwujudkan dengan pelatihan secara menyeluruh untuk pengelola BUMDes yaitu Kasmuri tentang pentingnya kesadaran e-commerce di masa kini dan bagaimana untuk menjadi seller di wadah e-commerce. Darmawan Citrajaya (FEB-Akuntansi) dan Nurul Aeni Rahmayanti (FEB-IESP) membantu KUB Sekar Langit untuk menjalankan proses bisnisnya melalui wadah e-commerce.

Mahasiswa KKN Undip dengan Pengelola BUMDes Desa Kembanglangit

Selain membantu dalam bidang pemasaran, Tim II KKN Undip Kecamatan Blado, Desa Kembanglangit juga melaksanakan pemetaan kepemilikan lahan kebun teh yang masih belum terpetakan dengan baik. Pemetaan kepemilikan lahan kebun teh menjadi salah satu poin penilaian yang penting untuk Surveillance in Office selaku Lembaga Penilai Sertifikasi Teh Organik. Selain untuk memenuhi poin penilaian pemetaan lahan juga menjadi acuan dalam pembagian laba usaha. Dengan terpetakannya lahan kebun teh, Sekar Langit berhasil memperpanjang sertifikatnya dan memperoleh nilai yang lebih tinggi. Sertifikasi teh organik ini sangat berguna untuk menarik pangsa pasar online di wadah e-commerce.

Mahasiswa KKN Undip Tingkatkan Kesadaran Berwirausaha dengan Keripik Tempe “Sedanku”

REMBANG – Salah satu tujuan utama dari program Tim II KKN Universitas Diponegoro tahun 2019 adalah pengentasan kemiskinan. Oleh Karena itu Tim KKN Desa Sedan, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang merancang dan menjalankan program unggulan berupa Pendampingan Produksi dan Pemasaran Keripik Tempe “Sedanku”. Program yang dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2019 ini mengenalkan pada warga tentang bagaimana cara mengolah tempe menjadi camilan keripik dan bagaimana mendapatkan izin usaha serta memasarkannya. Di Balai Desa Sedan, para peserta pelatihan yang mayoritas adalah ibu rumah tangga hadir untuk mempelajari cara memasak dan memperoleh pengetahuan tentang izin usaha serta strategi pemasaran.

Di Desa Sedan sendiri terdapat beberapa produsen tempe yang usahanya selalu berjalan secara berkelanjutan, namun tempe tidak diolah lebih lanjut menjadi makanan jadi. Distribusinya pun masih dalam lingkup Desa Sedan dan sekitarnya. Hal ini pula yang menjadi potensi desa hingga turut mendasari berjalannya program unggulan ini.

Program dimulai dengan pengenalan produk serta tujuan dan latar belakangnya. Setelah itu, Tim KKN melakukan demo memasak keripik tempe yang ditanggapi dengan antusias oleh peserta yang hadir. Pembuatan keripik tempe ini cukup sederhana, yaitu tempe yang sudah dipotong tipis-tipis dibaluri dengan adonan tepung dan bumbu, lalu digoreng hingga keemasan dengan api kecil. Meskipun begitu, ada beberapa tahap yang tricky dalam proses pembuatan keripik ini, seperti tahap pemotongan tempe yang harus benar-benar tipis agar tempe menjadi renyah dan tahap penggorengan tempe yang harus tepat, dalam arti tempe harus diangkat tepat waktu agar rasanya pas.

Setelah demo masak selesai, Tim KKN melanjutkan acara dengan materi mengenai izin usaha, pengemasan, dan pemasaran produk. Dalam sesi ini, Tim KKN menjelaskan mengenai prosedur izin usaha untuk usaha mikro dan penjelasan mengenai modal usaha. Setelah itu dilanjutkan dengan penjelasan mengenai cara pengemasan dan pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan konsumen masa kini, yakni pengemasan yang menarik dan pemasaran melalui media online seperti Shopee, Tokopedia, dan lain-lain.

Dzawin selaku Sekretaris Desa Sedan sangat mendukung berjalannya program ini. Dengan adanya program Pendampingan Produksi dan Pemasaran Keripik Tempe “Sedanku”, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan waktu luang atau bahkan meluangkan waktu untuk berwirausaha keripik tempe untuk meningkatkan perekonomian keluarga atau bahkan desa.

Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Sidorejo Ajari Warga Bikin Pakan Ternak dari Limbah Jerami Padi

Rembang – Tim KKN Undip di Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang telah menggelar pelatihan pembuatan pakan ternak dari jerami padi untuk warga setempat. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Juli 2019 di Dusun Kedungdowo.

“Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang dapat menunjang penggunaan limbah jerami padi oleh para peternak, karena peternak akan menghadapi musim kemarau panjang yang mengakibatkan sulitnya mencari pakan untuk ternak-ternak mereka,” kata Dinda Ayu Hamdalah, Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Sidorejo.

Menurut Dinda, tujuan pelatihan pembuatan pakan ternak ini adalah memberikan pengetahuan kepada warga Desa Sidorejo tentang cara mengatasi permasalahan pakan ternak pada musim kemarau dan melakukan pelatihan cara membuat pakan ternak dengan memanfaatkan limbah pertanian di sekitar Desa Sidorejo. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini peternak Desa Sidorejo dapat mengatasi sulitnya mencari pakan ternak pada musim kemarau, serta dapat menurunkan biaya untuk pakan ternak.

Kegiatan pembuatan pakan ternak berbahan dasar jerami padi ini memiliki manfaat berupa pengetahuan bagi warga mengenai kandungan gizi yang bermanfaat baik untuk ternak.

“Tindak lanjut yang diharapkan kepada seluruh peternak adalah agar memiliki ketrampilan dalam menciptakan pakan untuk ternak mereka sehingga biaya untuk pakan lebih minimal dan terpenuhinya kebutuhan gizi hewan ternak,” kata Dinda. Penyuluhan tentang pembuatan pakan ternak ini cukup membantu para peternak di Desa Sidorejo.

Pembuatan Lampion Bambu Emergency sebagai Solusi Permasalahan Desa oleh Mahasiswa KKN Undip

Rembang (31/7) – Telah terlaksana program multidisiplin yang menjadi program unggulan dari Mahasiswa Tim II KKN Undip 2019 yang bertempat di Balai Desa Pacing pada pukul 19.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari beberapa komunitas pemuda desa seperti Karang Taruna Desa, FAD (Forum Anak Desa), dan KPAD (Kelompok Perlindungan Anak Desa). Program multidisiplin yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN Tim II Undip bertemakan “Pemanfaatan Limbah Bambu Menjadi Lampion Bambu Emergency dengan Rangkaian Joule Thief”.

Banyaknya limbah bambu yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Pacing mendorong Mahasiswa KKN Tim II Undip untuk membuat barang teknologi tepat guna berupa lampion. Di samping itu, Desa Pacing masih kurang adanya penerangan jalan umum (PJU) di malam hari. Rangkaian listrik yang digunakan merupakan rangkaian lampu hemat energi. Manfaat dari lampion tersebut selain memanfaatkan limbah juga dapat digunakan untuk penerangan seperti lampu emergency disaat mati lampu dan kegiatan bertani pada malam hari. Selain untuk kebutuhan pribadi, lampion ini juga dapat menjadi produk UMKM dengan biaya produksi rendah serta mampu meningkatkan keunggulan dari Desa Pacing.

Penyampaian program unggulan Mahasiswa KKN Undip dikemas secara menarik oleh pemateri. Pelatihan yang dilakukan berisi materi dasar dan diskusi serta praktik langsung yang dapat memicu masyarakat desa untuk ikut dalam membuat rangkaian listrik dan kerangka lampion dari bambu tersebut. Harapannya hasil dari program ini dapat benar-benar direalisasikan oleh masyarakat agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pemanfaatan limbah yang ada serta menjadi solusi untuk kurangnya penerangan di Desa Pacing.

“Menyulap” Limbah Botol Plastik Menjadi Media Tanam Vertikultur oleh KKN Tim II Undip 2019

Kegiatan Pelatihan Penanaman Vertikultur di Desa Menoro l

REMBANG – Mahasiswa KKN Tim II Undip mengadakan kegiatan pelatihan pemanfaatan limbah botol plastik menjadi media tanam vertikultur pada hari Rabu (7/8), pukul 10.00 WIB, bertempat di Balai Desa Menoro.

Kegiatan pelatihan yang diadakan KKN Tim II Undip 2019 dihadiri oleh masyarakat dan perangkat Desa Menoro. “Program pelatihan penanaman yang diadakan oleh adik-adik KKN Undip ini menurut saya sangat bagus, apalagi dilakukan di daerah yang curah hujan dan sumber airnya sedikit seperti Desa Menoro ini. Saya harap para warga sekalian dapat memahami dengan sempurna dan bisa diterapkan di rumah masing-masing, sehingga saat musim kemarau datang, kita semua bisa tetap menanam,” ujar Abdul Ghoni selaku Ketua Kampung KB yang memberikan sambutan pada salah satu rangkaian kegiatan Menoro Bebas Sampah (MBS) tersebut.

Kegiatan pelatihan penanaman vertikultur menggunakan limbah botol plastik ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan utama, yaitu Menoro Bebas Sampah (MBS). Menoro Bebas Sampah (MBS) ini merupakan rancangan kegiatan utama yang dibuat oleh Tim II KKN Undip 2019 yang bertujuan menjadikan Desa Menoro menjadi salah satu desa teladan bidang kebersihan di Kabupaten Rembang. Rangkaian kegiatan lainnya dari Menoro Bebas Sampah (MBS) ini adalah Jum’at Bersih dan penempelan poster himbauan kebersihan di tempat dan fasilitas umum.

Kegiatan pemanfaatan limbah botol plastik menjadi media tanam vertikultur ini diisi dengan pemberian materi mengenai pengetahuan vertikultur beserta manfaatnya. Selain itu, pemberian materi ini juga bermaksud untuk membangun pandangan masyarakat bahwa limbah botol plastik lebih baik dimanfaatkan menjadi hal lain daripada langsung dibakar atau dibuang di sungai dan tempat umum lainnya. Sehingga harapannya dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarakat daripada mencemari lingkungan tempat tinggal masyarakat. Pada kesempatan kali ini juga disampaikan alasan lain mengapa media tanam vertikultur ini sangat bermanfaat membantu pertanian di Desa Menoro yang hampir sepanjang tahun mengalami musim kemarau.

Selain memberikan pengetahuan melalui materi yang disampaikan, kegiatan selanjutnya adalah melakukan praktik dari materi yang telah diberikan. Mahasiswa Tim II KKN Undip 2019 menyiapkan fasilitas media tanam vertikultur, sehingga masyarakat Desa Menoro yang hadir dapat mencoba secara langsung melakukan penanaman vertikultur. Masyarakat sangat antusias dalam mempraktikan materi yang telah diberikan. Penanaman yang dilakukan menggunakan biji kangkung, biji bayam dan biji sawi. Banyak masyarakat yang meminta untuk membawa pulang media tanam vertikultur yang terbuat dari limbah botol plastik untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing. “Saya harap kegiatan dari adik-adik KKN ini dapat sesuai dengan keadaan di Desa Menoro ini, terutama untuk membantu kami yang kebanyakan pekerjaannya sebagai petani dan peternak. Kalau sampai cara menanam ini berhasil, kan sangat membantu kami disini dan adik-adik KKN akan selalu teringat oleh kami melalui kegiatan media tanam ini,” ujar Kusni sebagai salah satu peserta kegiatan pelatihan pemanfaatan limbah botol plastik sebagai media tanam vertikultur.

Tambah Pendapatan Masyarakat, KKN Tim II Undip Ajak Masyarakat Desa Karas Kelola Bank Sampah

Sosialisasi Bank Sampah di RT 3 RW 3 Dusun Balongan, Desa Karas, Kecamatan Sedan, (8/8/2019)

REMBANG – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melalui program multidisiplin telah mengadakan diskusi dan sosialisasi sistem pengelolaan bank sampah kepada warga jama’ah tahlil RT 3/RW 3 Dusun Balongan, Desa Karas, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang pada hari Kamis (8/8).

Ketua Kordinator Tim, Galang Jati selaku Mahasiswa Jurusan Fisika menyampaikan program ini sebagai solusi untuk menanggulangi permasalahan utama dari warga Desa Karas yaitu kebiasaan membuang sampah disungai ataupun dibakar.

Kebiasaan tersebut tentu dapat mencemari lingkungan sekitar desa. Selain itu, kegiatan tersebut harapannya dapat digunakan sebagai upaya mendatangkan penghasilan baru bagi masyarakat melalui pengelolaan bank sampah.

“Kegiatan sosialisasi ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar sadar untuk membuang sampah dengan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik terlebih dahulu,” ungkap Galang.

Program multidisiplin KKN Tim II Undip dalam bentuk pengelolaan bank sampah masih berjalan ditahap sosialisasi kemudian akan berlanjut sampai tahap realisasi program.

Hasil dari diskusi dengan warga setempat, sistem bank sampah dikelola secara individual. RT 3/RW 3 menjadi percontohan pertama dari sistem ini akan menyetorkan sampah anorganik yang telah dipilah dari rumah masing-masing warga setiap 3 bulan sekali. Kemudian untuk sistem bagi hasil, warga yang berpartisipasi sebagai nasabah mendapatkan keuntungan 80% sedangkan pengelola mendapatkan 20%.

Dari program ini diharapkan dapat berkelanjutan kedepannya dan masyarakat Desa Karas tergerak untuk menjaga lingkungan agar desa bersih terbebas dari sampah.

Pelatihan Pembuatan “ESJAKA” oleh Mahasiswa KKN Tim II Desa Karangasem

REMBANG – Jumat (26/06) Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melakukan pelatihan pembuatan ESJAKA – Es Krim Jagung Khas Karangasem. ESJAKA adalah es krim yang dibuat dengan berbahan dasar jagung. Jagung yang digunakan merupakan potensi dari Desa Karangasem. Kegiatan yang direspon positif dan dihadiri oleh Kelompok PKK Desa Karangasem.

Pembuatan ESJAKA tidak berbeda jauh dengan cara pembuatan es krim biasa, yakni dengan bahan dasar whipped cream yang dapat diganti dengan susu bubuk, gula, susu kental manis dan pengembang kue. Bahan-bahan dasar tersebut dicampur dan diblender dengan es batu. Sementara itu untuk jagungnya diblender sampai halus. Setelah halus disaring untuk mengeluarkan sari-sarinya dan kemudian dimasak dengan api kecil. Sari-sari jagung dan adonan disatukan kemudian diblender sampai tercampur dengan rata. Setelah itu es krim dimasukkan ke dalam wadah dan disimpan dalam lemari es selama 4-6 jam.

Pembuatan ESJAKA yang relatif mudah ini diharapkan dapat meningkatkan daya jual dari produk jagung sehingga dapat membantu perekonomian warga. Peserta yang hadir dan masyarakat umum diharapkan dapat mengerti dan mengembangkan potensi yang dimiliki Desa Karangasem dalam hal pertanian.

Mahasiswa KKN Undip Memperkenalkan Teknik Vertikultur di Desa Gandrirojo

Tim II KKN UNDIP 2019 bersama dengan ibu-ibu PKK memamerkan hasil tanaman dengan teknik vertikultur di Balai Desa Gandrirojo

REMBANG – Mahasiswa KKN Tim II Undip 2019 di Desa Gandrirojo melaksanakan program multidisiplin berjudul “Pelatihan dan Penerapan Budidaya Tanaman dengan Teknik Vertikultur sebagai Upaya Mengurangi Sampah Plastik” pada hari Selasa (06/08) di Balai Desa Gandrirojo. Acara ini dihadiri oleh Ibu–ibu PKK serta perangkat desa di Desa Gandrirojo. Acara ini dikemas dengan melakukan demo pembuatan tanaman dengan teknik vertikultur.

Pemilihan program kerja teknik vertikultur didasari oleh kurangnya pemanfaatan lahan pekarangan untuk bercocok tanam. Teknik vertikultur dapat diartikan sebagai sistem budidaya tanaman yang disusun ke atas secara bertingkat. Teknik ini diharapkan agar warga Desa Gandrirojo dapat memanfaatkan lahan pekarangan dengan maksimal dan memanfaatkan limbah botol plastik sebagai tempat untuk media tanam. Kelebihan dari teknik vertikultur ini yaitu murah dan mudah dalam aplikasi, menyehatkan, menghemat lahan dan air, dan mendukung pertanian organik sehingga ramah lingkungan. Selain itu juga wadah media tanam disesuaikan dengan kondisi setempat, umur tanaman yang relatif pendek, pemeliharaan tanaman yang relatif sederhana, memiliki nilai ekonomis, serta dapat digunakan untuk menyalurkan hobi.

Pengaplikasian dari teknik vertikultur antara lain dengan menyiapkan botol bekas yang akan digunakan sesuai jumlah yang diinginkan. Kedua membuat lubang besar berbentuk persegi panjang dengan lebar sekitar 15 cm, yang sebelumnya dibuat pola terlebih dahulu. Ketiga, membuat beberapa lubang kecil di bagian bawah botol bekas dengan paku. Selanjutnya yaitu membuat dua pasang lubang dengan diameter sekitar 1 cm di bagian ujung kanan dan kiri menembus bagian dalam botol bekas. Kemudian, memasukkan tali tambang melalui lubang tersebut dan buat sebuah simpul di ujung tali dengan memasukkan media tanam berupa pupuk organik yang berasal dari pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1, dan bibit tanam berupa bibit sayur bayam dan sawi ke dalam botol bekas yang telah berisi media tanam. Proses dari aplikasi teknik vertikultur ini diakhiri dengan menggantung botol bekas berisi bibit tanam dan di tembok atau di plafon teras sebagai hiasan.

Antusiasme tergambar dalam wajah Ibu–ibu PKK saat demo pelaksanaan teknik vertikultur. “Program ini mendorong saya untuk membuat lagi jika tanaman ini sukses tumbuh,” ujar Narti, salah satu peserta yang juga merupakan Ketua PKK, sembari memperlihatkan hasil pembuatan vertikultur miliknya. Lalu, acara ditutup dengan pembagian tanaman vertikultur serta buku panduan pembuatan tanaman dengan teknik vertikultur sehingga masyarakat dapat mengaplikasikan di halaman rumah masing-masing.