Muswa 2026 Hari Keempat: Finalisasi GBHK dan Konsolidasi Strategis Program Kerja Ormawa

Ruang Sidang Utama Dekanat, Selasa (21/4) — Rangkaian panjang Musyawarah Mahasiswa (Muswa) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro mencapai titik puncaknya pada persidangan hari keempat. Setelah melalui perdebatan filosofis pada hari-hari sebelumnya, forum kali ini berfokus pada upaya konkret untuk mengamankan legalitas organisasi. Akibat belum tercapainya konsensus menyeluruh mengenai proyeksi jangka panjang, forum secara resmi menunda pembahasan Rencana Strategis (Renstra) dan beralih sepenuhnya pada finalisasi Garis-Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) 2026. Langkah ini diambil sebagai jalan keluar taktis guna memastikan kepengurusan mendatang memiliki panduan operasional yang tetap progresif namun realistis.

Sinkronisasi Nomenklatur

Persidangan dibuka dengan peninjauan ulang terhadap aspek redaksional draf untuk menjamin kepastian hukum. Fokus utama pada sesi ini adalah sinkronisasi nomenklatur organisasi dengan perubahan struktur pemerintahan nasional. Forum menyepakati pembaruan nama kementerian di tingkat mahasiswa menjadi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Penyesuaian ini dipandang krusial agar koordinasi dan arah gerak mahasiswa tetap selaras dengan birokrasi pendidikan terbaru. Selain itu, pembersihan diksi pada poin-poin konsideran dilakukan secara menyeluruh untuk menghilangkan kerancuan makna, terutama terkait batasan antara fungsi struktural dan non-struktural dalam organisasi.

Implementasi Target PKM

Berangkat dari kesepakatan mengenai target Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang telah dikunci pada hari ketiga, agenda hari keempat berlanjut pada fase operasionalisasi. Forum tidak lagi memperdebatkan urgensi target tersebut, melainkan fokus pada bagaimana setiap Organisasi Mahasiswa (Ormawa) merasionalkan program mereka agar sejalan dengan mandat fakultas.

Diskusi diwarnai dengan pengumpulan data riil dari berbagai himpunan. Delegasi DBS, MSA, hingga DESC melakukan pemetaan ulang terhadap jumlah proposal yang mampu dikonversi secara konkret menjadi luaran riset. Meskipun terdapat tantangan berupa penurunan angka antusiasme secara umum, Senat Mahasiswa (SM) dan BEM tetap memegang kendali untuk memastikan bahwa komitmen peningkatan yang disepakati pada Muswa Hari ke-3 tetap terjaga. Fase ini menjadi momen krusial bagi lembaga seperti KSEI untuk mengonsolidasikan fokus antara target PKM nasional dengan ambisi lomba independen, sehingga kedua jalur prestasi tersebut tetap dapat berjalan beriringan tanpa mengabaikan mandat birokrasi kampus.

Restrukturisasi Program Kerja: Efisiensi dan Penajaman Output

Memasuki babak pembedahan program, forum melakukan audit mendalam terhadap rencana kerja tahunan setiap lembaga. Berdasarkan evaluasi historis yang diajukan oleh delegasi MSA, disepakati bahwa setiap program kerja tidak boleh lagi hanya bersifat formalitas, melainkan harus memiliki indikator keberhasilan yang terukur. Beberapa transformasi signifikan yang berhasil dikonsolidasikan meliputi:

  • BEM FEB: Melakukan reposisi strategis melalui program “FEB Peduli” (sebelumnya Ekonomi Berbagi) serta penguatan ekosistem kewirausahaan lewat “Yellowpreneur” yang kini difokuskan pada pengumpulan ide bisnis konkret siap eksekusi.
  • Mizan: Mengambil langkah efisiensi massa dengan melebur berbagai agenda kerohanian yang terfragmentasi ke dalam satu festival terpadu bernama “HI-FEST”.
  • KSPM: Mempertegas spesifikasi peserta dalam program pelatihan keahlian (seperti Equity Research Training) guna menjamin kualitas output anggota yang lebih kompetitif di level universitas maupun nasional.

Resolusi Konstitusional: Kepastian Masa Berlaku GBHK

Perdebatan pendapat terakhir muncul saat menentukan durasi keberlakuan GBHK. Senat Mahasiswa sempat melontarkan wacana agar aturan ini bersifat kontinu lintas periode demi stabilitas kebijakan. Namun, argumen tersebut disanggah oleh BEM dan KMA yang menekankan pentingnya akuntabilitas tahunan. Forum berpandangan bahwa dinamika mahasiswa yang sangat cair menuntut adanya ruang evaluasi di setiap kepengurusan baru. Melalui diskusi yang intens, forum akhirnya mengetuk kesepakatan final bahwa GBHK ini hanya berlaku mengikat selama satu tahun periode kepengurusan, memberikan mandat kepada pengurus mendatang untuk terus melakukan pembaruan sesuai tantangan zaman.

Penandatanganan dan Penutupan Muswa 2026

Sebagai bentuk pengesahan terhadap seluruh dinamika yang telah dilalui, persidangan ditutup dengan prosesi khidmat penandatanganan draf GBHK oleh 25 pimpinan Ormawa di lingkungan FEB Undip. Penandatanganan kolektif ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, melainkan janji setia seluruh pimpinan lembaga terhadap arah gerak organisasi yang telah disusun bersama.

Dengan ditandatanganinya draf tersebut, Presidium secara resmi mengetuk palu tanda berakhirnya sidang Muswa 2026. Penutupan ini menandai kesiapan seluruh elemen organisasi mahasiswa FEB untuk melangkah ke periode baru dengan landasan hukum yang lebih tajam, terintegrasi, dan memiliki dasar evaluasi yang kuat untuk menjawab ekspektasi fakultas maupun konstituen mahasiswa.

Penulis : Royhan

Teater Buih Tutup Pementasan dengan Ending di Luar Dugaan

Pada Rabu malam, 6 Mei 2026, Gedung Prof. Soedarto dipenuhi mahasiswa yang antusias menyaksikan pementasan Teater Buih. Pementasan tersebut tidak hanya menarik perhatian mahasiswa FEB Undip, tetapi juga mahasiswa dari fakultas lain hingga kampus luar, salah satunya dari Universitas Negeri Semarang.

Beberapa penonton mengaku kagum dengan jalannya pertunjukan, terutama pada akhir cerita yang dinilai tidak terduga. “Aku gak expect kalau ending-nya bakal seperti itu,” ujar salah satu penonton dari UNNES.

Selama pementasan berlangsung, penonton dibuat terpukau oleh kemampuan para pemain dalam membangun suasana melalui artikulasi dialog dan ekspresi wajah. Alur cerita yang emosional dipadukan dengan penampilan para aktor berhasil menghadirkan tepuk tangan panjang dari para penonton di akhir pertunjukan.

Salah satu pemain Teater Buih, Areng—nama panggung yang digunakan selama pementasan—mengungkapkan bahwa persiapan pertunjukan telah dilakukan selama setengah tahun. Namun, Jiro selaku asisten sutradara meluruskan bahwa meski persiapan dimulai sejak enam bulan lalu, proses latihan yang benar-benar intens berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.

Sebelum wawancara berakhir, Areng juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa FEB Undip agar tetap percaya diri terhadap bakat yang dimiliki. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki potensi yang dapat berkembang apabila terus diasah dan diberi ruang untuk tampil.

Penulis: Juw

AIA 2026 Kembali Panaskan Persaingan Mahasiswa Akuntansi Undip

Semarang, 5 Mei 2026 — Bukan hanya soal angka dan laporan keuangan, mahasiswa akuntansi Universitas Diponegoro justru memanaskan persaingan di lapangan dan layar gim lewat Accounting In Action (AIA) 2026.

Diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA), acara tahunan ini kembali hadir sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan bakat di bidang olahraga dan e-sport. 

Project Officer AIA, Nabil, mengungkapkan bahwa banyak mahasiswa akuntansi ikut serta untuk menunjukkan kemampuan mereka di luar dunia akademik. 

Berbagai cabang lomba pun disiapkan untuk memeriahkan acara, mulai dari Mobile Legends, FIFA PS5, hingga olahraga seperti futsal, basket, voli, badminton, dan billiard.

Meski merangkul banyak minat, AIA tetap memiliki batasan peserta. “Acara ini memang khusus untuk mahasiswa akuntansi saja,” tambah Nabil.

Dengan konsep kompetitif sekaligus penuh hiburan, AIA 2026 diharapkan mampu mempererat solidaritas sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi mahasiswa akuntansi Undip.

Asap Dilema di Kampus Kuning: Mahasiswa Undip Membongkar Paradoks Rokok

(Kamis, 30 April 2026) — Di tengah kepulan isu kesehatan dan derasnya arus penerimaan negara, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro berkumpul dalam satu ruang yang sama: mencari jawaban atas dilema yang tak pernah benar-benar selesai—rokok.

Bertempat di DOME FEB Undip, Badan Eksekutif Mahasiswa melalui bidang Sosial Politik menggelar Gelar Wicara Ekonomi Vol. 2 x Laskar Diponegoro. Forum ini menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan opini dan perspektif mereka terkait trilema industri rokok yang mencakup aspek kesehatan, ekonomi, dan kebijakan publik. 

Karya, selaku penanggung jawab acara, menjelaskan bahwa gelar wicara ini merupakan forum diskusi antar mahasiswa yang bertujuan membuka pandangan baru mengenai rokok. “Kami ingin mahasiswa bisa melihat isu ini dari berbagai sudut pandang dan belajar satu sama lain,” ujarnya. 

Namun, penyelenggaraan forum ini tidak lepas dari tantangan. Panitia mengaku kesulitan dalam mencari pemantik diskusi yang mampu menghidupkan suasana. Keberadaan pemantik dinilai penting untuk mendorong jalannya diskusi agar lebih kritis dan dinamis.

Dalam forum tersebut, mahasiswa membahas dilema rokok dari berbagai sisi. Dari sudut pandang ekonomi, rokok memberikan kontribusi besar terhadap APBN melalui cukai yang tinggi dan menjadi salah satu penyumbang utama penerimaan negara. Selain itu, industri rokok juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Di sisi lain, rokok merupakan ancaman serius bagi kesehatan. Penyakit seperti kanker kerap dikaitkan dengan konsumsi rokok, bahkan banyak kasus terjadi pada perokok pasif. Hal ini menunjukkan adanya pertentangan antara manfaat ekonomi dan dampak kesehatan yang ditimbulkan.

Melalui gelar wicara ini, mahasiswa diajak untuk memahami kompleksitas isu rokok tanpa terburu-buru menarik kesimpulan. Forum ini menjadi wadah untuk mengasah pemikiran kritis serta memperkaya perspektif dalam melihat kebijakan publik yang penuh dilema.

Penulis: Juw

Parade Wisudawan FEB Undip 2026, Lautan Dukungan Iringi Langkah Lulusan

Suasana Dome Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro pada Selasa (28/4/2026) sore dipenuhi euforia. Puluhan mahasiswa mengenakan pakaian hitam berkumpul dalam kegiatan Parade Wisudawan FEB Undip 2026 atau yang dikenal sebagai ECONGRAD, sebuah perayaan untuk melepas para wisudawan yang telah menyelesaikan masa studinya.

Kegiatan yang dimulai pukul 16.15 WIB ini menjadi ajang apresiasi sekaligus simbol kebanggaan bagi para wisudawan. Dengan arak-arakan, sorakan, dan chant dari berbagai jurusan, suasana terasa meriah dan penuh semangat.

Suasana ECONGRAD di dome FEB

Salah satu perwakilan organisasi mahasiswa, DESC, Rangga dan Syafa, mengungkapkan kesan positif mereka terhadap acara tersebut. Menurut mereka, kegiatan ini berlangsung sangat seru dan memiliki potensi menjadi tradisi baru di lingkungan FEB.

“Seru banget acaranya. Harapannya ini bisa jadi tradisi untuk mengapresiasi kakak tingkat yang sudah berhasil wisuda,” ujar Rangga.

Senada dengan itu, Syafa menilai acara ini mampu menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan para wisudawan. “Acaranya sangat bagus dan bisa menghargai apa yang sudah mereka lakukan selama kuliah,” katanya.

Ketua Bidang Harkam BEM FEB, Gaza, menjelaskan bahwa secara konsep tidak terdapat perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, terdapat beberapa inovasi kecil, seperti penambahan chant per jurusan sebagai representasi identitas himpunan masing-masing.

“Tujuan utamanya tetap sama, yaitu merayakan wisudawan yang telah lulus. Tahun ini ada tambahan chant per jurusan sebagai bentuk penggambaran identitas masing-masing,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa acara berjalan dengan lancar dan tertib. Panitia turut memastikan penggunaan flare tetap terkendali agar tidak berlebihan.

Lebih lanjut, Gaza berharap kegiatan ini dapat terus berkembang di tahun-tahun berikutnya. “Semoga ke depan acara ini bisa lebih besar lagi. Ini juga jadi cara untuk menjaga keterikatan antara mahasiswa aktif dan alumni,” ujarnya.

Persiapan kegiatan ini sendiri memakan waktu sekitar satu bulan sejak tanggal yudisium FEB ditetapkan oleh universitas.

Dari sisi wisudawan, apresiasi juga disampaikan oleh Alvi, salah satu lulusan yang mengikuti parade tersebut. Ia mengaku acara ini meninggalkan kesan mendalam.

“Acara ini sangat berkesan dan berjalan lancar. Terima kasih kepada himpunan dan teman-teman mahasiswa yang sudah memeriahkan,” ungkapnya.

Parade wisudawan ini tidak hanya menjadi bentuk selebrasi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan di lingkungan FEB Undip, menandai akhir perjalanan akademik sekaligus awal langkah baru bagi para lulusan.

Penulis : Juw

Membuka Ruang, Menyuarakan Pandangan: Diskusi Mahasiswa atas Dampak Konflik Iran-Israel

BEM FEB bidang Sosial Politik pada hari Kamis siang lalu (23/04/2026) melaksanakan Gelar Wicara Vol. 1 di Dome FEB. Forum disksusi ini mengambil topik mengenai “Efek Konflik Iran-Israel Yang Mana Membuat Harga Energi Naik”. Konflik Iran-Israel tidak hanya menjadi permasalahan di kawasan Timur Tengah saja, tetapi malah masalahnya melebar seperti terjadi efek domino bagi stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia. Dilaksanakannya diskusi ini memang sebagai ruang untuk mahasiswa agar mahasiswa bisa menyampaikan opini maupun perspektif mengenai topik yang sedang panas dibicarakan dan diharapkan makin banyak mahasiswa yang “melek” ataupun sadar atas permasalahan dunia yang sedang terjadi saat ini.

Kami sempat mewawancarai Ketua Pelaksana kegiatan gelar wicara tersebut yaitu Sharen Regina Septiani Situmorang. Menurut pendapat Sharon sendiri mengenai sejauh mana masyarakat Indonesia dapat memahami dampak kenaikan harga energi terhadap lingkungan sehari-hari yaitu pemahaman masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai terbuka, hal ini juga dikarenakan terdapat kenaikan-kenaikan harga energi yang mana berdampak langsung terhadap masyarakat itu sendiri contohnya seperti kenaikan harga BBM-Non Subsidi yang kenaikan harga nya lebih dari 50% dari harga normal. Topik ini dipilih karena Sharon sendiri menginginkan mahasiswa ataupun masyarakat untuk berani berpendapat atas hal yang memang membebani kita, seperti kenaikan-kenaikan harga-harga energi tersebut dan juga beliau menginginkan mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman mereka.

Sesi diskusi “Gelar Wicara Vol. 1”

Gelar Wicara Vol. 1 ini terbuka untuk umum, sehingga tidak hanya mahasiswa dari FEB saja, melainkan juga dari luar FEB. Selama berlangsung nya diskusi, mahasiswa aktif dalam bertanya maupun memberikan pendapat. Jadi, bisa dikatakan diskusi nya berhasil karena ada diskusi dua arah antara penantik dan juga mahasiswa yang mengikuti diskusi. Di awal dikatakan acara dimulai pukul 13.00, tetapi saat acara berlangsung gelat baru dimulai saat pukul 14.00. Saat dikonfimasi kembali dengan Sharon, ternyata pukul 13.00 itu hanya open gate saja dan acara memang baru dimulai pukul 14.00 dikarenakan masih menunggu mahasiswa-mahasiswa untuk ikut hadir ke dalam disksusi tersebut. Selama berjalannya acara, penulis merasa senang dengan terbukanya pandangan baru mengenai konflik Iran-Israel tersebut, diharapkan untuk kedepannya diskusi bisa dihadiri oleh lehih banyak lagi mahasiswa.

Penulis : Azwa

Ihsan dalam Aksi: Mizan Bagi Nasi Kotak, Mahasiswa Antre Baca Al-Kahfi

Pada Jumat, 24 April 2026, organisasi kerohanian Islam Mizan FEB Universitas Diponegoro menggelar kegiatan bertajuk Mizan for FEB. Kegiatan ini berlangsung di area bawah Maseko dan diikuti dengan antusias oleh mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

Mengusung tema “Ihsan dalam aksi, bersama memberi arti,” Mizan menghadirkan program berbagi makanan dan minuman secara gratis. Sejak awal kegiatan, suasana di lokasi tampak ramai. Mahasiswa terlihat memadati area tersebut, terutama di bagian antrean untuk mengikuti rangkaian syarat yang telah ditentukan panitia.

Sebelum mendapatkan nasi kotak, peserta diwajibkan membaca Surah Al-Kahfi ayat 1–10, bergabung ke grup WhatsApp, serta mengikuti akun Instagram Mizan. Antusiasme mahasiswa terlihat dari antrean untuk membaca Al-Kahfi, yang membuat suasana semakin hidup dan penuh interaksi.

Suasana kegiatan Mizan for FEB.

Di sekitar lokasi, sebuah banner turut menjadi daya tarik tersendiri. Selain menampilkan slogan kegiatan, banner tersebut dipenuhi berbagai post-it yang ditempel oleh mahasiswa, dengan beragam pesan seperti “Free Palestine”, “I Love Mizan”, dan tulisan lainnya. Banyak mahasiswa memanfaatkan momen ini untuk berfoto maupun menambahkan pesan mereka sendiri.

Safa dan Ifah selaku panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk berbagi, tetapi juga sebagai upaya memperkenalkan Mizan kepada lebih banyak mahasiswa FEB. Mereka menambahkan bahwa Mizan for FEB direncanakan akan dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam satu periode kepengurusan.

Melalui kegiatan ini, Mizan berharap dapat menghadirkan nilai kepedulian sekaligus mempererat hubungan dengan mahasiswa, sehingga keberadaannya semakin dikenal dan dirasakan manfaatnya di lingkungan FEB Undip.

Peringati Hari Kartini, BEM Harkam FEB Undip Angkat Suara Perempuan

Semarang, 21 April 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Bidang Harmonisasi Kampus (Harkam) BEM FEB Undip menggelar kegiatan campaign yang berlangsung meriah di area bawah Maseko pada Selasa (21/4).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana untuk menyuarakan pentingnya kesetaraan gender, khususnya bagi perempuan. Berbagai aktivitas menarik turut memeriahkan acara, seperti permainan interaktif, photobooth, hingga melukis.

Salah satu panitia, Annafi dari BEM Harkam, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya kesetaraan perempuan.

“Selain menghadirkan keseruan, kami juga ingin menyuarakan pentingnya kesetaraan bagi perempuan. Harapannya, perempuan di Indonesia semakin percaya diri, berani menyuarakan pendapat, serta saling mendukung satu sama lain,” ujarnya.

Annafi juga menyoroti bahwa perempuan masa kini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti stigma sosial, keterbatasan kesempatan, serta isu keamanan yang belum sepenuhnya teratasi.

Suasana acara berlangsung ramai dan penuh antusiasme. Mahasiswi hadir mengenakan kebaya, menghadirkan nuansa khas Hari Kartini. Di tengah keramaian itu, semangat Kartini terasa hidup dalam kebersamaan dan partisipasi mereka.

Melalui kegiatan ini, BEM Harkam FEB Undip berharap semangat Kartini bisa terus hidup, tidak hanya diperingati.

Penulis : Juw

Kampung Hati Special Ramadhan X Lentera Wiyata Warnai Ramadan Mahasiswa

FEB (10/3) — Suasana Ramadhan terasa hangat di Masjid FEB ketika mahasiswa dari berbagai fakultas berkumpul untuk mengikuti Kampung Hati Special Ramadhan x Lentera Wiyata. Kegiatan kajian dan buka bersama ini merupakan kolaborasi antara Mizan dan KSEI dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan.

Kegiatan yang berlangsung sejak 23 Februari hingga 11 Maret 2026 ini terbuka tidak hanya bagi mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), tetapi juga bagi mahasiswa dari fakultas lain yang ingin mengikuti kajian sekaligus berbuka bersama.

Menjelang waktu berbuka, sekitar pukul lima sore, para mahasiswa mulai berdatangan ke Masjid FEB. Suasana terlihat semakin ramai dengan antrean peserta yang mengisi absensi untuk mendapatkan takjil dan kupon makan. Masjid perlahan dipenuhi oleh mahasiswa yang antusias mengikuti rangkaian acara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kajian yang disampaikan oleh dosen pembicara selama kurang lebih 30 menit. Setelah kajian selesai, para peserta melaksanakan salat berjamaah sebelum menukarkan kupon untuk mendapatkan makanan berat sebagai menu berbuka.

Ketika azan magrib berkumandang, suasana masjid terasa semakin khusyuk. Sebagian mahasiswa menikmati takjil yang telah dibagikan, sementara yang lain bersiap untuk melaksanakan salat berjamaah.

“Selain mendapatkan ilmu dari kajian, kami juga menyediakan makanan agar para peserta yang datang dapat berbuka dengan nyaman,” ujar Labiqa.

Melalui kegiatan ini, Ramadhan tidak hanya menjadi momen untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempererat silaturahmi dan menebarkan keberkahan di lingkungan kampus.

Repoter : Juw, Dea

Penulis : Ahmad

Yesmirsa Janeta Ketua BEM Terpilih Usung Kabinet Simpul Karya: Membangun Titik Temu Mahasiswa FEB Undip

Yesmirsa Janeta Peranginangin, atau kerap disapa Janet, mahasiswi jurusan Manajemen angkatan 2023, terpilih menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis 2026 usai Sidang Pleno 3 Muswa FEB Undip yang digelar di Hall Pertamina FEB Undip pada 28 November 2025 lalu. Janet terpilih melalui voting di akhir forum Muswa dengan perolehan 12 suara. Hal ini telah secara resmi ditetapkan melalui TAP MUSWA Nomor 004 FEB Undip tentang Penetapan Ketua BEM FEB Undip 2026 yang  diunggah  melalui sosial media @senatfebundip pada 3 Desember 2025.

Mengusung Kabinet Simpul Karya

Kabinet Simpul Karya tidak lahir tanpa alasan. Janet menyebutkan bahwa Simpul Karya ini lahir dari kegelisahannya setelah membaca kondisi BEM FEB beberapa tahun terakhir. Janet menjelaskan bahwa terdapat banyak program kerja serta potensi namun semuanya terasa belum benar-benar terhubung satu sama lain. Ia menambahkan bahwa terdapat simpul-simpul yang dirasa renggang baik di dalam internal BEM FEB sendiri maupun antara BEM FEB dengan mahasiswa.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, Janet menuturkan bahwa, Simpul Karya menggambarkan dua hal yakni simpul sebagai satu titik tempat aspirasi, kebutuhan, serta kekuatan mahasiswa yang dirangkai bertemu dan karya adalah hasil akhir dari gerakan kolektif yang berdampak dan berkelanjutan. Hal ini disebutkan dalam GDO-nya, “Simpul Karya menegaskan identitas organisasi sebagai penghubung, penyambung, dan penggerak yang memanfaatkan keberagaman mahasiswa untuk menciptakan dampak nyata.”

Dalam kabinet Simpul Karya, visi yang dibawa oleh Janet adalah “Mewujudkan BEM FEB Undip yang menyatukan keberagaman mahasiswa dalam satu simpul karya”, didukung dengan misi-nya yaitu:

  1. Simpul Pergerakan

Menyatukan ragam aspirasi dan kebutuhan mahasiswa dalam arah gerak organisasi yang lebih terkoordinasi dan inklusif.

  1. Simpul Kapasitas

Menguatkan potensi mahasiswa melalui ekosistem pengembangan diri, akademik, minat-bakat, dan profesional yang relevan dan berkelanjutan.

  1. Simpul Advokasi

Menghadirkan perlindungan dan pendampingan mahasiswa melalui advokasi berbasis data pada isu akademik, kesejahteraan, dan kebijakan yang ada.

  1. Simpul Kolaborasi 

Membangun jejaring kemitraan internal dan eksternal untuk memperluas peluang belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi mahasiswa.

  1. Simpul Tata-Karya 

Menata tata kelola organisasi dan menghasilkan karya kolektif yang akuntabel, berkesinambungan, dan berdampak nyata bagi lingkungan fakultas.

Simpul-simpul dalam misi tersebut menggambarkan arah gerak strategis kabinet tahun depan. Janet menekankan satu hal penting bahwa BEM FEB tidak boleh hanya sibuk membuat acara tahunan. “BEM FEB tidak hanya akan sibuk membuat acara, tapi membangun ekosistem yang memanusiakan, memberdayakan, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Proses Memilih Wakil: Mandiri, tetapi Inklusif

Terkait mekanisme penjaringan wakil, Janet menegaskan bahwa dirinya akan memilih wakil secara pribadi karena ia yang paling memahami cara kerja dan arah gerak kabinet yang akan ia bangun. Meski demikian, proses penjaringan wakil ini tidak dilakukan secara tertutup.

“Tentunya saya meminta banyak masukan,” ujarnya. Janet menambahkan sebagai pertimbangan, ia akan mengumpulkan informasi dari orang-orang yang pernah bekerjasama dengan calon wakil, pihak yang memahami kapasitasnya, serta stakeholder internal. “Jadi meskipun saya yang memilih, saya tetap mendengarkan banyak suara sebelum memutuskan.”

Menjawab Krisis Regenerasi dan Bagaimana Kaderisasi di Tahun Depan

Krisis regenerasi menjadi salah satu isu yang paling banyak disorot dalam Musyawarah Mahasiswa tahun ini. Untuk menjawab isu tersebut, Janet membawakan tiga langkah strategis melalui proker inovasi yaitu RAKIT, POROS, dan Simpul Mikat. Dikutip dari GDO yang telah dirancang Janet, berikut pengertian ketiga program kerja inovasi tersebut:

  1. Revitalisasi Arah Kaderisasi Terpadu (RAKIT)

Program kerja ini merupakan inisiatif BEM FEB Undip untuk memperbaharui dan menyelaraskan kembali arah kaderisasi agar lebih adaptif, relevan, dan terintegrasi. Melalui RAKIT, dilakukan penataan ulang timeline kaderisasi antar pilar, pembaruan materi dan sub materi agar sesuai dengan kebutuhan mahasiswa masa kini, penetapan indikator utama dan indikator spesifik tiap pilar, serta penegasan peran BEM dalam penyelenggaraan Orion. Selain itu, RAKIT juga memperkuat mekanisme pengawalan minat dan bakat dengan menekankan peran BEM tidak hanya sebagai mitra kerja sama, tetapi juga sebagai fasilitator dan pembina berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi fondasi arah kaderisasi FEB Undip yang lebih sistematis, kontekstual, dan berdampak nyata bagi pengembangan mahasiswa.

  1. Pemantauan dan Observasi Sistem Kaderisasi (POROS)

Program kerja POROS merupakan inisiatif inovatif BEM FEB Undip yang berfungsi sebagai wadah koordinasi dan pengawasan terpadu terhadap keberjalanan kegiatan kaderisasi di setiap jurusan, khususnya pelaksanaan LKMM-PD. Melalui  tim KSSK, proses kaderisasi dimonitor secara sistematis menggunakan parameter keberhasilan yang diturunkan dari kompetensi dasar kader FEB, sehingga setiap kegiatan dapat dievaluasi berdasarkan capaian pembelajaran dan kualitas pelaksanaannya, bukan hanya dari sisi administratif. Program ini sebenarnya telah berjalan melalui fungsi Divisi K4, namun pada tahun ini akan ditetapkan sebagai program kerja resmi agar memiliki arah kerja yang lebih terukur dan hasil yang terdokumentasi. Produk akhir dari KSSK adalah Buku Jejak Kaderisasi, yang berisi laporan komprehensif mengenai hasil monitoring, evaluasi, dan capaian pengembangan kaderisasi di seluruh jurusan sebagai bentuk dokumentasi dan refleksi keberlanjutan sistem kaderisasi FEB Undip.

  1. Simpul Mikat

Program ini bertujuan memperkuat pengembangan minat dan bakat di FEB Undip melalui penunjukan PIC dari Bidang Seniora untuk mendampingi setiap UKM dalam menghimpun aspirasi dan memenuhi kebutuhan organisasi. Pendampingan ini dilengkapi dengan Sekolah Ketua UKM Mikat di awal periode setelah pembahasan keterbutuhan melalui Gelanggang Aspirasi I, yang mana Sekolah Ketua UKM Mikat adalah pelatihan singkat yang membekali para ketua dengan kemampuan project management planning, pemetaan kebutuhan, serta perencanaan program dalam UKM Minat Bakat yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Salah satu program kerja inovatif yakni RAKIT merupakan jawaban untuk kaderisasi di tahun depan. Janet menyebutkan bahwa ia ingin kaderisasi yang manusiawi, relevan, dan bukan sekadar rutinitas turun-temurun. Ia menegaskan bahwa kaderisasi harus dapat diakses oleh seluruh mahasiswa, bukan hanya mereka yang aktif berorganisasi. “Tidak ada lagi overlap atau kegiatan yang bertabrakan, semuanya akan kita coba satukan melalui RAKIT,” ujarnya.

Bukan Sekadar Nama tapi Komitmen

Melalui kabinet yang dibawakan, Janet berharap Simpul Karya dapat menjadi wadah penyampaian aspirasi, kebutuhan, serta kekuatan mahasiswa. Simpul Karya bukan hanya nama kabinet semata, namun merupakan komitmen untuk membangun kembali lingkungan FEB Undip yang kolektif, kolaboratif, berdampak nyata, dan berkelanjutan.

Reporter: Aldo

Penulis: Cantika