Sampaikan Keluhan Akademik, Audiensi Mahasiswa IUP Berlangsung Kondusif 

Dari kiri Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (Wakil Dekan I), Firmansyah, S.E., M.Si., Ph.D. dan salah satu mahasiswa sebagai moderator saat kegiatan Audiensi Mahasiswa IUP FEB Undip di hall gedung C FEB Undip pada Selasa (30/05/2023) (Qosim/Edents)

FEB – Selasa, 30 Mei 2023 telah dilaksanakan “Audiensi Mahasiswa IUP FEB Undip 2023” di hall Gedung C Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro pada pukul 12.45 WIB. Acara yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa FEB Undip ini bertujuan agar aspirasi atau keresahan mahasiswa IUP FEB Undip dapat tersampaikan kepada pihak Dekanat FEB Undip. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (Wakil Dekan I), Firmansyah, S.E., M.Si., Ph.D. juga turut hadir dan menjadi pembicara utama serta menjawab beberapa keresahan dan isu yang dirasakan oleh mahasiswa IUP FEB Undip.

Mahasiswa IUP mengeluhkan pelayanan International Office yang kurang optimal. Mereka mengeluhkan persiapan program luar negeri yang masih dibilang minim, terkait hal itu, Wakil Dekan I memberikan solusi yaitu nantinya akan dilakukan briefing terkait program ini pada semester 3 agar komunikasi antara kedua belah pihak tetap terjaga. Mahasiswa juga meminta agar lebih direspon saat mereka bertanya tentang kejelasan info yang dibagikan melalui brosur. Terlebih lagi, mahasiswa juga mengeluhkan tentang pemberian informasi yang terkadang diberikan secara mendadak.

Disamping itu semua, kurang optimalnya tenaga pendidik di kelas IUP juga tak luput menjadi keluhan bagi para mahasiswa IUP. Mulai dari kuantitas dosen yang masih terbilang sedikit, beberapa dosen yang kurang interaktif, sampai frekuensi penggunaan bahasa inggris di kelas yang masih kurang mengingat keunggulan kelas IUP dibandingkan kelas reguler adalah bahasa. Menanggapi hal tersebut, pak Firmansyah selaku wakil Dekan I FEB Undip mengatakan “Buat kuantitas dosen kita akan menambah beberapa dosen dari luar, saya gak mau kita dalam beberapa tahun kedepan kita kalah sama UI dan UGM, Undip harus jadi tujuan orang Indonesia.” Selain itu, Kepala program studi ekonomi Dr. Jaka Aminata, SE., MA. juga menambahkan bahwa terdapat peraturan jika mahasiswa tidak menggunakan bahasa inggris saat diskusi, maka akan dikenakan denda. (QZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *