Undip-Unnes Undang Menteri Keuangan Isi Kuliah Umum

Undip (23/10) – Menteri Keuangan ibu Sri Mulyani Indrawati sambangi Semarang Senin lalu tanggal (23/10/2023). Kuliah umum yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro (Undip) bersama Universitas Negeri Semarang (Unnes) berlokasi di gedung Prof. Soedarto Undip, Semarang. Beliau juga menyambangi SMA Negeri 3 Semarang sebelum mengisi kuliah umum di Undip yang merupakan sekolah beliau saat saat masih pelajar.

Bu Sri tidak sendirian saat menyambangi Undip, beliau dibersamai dengan para staf Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang sekali-kali ia perkenalkan kepada audien di tengah beliau menyampaikan kuliah umum. Kuliah umum yang diberi judul “Kebijakan Fiskal di Tengah Konstelasi Ketidakpastian Global” mendapatkan antusiasme dari para mahasiswa. Tak hanya mahasiswa Undip saja yang menghadiri mengingat berlokasi di Undip. Mahasiswa Unnes juga berbondong-bondong datang mengenakan jas almamater kuning dari Gunungpati dengan diantar menggunakan bis.

Kegiatan tersebut dibuka dengan sambutan oleh rektor terpilih Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si dan rektor Unnes Prof. Dr. S Martono M.Si. Setelah sambutan acara inti atau kuliah umum dipimpin oleh moderator Prof. Firmansyah, S.E., M.Si., Ph.D. 

Bu Sri atau yang juga ramah dipanggil bu MSI menyampaikan materi pada kuliah umum berkenaan dengan pengelolaan keuangan negara serta APBN sebagai instrumen dalam intervensi pemerintah terhadap perekonomian yang mengalami ketidakpastian mulai dari pandemi hingga perang. Tak selesai sampai disitu saja beliau juga memberikan motivasi terlebih kepada para mahasiswa bahwa tantangan hari ini adalah selection. Berbeda dengan mahasiswa dulu yang memiliki tantangan berupa akses. 

Penyampaian kuliah oleh bu Sri ditutup dengan saling balas pantung oleh moderator dengan bu Sri. Di penghujung acara terdapat penyerahan plakat dari dan oleh Kemenkeu, Undip, dan Unnes sekaligus penandatanganan MoU. Tak selesai disana Bu Sri juga meresmikan secara simbolik fasilitas baru di Undip yakni Pojok Kemenkeu yang berlokasi di lantai 1 Gedung B FEB Undip. (MA)

KP BEM FEB Undip Ajak Mahasiswa Diskusi Soal Demokrasi

Dari kiri Arif Rahman, S.H., M.H.(Ketua Bawaslu Kota Semarang) sebagai pembicara 1, Romario (Kabid Sospol BEM Undip 2023) sebagai moderator, Dr. rer. pol. Alfa Farah, M.Sc. (Chair of Political Economy University of Munster) sebagai pembicara 2 di tengah acara Diskuy vol. 3 yang berlangsung Rabu (23/8/2023) di lantai 4 Hall Gedung C FEB Undip. (dokumentasi panitia)

FEB (23/8) – Isu politik yang kian santer terdengar selaras dengan semakin dekatnya helatan besar pesta demokrasi awal tahun 2024 mendatang. Mengundang pertanyaan bagaimana kondisi demokrasi terkhusus di Indonesia. Bidang Kebijakan Publik (KP) BEM FEB Undip melalui program kerja rutinnya berupa Diskusi Kuy atau disingkat Diskuy mengangkat tema dengan tajuk “Mahalnya Demokrasi di Indonesia” pada Rabu (23/8/2023) di lantai 4 hall gedung C FEB Undip. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari diskusi sebelumnya yakni Diskuy vol. 2 yang sebelumnya diselenggarakan pada Sabtu (19/8/2023) secara online di platform zoom. Adapun tema pada Diskuy vol. 2 adalah “Kupas Tuntas Kinerja Jokowi.”

Dokumentasi saat kegiatan Diskuy vol. 2 yang dilaksakana secara online melalui platform zoom pada Sabtu (19/8/2023) pulul 20.00 WIB. (dokumentasi panitia)

Diskuy 2 mengundang 2 pembicara yakni Faisal Basri (Ekonom Indonesia) dan M. Andri Perdana (Peneliti Celios). Diskusi yang dipimpin Mohammad Egi dosen Ekonomi Undip mengupas perihal isu inklusivitas, korupsi, inflasi, investasi, efisiensi APBN, dalam kerangka 2 aspek tantangan yang dihadapi presiden Jokowi diantaranya; sistem institusi, pertumbuhan ekonomi, dan APBN.

Tidak mau kalah, Diskuy 3 juga mengundang 2 pembicara yakni Arief Rahman, S.H., M.H.(Ketua Bawaslu Kota Semarang), Dr. rer. pol. Alfa Farah, M.Sc. (Chair of Political Economy University of Munster), dan Romario (Kabid Sospol BEM Undip 2023) sebagai moderator. Adapun bahasan yang ada dalam diskuy 3 seputas demokrasi dan implementasinya baik Indonesia dan negara lainnya.

Moderator ketika memimpin jalannya dikusi. (dokumentasi panitia)

Bahasan pembuka berupa bagaimana demokrasi yang sesungguhnya. Arif Rahman diberikan kesempatan lebih dulu untuk menjawab pertanyaan ini. Beliau menuturkan bahwa demokrasi sesungguhnya adalah demokrasi yang partisipatif “yang tidak hanya menggugurkan kewajiban saja. Tidak berhenti ketika berada di tempat pemungutan suara,” ujarnya. Partisipatif disini ada pada tahapan yang ada di pemilu. Kemudian dalam pandangan Alfa Farah disampaikan beberapa poin meliputi teori impossibility teorema, bahwa demokrasi tidak ideal menurut ekonomi, demokrasi akan gagal, pembuatan keputasan tidak stabil, koalisi akan break, voters itu ignorance, yakni rasional untuk tidak rasional.

Diskuy vol. 3 diikuti oleh mahasiswa umum dari berbagai fakultas di Undip. (dokumentasi panitia)

Sesuai dengan tema yang diangkat bahwa demokrasi di Indonesia mahal. Hal ini dikonfirmasi oleh Arif Rahman, beliau menjelaskan, “Sepakat, demokrasi Indonesia mahal. Dari biaya penyelenggaraan pemilu saja sudah mahal, belum lai biaya yang lainnya”

Saat sesi diskusi Shofa mahasiswa FH Undip bertanya berkenaan sistem apa yang ideal. Alfa secara gamblang menjawab, “Tidak tahu, public economy without romance. Manusia itu punya intereset group. Lalu pertanyaannya mewakili manusia yang mana?”

Shofa mahasiswa FH saat mengajukan pertanyaan kepada pembicara saat Diskuy vol. 3 berlangsung. (dokumentasi panitia)

Kegiatan masih berjalan dengan diwarnai oleh penanya dari mahasiswa lainnya. Kemudian diskuy 3 itu ditutup dengan pertanyaan optimiskah demokrasi di Indonesia bagi kedua pembicara. Arif Rahman menjawab terlebih dahulu, “Optimis, dalam artian siap menghadapi. Selaku pelaksana harus optimis, bagaiamana jadinya kalo tidak? Bawaslu sendiri memberikan target partisipasi sebesear 75%.” Menurut Alfa demokrasi di Indonesia memang mahal dan itu lebih baik ketimbang harus balik kembali kepada otoritarianisme. Beliau menambahkan soal keoptimisannya, “Saya optimis, meskipun belum terkonsolidasikan dengan baik.” (MM)

Sekilas Kisah Penutup ODM Undip 2023

Pintu masuk kegiatan ODM Undip 2023 yang bertempat di Stadion Universitas Diponegoro. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Jika direka ulang, tepat pada 15 Agustus 2022, Rektor Universitas Diponegoro periode 2019 – 2024 Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH., M.Hum. memamerkan helatan penerimaan mahasiswa baru (PMB) Universitas Diponegoro yang ramah matahari. “Sorry, bro. Ngga dijemur,” canda beliau. Meski hanya sekadar gurauan, nampaknya ucapan tersebut tidak berlaku satu tahun setelahnya, yaitu pada acara penutupan Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Universitas Diponegoro tahun 2023.

Peserta Kepanasan, Konsumsi Terlambat Datang

Potret panitia pelaksana ODM Undip 2023 saat sedang memantau kreasi mozaik. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Kegiatan ODM tahun ini memang memukau. Dipecahkannya sebuah rekor dunia untuk kreasi mozaik formasi 2D dengan peserta terbanyak tidak bisa dihiraukan. Sayang, setelah rekor terpecahkan, peserta malah harus menanggung balasan yang kurang memuaskan. Banyak peserta tidak berkesempatan mendapat tempat duduk layak, sehingga harus panas-panasan. Selain itu, kurang tepatnya perkiraan peserta yang hadir juga berujung pada kekurangan konsumsi ketika hari pelaksanaan.

Peserta yang tidak kebagian tempat duduk memutuskan menempati tribun stadion meski terik-panas matahari. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Terkait ketidakcukupan kursi dan konsumsi, Yos Johan Utama mengaku malu. Beliau menyatakan terdapat kurang-lebih 2.000 mahasiswa yang, pada saat beliau menyampaikan sambutan, belum menerima konsumsi. Beliau pun meminta maaf kepada para partisipan tersebut dan mempersilahkan mereka kembali ke kediaman masing-masing bila sudah tidak nyaman. “Mas, Mba, yang berada di atas sana dan merasa tidak nyaman, silahkan keluar. Tidak apa apa. … Di hati saya, hanya ada satu nama Undip yang saya jaga di setiap langkah saya. Saya tidak ridho dengan apa yang terjadi hari ini,” terang beliau.

Ketidakselarasan Sampah Konsumsi dan Semangat ODM

Tumpukan sampah konsumsi di salah satu tempat sampah sekitar area dalam Stadion Undip. Sumber: (Dokumentasi Pribadi)

Persoalan yang dihadapi panitia pelaksana soal konsumsi bukan hanya masalah keterbatasan. Penumpukan sampah juga terjadi di sekitar tempat pelaksanaan. Kurangnya himbauan bagi peserta untuk merapikan sampah konsumsi mereka serta tidak banyaknya titik-titik pemasangan trash bag maupun tempat sampah menjadi salah satu faktor pemrakarsa. Atas hal tersebut, lingkungan sekitar area menjadi tidak sedap dipandang.

(Kanan atas) Terlihat usaha beberapa panitia dan peserta untuk memisahkan sampah sesuai jenisnya dan melipat sampah agar memaksimalkan ruang pembuangan. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Penumpukan sampah cukup tidak selaras dengan semangat yang dibawa pada ODM tahun ini, yaitu “Bersinergi untuk Bumi Lestari”. Namun dibalik tumpukan sampah yang menggunung, tidak jarang ditemukan beberapa panitia dan peserta yang cukup peka terhadap masalah di depan mata mereka. Karenanya, terlihat beberapa panitia dan peserta bahu-membahu melipat bekas sampah konsumsi dan memisahkan antara sampah organik serta anorganik.

Antusiasme Kehadiran Bahlil-Najwa

Peserta berlarian mendekati panggung ketika Najwa Shihab akan menyampaikan pernyataan penutupnya. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Cuplikan viral di salah satu media sosial terkait bagi-bagi rezeki ala Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi Indonesia 2021 – 2024, terjadi juga di helatan ODM Undip 2023. Meski terik matahari tak bisa dipungkiri, peserta kegiatan beramai-ramai mengerubungi Pak Menteri. Kecewa karena peserta yang tidak dapat dikondisikan dan kebenaran jawaban yang tidak dapat dipastikan, Bahlil kembali ke panggung serta meminta bantuan panitia dalam menyaring orang-orang terpilih. Hasilnya, dua mahasiswa baru di tingkat strata satu (S1) sukses dibiayai Bahlil, baik dari segi uang pendidikan maupun modal usaha.

Selain Bahlil, kehadiran Najwa Shihab juga menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu para peserta. Tidak tanggung, ketika Najwa berorasi dengan gaya bicaranya yang eksentrik, peserta ikut bersorak. Sama seperti Bahlil, Najwa mencoba blusukan ke tenda-tenda peserta, mengingat jauhnya jarak antara panggung utama dengan tenda. Sayang, antusiasme peserta terlalu besar. Karenanya, belum juga Najwa selesai mengelilingi ketiga sudut tenda peserta, panitia acara sudah meminta dirinya naik kembali ke panggung.

Kerubungan peserta kegiatan saat Najwa Shihab blusukan ke tenda-tenda peserta. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Sebagai penutup materi, yang juga mendapat sorakan dari peserta kegiatan, Najwa menyampaikan, “Jika idealisme ialah kemewahan yang hanya dimiliki pemuda, akan diisi dengan apa periode kalian sebagai mahasiswa? Belajar tentu keharusan yang tak boleh diabaikan. Namun, merugilah jika belajar disempitkan semata perkuliahan. Nikmati kehidupan kampus dengan terus mengasah. Jangan habiskan waktu dengan terus berkeluh-kesah,” seru Najwa di awal pernyataan penutupnya.

Bazar Sama Ramainya Dengan yang di Dalam

Terakhir, dari ODM tahun ini, hal menarik bukan hanya acara di dalam Stadion Undip tapi juga di luar stadion, tepatnya area food court. Para peserta yang jenuh menyebar ke berbagai stand. Sebagian besar stand yang hadir menjajakan makanan dan minuman. Meski demikian, tak jarang terdapat beberapa stand kecantikan, perawatan tubuh, dan promosi aplikasi. Stand-stand tersebut menambah kemeriahan food court karena membawa berbagai permainan untuk menghabisi kebosanan para peserta. (LD/TG)

Mozaik ODM Undip 2023 Raih Rekor Dunia

(Undip 20/08) – Kreasi mozaik sudah menjadi agenda umum yang biasa dilakukan ketika masa orientasi mahasiswa baru. Tentunya, setiap kreasi selalu memiliki keunikan tersendiri, begitu pun mozaik Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Universitas Diponegoro tahun 2023. Tidak tanggung-tanggung, kegiatan mozaik tahun ini juga memberikan torehan yang anti-mainstream, yaitu berhasil meraih rekor dunia dalam kategori formasi 2D dengan peserta terbanyak.

Lia Masmutiasari ketika memberikan sambutan. Sumber: Live Youtube Undip TV dan ODM Undip. (Luvita/Edents)

“The mosaics synergizing for a sustainable art in the Diponegoro Young Orientation event hold a remarkable value as a large scale environment to new students and community. I hope this event would give motivations and inspirations for all the colleague students,…I hope Indonesia, especially colleague students, can make more achievement in the world record, (Mozaik yang bersinergi untuk keberlanjutan dalam acara Orientasi Diponegoro Muda memiliki nilai luar biasa sebagai lingkungan berskala besar bagi mahasiswa baru dan sekitar. Saya berharap acara ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi untuk semua mahasiswa,… Saya berharap Indonesia, khususnya para mahasiswa, dapat membuat lebih banyak pencapaian rekor dunia),” ucap Lia Masmutiasari, Asia President of Record Holders Republic, ketika memberikan sambutannya.

Dalam kreasi mozaik tahun ini, ODM Undip menghadirkan 6 sketsa gambar berbeda. Perbedaan tersebut melahirkan sebuah kesinambungan makna, yaitu ODM tahun 2023 yang mengangkat isu persampahan. Selain itu, mozaik tersebut juga menyiratkan tujuan ODM 2023, yaitu sebagai sarana menunjukkan kesadaran mahasiswa Undip terkait permasalahan lingkungan dan pentingnya pengelolaan sampah untuk menjaga keseimbangan alam.

“Dengan tema ‘Bersinergi Demi Bumi Lestari’, bersinergi bukanlah sekadar kata-kata tetapi merupakan panggilan untuk bekerja bersama dalam upaya menjaga bumi lestari.” papar salah seorang panita yang menjelaskan filosofi mozaik ODM Undip 2023.

Potret sketsa kedua, Lawang Sewu, sebagai salah satu ikon Kota Semarang. Sumber: Live Youtube Undip TV dan ODM Undip. (Luvita/Edents)
Potret sketsa keenam, tulisan “Bersinergi Demi Bumi Lestari”, yang merupakan tema dari kreasi mozaik ODM Undip 2023. Sumber: Live Youtube Undip TV dan ODM Undip. (Luvita/Edents)

Sketsa pertama yang dibawakan dalam kreasi mozaik ODM Undip 2023 adalah lambang Universitas Diponegoro. Gambaran yang menunjukkan bahwa Undip ialah tempat bernaung bagi para Dipo Muda dalam menempuh jenjang perkuliahan. Selanjutnya, ditunjukan sketsa Lawang Sewu. Lawang Sewu dinilai sebagai ikon Kota Semarang yang menjadi ciri khas kota ATLAS itu.

Sketsa ketiga adalah logo ODM Undip. ODM menjadi wadah awal perkenalan mahasiswa baru dengan kampus Undip. Sketsa keempat ialah gambar Bumi yang diharapkan dapat terus lestari. Sketsa ini berkesinambungan dengan sketsa kelima yang menunjukkan ciri-ciri Bumi lestari, yaitu terjaganya alam sebagai paru-paru Bumi. Terakhir, sketsa keenam, menunjukkan tulisan “Bersinergi Demi Bumi Lestari” sebagai penegasan tema kreasi mozaik ODM tahun ini. (LD/TG)

ODM FESTIVAL FEB UNDIP 2023 Sukses Menyambut Mahasiswa Baru

Mahasiswa baru berkumpul di depan panggung ODM yang terletak di depan gedung C Fakultas Ekonomika dan Bisnis pada Minggu (19/08/2023). (Rasika/Edents)

(FEB UNDIP) – Rangkaian acara ODM FEB UNDIP 2023 resmi berakhir. Berawal dari PKKMB ODM FEB UNDIP yang dilaksanakan pada tanggal 14-15 Agustus 2023, lalu dilanjutkan dengan PENDIKAR pada tanggal 16 dan 18 Agustus 2023, dan diakhiri ODM FESTIVAL pada tanggal 19 Agustus. Rangkaian ODM FEB UNDIP bertujuan agar mahasiswa baru dapat mengenal UNDIP dan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Tidak hanya itu, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan kehidupan yang ada di kampus, mereka juga diajarkan bagaimana cara mengisi Isian Rencana Studi (IRS).

ODM Festival menjadi rangkaian acara terakhir pada ODM FEB UNDIP 2023. ODM Festival ini diadakan untuk menyambut para mahasiswa baru sekaligus menutup rangkaian ODM FEB UNDIP 2023. Berbeda dengan hari sebelumnya, mahasiswa baru disajikan dengan kegiatan-kegiatan yang bisa membuat mereka bergembira  setelah rangkaian-rangkaian yang padat. Kegiatan yan dimaksud antara lain seperti mozaik, games yang seru, penampilan mahakarya dari mahasiswa FEB UNDIP. 

Mahasiswa baru juga dikenalkan dengan ormawa-ormawa di FEB UNDIP. Mereka aktif bertanya di tenda-tenda yang disediakan oleh panitia untuk diisi oleh para ormawa. Seluruh ormawa juga melakukan parade di atas panggung mahakarya agar semua mahasiswa baru dapat mengenal ormawa yang ada di FEB UNDIP. Brigata Economia Partizan (BEP) selaku kelompok suporter FEB UNDIP menutup hari dengan bernyanyi bersama para mahasiswa baru.

Mahasiswa baru memiliki antusias tinggi dalam acara ini. Banyak dari mereka memiliki kesan yang baik pada ODM FEST 2023. “Pada saat ODM FEST mereka sangat gembira, terlihat saat kita memberi QnA kesan pesan mereka sangat gembira dan sangat berkesan di hati mereka karena penyambutan yang luar biasa.” Ujar Alvito selaku ketua ODM FEB UNDIP 2023.

Penulis : Qosim 

Reporter : Rasika

Mahasiswa Baru Antusias Ikuti PENDIKAR FEB 2023

Foto bersama para mahasiswa baru dan observer, kabing, dan wakabing di ruang EB. 308 perkuliahan di Fakultas Ekonomika Bisnis pada (18/08/2023). (Teby/Edents)

(FEB UNDIP) – Mahasiswa baru Fakultas Ekonomika dan Bisnis tahun 2023 mengikuti kegiatan PENDIKAR 2023 pada 16 dan 18 Agustus 2023. PENDIKAR atau yang bisa kita sebut pendidikan karakter merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru Universitas Diponegoro. PENDIKAR bertujuan agar mahasiswa baru FEB UNDIP dapat mewujudkan karakter baik yang sesuai dengan indikator UNDIP COMPLETE. Mahasiswa baru dituntut untuk menjadi mahasiswa yang komunikatif, professional, memiliki jiwa entrepreneur, memiliki kemampuan dalam memimpin, berpikir kritis, dan menjadi educator yg baik.

PENDIKAR FEB dilaksanakan di ruang kelas dengan pembagian kelompok yang terdiri dari mahasiswa baru yang berbeda jurusan. Acara PENDIKAR FEB 2023 diisi materi oleh para dosen FEB UNDIP. Tidak hanya duduk manis mendengarkan materi, mahasiswa baru juga mengikuti sesi diskusi dan games yang membuat teman-teman mahasiswa baru menjadi lebih aktif  dalam kegiatan ini.

Tahun ini mahasiswa baru memiliki antusias yang tinggi saat PENDIKAR FEB 2023. Terbukti saat sesi diskusi mereka saling bertukar pendapat dan mempresentasikan hasil diskusinya dengan percaya diri. Hal ini disebabkan karena tidak ada rasa canggung antar anggota kelompok ketika akan mengutarakan pendapatnya ketika berdiskusi. Teman-teman observer yang mendampingi para mahasiswa baru juga mengaku diskusi dan games pada saat acara dapat membuat kesan tersendiri untuk para peserta.

Mahasiswa baru yang sedang mengalami transisi dari siswa ke mahasiswa tentu harus mempunyai karakter yang dapat menjadi pedoman di dunia perkuliahan. Setelah dilaksanakannya PENDIKAR, mahasiswa baru diharapkan sudah mempunyai bekal untuk menjalani dunia perkuliahan.

Penulis : Qosim

Pilrek Undip: Pemaparan Program Kerja Oleh 4 Bakal Calon Rektor 2024-2029

(Undip 8/6) – Kamis, 8 Juni 2023 diadakan pemaparan program kerja bakal calon rektor Universitas Diponegoro periode 2024-2029 di Gedung Prof. Soedarto, S.H. Universitas Diponegoro. Empat bakal calon rektor menyampaikan beberapa program kerja yang telah dirancang. Penyampaian program kerja dilakukan secara berurutan sesuai nomor urut bakal calon rektor, dimulai dari Prof. Ir. M. Agung Wibowo, M.M., M.Sc., dilanjut oleh Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., kemudian oleh Prof. dr. Muhammad Thoar Arifin, Ph.D., PA, Sp.BS. (K).,  dan diakhiri oleh Prof. Budi Setiyono, S.sos., M.Pol.Admin., Ph.D..

Go Global Good Governance adalah program yang diusung oleh Prof. Ir. M. Agung Wibowo, M.M., M.Sc.. Dalam paparannya beliau menyebutkan tentang perbaikan tata Kelola sumber daya manusia, quality of the backbone, dan akreditasi internasional agar Undip menjadi universitas kelas dunia. Pada akhir presentasi beliau juga menyebutkan bahwa “Kesuksesan Undip adalah sinergitas dan kolaborasi dari semua pihak.”

Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. memulai paparannya dengan sedikit candaan ringan. Tidak sedikit peserta yang ada di ruangan tertawa karena candaan bakal calon rektor nomor urut 2 ini. Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. juga memperkenal biografi dan Riwayat hidupnya terlebih dahulu. Beliau menyebutkan ada beberapa tantangan untuk Undip di periode yang akan datang seperti peringkat internasional, tata Kelola inovasi, sarana dan prasarana, serta sumber pendapatan baru. Atmosfir kampus dan strategi pengembangan kepimpinan mahasiswa juga menjadi program dari Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. karena beliau ingin melakukan pembinaan mahasiswa secara dialogis. “Saya sangat bersedia untuk berdialog dengan mahasiswa.” Ujarnya. Beliau juga ingin menerapkan one faculty one business untuk solusi dari sumber pendapatan baru.

Sementara Prof. dr. Muhammad Thoar Arifin, Ph.D., PA, Sp.BS. (K). memaparkan program tidak kalah menarik. Beliau menyebutkan ada yang harus diperlukan oleh kepemimpinan universitas seperti pengelolaan percepatan inovasi, mengadopsi tatanan baru untuk menuju universitas unggul, mampu menganalisis sejumlah besar digital inisiatif. Seiring perkembangan zaman para tenaga pendidik  harus sudah melek teknologi karena sekarang banyak mahasiswa yang melakukan kecurangan menggunakan AI.

Tidak mau kalah Prof. Budi Setiyono, S.sos., M.Pol.Admin., Ph.D. juga memaparkan programnya yang menarik. Incorporate University berkelas dunia adalah gagasan atau pemikiran yang diusung oleh beliau. Ada beberapa hal yang membuat Undip butuh program ini. Pertama, globalisasi. Kedua, pasar  kerja membutuhkan kompetensi. Ketiga, cepatnya perkembangan teknologi. Keempat, tuntutan industri. Beliau juga menyebutkan visi Undip menjadi universitas nasionalis religius berkelas dunia yang toleran dan transformatif melalui kreativitas dan inovasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian, dan kewirausahaan.

Sorai bagi Tuhan dari Gedung Prof. Sudarto 

Kegiatan Malam Puji-Pujian Universitas Diponegoro oleh ersekutuan Mahasiswa Kristen Protestan Universitas Diponegoro (PMKP Undip) diselenggarakan di gedung Prof. Soedarto, pada Jumat malam (2/6/2023). Kegiatan tersebut merupakan puncak acara dari seluruh rangkaian kegiatan Porseni dari tanggal 7 s/d 27 Mei 2023. (Michelle/Edents)

(Undip 02/06) – Persekutuan Mahasiswa Kristen Protestan Universitas Diponegoro (PMKP Undip) telah melaksanakan kegiatan Malam Puji-Pujian (MPP) sebagai acara puncak dari rangkaian Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Porseni merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menyambut dan menyatukan mahasiswa baru kristen di seluruh fakultas ke dalam keluarga besar PMKP Undip. Kegiatan porseni terdiri dari perlombaan berbagai cabang olahraga dan pertunjukan seni yang diikuti oleh 12 Persekutuan Mahasiswa Kristen Fakultas (PMKF) di Universitas Diponegoro. Cabang olahraga tersebut meliputi bulu tangkis, futsal, outbound, dan mobile legend. Kegiatan Porseni dimulai dari tanggal 7 Mei sampai 27 Mei 2023. 

MPP bertujuan sebagai puncak acara dari seluruh rangkaian kegiatan Porseni yang telah dilaksanakan dengan konsep pujian dan penyembahan melalui lagu-lagu rohani. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh PMKF yang ada di Undip maupun luar serta taruna-taruni akademi kepolisian Semarang. 

dokumentasi panitia.
dokumentasi panitia.

Rangkaian acara MPP sendiri dimulai tepat pukul 14:00 WIB diawali dengan lagu puji-pujian. Kemudian dilanjutkan dengan ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Ricky Moses Franklin. MPP kali ini membawa tema Reflects God’s Love yang diambil dari injil Matius 5:16. Dalam sesi penyampaian firman, Pendeta Ricky mengingatkan jemaat, “You are not everybody. Jangan jadi orang Kristen pada umumnya. Kamu adalah garam, kamu yang memengaruhi, bukan dipengaruhi.” Dan sebagai penutup, beliau juga menekankan bahwa kita harus praktik firman agar kemanapun dan dimanapun (kita berada, kita bisa) jadi berkat. Jangan jadi anak muda kristen yang biasa, tapi harus yang berdampak.

Setelah ibadah ditutup, acara dilanjutkan dengan penampilan dari berbagai fakultas yang dibuka oleh PMK FEB Undip x PMK FT Undip. Kemudian sambutan dari Pembina PMKP Undip Johannes Hutabarat, Ketua PMKP Ela Margaretha Simamora, perwakilan PMKF yaitu Ketua PMK FIB Lusita Amelia, Ketua Pelaksana Porseni dan MPP 2023 Rio Prasetyo Marpaung dan Novrial Surbakti, dan Alumni PMKP. Akhir acara MPP ditutup dengan pengumuman pemenang setiap cabang Porseni dan penampilan terbaik dari setiap fakultas. (MJ)

Club of Dome dan Perjalanannya Hingga Kini

Lukisan “An Intellectual Debate of the French Revolution” dan sebuah kutipan terpampang jelas di cover Pedoman Propaganda Club of Dome. Sumber: Pedoman Propaganda Club of Dome

(FEB 6/6) – Pertemuan di malam hari tanggal 17 Mei 2023 mengawali perjalanan Club of Dome (COD). Tanpa banyak yang mengetahui, di bawah kop BEM FEB Undip, inisiator COD mengundang ketua atau perwakilan organisasi mahasiswa (ormawa) di FEB dalam rangka membahas “Dinamika Fakultas Ekonomi”. Bahasan ini pada akhirnya meluncurkan COD ke publik. Saat itu, belum tergambar ke mana COD akan berjalan. Belum niscaya pula respon ormawa-ormawa yang diundang. Satu hal yang pasti, inisiator menyatakan bahwa COD berniat memperbanyak pandangan, menyatukan pikiran, dan menguatkan kesatuan mahasiswa demi membawa perubahan bagi FEB yang lebih baik lagi.

Sesi penyaringan aspirasi kala konsolidasi pertama Club of Dome. Bertempat di Dome FEB Undip, tanggal 27 Mei 2023, pukul 15:00-18:00 WIB. (Elsa, Rasika, Teby/Edents)

23 Mei 2023, konsolidasi pertama digelar. Melalui press release dari Instagram @clubofdome, konsolidasi ini sebatas ditujukan untuk menyaring keresahan-keresahan peserta yang hadir. Tiga hari setelahnya, 27 Mei 2023, konsolidasi kedua dilangsungkan. Tidak berbeda dari yang pertama, konsolidasi kedua juga menitikberatkan pada penyaringan keresahan peserta konsol. Walau demikian, konsol kedua memberi sedikit perbedaan kondisi. Hal itu disebabkan sempat ada cekcok antar peserta yang hadir. Untung, kedua belah pihak mau menerima pendapat satu dengan lainnya, sehingga perdebatan tidak memakan lebih banyak waktu.

Situasi kala konsolidasi kedua Club of Dome. Bertempat di Dome FEB Undip, tanggal 27 Mei 2023, pukul 15:00-18:00 WIB. (Haykal dan Zhafira/Edents)

Salah satu peserta yang menyampaikan keresahan saat konsolidasi kedua COD adalah Harfa. Ia mengaku kalau koneksi internet di sekitar foodcourt FEB terbilang sulit. “Sinyalnya E. (Kalau, red) gak bawa uang kas (lalu pakai, red) QRIS, sinyal (bisa, red) terputus,” tutur Harfa. Tidak hanya menyampaikan aspirasi, beberapa peserta konsol juga menyatakan kekecewaannya terhadap inisiator COD. Hal tersebut dilatarbelakangi akibat promosi COD yang masih dinilai kurang terdengar.

Setelah melewati dua konsolidasi, tiba saatnya COD membahas tindak nyata segala keresahan yang telah ditampung. Bertempat di Warung Overthinking pada 30 Mei 2023, mahasiswa FEB kembali berkumpul. Melalui konsolidasi ketiga ini, langkah-langkah mengawal isu dirancang. Namun, di saat bersamaan, mulai tampak respon yang diambil mahasiswa-mahasiswa FEB. Dari kurang lebih 4.000 orang, kurang lebih hanya 20 mahasiswa yang hadir. Begitu pun saat konsolidasi keempat pada 6 Juni 2023 yang hanya dihadiri 9 orang.Instagram @clubofdome telah menyatakan bahwa “Club of Dome adalah komunitas publik-organik bagi seluruh mahasiswa Ekonomika dan Bisnis Undip.” Namun dari fakta yang terjadi, kian sedikit peserta yang hadir dalam konsolidasi forum ini. Karenanya, muncul pertanyaan. Apakah Club of Dome memang layak diperhatikan atau mahasiswa FEB masih tutup mata akan urgensi perkara di FEB? (LD)

Tambakrejo: Satu dari Sekian Benteng Terakhir Pesisir Utara Semarang

Satu dari sekian rumah tak berhuni yang hancur akibat banjir rob di Tambakrejo. (Musa/Edents)

(Semarang 4/6) – Tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Pers Mahasiswa Semarang yang berkumpul dalam Forum Komunikasi Persma Semarang melakukan liputan bersama di beberapa titik pesisir utara Semarang-Demak, pada pukul 09.00 WIB, Minggu (4/6/2023). Kurang lebih 10 LPM dari berbagai universitas dan fakultas di Kota Semarang dan Salatiga membersamai liputan tersebut. LPM Edents bersama LPM DinamikA dan LPM Misi mendapat daerah Tambakrejo sebagai titik liputan bersama.

Edentser berangkat bersama selepas briefing di sekretariat LPM Suprema Fakultas Hukum Universitas Sultan Agung (Unissula) sekitar pukul 9 pagi. Sesampai di Tambakrejo, Edentser disambut bau asin khas daerah pesisir pada umumnya. Bertemu tokoh masyarakat menjadi tujuan pertama. Terdapat 2 RT paling ujung wilayah Tambakrejo, yakni RT 5 dan RT 6.

Laut Sumber Penghidupan

Laut menjadi sumber penghasilan utama bagi masyarakat Kampung Nelayan Tambakrejo. Setiap harinya, para warga harus pergi ke laut untuk bertahan hidup. Mereka perlu berlomba-lomba menangkap ikan, sementara ikan di laut kian hari kian habis. Penghasilan yang diperoleh pun tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Penerimaan sekitar 150 ribu per hari tak cukup untuk kebutuhan ekonomi yang tinggi.

Dalam menghadapi keterbatasan penghasilan, masyarakat Kampung Nelayan Tambakrejo mengakali dengan berbagai cara, salah tiganya ialah wisata laut, pemancingan tengah laut, dan budidaya kerang hijau. Meski demikian, tetap ada warga yang beralih profesi. Contohnya ialah menjadi dosen, guru, bahkan membuka warung sendiri.

Prayitno, Ketua RT 5 RW 16 Tambakrejo saat kami wawancarai. (Hatfina/Edents)

Prayitno, Ketua RT 5 RW 16 Tambakrejo, mengungkapkan bahwa mayoritas warganya sekarang tidak lagi melaut akibat banjir rob. “Warga Tambakrejo mayoritas profesinya nelayan, sekarang sudah transisi. Tambak juga habis akibat abrasi,” ujarnya.

Fadillah, istri Ketua RT 6 RW 16 Tambakrejo, menjelaskan bahwa ia sudah bekerja selama 10 tahun menjadi petani kerang hijau. “Saya sudah 10 tahun kerja seperti ini. Setiap hari, rutin saya lakukan. Setelah kerangnya dipisah, saya jual ke pengepul di Tambaklorok”, ungkapnya.

Fadillah menambahkan, beberapa masyarakat mengembangkan budidaya kerang hijau di sepanjang wilayah pesisir RT 6 Tambakrejo. Luas tambak untuk budidaya itu mencapai lebih dari 100 hektare.

“Pada saat musim panen, produksi kerang minimal 5 ton per hari dengan harga jual Rp 5.000 per kilogram. Usaha sampingan ini, jika terus digeluti, akan mampu meningkatkan pendapatan warga di sini,” tuturnya.

Dani (45) salah satu warga RT 6 RW 16 Tambakrejo merupakan satu dari sekian warga yang masih mempertahankan profesinya sebagai nelayan. (Yasmien/Edents)

Dani (45), warga RT 6 RW 16 Tambakrejo, merupakan satu dari sekian warga yang masih mempertahankan profesinya sebagai nelayan. Edentser bertemu Dani yang sedang membersihkan alat tangkap udang di atas perahunya, selepas beliau pulang dari laut.

Laut Juga jadi Ancaman

Selain menjadi sumber penghasilan utama, laut juga menjadi ancaman utama bagi warga Tambakrejo. Banjir dan rob seringkali membuat warga khawatir terhadap tempat tinggalnya. Tidak hanya itu, tumpukan sampah yang dibawa air laut pun membuat warga kesulitan. “Waktu pasang itu sampah pada datang, tapi pas surut sampahnya ketinggalan. Kita juga sudah gak tahu gimana cara bersihinnya,” ujar bu Fadilah, pengusaha budidaya kerang hijau.

Selain menjadi sarang penyakit, tumpukan sampah juga menghambat pekerjaan para nelayan. Mesin kapal seringkali mati karena sampah. “Biasanya baru jalan beberapa meter sudah mati beberapa kali.” Keluh Bu Fadilah.

Fadillah istri Ketua RT 6 RW 16 Tambakrejo beserta keluarganya saat membersihkan kerang hijau yang baru diambil oleh penyelam dari tambak. (Qosim/Edents)

Beruntung, rob dan sampah tidak terlalu berpengaruh terhadap penghasilan pengusaha budidaya kerang hijau. Panen kerang hijau bisa mencapai 1 kwintal, bahkan saat panen raya bisa mencapai 4 kwintal. Kerang hijau setelah dipanen dan dipotong-potong akan dijual ke pengepul. Oleh pengepul, kerang dibeli dan dibawa ke pasar. Biasanya 1 kwintal kerang hijau bisa mencapai 500 ribu. Namun, nominal itu belum mencakup biaya pegawai, operasional, dan lain-lain. Sebagai pengusaha budidaya kerang, Bu Fadilah tetap mensyukuri apapun hasil yang ia dapat.

Tanggul Laut Proyek Pemkot

Banjir rob atau pasangnya air laut menuju ke daratan pesisir pantai sangatlah umum terjadi di Desa Tambakrejo. Sama seperti kota-kota pesisir lainnya, bencana ini ditengarai oleh   waktu ke waktu. 

Tentu, pemerintah tidak tinggal diam menyaksikan ancaman krisis iklim yang kian parah melanda pesisir pantai Utara Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang. Salah satu inisiasi pemerintah Kota adalah dibangunnya infrastruktur Jalan Tol Semarang-Demak sepanjang 26,95 km. Jalan tol ini tak hanya ditujukan untuk mobilitas masyarakat, tetapi juga sebagai tanggul laut. Proyek infrastruktur ini menjadi jawaban pemerintah atas perkiraan kenaikan permukaan laut yang akan terus meningkat di masa yang akan datang.

Melansir dari TribunBanyumas.com, pemerintah Kota Semarang memulai pembangunan tanggul laut pada akhir tahun 2022. Tanggul laut ini akan dijadikan solusi untuk banjir rob yang terjadi. Panjang tanggul laut yang akan dibangun mencapai lebih dari 1,2 KM.

Dari kanan Pak Marzuki dan Pak Safi adalah kakak-beradik yang terdampak relokasi. Mereka tinggal di Tambakrejo sejak tahun 2000. (Hatfina/Edents)

Dalam menanggulangi banjir di wilayah Tambakrejo, beberapa proyek dilakukan pemkot Kota Semarang. Sebagai dampaknya, proyek-proyek itu membuat beberapa warga terkena dampak relokasi. Pak Marzuki dan Pak Safi adalah kakak-beradik yang terdampak relokasi. Mereka tinggal di Tambakrejo sejak tahun 2000. Pada tahun 2019, mereka harus terkena dampak relokasi. Tahun 2021, mereka diberikan hunian sementara oleh pemerintah. Marzuki menyebutkan bahwa secara kewarganegaraan, mereka sudah resmi memiliki tempat tinggal. Namun, untuk surat legalitas rumah masih belum jelas. Mereka berharap agar urusan surat rumah ini cepat selesai. 

Artikel ini merupakan hasil liputan bersama LPM se-Semarang Raya dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup