
Semarang (22/08) – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro kembali menggelar acara tahunannya yakni Yellow Fest yang diselenggarakan oleh Divisi Harmonisasi Kampus (Harkam) BEM FEB. Acara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru (maba) dalam mengenal dunia kampus sekaligus menemukan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) yang tepat sebagai wadah pengembangan diri.
Dengan mengusung tagline Start with Feelings, Grow with Meaning, Yellow Fest 2025 dikemas sebagai perjalanan emosional yang merefleksikan pengalaman maba dalam beradaptasi di lingkungan perkuliahan. Tahun ini, acara berlangsung dalam skala yang lebih besar, dengan melibatkan ribuan mahasiswa baru serta puluhan Ormawa yang berpartisipasi.
Acara Yellow Fest menjadi wadah bagi para Ormawa dan UKM mendirikan stand-stand untuk memperkenalkan diri pada mahasiswa baru FEB Undip. Setiap stand didesain dengan ciri khas masing-masing, mulai dari poster program kerja, atribut organisasi, hingga dekorasi kreatif yang merepresentasikan identitas mereka. Bahkan ada pula yang menghidupkan suasana dengan yel-yel, musik, dan mini games yang membuat interaksi dengan mahasiswa baru semakin hidup. Semua itu bertujuan agar mahasiswa baru tidak hanya mengetahui nama organisasi, tetapi juga merasakan atmosfer dan nilai yang ditawarkan oleh setiap Ormawa.
Bunga, selaku Vice Project Officer Yellow Fest 2025, menyebutkan bahwa tantangan terbesar dari penyelenggaraan Yellow Fest tahun ini adalah besarnya skala acara. “Jumlah maba mencapai 1.300 orang, ditambah terdapat penambahan Ormawa menjadi 27 Ormawa yang terlibat. Jadi kita harus menyiapkan Yellow Fest yang lebih besar, meriah, dan matang lagi,” ungkapannya.
Konsep Inside Out dipilih sebagai tema Yellow Fest tahun ini. Menurut Bunga, tema ini merepresentasikan perjalanan emosional mahasiswa baru dalam mencari organisasi yang sesuai dengan minat dan identitas mereka.“Saat pertama masuk kuliah, maba pasti kaget. Tema ini mencerminkan perjalanan emosi mereka dalam mencari organisasi yang cocok sebagai rumah pengembangan diri,” tambahnya.
Antusiasme mahasiswa baru sangat terlihat di sepanjang acara. Vanan, mahasiswa baru Prodi Akuntansi, mengungkapkan bahwa setiap Ormawa memiliki ciri khas masing-masing. “Setiap penyampaian punya ciri khas masing-masing. Jadi makin paham dan tertarik dengan Ormawa yang ada,” ujarnya.Hal serupa disampaikan Rifqi, mahasiswa baru lainnya, yang merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Awalnya nggak tahu, tapi jadi tahu lebih banyak tentang organisasi dan keluarga besar FEB,” katanya.
Panitia berharap Yellow Fest 2025 dapat memotivasi mahasiswa baru untuk aktif berorganisasi. “Harapannya, setelah acara ini, maba semakin tertarik untuk ikut Ormawa dan aktif berkontribusi di FEB,” pungkas Bunga.
Dengan skala yang lebih besar, konsep yang lebih up to date, serta partisipasi dari ribuan mahasiswa, Yellow Fest 2025 bukanlah sekadar wadah pengenalan saja bagi mahasiswa baru. Lebih dari itu, Yellow Fest merupakan tonggak awal perjalanan baru bagi para Diponegoro Muda untuk bertumbuh, berproses, dan berkontribusi di FEB Undip.
Reporter : Cantika, Sabrina
Penulis : Sabrina

