Seminar Jurnalistik 2022 LPM Potlot: Key Concepts Of Digital Journalism

Reporter: Riska Aulia dan Maulida Fauzia

seminar-jurnalistik-2022-lpm-potlot-key-concepts-of-digital-journalism

FSM Undip (29/05) – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Potlot menyelenggarakan seminar jurnalistik dengan tema “Key Concepts of Digital Journalism” pada Minggu, 29 Mei 2022. Seminar ini menghadirkan pembicara Gina Fita Prilila. Ia merupakan salah satu alumni Universitas Diponegoro dan sekarang menjadi seorang jurnalis dan pembawa acara TvOne. Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan oleh sambutan-sambutan dari Ketua Pelaksana Seminar Jurnalistik 2022, Hilmi Syahira, Ketua LPM Potlot, Atika Resti Rahmanda, dan Pembina LPM Potlot, Ibu Rismiyati B. Eng, M. Cs.

Digital Journalism: Perkembangan Masyarakat Menggunakan Teknologi

Menurut survey Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII), dari tahun ke tahun perkembangan teknologi di masyarakat meningkat cukup signifikan. Data terbaru pada Januari 2022 menunjukkan terdapat sebanyak 204,7 juta jiwa atau 73,7% dari total populasi Indonesia pada awal tahun 2022 yang telah memiliki akses terhadap teknologi. Selain itu, pada awal tahun 2022, sebanyak 191,4 juta orang Indonesia telah menggunakan media sosial. Menurut Kak Gita, alasan kebanyakan orang mau menggunakan media sosial ialah sebagai tools untuk mencari indormasi ataupun berbagai macam hal lainnya. “Setiap detiknya, kita bisa mendapatkan informasi ter-update,” jelas kak Gina.

Jenis Media Dan Kebijakan Redaksional

Sumber informasi dapat disajikan melalui media multiplatform yang mainstream, seperti dalam bentuk radio, koran, atau televisi, maupun media multiplatform non mainstream, seperti sosial media dan lain sebagainya. Menurut Kak Gina, walaupun televisi menjadi sumber rujukan utama, masyarakat tidak boleh mengelakan keberadaan dari media lain. “Tantangan bagi kita adalah,’ bagaimana cara mempertahankan eksistensi media mainstream di tengah arus teknologi internet dan lain sebagainya?’,” tanya kak Gina. “Kita mencoba beradaptasi dan mencoba untuk terus mendistribusikan misi jurnasilisme dengan mengambil suara-suara di media sosial yang dapat dijadikan salah satu cara untuk beradaptasi di era digital saat ini,” lanjut Kak Gina.

“Secara analoginya, seorang reporter (itu) seperti kehidupan pada rumah tangga,” ujar kak Gina. Paparan tersebut memiliki arti bahwa proses filtrasi yang terjadi pada media mainstream adalah berjenjang. Terdapat step atau langkah-langkah yang membutuhkan waktu cukup lama sebelum berita dapat disampaikan pada publik. “Kehadiran media mainstream ini adalah untuk clearing informasi dari proses validasi,” jelas kak Gina.

Tantangan Media Di Era Kiwari

Dalam pengambilan sebuah berita, salah satu yang harus diperhatikan adalah pengambilan sudut pandang. “Yang harus dikedepankan adalah independensi,” ujar Kak Gina. Independensi secara harfiah adalah tidak boleh ada keterlibatan pihak lain dalam proses produksi berita. “Tetapi sudut pandang berita itu soal subjektifitas pemikiran,” ujar Kak Gina. “Netralitas pemikiran juga terkait dengan subjektifitas pemikiran,” tambah Kak Gina.

Menurut Kak Gina, berbagai tantangan di era kini pada media baru harus diperhatikan. Kunci membangun suatu berita yang baik adalah relate atau sesuai dengan keadaan yang sebenarnya serta harus selalu mengikuti trend yang sedang berlangsung.

PJTL Psikojur 2022: Berkarya di Era Konvergensi Media

Reporter: Anggita dan Luvita

pjtl-psikojur-2022-berkarya-di-era-konvergensi-media

(Undip- 10/4/22) “Para jurnalis di era konvergensi media mesti multi-skilled,” ucap Melani Indra Hapsari, atau Mela, sebagai kalimat awal beliau dalam kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut (PJTL) Lembaga Pers Mahasiswa Psikologi Jurnalistik (LPM Psikojur) tahun 2022. Dengan berfokus pada penggalian data dan kepenulisan dalam produk jurnalistik, Mela membahas secara padat dan jelas materi-materi yang ia bawa.

Era Konvergensi Media


Teknologi yang semakin canggih memberikan berbagai pembaharuan, termasuk dalam bidang jurnalistik. Konvergensi media jurnalistik adalah salah satu contoh pembaharuan di mana berbagai platform digabung jadi satu untuk menampilkan sebuah karya jurnalistik menarik dan berdaya saing. Maka dari itu, timbul tantangan yang muncul seiring berkembangnya pembaharuan ini. Mela berujar, “Tantangan (di bidang jurnalistik) banyak. Di media, (jurnalis) tidak cukup hanya bisa menulis. Anda bisa bersaing ketika Anda punya banyak hal,”.

Jurnalisme Data

Dalam bekerja, seseorang jurnalis akan sering terlibat dalam hal mencari data atau berita. Data tersebut kemudian ditulis lalu disajikan pada massa. Karena itu, data merupakan hal yang sangat penting. Dari titik inilah istilah “jurnalisme data” muncul. Jurnalisme data memungkinkan seorang jurnalis menghimpun berbagai data dari berbagai tempat, bahkan tanpa harus melalui tahap wawancara. Data-data tersebut selanjutnya akan dibandingkan satu sama lain kemudian dilihat realisasinya di lapangan. Hal ini lah yang menjadi senjata utama jurnalistik untuk dapat menangkal berita-berita bohong (hoax).

Mela menyatakan terdapat 3 tahap penting dalam menggali data. Tahap pertama ialah observasi di mana jurnalis perlu datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan menggunakan news sense-nya untuk mengumpulkan data. Tahap kedua ialah wawancara. Perlu ada identifikasi narasumber agar data yang diperoleh benar. “Ketika ada suatu kejadian (dan) teman-teman mau meliput, pikirkan (dahulu) siapa sumber primer, sekunder, dan relasinya dengan topik yang ingin dibawa,” papar Mela. Tahap terakhir ialah studi literatur. Studi ini dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti buku, majalah, dan koran.

Memahami Warganet

Dalam dunia maya, sangat banyak berita online yang dapat dikonsumsi oleh warganet. Karena itu, jurnalis perlu memahami keinginan dan pola pikir warganet agar karyanya dapat dibaca banyak orang. Mela menjelaskan bahwa terdapat beberapa rekomendasi yang bisa menjadikan sebuah berita menarik. Salah satu rekomendasi tersebut ialah search engine optimization (SEO). Istilah SEO sendiri berarti proses menjadikan situs lebih “terlihat” oleh pembaca saat mereka melakukan pencarian data melalui search engine. Berita-berita online juga dapat didukung oleh infografis agar menarik. Hal ini dikarenakan kecenderungan sebagian besar manusia yang lebih mudah memahami gambar daripada teks biasa.

Di dunia jurnalistik masa kini, persaingan dalam menyajikan berita bukan lagi hitungan hari, namun hitungan jam, bahkan menit dan detik. Maka dari itu, jurnalis perlu dapat membaca situasi, meningkatkan kemampuan diri, dan memahami sifat warganet agar karya mereka dapat tersampaikan secara luas pada masyarakat. Jangan sampai peran mulia jurnalistik sebagai penghubung masyarakat melemah begitu saja karena hal-hal yang sebetulnya bisa dipersiapkan dari saat ini.

Menyambut LKMM-D FEB UNDIP 2022

Reporter: Dewanti dan Munna

Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa tingkat Dasar (LKMMD) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) merupakan salah kaderisasi setelah LKMMP-D yang sesuai dengan buku biru. Pada Minggu, 27 Maret 2022, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Undip mengadakan sosialisasi LKMM-D pada platform Zoom Meeting dengan membawa tema ‘‘Empowering Leaders, Enabling Others’’ dengan tagline “Creating Leaders Who Lead Others to Lead Better”. LKMM-D ini merupakan kelanjutan kaderisasi LKMMP-D dimana membawa tujuan untuk mengembangkan kepemimpinan, management skill, problem solving, kemampuan beranalisis, dan juga sebagai wadah bagi mahasiswa untuk ikut serta dalam organisasi. Filosofi yang dibawa pada tahun ini adalah ombak yang menggambarkan kekuatan dan dinamisme, matahari yang menggambarkan kehangatan dan sumber harapan, dan sinar matahari yang menggambarkan bukti nyata semangat dan energi.


Sosialisasi pada 27 Maret 2022 tersebut dihadiri oleh Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) yang berada di FEB serta mahasiswa/i yang berasal dari luar FEB. Kegiatan sosialisasi dibuka pada pukul 12.15 WIB dengan rangkaian kegiatan awal adalah menyanyikan Indonesia Raya dilanjut Himne Undip dan Mars Mahasiswa Totalitas Perjuangan. Selanjutnya, kegiatan dibuka dengan pembacaan materi oleh 2 pembicara, yaitu Elisabeth Maretta Kristianti Ginting yang berasal dari Program Studi (Prodi) Gizi, Fakultas Kedokteran Undip dan Dita Indah Maharani yang berasal dari Prodi Ekonomi Islam FEB Undip.

LKMM-D sendiri akan dibuka dengan tahap seleksi berkas, Focus Group Discussion (FGD), hingga interview. Rangkaian proses penyeleksian tersebut bertujuan untuk mengambil mahasiswa/i berkompeten yang berhak ikut tahap LKMM-D selanjutnya. Setalah melewati tahap penyeleksian, akan ada rangkaian acara dari LKMM-D yang terdiri dari technical meeting pada 13 Mei 2022 dilanjutkan dengan Pre-Phase 1, Pre-Phase 2, Day 1, Day 2, Day 3, Day 4, Social Project, dan yang terakhir adalah LPJ Social Project dilaksanakan pada 10 Juli 2022 dimana peserta mempresentasikan laporan penanggungjawaban project yang telah dilakukan.

Untuk peserta LKMM-D sendiri tidak hanya dari delegasi ormawa FEB melainkan dapat dikuti oleh delegasi ormawa manapun dari Universitas Diponegoro. Untuk jumlah kuota peserta tahun ini 80 peserta namun bisa lebih dengan melihat antusias para peserta. Presentase kuota sama antara ormawa FEB maupun ormawa dari luar FEB.

Rangkaian kegiatan yang nantinya diberikan seperti Sekolah Bidang, Pendidikan, Sekolah Bisnis, Sekolah Ekonomi dan Politik akan dibawakan materi yang berbeda dengan pembicara yang berkompeten sesuai dengan tema materi yang ditentukan. Namun berbeda dengan tahun lalu sekarang Sekolah Bidang tahun ini lebih ke general dan singkat jadi para peserta dapat memilih beberapa bidang yang diminati dan tidak fokus ke satu bidang saja.

Cara Cerdas Memulai Bisnis

Reporter: Arrifqi dan Fitri

cara-cerdas-memulai-bisnis

Bukan rahasia umum lagi, jika sebagian besar orang dihadapkan sejuta ketakutan saat ingin memulai berbisnis. Mulai dari persoalan pasar, target konsumen, permodalan, hingga diversifikasi produk yang kerap kali dianggap sebagai kunci utama sebuah kesuksesan dalam berbisnis. Padahal ketika kita merujuk pada riset, sebanyak lima puluh ribu brand baru lahir setiap tahunnya di Indonesia. Fenomena ini juga dapat diartikan bahwa terdapat tujuh brand baru muncul setiap jamnya.

Mindset Wirausahawan yang Harus Diubah

Bagaimana cara menemukan value produk saya? Pertanyaan ini sering muncul pada orang-orang yang ingin memulai bisnis. Terkadang mereka terlalu fokus pada permasalahan diversifikasi produk atau bagaimana caranya produk mereka berbeda dengan kompetitor bisnis lainnya. Mencari pembeda untuk suatu produk bukan menjadi permasalahan, namun yang menjadi bencana, sering kali jalan keluar yang mereka tempuh dengan cara mengotak-atik produknya. “Seakan-akan produk ini adalah mahakarya yang keren banget, ini sebuah sesuatu yang membuat customer beli karna produk ini. Kita mati-matian berfikir gimana caranya produk ini menjadi sesuatu yang berbeda, dan faktanya di luar sana jauh banyak produk-produk yang sejenis,” ungkap Doddy Zulkifly, CEO Neyma Brand Identity.

Doddy menganalogikannya dengan sebuah produk inovasi dari coklat. “Coklat rasa rendang” mungkin produk ini terdengar sangat inovatif, namun yang menjadi pertanyaaan, apakah konsumen akan membeli produk tersebut? Dari sini lah kita dapat tahu jawaban dari persoalan tersebut. Pada Pelatihan Digital Marketing yang diselenggarakan oleh Pegadaian Syariah dan Prodi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) pada Sabtu (25/03), dimana Doddy sebagai pembicara lebih menekankan pada bahasan “Membangun Brand Image Produk melalui Platform Digital”.

Membangun Brand Image Bukan Persoalan Mudah

Tidak hanya itu, Doddy juga memberikan contoh penerapan membangun brand image dengan menganalisa bisnis customer-nya yaitu brand Bunga Chicken yang omsetnya terus menurun bahkan merugi dibandingkan dengan brand fried chicken lainnya. Dengan pengalaman yang dimiliki ia mendapatkan beberapa hipotesis. Hipotesis yang pertama produk tersebut mungkin kurang enak, namun setelah di lakukan survei buta dengan uji sampel makanan tanpa melekatkan brand-nya terhadap beberapa orang, ternyata produk yang enak adalah produk dari Bunga Chicken. Kemudian dia melakukan uji terhadap hipotesis yang kedua yaitu target pasar, ia bertanya kepada owner-nya bagaimana ide usaha tersebut bermula.

“Saya membuat bisnis ini sebagai pemecahan masalah dari ibu-ibu komplek yang malas untuk memasak karena suaminya kerja dan anak-anaknya sekolah,” ungkap pemilik Bunga Chicken. Setelah di analisis Doddy mendapat hipotesis bahwa toko/outlet Bunga Chicken tidak efektif karena yang di butuhkan customer adalah makanannya bukan tempatnya. Jadi Doddy mencoba untuk mengubah posisi kasir yang tadinya ada di belakang, sekarang di pindah ke depan sehingga dekat dengan parkir dan terlihat dari jalan. Alhasil, setelah di terapkan di satu outlet tersebut ternyata hasilnya penjualan meningkat 20 hingga 30 persen. Seiring berjalannya waktu, strategi tersebut di terapkan di outlet lainnya dan hasilnya tujuh outlet Bunga Chicken sangat profitable.

Setelah melalui beberapa tahap analisis, ternyata permasalahannya adalah di tata letak dan desain dari outlet nya kaena costomer lebih suka yang drive thru. Sebelum seminar berakhir, Doddy Zulkifly menegaskan bahwa “Menciptakan sebuah brand dari memecahkan masalah yang ada di pasar memang bagus namun perlu juga mengetahui cara pemasaran dan cara branding yang tepat”.

Pemulihan Ekonomi Menjadi Sorotan Utama Orasi Ilmiah Wakil Gubernur Jawa Tengah

Reporter: Michelle dan Tsania

pemulihan-ekonomi-menjadi-sorotan-utama-orasi-ilmiah-wakil-gubernur-jawa-tengah

(Undip, 14/3) Dalam memperingati Dies Natalis Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) yang ke-69, Fakultas Ekonomika dan Bisnis menyelenggarakan kegiatan Rapat Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah yang diselenggarakan secara luring pada (14/3) di Hall Gedung Kewirausahaan FEB kampus Undip Tembalang dan secara daring melalui platform Zoom Meetings. Kegiatan ini mengambil tema Strategi Penguatan UMKM dan Koperasi di Masa Pandemi Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Jawa Tengah, dengan pembicara Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Senat Akademik Anis Chariri. Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan oleh Yos Johan Utama selaku Rektor Undip.

Solusi pemulihan ekonomi pasca Covid-19 menjadi intisari gagasan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen. Bermula dengan adanya Covid-19 yang memporak-porandakan perekonomian, yang mana ekonomi ini merupakan salah satu sektor yang paling terdampak ketika kita mengalami pandemi. Ini juga perlu diketahui bahwa ternyata UMKM menjadi salah satu
penopang terbesar untuk pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Siapa sangka, fenomena ini sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa yang saat itu melakukan pembelajaran secara daring, yang banyak tinggal di daerah-daerah, kota-kota, dan pelosok-pelosok itulah yang akhiranya dapat mendorong daya bangkit ekonomi di daerah pedesaan. Pada mahasiswa yang khususnya memiliki kejuruan di bidang ekonomi, tentu akan memiliki pandangan yang berbeda sehingga muncul pelatihan-pelatihan yang diinisiasi oleh mahasiswa. “Saya yakin di situ juga banyak mahasiswa Undip jurusan ekonomi melatih masyarakat bagaimana mengelola usaha itu dan nantinya akan memiliki pangsa pasar sendiri,” ucap Taj Yasin. Ketika hanya masyarakat saja yang memasarkan dan memproduksi, tidak ada value atau imbas yang besar kepada para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Hal itu karena terkait ekonomi UMKM, masyarakat rata-rata produksinya masih sama.

Dengan adanya sentuhan dari para pelaku ekonomi muda yang dari universitas khususnya Undip di Fakultas Ekonomi akan dicantumkan adanya cerita yang membuat khas sendiri pada masing-masing produk. Atas dasar itulah, pemerintah mengeluarkan berbagai program supaya UMKM ini tetap bertahan dan maju untuk lebih berkembang melalui kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pemerintah dan juga civitas, khususnya Undip, turut membantu untuk memberikan hibah bagi usaha pemula demi pengembangan pertumbuhan produk-produk yang ada di masyarakat.

Tidak hanya itu, adanya tambahan dana Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dapat digunakan untuk pinjaman murah bagi UMKM. Pemerintah juga menyiapkan untuk UMKM dapat bersaing di pasar domestik sampai internasional. Kalau sudah naik ke tingkat internasional, sumber daya manusia ini lah yang sangat penting, salah satunya terkait komunikasi. Sehingga apabila adanya pesanan yang berasal dari luar negeri, masyarakat tidak kebingungan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa asing. Hal itulah yang seharusnya kita tingkatkan bahwa pembekalan bahasa pada mahasiswa itu penting untuk pemasaran.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk memandang COVID-19 ini bukan hanya menjadi musibah, tapi juga menjadi hikmah bagi kita semua untuk mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih maju dan berkembang. Pemerintah merangkul dengan menciptakan kebijakan pelatihan-pelatihan secara daring untuk masyarakat. Pak Yasin juga mengharapkan mahasiswa ekonomi jangan dibiasakan menjadi pegawai saja, tapi juga bagaimana membuka peluang usaha.

Bersama ECOTRAIN, Ayo Pahami Data!

Reporter: Luvita Dyaningsih

(Minggu, 6/3/22) Peningkatan kebutuhan dalam mengolah, menginterpretasi, serta memahami data menjadi salah satu dorongan diselenggarakannya pelatihan aplikasi statistik rutin oleh Diponegoro Economics Student Community (DESC), bernama ECOTRAIN. Pelatihan ini dilaksanakan pada Minggu, 3 Maret 2022 melalui platform Zoom meeting. ECOTRAIN 2022 memiliki tujuan meningkatkan kemampuan analisis statistikal melalui aplikasi SPSS. Harapannya, ilmu yang didapat berguna dalam penerapan kebutuhan sehari-hari, khususnya pada dunia akademik dan riset. ECOTRAIN mengundang Hastarini Dwi Atmanti (Dosen FEB Undip) sebagai pembicara.


Upaya Menafsirkan Data


Perkembangan teknologi menghasilkan lebih banyak data yang dapat digunakan dalam memahami lingkungan masyarakat, khususnya bagi akademisi dan peneliti. Dengan data, seorang akademisi atau peneliti dapat membuat teori terhadap suatu perkara, bahkan dapat memprediksi. Namun, hal-hal itu tidak akan tercapai apabila akademisi maupun peneliti tidak mengetahui bagaimana cara menafsirkan data yang begitu banyak menjadi sebuah informasi singkat, padat, serta jelas, apabila tidak mengetahui bagaimana cara menggunakan aplikasi-aplikasi statistik, salah satunya SPSS. Regresi adalah materi utama dalam ECOTRAIN 2022. Penerapan regresi sangat berguna dalam penyusunan karya tulis ilmiah maupun skripsi. Regresi yang dijelaskan oleh Hasta pada ECOTRAIN ini lebih berfokus pada regresi linier.


Learning by Doing

Ketika menjelaskan materi, Hastarini menerapkan konsep belajar interaktif yang juga memfokuskan pada praktik. Peserta diminta membuka aplikasi SPSS Statistic kemudian mencoba menganalisis data-data yang telah disiapkan sambil mendengar penjelasan beliau. Walaupun kerap kali berganti layar, ilmu yang beliau coba sampaikan pada para peserta dapat diterima dengan baik. Buktinya, selama acara berlangsung, peserta cukup mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan kejutan dari pembicara.


Data itu Penting

Selama pemaparan, Hastarini kerap kali menekankan bahwa kepastian terkait
data perlu digarisbawahi. Jangan sampai ada data yang kosong maupun keliru. Kekosongan serta kekeliruan data dapat mengarahkan penelitian pada hasil akhir
yang tidak tepat. Selain itu, akademisi maupun peneliti tidak boleh seenaknya
memilih pendekatan. Hal tersebut mungkin saja menjadikan penelitian tidak mencerminkan keadaan sebenarnya di lapangan. Oleh karena itu, sesuainya penggunaan pendekatan ketika mengolah data juga tak kalah penting. Data adalah hal yang vital. Apalagi ketika bahasannya untuk memprediksi masa depan. Tanpa data, seorang manusia tidak akan mengetahui keadaan sekitarnya. Tanpa data pula, tidak akan ada novelty dalam kehidupan. Data perlu
diolah sebaik mungkin agar dapat diinterpretasi dan dipahami, baik oleh
penggunanya maupun bagi masyarakat luas.

“It is a capital mistake to theorize before one has data. Insensibly one begins to twist facts to suit theories, instead of theories to suit facts.” (Merupakan kesalahan besar ketika berteori sebelum memiliki data. Tanpa disadari, seseorang mungkin akan memutarbalikkan fakta agar sesuai dengan teori, bukannya teori yang menyesuaikan fakta). – Sir Arthur Conan Doyle,
Sherlock Holmes.

Dibuka dengan Khotmil Qur’an, Berikut Agenda Dies Natalis FEB Undip ke-62 Selanjutnya

Reporter: Fitri

dibuka-dengan-khotmil-quran-berikut-agenda-dies-natalis-feb-undip-ke-62-selanjutnya

Tahun ini merupakan tahun ke-62 Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) memperingati Dies Natalis FEB Undip. Istilah Dies Natalis sendiri merujuk pada suatu peringatan atas hari lahir yang di dalam sejumlah besar budaya dianggap sebagai peristiwa penting yang menandai awal perjalanan kehidupan. Peristiwa ini biasanya lebih dikenal dikalangan organisasi atau perguruan tinggi. Sederhananya, Dies Natalis juga dapat diartikan sebagai hari ulang tahun sebuah instansi atau lembaga pendidikan.

Berlokasi di Gedung Hall Kewirausahaan FEB Undip, Dies Natalis tersebut resmi dibuka pada Rabu (2/3) pukul 09.00 WIB. Selain diselenggarakan secara offline, peserta juga dapat bergabung secara daring. Sebagaimana acara ini juga dapat diikuti melalui platform Zoom Meeting dan live streaming pada kanal YouTube FEB Undip.

Manifestasi Spirit Al-Qur’an Dalam Membangun Karakter Insan Akademik

Menariknya, Dies Natalis tahun ini dibuka dengan acara Khotmil Qur’an oleh Ust.Abdul Mustaqim, Direktur Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Kalijaga Yogyakarta. Sebagaimana “Manifestasi Spirit Al-Qur’an Dalam Membangun Karakter Insan Akademik” menjadi tajuk acara ini.

Lewat tema ini, kita seakan diingatkan kembali kepada tiga aspek penting dalam kehidupan. Diantaranya ialah penguatan aspek keimanan, keindahan, dan pengetahuan. Sebab, dengan iman hidup akan terarah, dengan ilmu hidup menjadi mudah, dan dengan seni hidup menjadi lebih indah. Ketiga hal tersebut merupakan poin penting dalam membentuk karakter insan akademik. Tafsir mengenai definisi insan atau manusia dan falsafah iqra’ juga menjadi inti pembicaraan, serta bagaimana cara membentuk karakter insan akademik juga turut menjadi bagian dari kajian.

Rangkaian Acara Dies Natalis Mendatang

Tidak hanya Khotmil Qur’an, ternyata masih banyak lagi kegiatan lain di hari mendatang untuk memeriahkan Dies Natalis FEB Undip kali ini.

“Alhamdullilah nanti rangkaiannya juga banyak kegiatan, selain tadi ada beberapa Seminar Keluarga, Khotmil Qur’an, kemudian juga ada Three Minute Thesis Competition untuk lomba disertasi, thesis, dan skripsi terbaik. Kemudian juga ada lomba happy-happy, seperti Lomba Mancing Together, ada Lomba Karaoke, dan ada olahraga, namun juga tetap jaga prokes, dan kegiatan lain-lain,” ujar Suharnomo selaku Dekan FEB Undip.

Seakan tidak mau tertinggal, para alumni FEB Undip juga akan menyelenggarakan Charity Golf Tournament. Kegiatan ini sebagai bentuk penyambutan rangkaian Dies Natalis sekaligus menjadi momentum untuk menjalin silaturahmi di antara para alumni. Hal ini disampaikan langsung oleh Suharnomo pada sambutan pembukaan Dies Natalis FEB Undip. “Nanti di tanggal dua puluh Maret kita akan juga ada golf, Charity Golf Tournament di Jakarta,” pungkasnya.

Roadshow Pemira Undip 2021 ke Fakultas Ekonomika dan Bisni

Reporter: Seli dan Arif

FEB (05/12) – Digelar secara daring melalui Zoom, telah dilaksanakan acara Roadshow Pemira Undip 2021. Acara ini dijadikan sebagai ajang untuk mengenalkan calon ketua dan calon wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip, yaitu dari pasangan calon (Paslon) nomor satu atas nama Muhammad Fajar Sodik dan Salsabila dengan nama kabinet “Abirama Cipta” serta paslon nomor urut dua atas nama Ichwan Nugraha Budjang dan Fika Indah Febriyani dengan nama kabinet “Rasi Pembaharu” serta Mahasiswa Wali Amanat (MWA) Unsur Mahasiswa (UM). Acara ini difokuskan kepada para audiens agar dapat mengenal lebih jauh para calon beserta gagasan serta visi dan misinya. 

Acara ini dihadiri oleh dua panelis yaitu Safriko Desna Putra dan Rahmatullah Yudha, serta satu peran publik yaitu Muhammad Rivandi Tsani Almesa. Kegiatan ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Undip, kemudian dilanjutkan pemaparan Grand Design Organisasi dari masing-masing paslon Ketua-Wakabem BEM Undip, setelah itu pemaparan Arah Gerak MWA Undip oleh calon nomor 1 . Untuk selanjutnya diadakan sesi tanya jawab oleh panelis dan audiens kepada tiap calon. 

Ada beberapa program unggulan yang dibawa oleh masing-masing paslon. Paslon satu membawa dua buah inovasi sistem berupa e-vote suara Undip yang hadir sebagai upaya penghimpunan aspirasi mahasiswa dan hotline Kesma BEM Undip sebagai layanan aduan mahasiswa Undip perihal banding UKT dan yang lainnya. Adapun paslon dua membawa tujuh buah program unggulan yaitu Ruang Aspirasi Dipo Career Training, Modernisasi Buku Panduan Kaderisasi, PSDKU Learning Center, Diponegoro Women’s Forum, Data Satu Pintu, dan Deforestation and Climate Change Panel Discussion.

Menurut panelis pertama yaitu Safriko, tidak terlalu ada kritisi untuk GDO kedua paslon karena tidak ada yang terlalu berbeda dari BEM di hari ini. Lalu menurut panelis kedua yaitu Yudha, ia menyoroti tentang salah satu program unggulan paslon dua yaitu Diponegoro Women’s Forum. Yudha sangat setuju dengan adanya program unggulan ini, karena menurutnya program ini akan selaras dengan Permendikbud Nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Selanjutnya Alim memaparkan tentang Arah Gerak MWA Unsur Mahasiswa 2022. Pemaparan ini berisikan tentang latar belakang, visi dan misi, isu strategis, tentang BK MWA Undip UM, dan inovasi. Program unggulan yang dibawakan oleh Alim ini ada 3, antara lain: Lekas (Lembar Kisah Fakultas/Sekolah) yaitu kunjungan BK MWA Undip UM ke fakultas/sekolah dengan mengangkat topik tematik, Diskusi Terbuka, dan Kepoin Kampus yang merupakan proker yang menyajikan infografis/pamflet mengenai perkembangan kondisi kampus. 

Setelah itu, diadakan sesi tanya-jawab dan mengkritisi untuk calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Universitas Diponegoro 2022 nomor urut 1 dan 2, serta calon MWA-UM Universitas Diponegoro 2022. Sesi ini diberi waktu satu jam oleh panitia dan dikhususkan untuk publik yang ingin bertanya atau mengkritisi para calon yang sedang mengikuti roadshow ini. Acara berlangsung lancar dan damai tanpa ada halangan. Namun sangat disayangkan dalam roadshow kali ini calon Wakil Ketua BEM nomor urut 1, Salsabila, tidak dapat turut serta dikarenakan kesehatannya yang sedang tidak baik.

Survei Elektabilitas Pemira BEM FEB 2021: Akbar-Subkhi Memimpin

Reporter: Luvita dan Tsania

Puncak Pemilihan Umum Raya Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (Pemira FEB Undip) sudah di depan mata. Dari sekian banyak mahasiswa FEB, 2 pasangan calon ketua serta wakil ketua badan eksekutif mahasiswa (Kabem-Wakabem) fakultas maju demi mengabdikan diri pada kampus kuning. Dengan berbagai latar belakang organisasi serta pengalaman, tiap-tiap pasangan membawa warnanya masing-masing dalam perjalanan Pemira tahun ini.

Calon pasangan pertama, Noor Khaafidl Razzaaq dan Insyira Risma Medya, membawa visi, “Mewujudkan BEM FEB Undip 2022 yang dapat menggapai tujuan nyata, dengan harapan baru serta berperan aktif untuk mahasiswa FEB yang lebih unggul,”. Pasangan ini memberikan nama kabinetnya “Gemintang Cipta” yang ber-tagline­-kan, “Satu tuju, gapai cita, menembus batas,”

Berbeda dengan calon pasangan Kabem-Wakabem pertama, calon pasangan kedua, Muhammad Akbar dan Muchammad Subkhi Abdul Khakim menamai kabinetnya “Gemar Cipta”. Visi yang mereka bawa adalah, “Semarak gemar BEM FEB Undip sebagai katalisator dalam mewujudkan FEB Undip yang unggul untuk Undip dan Indonesia”. Karena fokus pasangan ini adalah mencipta, tagline yang mereka sematkan ialah, “Berani mulai, wujudkan karya nyata”.

Setelah seluruh rangkaian Pemira yang dilaksanakan, tentu masyarakat FEB Undip mulai mengenal kedua calon pasangan Kabem-Wakabemnya. Maka dari itu, dalam rangka menghadapi puncak pemilihan yang tidak lama lagi, Lembaga Pers Mahasiswa Economic Students (LPM Edents) mengadakan survei elektabilitas terhadap kedua pasangan. Survei ini belum sepenuhnya mencerminkan keadaan hari-h pemilihan nanti namun dapat menjadi gambaran bagi kedua pasangan calon untuk terus mempromosikan diri mereka.

Dari 3.126 lebih mahasiswa FEB secara keseluruhan, survei elektabilitas Kabem-Wakabem Pemira 2021 berhasil mengumpulkan 94 responsi. 53 responden survei ialah perempuan, sedangkan sisanya laki-laki. Umur responden berkisar antara 17 – 22 tahun dan berasal dari keempat program studi di FEB, Akuntansi, Ekonomi Islam, Ilmu Ekonomi, dan Manajemen. Para responden merupakan mahasiswa dari keempat angkatan yang saat ini masih aktif mengikuti kegiatan belajar di FEB Undip, yaitu angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021.

Dari hasil survei elektabilitas Kabem-Wakabem Pemira 2021 menunjukkan bahwa mahasiswa FEB Undip lebih mengetahui pasangan calon nomor urut dua, yaitu Muhammad Akbar dan Muchammad Subkhi dibandingkan dengan pasangan calon nomor urut satu, Noor Khaafidl dan Insyira Risma. Namun, ada juga mahasiswa yang masih belum mengetahui siapa saja pasangan calon ketua serta wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Undip 2022. Mahasiswa FEB juga lebih menyukai pasangan calon Akbar dan Subkhi dengan persentase 60,6% lebih unggul dari paslon nomor satu (39,4%).

Berdasarkan survei, ternyata mahasiswa FEB Undip lebih banyak yang ingin memilih paslon nomor urut dua (Akbar-Subkhi) jika dilakukan pemungutan suara, dengan persentase 38,3 persen. Untuk paslon nomor urut satu, terdapat 28,7% untuk memilih mereka jika dilakukan pemungutan suara. Sisanya, terdapat 33% memilih untuk tidak menjawab pertanyaan survei tersebut. Dengan persentase 31,9% mahasiswa memilih dengan alasan track record yang dimiliki paslon Akbar-Subkhi. Selanjutnya, alasan pemilihan tersebut karena visi misi, Grand Design Organization (GDO), persiapan, personality, kabinet, dan background yang dimiliki oleh paslon Akbar-Subkhi.

Dengan survei yang telah dilakukan, simpulannya adalah untuk paslon nomor urut dua (Muhammad Akbar dan Muchammad Subkhi) lebih unggul dibandingkan dengan nomor urut satu (Noor Khaafidl dan Insyira Risma). Visi misi serta track record ternyata sangat mempengaruhi terpilihnya paslon tersebut. Responden lebih mengenal dekat paslon nomor urut dua, yang mana bisa menjadi peluang untuk mereka menjadi unggul pada Pemira 2021.

Mengenal Lebih Dekat Pasangan Calon Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM FEB Undip Nomor Urut Dua, Akbar-Subkhi

Reporter: Arif Pratama dan Nisa Alisva

Apakah latar belakang Anda mencalonkan diri dalam pemilihan Ketua-Wakil Ketua BEM FEB Undip 2022?

“Yang pertama di dalam suatu keorganisasian tentu dibutuhkan suatu estafet kepemimpinan. Selain keyakinan akan diri sendiri ada orang-orang di sekitar yang mendorong dan memberikan kepercayaan kepada kami untuk berani memberi perubahan di BEM FEB Undip tahun 2022. Lebih daripada itu kita ingin mendapatkan sesuatu yang belum pernah kita dapatkan sebelumnya dengan cara melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya.”

Apa visi dan misi yang Anda bawa dalam Pemira kali ini?

Visi: Semarak gemarBEM FEB Undip sebagai katalisator dalam mewujudkan FEB Undip yang unggul untuk Undip dan Indonesia.

Misi
Cipta Tata: Membangun iklim kolaboratif intra organisasi guna mendorong sistem kerja yang optimal.

Cipta Kolega: Menjalin komunikasi yang baik antar lembaga internal maupun eksternal kampus dan para stakeholder guna mewujudkan hubungan yang harmonis dan kolaboratif.

Cipta Guna: Meningkatkan pelayanan, pengabdian masyarakat, dan pergerakan mahasiswa yang aktif, responsif, dan strategis.

Cipta Citra: Memanfaatkan perkembangan media dan teknologi sebagai peningkatan kualitas publikasi informasi yang informatif, aktual, dan menarik.

Cipta Karya: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing, serta menciptakan karya yang optimal

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar tertarik untuk memilih Anda?

“Yang pertama ialah memperkenalkan diri kami, tentang track record atau pencapaian kami selama menjadi mahasiswa, lalu kami memperkenalkan gagasan yang kami bawa secara komprehensif serta menerima dan menyerap aspirasi mahasiswa FEB sebagai bentuk dorongan dan motivasi karena suara mahasiswa FEB menjadi salah satu indikator yang mampu memperkuat gagasan kami.”

Apa saja pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai pasangan calon Ketua-Wakil Ketua BEM FEB Undip 2022?

“Pertama, di tahun 2021 kepengurusan BEM FEB Undip Konstelasi Cita sudah berjalan cukup baik. Sehingga ke depan kami mencoba untuk mengoptimalisasi segala kekurangan yang ada di BEM FEB Undip, salah satu contoh adalah kami ingin mengoptimalisasi peran PMO sebagai fasilitator dalam mewadahi para fungsionaris untuk memiliki hubungan yang erat, dekat, dan tanpa sekat. Yang kedua, setelah kami melakukan survei, riset, dan perbincangan dengan beberapa orang kami menemukan beberapa kesalahan, salah satunya adalah program kerja, pelayanan, pergerakan, dan pengabdian yang dilakukan oleh BEM FEB Undip kurang relevan terhadap minat mahasiswa FEB. Oleh karena itu, kami membuat biro baru yaitu Biro Statistik yang berfokus menghimpun data, menganalisis data, dan mempublikasikan data. Biro Statistik ini menjadi ikhtiar kami dalam membuat BEM FEB Undip 2022 bergerak berbasis dengan data, sehingga membuat program kerja, pelayanan, pengabdian, dan pergerakan lebih relevan terhadap minat mahasiswa dengan adanya data sebagai landasan. Untuk lebih lengkapnya, teman-teman bisa mengakses di GDO kami yang dapat diakses di link: bit.ly/GDOGemarCipta.”

Apa keunggulan Anda jika dibandingkan paslon lawan?

“Untuk keunggulan, kami rasa teman-teman mahasiswa FEB Undip yang bisa menilai, yang setidaknya harapan kami ke depannya kami bisa membersamai dan menjawab dari setiap kebutuhan dan keresahan mahasiswa. Kemudian langkah yang kami lakukan untuk membersamai dan menjawab kebutuhan dari mahasiswa FEB Undip sebagai bentuk akses kemudahan untuk komunikasi kami membuat suatu proker yaitu survei kepuasan yang dilakukan oleh Biro Statistik. Yang harapannya kami bergerak berbasis dengan data yang dimiliki.”

Apakah alasan yang mendasar, mahasiswa harus memilih Anda?

“Kami hadir untuk mahasiswa FEB Undip dan kami ada untuk memastikan bahwa keresahan dan kebutuhan mahasiswa dapat dijawab dan difasiltasi, serta kami percaya mahasiswa FEB Undip akan memilih siapa yang layak untuk memimpin BEM FEB Undip 2022.”

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan pemira tahun ini?

“Pemira sudah berjalan, dan kita semua tinggal menunggu hasil terbaik dari pilihan mahasiswa dan pilihan mahahsiswa FEB Undip menjadi amanah dan tanggung jawab yang harus kita jalankan secara bersama-sama.”

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa FEB sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan pemira tahun ini?

“Gunakan hak suara kalian dan jangan sampai golput karena satu suara sangat berarti untuk keberlangsungan BEM FEB Undip dan FEB Undip ke depannya.”

Adakah keresahan yang dirasakan terhadap kepengurusan BEM sebelumnya? Terutama saat online.

“Kami rasa kondisi sekarang ini menuntut kita semua untuk dapat dengan cepat beradaptasi terhadap keadaan dan kondisi yang dinamis, dan di setiap kondisi yang ada itu merupakan tantangan sekaligus peluang untuk kita termasuk kepengurusan BEM FEB Undip tahun 2021. Sehingga ini menjadi kesempatan untuk kami mencoba mengoptimalisasi dari tiap tantangan dan juga peluang dari setiap ketidakpastian yang akan terjadi.”

Apakah Anda sudah memiliki persiapan untuk memperbaiki permasalahan yang ada di kepengurusan BEM tahun sebelumnya?

“Kami rasa kehadiran kami sudah cukup menjawab.”