
FEB – Selasa (23/5/23), menjadi sebuah saksi dalam terselenggaranya acara konsolidasi akbar bagi mahasiswa FEB guna menyerukan aspirasinya. Gerakan yang berlangsung di Dome FEB merupakan sebuah inisiatif yang berasal dari gagasan beberapa mahasiswa FEB yang peduli akan isu-isu saat ini yang sedang dihadapi oleh mereka. Melalui cetusan tersebutlah yang akhirnya dapat melahirkan sebuah komunitas yang disebut dengan Club Of Dome, atau dapat disingkat menjadi COD. Club Of Dome merupakan suatu komunitas yang di dalamnya membicarakan tentang isu-isu yang beredar dan bisa dikawal oleh mahasiswa FEB.
Konsolidasi akbar pertama yang telah dilakukan kemarin pada pukul 15.00 WIB merupakan sebuah bentuk simbolik yang menjadi pertanda akan keseriusan sebagai perwujudan dari tujuan dibentuknya COD ini. Latar belakang gerakan tersebut tak luput dari sebagai bentuk wadah kesempatan bagi para mahasiswa FEB untuk menyuarakan aspirasinya akan keresahan terhadap persoalan yang dihadapi di lingkungan FEB ini. Hal inipun sejalan dengan penuturan dari Ilham Safri, selaku salah satu mahasiswa yang hadir pada acara tersebut.
Ilham Safri sebagai salah satu mahasiswa yang hadir pada acara tersebut menyampaikan bahwa acara yang telah terselenggara tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya ketimpangan dukungan yang terjadi di antara bidang akademik maupun non akademik serta ketidaksinkronan yang terjadi pada area fungsional yang ada di FEB. Sehingga hal inilah yang dianggap sebagai faktor yang memantik diadakannya gerakan ini.
Kegiatan tersebut telah menghasilkan beberapa usulan atau aspirasi atas isu yang selanjutnya akan dibahas pada forum yang akan datang, isu tersebut antara lain mengenai kecepatan koneksi jaringan yang ada di FEB baik itu melalui wifi maupun provider seluler yang dirasa sangat lambat, akibatnya implikasi dari masalah tersebut adalah terhambatnya proses kegiatan dalam perkuliahan, misalnya adalah absensi dan juga penggunaan Qris di kantin. Selain itu, terdapat hal lain yang diusulkan yaitu seperti susahnya perizinan bagi mahasiswa untuk meminjam fasilitas yang ada di kampus, kinerja tenaga pendidikan yang dinilai kurang mumpuni, dan juga ketimpangan yang dilakukan oleh pihak dekanat terhadap dukungan yang diberikan antara bidang akademik dengan bidang non akademik.
Mengutip dari penjelasan Labib Azkal, salah satu partisipan dalam Konsolidasi Akbar pertama kemarin, bahwa output yang diharapkan dalam komunitas ini adalah penanganan atas isu yang telah dijaring dengan langkah selanjutnya adalah pengawalan isu, dalam bentuk beberapa opsi seperti, audiensi dengan pihak dekanat atau mungkin melakukan demonstrasi sebagai langkah yang ekstrim, atau diserahkan sepenuhnya ke Senat Mahasiswa untuk dilakukan public hearing, apapun yang akan dilakukan nanti, akan menjadi hak milik dalam forum pada Konsolidasi Akbar kedua.
Konsolidasi Pertama sudah dilaksanakan, dengan melihat jumlah partisipasi yang ada, menunjukkan bahwa, terlihat sangat jelas kurangnya awareness Mahasiswa FEB akan isu-isu yang ada di kampus, mungkin ada ketertarikan atas propaganda yang dilakukan dalam mempublikasikan komunitas Club of Dome ini, namun wujud nyatanya belum direalisasikan dengan melihat jumlah partisipan yang ada. Labib Azkal menilai bahwa partisipan yang hadir pada Konsolidasi Akbar pertama, cukup mewakili suara mahasiswa karena dihadiri oleh beberapa partisipan dari 30 ormawa dan empat prodi.
Diharapkan COD akan menjadi tempat diskusi yang sehat juga produktif guna menghasilkan kajian atau arah pergerakan dari ormawa itu sendiri, dan diharapkan juga mahasiswa-mahasiswa FEB lebih “melek” terhadap isu-isu yang ada di kampus, tidak menganggap suatu hal yang biasa itu bukan masalah, sebut Labib Azkal. Lalu, salah satu partisipan lainnya yaitu Luvita, mengatakan bahwa Konsolidasi yang dilakukan pertama kali itu bisa dikatakan kurang efektif, karena memang momen pertamanya konsolidasi dari COD, namun seiring berjalannya acara, ketidakefektifan itu diminimalisir oleh tingkat partisipasi peserta yang cukup aktif. Untuk konsolidasi selanjutnya, sangat diharapkan untuk memperhatikan waktu mulainya acara, sehingga konsolidasi bisa dilakukan dengan maksimal.
Reporter: Rasika dan Elsa
Penulis: Rasika dan Elsa
Fotografer: Teby
Editor: Naela dan Musa

