(Undip 20/08) – Kreasi mozaik sudah menjadi agenda umum yang biasa dilakukan ketika masa orientasi mahasiswa baru. Tentunya, setiap kreasi selalu memiliki keunikan tersendiri, begitu pun mozaik Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Universitas Diponegoro tahun 2023. Tidak tanggung-tanggung, kegiatan mozaik tahun ini juga memberikan torehan yang anti-mainstream, yaitu berhasil meraih rekor dunia dalam kategori formasi 2D dengan peserta terbanyak.
“The mosaics synergizing for a sustainable art in the Diponegoro Young Orientation event hold a remarkable value as a large scale environment to new students and community. I hope this event would give motivations and inspirations for all the colleague students,…I hope Indonesia, especially colleague students, can make more achievement in the world record, (Mozaik yang bersinergi untuk keberlanjutan dalam acara Orientasi Diponegoro Muda memiliki nilai luar biasa sebagai lingkungan berskala besar bagi mahasiswa baru dan sekitar. Saya berharap acara ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi untuk semua mahasiswa,… Saya berharap Indonesia, khususnya para mahasiswa, dapat membuat lebih banyak pencapaian rekor dunia),” ucap Lia Masmutiasari, Asia President of Record Holders Republic, ketika memberikan sambutannya.
Dalam kreasi mozaik tahun ini, ODM Undip menghadirkan 6 sketsa gambar berbeda. Perbedaan tersebut melahirkan sebuah kesinambungan makna, yaitu ODM tahun 2023 yang mengangkat isu persampahan. Selain itu, mozaik tersebut juga menyiratkan tujuan ODM 2023, yaitu sebagai sarana menunjukkan kesadaran mahasiswa Undip terkait permasalahan lingkungan dan pentingnya pengelolaan sampah untuk menjaga keseimbangan alam.
“Dengan tema ‘Bersinergi Demi Bumi Lestari’, bersinergi bukanlah sekadar kata-kata tetapi merupakan panggilan untuk bekerja bersama dalam upaya menjaga bumi lestari.” papar salah seorang panita yang menjelaskan filosofi mozaik ODM Undip 2023.
Sketsa pertama yang dibawakan dalam kreasi mozaik ODM Undip 2023 adalah lambang Universitas Diponegoro. Gambaran yang menunjukkan bahwa Undip ialah tempat bernaung bagi para Dipo Muda dalam menempuh jenjang perkuliahan. Selanjutnya, ditunjukan sketsa Lawang Sewu. Lawang Sewu dinilai sebagai ikon Kota Semarang yang menjadi ciri khas kota ATLAS itu.
Sketsa ketiga adalah logo ODM Undip. ODM menjadi wadah awal perkenalan mahasiswa baru dengan kampus Undip. Sketsa keempat ialah gambar Bumi yang diharapkan dapat terus lestari. Sketsa ini berkesinambungan dengan sketsa kelima yang menunjukkan ciri-ciri Bumi lestari, yaitu terjaganya alam sebagai paru-paru Bumi. Terakhir, sketsa keenam, menunjukkan tulisan “Bersinergi Demi Bumi Lestari” sebagai penegasan tema kreasi mozaik ODM tahun ini. (LD/TG)

