Oleh: Luthfia Rizqi

Tujuh belas Agustus 1945 merupakan Hari Kemerdekaan Indonesia setelah Presiden Soekarno membacakan proklamasi. Pembacaan proklamasi tentunya sangat ditunggu oleh masyarakat Indonesia, pasalnya Indonesia telah dijajah selama lebih dari empat abad oleh beberapa negara Eropa dan Asia. Portugis menjadi negara pertama yang menjajah di Indonesia disusul dengan Spanyol dan keduanya bersaing untuk kepentingan masing-masing. Kemudian Belanda datang menjajah Indonesia untuk mengambil rempah dalam kurun waktu lebih dari tiga abad dan menyisakan penderitaan bagi penduduk. Selepas Belanda, Perancis, Inggris, dan Jepang juga tak luput dari keikutsertaan penjajahan Indonesia.
Kekayaan rempah yang dimiliki Indonesia menjadi daya tarik bagi negara Eropa untuk menguasainya. Rempah-rempah yang diincar oleh negara Eropa antara lain, merica atau lada, cengkeh, pala, kayu manis, jahe, kapulaga, kunyit. Rempah-rempah inilah yang begitu terkenal di Eropa namun sulit ditemukan di sana, sehingga harus mencari ke tempat asalnya yaitu Indonesia. Rempah tersebut digunakan dalam berbagai bumbu masakan, dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional, serta menjadi komoditas yang memiliki nilai jual tinggi pada masa itu.
Setelah dijajah berbagai negara, akhirnya Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Kemerdekaan yang telah diraih dengan perjuangan dan pengorbanan hendaknya diteruskan oleh generasi muda. Tidak dengan berperang membawa senjata tetapi perang melawan kebodohan dan keterbelakangan. Menjadikan Indonesia sebagai negara yang makmur serta nyaman untuk ditinggali. Setiap Hari Kemerdekaan selalu dilaksanakan upacara di lapangan, karnaval budaya, perlombaan 17-an di setiap wilayah yang diikuti oleh generasi muda. Banyak cara untuk memaknai arti kemerdekaan itu sendiri, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Dilansir dari Citra Indonesia, generasi muda juga bisa memaknai kemerdekaan RI dengan cara berikut:
- Pengabdian ke masyarakat. Terlibat dalam kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat merupakan salah satu cara yang kini banyak dilakukan oleh para pemuda. Sekarang ini banyak instansi menyediakan wadah untuk pengabdian masyarakat yang dapat diikuti oleh generasi muda. Contoh lain ialah Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang menjadi kegiatan wajib universitas dalam menerjunkan mahasiswa ke masyarakat langsung. Terlebih lagi dengan kondisi pandemi, mengharuskan para mahasiswa melaksanakan kegiatan tersebut di kampung halaman secara mandiri. Positifnya, KKN di tempat asal menjadikan kegiatan tersebut lebih intensif dan mahasiswa menjadi lebih dekat dengan masyarakat tersebut.
- Mendukung perkembangan produk dalam negeri
Banyak dari anak muda Indonesia yang lebih merasa bangga saat menggunakan produk dari brand-brand ternama di dunia. Tanpa disadari, hal tersebut justru dapat mematikan pertumbuhan dari brand-brand lokal. Padahal jika ditelisik lebih dalam, banyak generasi muda yang mempunyai produk dan kualitasnya tidak kalah dengan produk luar. - Terlibat dalam memajukan sektor pendidikan
Aset terbesar dari suatu negara bukanlah sumber daya alamnya, melainkan sumber daya manusia dari negara tersebut. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kemerdekaan yang sesungguhnya, diperlukan perbaikan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama dalam hal pendidikan. Maka dari itu, pembenahan fasilitas pendidikan harus menjadi prioritas utama yang harus dilakukan untuk perbaikan kualitas SDM di Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diperlukan kepedulian dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga generasi muda. - Saling menghormati dan berbagi
Sikap saling menghormati memang sangat diperlukan oleh masyarakat Indonesia yang pada dasarnya terdiri dari berbagai suku, ras dan agama yang berbeda-beda. Jika perbedaan tersebut tidak disikapi dengan rasa saling menghormati, maka tidak akan terjadi kemerdekaan yang sepenuhnya. - Mengenalkan Budaya Indonesia
Mengenalkan budaya Indonesia dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti mengenakan kemeja batik, mempelajari budaya daerah asal dan mengenalkan budaya tersebut di daerah lain, mengenalkan tarian maupun kesenian Indonesia ke luar daerah bahkan luar negeri.
Keadaan pandemi yang terjadi sekarang mengakibatkan segala sesuatu menjadi terhambat dan dibatasi. Perekonomian menurun, pemecatan karyawan di berbagai sektor, serta kebebasan bergerak masyarakat pun terbatas sebab segala sesuatu dilakukan di rumah. Kementrian Ketenagakerjaan menyebut lebih dari 1,7 juta orang dirumahkan karena pandemi yang terjadi. Dengan kondisi seperti ini banyak orang yang ruang geraknya terbatas, berbagai kegiatan outdoor dihindari, kegiatan yang menyebabkan keramaian juga tidak diperbolehkan. Hal ini menjadikan masyarakat memutar otak bagaimana caranya mengadakan kegiatan yang sudah biasa dilakukan tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan. Meskipun tahun ini perayaan kemerdekaan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tetapi tidak merubah arti kemerdekaan itu sendiri bagi masyarakat Indonesia.

