Mimbar Bebas Pemira FEB: Saatnya FEB Bergerak ke Arah yang Lebih Baik

Reporter: Aan, Cinka

Dua Paslon Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB Undip dalam Acara Mimbar Bebas

FEB (6/11) – Keseruan Pemilihan Raya (Pemira) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) baru saja dimulai. Bertempat di Dome FEB Undip, telah dilaksanakan aksi mimbar bebas oleh pasangan calon (paslon) Ketua BEM FEB dan Wakil Ketua BEM FEB. Acara ini menjadi sarana masing-masing paslon untuk menunjukkan visi dan misi serta rencana kerja yang akan dibawa selama satu tahun periode kepengurusan.

Mimbar bebas kali ini dihadiri oleh enam panelis yang terdiri dari ketua himpunan, ketua Senat Mahasiswa FEB Undip dan Ketua BEM FEB Undip serta audiens dari mahasiswa FEB Undip. Acara dimulai dengan pembacaan visi dan misi dari masing-masing paslon. Mengusung nama Kabinet Melodi Juang, paslon nomor urut satu yaitu pasangan Even Benanda dan Rifqi Syauqi Ibrahim membawa visi “Semangat BEM FEB Undip sebagai pelopor keberanian dalam merajut karya untuk FEB Undip yang berkemajuan”. Di sisi lain, paslon nomor urut dua yaitu pasangan Satrio Eko Nugroho dan Andreas Billyarta Harsanico dengan nama Kabinet Cakrawala Karya menjelaskan visinya, yaitu “Terwujudnya BEM FEB Undip 2020 sebagai bentang cakrawala pemberi energi positif untuk FEB, Undip dan Indonesia.”

Penjelasan visi dan misi kemudian dilanjutkan dalam sesi tanya-jawab antara paslon dengan para panelis maupun audiens. Dalam sesi kali ini, para paslon berkesempatan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai rencana kerja dan cita-cita yang akan dibawa untuk ke depannya. Berbagai pertanyaan diajukan seperti green campus, arahan strategis, program kerja serta beberapa pertanyaan lain yang banyak menyoroti permasalahan sinergitas kelembagaan organisasi mahasiswa (ormawa) FEB Undip serta pelaksanaan fungsi pelayanan terhadap mahasiswa. Masing-masing paslon memiliki jawaban serta terobosannya masing-masing, seperti paslon nomor urut satu dengan penciptaan kelas sponsorship dan kelas kastrat serta paslon nomor urut dua yang membawa internship dan duta ekonomi dalam program kerjanya.

Dengan permintaan seorang audiens, sesi tanya-jawab juga diisi dengan penulisan pernyataan oleh kedua belah paslon untuk menjalankan segala hal yang telah disanggupi dan dijanjikan pada selembar kertas. Pernyataan tersebut ditandatangani oleh masing-masing paslon serta para panelis dengan disaksikan oleh audiens dan Panitia Pemilihan (Panlih) FEB Undip. Pernyataan tersebut kemudian diharapkan dapat terlaksana dan dibuktikan hingga akhir masa jabatan paslon terpilih.

Mimbar bebas berlangsung secara lancar dan damai serta diakhiri dengan penyampaian closing statement dari dua paslon tersebut. Keduanya berharap untuk adanya partisipasi dari semua kalangan mahasiswa FEB Undip bersama-sama. Even, calon ketua BEM FEB Undip nomor satu berharap agar terdapat sinergitas yang terjadi. “Kita saling bantu mewujudkan mimpi lebih baik,” terangnya. Di sisi lain, paslon nomor urut dua menyatakan bahwa semua harus berkontribusi untuk FEB yang lebih baik. “Kita harus berusaha memperjuangkan yang terbaik,” ujar Satrio.

Pengumuman Penerimaan Anggota Baru LPM Edents FEB Undip

Hallo Calon Jurnalis Kampus!

Saat yang kamu nanti-nanti akhirnya tiba juga. Seusai melewati berbagai macam rangkaian tahap seleksi anggota baru, kini terpilih beberapa nama yang akan menjadi anggota baru LPM Edents tahun depan.

Berikut nama-nama yang telah lolos tahapan seleksi anggota baru.

NamaJurusan/Angkatan
Aditya FebriansyahEkonomi Islam/2019
Alam Suprobo S.Akuntansi/2019
Aisyah YuliyantiAkuntansi/2018
Aji DarmawanIlmu Ekonomi Studi Pembangunan/2018
Annisa Pratiwi R.Akuntansi/2018
Banindhia Shalfa A.Akuntansi/2019
Diah Ayu AtmajaniEkonomi Islam/2019
Dinda CaesariaEkonomi Islam/2019
Dwi Novi H.Akuntansi/2018
Dwi Ratna S.Ekonomi Islam/2019
Erva HamidahAkuntansi/2019
Faya Nabila A.Ekonomi Islam/2018
Fitri WidyaningrumEkonomi Islam/2019
Khaira AqliyaAkuntansi/2019
Indah Sulistyo U.Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan/2019
Martin Bonaraja S.Akuntansi/2018
Muhammad Faisal A.Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan/2019
Muhammad Rijal R. F.Manajemen/2019
Nisa AlisvaAkuntansi/2019
Putri NurmaliaIlmu Ekonomi Studi Pembangunan/2019
Rio Dwi C.Manajemen/2019
Salma Vaza Z.Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan/2019
Sheila Anya K. N.Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan/2019
Sheilla Nur R.Manajemen/2019
Shela Nur F.Akuntansi/2019
Sulistiawati ManoppoManajemen/2019
Susan Liya S.Akuntansi/2019
Wening ShafiyahIlmu Ekonomi Studi Pembangunan/2019
Yusak Dwi Y.Manajemen/2018

Bagi kalian yang belum diterima, terus semangat. Semoga yang sudah diterima dapat menjalankan amanah dengan baik.

Salam Pers Mahasiswa,
Edents Pejuang Mulia.

Accofest 2019: Bring The Show To The Unique World

Reporter: Yunita, Dhia

Acara Accofest oleh KMA FEB Undip

FEB (1/11) – Bertempat di Dome Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip), telah berlangsung acara Accounting Festival (Accofest) 2019 oleh Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA). Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun KMA yang jatuh pada tanggal 10 Oktober. Tahun ini, KMA mengusung tema “Circus Maximus” yang berarti sebuah pertunjukan sirkus, dengan tagline “Bring the show to the unique world”.


Accofest merupakan event tahunan yang telah berlangsung sejak empat tahun lalu. Acara ini ditujukan untuk Akundip, yaitu sebutan untuk mahasiswa program studi Akuntansi, tepatnya untuk empat angkatan aktif terakhir. Sebelum main event berlangsung, pada hari Kamis (31/10) telah diadakan pre-event berupa kegiatan Donor Darah Sukarela yang berlangsung di Selasar PKM FEB.


Acara yang telah disiapkan berbulan-bulan ini berlangsung dengan cukup meriah. Setelah open gate sekitar pukul 16.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai susunan acara yang disambut dengan antusias oleh para peserta. Acara dibuka dengan sambutan-sambutan dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh ketua pelaksana, ketua KMA, perwakilan dari departemen, dan ketua angkatan masing-masing angkatan.


Kemeriahan dan antusiasme para peserta semakin terlihat selama acara berlangsung. Mulai dari adanya fashion show dari tiap angkatan, penampilan angkatan, pengukuhan angkatan 2019 oleh angkatan 2016, 2017, dan 2018, penampilan dari pengurus KMA, serta awarding, dan puncaknya yaitu penampilan spesial dari Serempet Gudal.

Pengukuhan angkatan sendiri merupakan inovasi baru yang pada tahun-tahun sebelumnya belum ada. “Perbedaannya di tahun ini kita membawa suatu hal yang baru yaitu ada pengukuhan angkatan. Jadi di Accofest ini nanti teman-teman sembilan belas akan diterima secara simbolis dan juga disaksikan oleh empat angkatan aktif yang ada di akuntansi,” ujar Clara Galuh selaku ketua panitia.


Dalam wawancaranya, Clara menyampaikan harapannya agar Accofest ini tidak sekedar untuk memperingati ulang tahun KMA, tapi juga sarana untuk mempererat hubungan antar angkatan maupun di dalam angkatan itu sendiri, serta sebagai wadah untuk bakti sosial terhadap sesama.

Diskusi Santai: Menilik Kerekatan RUU KPK Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Reporter: Yusuf, Aan

Suasana Diskusi Santai yang Diadakan oleh HMD IESP

FEB (29/10) – Bertempat di Selasar Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) FEB Undip telah dilaksanakan kegiatan diskusi santai yang diselenggarakan oleh Bidang Keilmuan Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) IESP FEB Undip. Diskusi tersebut diperuntukan kepada seluruh mahasiswa FEB utamanya jurusan IESP dengan mengangkat isu “Polemik RUU KPK: Bagaimana Keterkaitanya dengan Pertumbuhan Ekonomi” sebagai topik dalam diskusi tersebut.

Mengorek Isu Terkini sebagai Topik

Diskusi santai merupakan wadah yang diberikan oleh Bidang Keilmuan HMD IESP untuk mengajak seluruh mahasiswa IESP pada khususnya dan FEB pada ummumnya untuk berdiskusi tentang isu ekonomi terkini. Dari isu-isu tersebut dilakukan analisis terkait dampaknya terhadap perekonomian. Dalam diskusi santai tersebut peserta yang hadir dibagi menjadi dua kubu, yaitu ada yang pro bahwasannya terdapat korelasi antara Rancangan Undang-Undang (RUU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pertumbuhan ekonomi dan ada pula yang kontra dengan hal tersebut.

Menyorot RUU KPK dari Sudut Pandang Ekonomi

Hadir sebagai pemantik jalanya diskusi yaitu Fadel Nugraha, mahasiswa jurusan IESP angkatan 2017. Membuka jalanya diskusi dengan memaparkan terkait bagaimana kinerja KPK selama ini dan mengapa isu tersebut patut dikaitkan dengan perekonomian. “Sejak KPK didirikan tahun 2004 hingga 2018 jumlah penindakan kasus korupsi di Indonesia cukup meningkat dari tahun ke tahun. Namum, untuk tahun ini jumlah penindakannya menurun signifikan,” ungkap Fadel. Menurutnya jumlah penyelidikan, penyidikan, penuntutan, inkrah (berkekuatan hukum tetap), dan eksekusi mengalami penurunan sebanyak 38,2 persen dari 123 kasus di 2017 menjadi 76 kasus di 2018. Selanjutnya, pemantik memberikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan argumen terkait hubungan antara korupsi dan pertumbuhan ekonomi.

Menurut kubu yang pro, korupsi tidak selalu berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi karena korupsi justru mempengaruhi pertumbuhan secara tidak langsung dengan intermediasi economic freedom. Negara-negara dengan economic freedom yang rendah maka korupsi menurunkan pertumbuhan ekonomi dan sebaliknya jika economic freedom tinggi maka korupsi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kubu ini juga mendukung terkait RUU KPK, bukan kerena mereka mendukung korupsi tetapi menurut mereka KPK bukanlah lembaga suci yang selalu benar. KPK juga harus diperlakukan layaknya lembaga pemerintah lain supaya pelaksanaan tugas bisa lebih jelas. Oleh karena itu, KPK juga perlu diawasi dan diatur kinerjanya.

Kubu kontra menyatakan bahwa korupsi berhubungan negatif dengan pertumbuhan ekonomi dan merusak investasi yang ada. Artinya jika korupsi itu tinggi maka investasi terhadap domestik mengalami penurunan sehingga pertumbuhan ekonomi juga akan mengalami penurunan. Menurut kubu ini, RUU KPK akan berdampak pada daya tarik seorang investor yang ingin berinvestasi di Indonesia sehingga mereka merasa ragu untuk berinvestasi. Hal tersebut disebabkan karena para investor sulit untuk merealisasikan investasinya, oleh karena itu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Menambah Khazanah Keilmuan dengan Berdiskusi

Output yang diharapkan dari diskusi ini adalah supaya mahasiwa FEB pada umumnya dan mahasiswa IESP khususnya mendapatkan pengetahuan dan wawasan terkait isu-isu terkini dan bagaimana kaitannya dengan perekonomian. Selain itu, dengan adanya diskusi ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk dapat menyalurkan pendapat dan melatih diri untuk lebih kritis dalam berargumen. Untuk membuat diskusi lebih terarah maka dari panitia menghadirkan pemantik yang memang berkompeten terhadap isu atau materi tersebut sehingga diskusi menjadi lebih terarah dan ada ilmu yang dapat diambil oleh peserta.  “Diskusi ini dilakukan untuk melatih daya berfikir kritis mahasiswa IESP tentang isu-isu perekonomian terkini,” ujar Rinanda, Kepala Bidang keilmuan HMD IESP. Dalam diskusi tersebut dari pihak panitia melakukan notulensi, sehingga setelah acara selesai notulensi tersebut dapat dipublikasikan dalam bentuk infografis supaya lebih menarik dan dapat dibaca oleh mahasiswa FEB yang tidak hadir pada diskusi tersebut.

KKN Tematik Undip Kembangkan Ekonomi Kreatif di Desa Gemawang Kabupaten Semarang

Tim KKN Tematik Undip Desa Gemawang Bersama Dosen Pembimbing Lapangan

Gemawang (19/8) – Dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen dan mahasiswa dari Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gemawang, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini memiliki tema dan tujuan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi kreatif yang ada di desa tersebut. Desa Gemawang telah dikenal sebagai desa vokasi dan memiliki UKM yang memproduksi batik, aksesoris berbahan kain, mainan edukatif, serta olahan kuliner.


Rangkaian kegiatan KKN Tematik tersebut dilaksanakan pada pertengahan Juli 2019 hingga akhir Agustus 2019. Rangkaian kegiatan KKN Tematik Undip yang dilaksanakan dipimpin oleh koordinator dosen pembimbing lapangan Ana Irhandayaningsih dan mendapat dukungan pendanaan dari Kemenristek Dikti. Pada acara pelepasan, Ana berpesan kepada mahasiswa Tim KKN Tematik Undip untuk menerapkan inovasi yang tepat guna bagi pelaku ekonomi kreatif di Desa Gemawang. Tim KKN Tematik Undip yang diterjunkan tersebut terdiri dari tiga puluh mahasiswa dari lima fakultas, yang diketuai oleh Reyhan Fadhil dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

Mhasiswa KKN Tematik Undip dengan Masyarakat Peserta Pelatihan


Tim KKN Tematik Undip antara lain memiliki program kerja berupa penerapan alat canting listrik dan alat pengeringan pewarna alami. Alat canting listrik yang diterapkan memiliki chip prosesor di dalamnya sehingga menghasilkan suhu yang optimal untuk proses nyanthing. Salah satu pengrajin batik yaitu Fauzi yang ikut dalam sosialiiasasi dan pelatihan, mengungkapkan bahwa proses nyanthing batik menjadi lebih cepat jika dilakukan dengan alat ini. Sementara di lokasi UKM Batik Laweng Ageng milik Fauziah, tim KKN Tematik Undip menerapkan alat pengering kulit kayu mahoni. Kayu mahoni merupakan bahan utama pewarna kain Batik Laweng Ageng. Fauziah merasa sangat terbantu dengan penerapan alat ini, terutama dalam menjalankan produksi pewarna alami saat musim hujan.


Tim KKN Undip juga melakukan kegiatan yang bersifat penguatan manajemen. Kegiatan tersebut dilakukan melalui pelatihan dan pemasaran online, pembukuan usaha, perkreditan, dan pendampingan legalisasi usaha. Terdapat enam UKM yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Para pelaku usaha merasa sangat terbantu karena mampu memasuki pasar online dengan persiapan yang baik. Pengrajin dan pemilik UKM juga merasa terbantu dengan ilmu pembukuan usaha dan fasilitasi pendaftaran merek dan izin usaha yang diperoleh selama pelatihan.


Pada aspek pengolahan limbah, Tim KKN Undip juga memperkenalkan teknologi untuk mengolah limbah batik. Melalui tambahan alat elektrik ini, polutan yang terlarut pada limbah pewarnaan batik dapat digumpalkan dan tidak ikut terbuang ke saluran air. Peralatan ini telah diujicobakan di kolam penampungan limbah di UKM Batik Gemawang.

Pengenalan Teknologi untuk Mengolah Limbah kepada Pengrajin Batik

Pada acara pelepasan, Kepala Desa Gemawang, Mahmudi memberi apresiasi kepada tim KKN Tematik Undip terutama sumbangsihnya terkait pengetahuan dan peralatan yang dapat menunjang ekonomi kreatif di Desa Gemawang. Mahmudi semakin optimis produktivitas pelaku ekonomi kreatif di Desa Gemawang dapat meningkat dan menghasilkan produk yang unggul dalam persaingan usaha.

The Stage V sebagai Momentum Kebangkitan Teater Buih

Reporter: Yusuf, Yunita

Pertunjukan Teater “The Stage V” oleh Teater Buih

FEB (26/9) – Telah diselenggarakan pertunjukan teater bertajuk The Stage V di Dome FEB Undip oleh UKM-F Teater Buih. Pertunjukan tersebut merupakan program kerja tahunan dari Teater Buih, dan untuk tahun ini Kebangkitan “Jangan Menangis Indonesiaku, Bangkitlah Indonesiaku” diangkat sebagai tema.

Kebangkitan Indonesia dan Teater Buih

Disampaikan oleh Ketua Panitia dalam wawancaranya bahwa pemilihan tema tersebut bisa dibilang karena ketidaksengajaan. Tema tersebut dipilih karena melihat bagaimana kondisi Indonesia akhir-akhir ini sehingga tercetuslah tema kebangkitan. Selain menggambarkan kebangkitan Indonesia, arti tema tersebut adalah menggambarkan kabangkitan dari Teater Buih itu sendiri dimana mereka berharap dengan dimulainya pertunjukan ini mereka dapat eksis kembali di kampus. Pertunjukan tersebut juga merupakan ajang pengenalan Teater Buih kepada para mahasiswa baru agar merka tertarik bergabung dengan Teater Buih. “Tema The Stage V ini diangkat karena momentumnya pas dengan kondisi negeri saat ini serta untuk menunjukan bahwa UKM-F Teater Buih ini ada dan kami akan berusaha untuk bangkit dan eksis di FEB,” tutur ketua pelaksana The Stage V.

Seni Menyindir Elit Politik

Pertunjukan dimulai dengan pembacaan puisi karya Khairil Anwar yang berjudul Karawang-Bekasi. Pembacaan puisi tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan kondisi Indonesia akhir-akhir ini yang sedang tidak baik-baik saja serta sebagai pengantar sebelum memasuki pertunjukan. Tampilan pertama adalah pertunjukan monolog yang mengisahkan seorang budak di Negeri Jiran, dimana budak tersebut tidak dimanusiakan layaknya manusia tapi justru diperlakukan seperti binatang serta tidak mendapatkan hak-haknya sama sekali. Tampilan tersebut dimaksudkan untuk menyindir aparat penegak hukum yang tidak bisa melindungi hak-hak pribadi atau individu serta hukum saat ini yang cenderung bersifat  tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Pertunjukan yang kedua dari tim Teater Buih merupakan suatu tamparan keras bagi para elit politik dan para koruptor. Dalam pertunjukan tersebut dipertontonkan secara jelas bagaimana kebusukan dari para elit politik yang merampas hak-hak rakyat demi memenuhi kebahagiaan dan kepuasan pribadinya. Di situ juga muncul tokoh Marsinah dan Munir yang merupakan aktivis HAM yang memperjuangkan hak-hak rakyat tetapi justru terbunuh dan kasusnya tidak menemui penyeesaian hingga sekarang.

The Stage V sebagai Pemantik Sikap Kritis

Untuk lebih mencairkan suasana pertunjukan tersebut diselingi dengan yang penampilan akustik dari beberapa ormawa di FEB. Setelah semua tampil maka acara ditutup dengan pembacaan puisi, sehingga penampilan teater tersebut berakhir dengan klimaks. Harapan dari panitia penyelenggara adalah The Stage V ini dapat menjadi pemantik bagi para mahasiswa untuk lebih peka terhadap kondisi Indonesia sekarang ini. Serta dengan acara ini diharapkan warga FEB dapat lebih membuka matanya bahwa seni itu luas dan seni juga dapat dijadikan ajang untuk menyalurkan aspirasi dan menyampaikan kritik terhadap pemerintah. “The Stage V ini sudah bagus, kita dapat menikmati seni pertunjukan sekaligus tau isu-isu terkait masalah politik dan hak asasi manusia,” ujar Dewi, salah satu penonton.

Seruan Aksi Reformasi Dikorupsi, Gubernur Jawa Tengah: Tuntutan Akan Dibawa Ke Pusat

Reporter: Cahyani Wulan, Kiki

Massa Aksi dalam Seruan Aksi Reformasi Dikorupsi

Semarang (24/9) – Telah berlangsung aksi yang bertujuan untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa, sekaligus sebagai bentuk keprihatinan atas tindakan pemerintah terhadap beberapa Undang-Undang yang direvisi. Aksi tersebut disebut Seruan Aksi Reformasi Dikorupsi “Bangun Kekuatan, Saatnya Turun ke Jalan” yang dipelopori oleh Aliansi Semarang Raya. Aksi tersebut berlangsung di Gedung DPRD Jawa Tengah. Aksi dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Semarang, seperti Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Islam Negeri Walisongo (UIN), Universitas Semarang (USM), Universitas Islam Sultan Agung (Unisula), Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Universitas Stikubank Semarang (Unisbank), Universitas Katolik Soegijapranata (Unika), Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Politeknik Negeri Semarang (Polines), Universitas Ngudi Waluyo (UNW), dan Universitas Kristen Satya Wacana(UKSW) Salatiga. Selain dari mahasiswa, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan beberapa masyarakat sipil juga ikut serta dalam aksi tersebut. Aksi dimulai pada pukul 10.00 WIB. Aksi diawali dengan orasi dari para pemimpin orator. Dari dimulainya aksi hingga siang hari, peserta aksi terus bertambah. Diperkirakan peserta aksi mencapai 1500 mahasiswa. Dalam aksi ini, mahasiswa ingin menyampaikan beberapa tuntutan terkait revisi UU kontroversial.

Para peserta aksi menyerukan bahwa Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, harus segera menemui mereka. Namun setelah satu jam lebih menunggu, gubernur atau pihak yang mewakili tidak kunjung menemui para peserta. Suasana pun memanas, para peserta mendorong dan menggoyangkan gerbang sampai roboh. Setelah itu, barulah ada mediasi antara Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Senoaji bernegosiasi dengan perwakilan mahasiswa. Abioso mengatakan dia akan mengizinkan massa aksi masuk ke halaman gedung DPRD Jateng dengan jaminan massa bisa tertib. Massa mulai tenang ketika Ganjar Pranowo menaiki mimbar dan berjanji bahwa akan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada DPR RI.


Menurut massa, pemerintah sudah condong ke pemerintahan Orde Baru Oligarki. Kepentingan dan kesejahteraan rakyat tidak menjadi tujuan utama kinerja pemerintah namun tujuan pejabat sekarang hanya untuk melindungi kekuasaannya.


Berikut tuntutan yang tercantum dalam surat yang telah ditandatangani oleh Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah, Sukirman selaku Wakil DPRD Jawa Tengah, dan Kombes Abioso Senoaji selaku Kapolrestabes Semarang :
1.) Menuntut DPR RI mencabut draft RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Peternakan, RUU Permasyarakatan, dan mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, dan RUU Masyarakat Adat.
2.) Menuntut presiden untuk mengeluarkan PERPUU Pencabutan UU KPK dan UU Sumber Daya Air.
3.) Menuntut Kepala Presiden untuk memberikan sanksi negara kepada korporasi pembakar hutan.
4.) Menuntut Kepolisian RI untuk membebaskan dan menghentikan kriminalisasi aktivis Papua, Pejuang HAM, dan bertanggungjawab atas pemulihan nama baik setiap aktivis. Menghentikan intimidasi terhadap Papua.
5.) Menuntut Kepala Pemerintah untuk menjamin terlaksananya pemberian jasa layanan kesehatan BPJS yang baik dengan skema pembiayaan yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah sebagai lembaga yang berkewajiban untuk memenuhi ha katas kesehatan kepada seluruh rakyat Indonesia.
6.) Menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas kasus pelanggaran HAM
7.) Menuntut pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang demokratis, gratis, dan transparan dalam keuangannya, menghentikan komersialisme pendidikan yang mengakibatkan akses pendidikan semakin sulit diperoleh oleh seluruh rakyat Indonesia. Meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan mengangkat guru honorer golongan K2 menjadi PNS dan atau PPPK, dan memoratorium kebijakan PPG bagi lulusan LPTK.

Aliansi BEM Se-Undip Gelar Aksi Solidaritas Tolak Upaya Pelemahan KPK

Reporter: Farah Nailal Azza

Aksi Solidaritas “Seribu Bunga untuk Duka Indonesia”

Semarang (22/09) – Bertempat di sekitaran Lawang Sewu, Semarang telah dilaksanakan kegiatan Aksi Solidaritas “Seribu Bunga untuk Duka Indonesia” yang diselenggarakan oleh Aliansi BEM Se-Undip. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap hasil putusan Presiden Jokowi terhadap pengesahan RUU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Terinisiasi dari Lanjutan Aksi Semarang Raya

Aksi solidaritas “Seribu Bunga untuk Duka Indonesia” merupakan bentuk aksi lanjutan yang diinisiasi oleh Aliansi Semarang Raya yang telah diselenggarakan pada Selasa, 17 September 2019 bertempat di kantor DPRD Jawa Tengah. Kegiatan ini mengikutsertakan berbagai elemen lembaga mahasiswa dan masyarakat. Aksi tersebut berisi tuntutan terhadap pemerintah atas pengesahan RUU KPK. Aksi solidaritas dari Aliansi BEM Se-Undip diselanggarakan atas dasar penolakan terhadap pengesahan RUU KPK. Pasalnya saat aksi yang diselenggarakan oleh Aliansi Semarang Raya lalu, pemerintah sudah lebih dulu menetapkan RUU tersebut, sehingga menoreh aksi protes dari mahasiswa diberbagai daerah khususnya di Kota Semarang. Saat diwawancarai M. Anies Ilahi, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip, menyatakan bahwa penetapan RUU KPK ini sangat disayangkan karena merupakan bentuk upaya pelemahan terhadap lembaga anti rasuah. “Sebelumnya kita sudah ada aksi serupa dari Aliansi Semarang Raya hari Selasa, tapi setelah itu dari pemerintah kok malah sudah diputuskan RUU KPK tersebut. Berarti itu tandanya, pemerintah tidak mendengar aspirasi masyarakat terkait penolakan RUU KPK,” ujar Anies. Aliansi BEM Se-Undip sebelum menyelenggarakan aksi kali ini, telah memberikan pernyataan sikap melalui media terkait dengan putusan RUU KPK, dan sebagai tindak lanjutnya adalah serangkaian aksi yang diselenggarakan di Lawang Sewu. “Kita sebelumnya ada pernyataan sikap dulu, saya yakin sebagian besar mahasiswa sudah tahu akan isu ini, jadi kita langsung ke materi pencerdasan yang selanjutnya ditindak lanjuti teknis aksi solidaritas,” tambah Anies.

Bentuk Protesan kepada Pemerintah

Urgensi Kegiatan sebagai Perhatian untuk Pemerintah

Aksi solidaritas kali ini, dirasa memiliki urgensi yang tinggi untuk pemerintah khususnya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai bentuk protes dari ketidakadilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mengingat KPK merupakan lembaga anti rasuah yang sangat berperan penting terhadap proses demokrasi di Indonesia, dan apabila tidak dilindungi dengan payung hukum yang tepat, justru akan merugikan negara karena tingkat korupsi akan semakin tidak terkendali. “Saat keluar putusan dari pemerintah, sebenernya kita belum kalah. Masih ada harapan untuk menyuarakan sampai keluar pernyataan sikap lagi dari pemerintah terkait hal ini,” ujar Anies. Banyaknya tuntutan aksi dari masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, seharusnya menjadi atensi bagi pemerintah agar lebih berhati-hati dalam mengambil putusan, terutama terkait rancangan undang-undang (RUU). Lantaran prosesnya yang berlangsung begitu cepat, RUU KPK ini perlu dikritisi dengan lebih dalam lagi terkait perihal pelaku dibalik isu ini. Kegiatan ini bertujuan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, khususnya mahasiswa Undip sebagai civitas akademika untuk mampu menunjukkan sikap atas ketidakadilan yang sedang dihadapi oleh KPK.

Kegiatan berlangsung dengan jumlah massa lebih dari 300 orang. Kegiatan diselenggarakan pukul 20.00–22.00 WIB di Lawang Sewu, Semarang. Aksi dibuka dengan lagu-lagu nasional, pembacaan puisi, dan orasi dari koordinator-koordinator aksi, serta pembagian bunga mawar kepada pengguna jalan di lampu merah Lawang Sewu.

Mengenal Gaya Hidup Halal di Era Milenial melalui Seminar Nasional Icepro 2019

Reporter: Yusuf Sufyan

Sukoso , Kepala Badan Penylenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyampaikan materi di hadapan para peserta seminar nasional.

FEB (21/9) – Bertempat di Laboratorium Kewirausahaan FEB Undip, telah dilaksanakan kegiatan seminar nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HMEI) FEB Undip. Seminar nasional ini bertajuk Islamic Economics Project (Icepro) yang mengangkat tema “Halal Life Style For A Better Milenial’s Generation”.

Mengukuhkan Halal Lifestyle Dikancah Nasional
Hadir sebagai pembicara pertama yaitu Sukoso selaku Kepala Badan Penylenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), mengungkapkan bahwa Indonesia harus unggul tidak hanya dari segi kuantitas saja, tapi kualitas juga. “Bukan hanya unggul dari segi kuantitas masyarakat muslim, tapi Indonesia harus unggul dari segi kualitas masyarakat muslimnya”. Menurutnya, banyak hal yang harus dibenahi dari segi kualitas produk halal yang ada di Indonesia, supaya hahal lifestyle lebih dapat diterima dan diterapkan oleh seluruh masyarakat Indonesia yang beragama muslim.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas produk halal yang ada di Indonesia adalah dengan membentuk Badan Penylenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Badan tersebut, memiliki kewenangan dalam menetapkan sertifikasi halal terhadap suatu produk dengan beberapa prinsip di antaranya: Tracebility atau menelusuri dari awal sampai akhir produksi bagaimana produk tersebut tercipta, Grey Area atau mengecek apakah penggunaan teknologi dapat berpengaruh terhadap kehalaln suatu produk, serta melakukan pengujian secara berkala. Peran masyarakat dalam melakukan penjaminan produk halal juga sangat diperlukan diantaranya adalah mengawasi produk yang beredar, melakukan pengaduan dan pelaporan kepada BPJPH serta setiap masyarakat berhak mendapatkan pengarahan serta sosialisasi dari BPJPH.

Membranding Halal Life Style Melalui Public Speaking
Pembicara kedua dari seminar nasional Icepro adalah Muhammad Hafid, seorang presenter dan reporter TVRI. Dalam sesi ini, pembicara menjelaskan tentang bagaimana mempromosikan atau mem-branding halal lifestyle kepada generasi milenial melalui public speaking. “Public speaking adalah kemampuan berbicara didepan umum yang enak didengar dan membuat orang yang memperhatikan bisa tertarik dengan apa yang dibicarakan”, ujar Hafid. Menurutnya, dengan publicspeaking semua informasi tentang halal lifestyle dapat tersampaikan, asalkan public speaking-nya dibawakan secara menarik dan sesuai dengna aturan. Kerika kita berbicara tentang halal lifestyle, yang pertama kita harus perhatikan adalah content atau apa isi yang kita bicarakan. Kedua, gesture impressive atau gerak tubuh dan ada pesan atau kesan yang tersampaikan kepada audience. Ketiga, recriprocity atau ada timbal balik, karena orang yang sedang berbicara didepan umum dia bagaikan seorang pemimpin saat itu.

Istiqamah dengan Halal Life Style
Pembicara terakhir dalam seminar tersebut adalah Chiki Fawzi, seorang muslim travler. Chiki menceritakan tentang penglamannya bagaimana menjadi seorang muslimah atau hijabers tapi tetap dapat menjadi seorang traveler dan animator yang hasil karyanya sudah diakuki oleh dunia internasional. Dia juga menceritakan bagaimana menjadi sukarelawan dan aktif dalam social project ke berbagai daerah di Indonesia, serta penglamannya traveling ke berbagai destinasi wisata.  “Dimana ketika kita seorang muslim maka akan banyak sekali kendala yang ditemui misalnya sulitnya menemui masjid, sulit menemukan makanan halal dan menemui orang-orang yang tidak seiman dengan kita,” ujar Chiki.

Ketika Ckiki traveling keluar negeri ternyata juga menemui banyak kendala yang dihadapi, misalnya kendala bahasa dengan masyarakat setempat, sulit menentukan waktu ibadah, dan sulit menemukan produk halal. Oleh kerena itu, ketika ingin menggunakan produk tertentu di luar negeri kita harus memperhatikan ingredients atau bahan-bahan dari produk tersebut.

Seminar nasional Icepro 2019 dapat diikuti sekitar 300 peserta. Acik Febrianti, salah satu peserta seminar memberikan tanggapannya seusai mengikuti seminar tersebut. “Seminar Icepro tahun ini sangat bagus, acaranya rapi, tepat waktu, pemicaranya menarik dan panitianya terlihat sangat siap dalam menylenggarakan seminar tersebut,” ujar Acik.

Grand Opening Research Sebagai Tonggak Awal Menjadi Seorang Mahasiswa Ideal

Reporter: Yusuf Sufyan

Grand Opening Research di Laboratorium Kewirausahaan FEB Undip

FEB (14/09) – Bertempat di Lab. KewirausahaanFEB Undip telah dilaksanakan sebuah kegiatan kaderisasi riset yang diselenggarakan oleh Bidang Riset dan Keilmuan BEM FEB Undip untuk seluruh mahasiwa baru angkatan 2019. Acara tersebut adalah Grand Opening Research (Goreh) yang pada tahun ini mengangkat tema “Upgrade Your Intellectuality Trough Research Activity”.

Materi pertama adalah mengenai sosialisasi Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) oleh Shoimatul Fitria selaku koordinator PKM-K FEB Undip. Dalam sosialisasi tersebut pemateri menjelaskan mengenai perkembangan medali emas yang diperoleh Undip diajang Pimnas sejak tahun 2010-2019. Pemateri juga me-review berapa jumlah PKM dari FEB yang ternyata masih kalah jauh dengan fakultas-fakultas lain seperti Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Pemateri berharap bahwa untuk tahun yang mendatang FEB harus lebih banyak yang membuat PKM dan lolos pendanaan. Oleh karena itu beliau juga menjelaskan timeline penyusunan PKM untuk tahun 2020, dimana ketika ingin lolos PKMtingkat universitas dan bisa diunggah ke Kemenristekdikti maka mahasiswa wajib untuk mengikuti PIM Undip 2019. Dimana pedoman pembuatan PKM dapat melihat pada pedoman PKM 2018. Dalam penilaiannya, aspek pertama yang dinilai adalah kelengkapan dan kesesuaian administratif, tingkat kreatifitas serta inovasi atau kebaruan dari tahun sebelumnya. Sebelum menutup materi pertama, pemateri juga menjelaskan masing-masing karakteristik dari PKM 5 bidang (PKM-P, PKM-M, PKM-K, PKM-T dan PKM-KC), serta menghimbau mahasiswa baru untuk segera menetukan ingin membuat salah satu dari PKM tersebut

Materi kedua adalah tentang mahasiwa berprestasi, yang diisi oleh Azizah Fathma, seorang mahasiwi Ekonomi Islam angkatan 2016 yang merupakan Mawapres 3 FEB Undip dan juga peraih medali emas diajang Pimnas 2019. Dalam materi ini dijelaskan bahwa mahasiswa sangat perlu untuk meraih prestasi sebanyak mungkin untuk menjadi mahasiswa yang ideal. Dimana langkah-langkahnya adalah meluruskan niat, memiliki tekad yang kuat, mengenali personal diri, membuat target terstruktur, dan mengukir prestasi sebanyak-banyaknnya. Serta dijelaskan juga bagaimana tips dan trik untuk meraih mimpi-mimpi besar yang kita miliki yaitu dengan adanya good preparation, stay positive, find your mentor, try opporrtunities dan relation. Pemateri juga menjeaskan tiga komponen paing penting untuk menjadi serang mahasiswa yang ideal yaitu melakukan kegiatan research, memiliki jiwa entrepreuneur, dan memiliki jiwa leadership.

Materi ketiga atau materi terakhir adalah tentang bagaimana cara membuat proposal PKM, bagaimana cara supaya proposal PKM mendapatkan pendanaan dan bagaimana supaya PKM yang dibuat dapat lolos Pimnas. Dalam materi ini yang mengisi adalah Chariska Wauya dan rekan-rekannya, peraih medali emas dan perunggu di Pimnas 2019. Pemateri menjelaskan tentang teknis pembuatan proposal PKM, mulai dari awal menetukan ide, menulis proposal, konsultasi dengan dosen pembimbing, pengunggahan PKM ke Kemenristekdikti serta bagaimana suatu PKM dapat lolos Pimnas dan mendapatkan medali emas.