Oleh: Sabrina Syifa Yogi
Disaat hujan membasahi pertiwi,
Dua sejoli bertatap dalam sunyi,
Istiqlal dan Katedral menjadi saksi,
Atas ikatan jiwa yang tengah terombang-ambing.
Tentang lanjut atau usai?
Tentang yang mencipta atau yang dicipta,
Tentang mengadah ataupun menggenggam,
Entahlah…
Rintik hujan membawa tanya,
Mengurai benang kusut di ruang imaji,
Terbawa alunan rasa yang lirih,
Tak juga tunjukkan arah pasti.
Takdir, bagai pelita dalam gelap,
Yang tergores di jejak- riak langkah hidup,
Apapun yang tertanda,
Namamu tetap terpatri di nadiku,
Tuan….

