Mahasiswa Undip Lakukan Konsolidasi untuk Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Oleh: Fitri dan Rijal

Selasa (06/10/2020) — Telah dilaksanakan Konsolidasi Undip Raya:  Tolak RUU Cipta Kerja oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip). Konsolidasi yang awalnya dijadwalkan dimulai pukul 19.30 WIB, dimundurkan hingga satu jam dikarenakan kendala teknis yang dialami oleh panitia. Melalui aplikasi Zoom, acara ini dihadiri sekitar kurang lebih 500 partisipan dari berbagai fakultas yang ada di Undip. Selain di platform Zoom, acara ini ditayangkan secara live streaming pada channel YouTube BEM Undip dan sempat menyentuh angka 1.500 penonton. Selain itu, acara ini dihadiri langsung oleh ketua BEM Undip tahun 2020 yakni Razin Hilmy Baihaqi.

Konsolidasi dibuka oleh Alimullah dari Fakultas Teknik selaku moderator dengan pembacaan rules bagi para partisipan di zoom serta penjelasan mengenai gambaran saat ini mengenai RUU Cipta Kerja yang sudah disahkan menjadi UU Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober lalu. Dilanjutkan dengan penjelasan oleh Hilmy selaku ketua BEM Undip mengenai gambaran yang terjadi di lapangan. Pertama bahwa telah disahkannya UU Cipta Kerja yang mana terdapat 6 fraksi yang setuju, 1 fraksi yang setuju dengan syarat, dan 2 fraksi menyatakan tidak setuju. Lalu, yang kedua akan ada aksi mahasiswa bersama buruh atas nama aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) di Semarang. Aksi tersebut dimulai pukul 10.00 WIB yang diawali di Pelabuhan Tanjung Mas hingga titik akhirnya berada di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Selanjutnya yang ketiga adalah sudah dilaksanakan konferensi pers aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) melalui Zoom pada tanggal 4 Oktober yang berpusat di Jakarta. Inti bahasan dari konferensi pers Gebark tersebut adalah tanggal 6, 7, dan 8 Oktober akan ada pemogokan kerja yang dilakukan oleh semua buruh di Indonesia, serta tanggal 8 Oktober akan ada aksi nasional Gebrak di Istana/DPR yang masih dirumuskan.

Diskusi Terkait Teknis Pelaksanaan Aksi

Konsolidasi lalu dilanjutkan dengan diskusi mengenai tuntutan dan kajian yang akan disampaikan pada aksi mahasiswa dan Geram pada 7 Oktober nanti. Akan tetapi, banyak yang berpendapat bahwa lebih baik untuk langsung membahas mengenai teknis aksi yang akan dilakukan keesokan harinya karena konsolidasi ini bukan waktunya mengkaji lagi dan berbagai kajian UU Cipta Kerja sudah bertebaran di mana-mana. Hilmy juga menyampaikan bahwa selain aksi offline, juga terdapat aksi online yang dilakukan dengan mengangkat hashtag #BatalkanOmnibusLaw #JegalSampaiBatal #DiponegoroBergerak pada caption dan ditambahkan beberapa tuntutan seperti menolak omnibus law dan mendesak presiden membuat perpu untuk membatalkan omnibus law.

Diskusi mengenai teknis aksi offline cukup panjang mengingat banyaknya yang harus dipersiapkan mulai dari koordinator fakultas, titik kumpul, jam kumpul, dan lain-lain. Ditambah pula saat ini masih terjadi pandemi Covid-19 yang mana protokol kesehatan juga tetap harus dilaksanakan.

Penjelasan yang keempat oleh Hilmy adalah tanggal 5 Oktober sudah dilaksanakan secara bersamaan konsolidasi Geram dan konsolidasi BEM seluruh Indonesia. “Nah, tentu Undip sebagai salah satu Universitas terbesar di Jawa Tengah maupun di skala nasional perlu segera menurut saya pernyataan sikap poin-poin tuntutan, kemudian kejelasan apakah besok kita akan ikut aksinya. Tentu saya mengajak kawan-kawan untuk merumuskan itu secara saksama karena memang kawan-kawan buruh di Jawa Tengah dengan atas nama aliansi Geram sangat menunggu partisipasi dari kawan-kawan untuk ikut aksi turun ke jalan besok untuk terus merapatkan barisan,” ungkap Hilmy.

Hasil Konsolidasi

Aksi online disepakati bahwa akan ada konten yang diangkat pada tanggal 7 dan 8 Oktober pukul 18.00-22.00 WIB dengan beberapa tagar yang telah ditentukan, yang dikoordinasikan langsung oleh Sospol Undip dan fakultas masing-masing. Dalam konsolidasi tersebut disepakati bersama bahwa untuk aksi offline membersamai aliansi Geram akan dilaksanakan di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada tanggal 7 Oktober pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul mahasiswa ada di Student Center.

Melalui unggahan BEM Undip pada instagram, adapun beberapa protokol kesehatan yang harus dipatuhi saat melakukan aksi pada hari ini nanti, yakni diantaranya:

  1. Menggunakan baju lengan panjang dan almamater. Menimalisiskan bersentuhan.
  2. Memakai masker dengan benar (menutup hidung dan mulut) selama aksi berlangsung. Membawa masker pengganti, karena maksimal penggunaan masker kain hanya 4 jam.
  3. Memakai sepatu bertutup.
  4. Usahakan menggunakan sarung tangan.
  5. Wajib membawa handsanitizer.
  6. Menerapkan Physical Distancing minimal 2 meter dan saling mengingatkan.
  7. Setelah aksi, tidak mampir ke tempat lain. Langsung kembali ke tempat tinggal masing-masing, kemudian membersihkan baju dan mencuci pakaian yang digunakan saat aksi.
  8. Diusahakan mengisolasi diri setelah aksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *