Pada Rabu malam, 6 Mei 2026, Gedung Prof. Soedarto dipenuhi mahasiswa yang antusias menyaksikan pementasan Teater Buih. Pementasan tersebut tidak hanya menarik perhatian mahasiswa FEB Undip, tetapi juga mahasiswa dari fakultas lain hingga kampus luar, salah satunya dari Universitas Negeri Semarang.
Beberapa penonton mengaku kagum dengan jalannya pertunjukan, terutama pada akhir cerita yang dinilai tidak terduga. “Aku gak expect kalau ending-nya bakal seperti itu,” ujar salah satu penonton dari UNNES.
Selama pementasan berlangsung, penonton dibuat terpukau oleh kemampuan para pemain dalam membangun suasana melalui artikulasi dialog dan ekspresi wajah. Alur cerita yang emosional dipadukan dengan penampilan para aktor berhasil menghadirkan tepuk tangan panjang dari para penonton di akhir pertunjukan.

Salah satu pemain Teater Buih, Areng—nama panggung yang digunakan selama pementasan—mengungkapkan bahwa persiapan pertunjukan telah dilakukan selama setengah tahun. Namun, Jiro selaku asisten sutradara meluruskan bahwa meski persiapan dimulai sejak enam bulan lalu, proses latihan yang benar-benar intens berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.
Sebelum wawancara berakhir, Areng juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa FEB Undip agar tetap percaya diri terhadap bakat yang dimiliki. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki potensi yang dapat berkembang apabila terus diasah dan diberi ruang untuk tampil.
Penulis: Juw

