Jangan Diam! Pilih!

Sumber : https://thediversitymovement.com

Oleh : Rayhan Riza

“Don’t Boo! Vote!”

Begitu yang dikatakan Barack Obama kepada pendukungnya dalam pemilihan presiden AS 2016. Kalimat itu ia lontarkan untuk mengajak pendukungnya untuk memilih Hillary Clinton guna mencegah kemenangan Trump yang kerap dikeluhkan oleh para pendukung liberal. Namun, ia mengajak para pendukungnya untuk benar-benar melakukan sesuatu yang nyata alih-alih terus mengeluh dan protes akan dinamika politik yang terjadi.

Menjelang Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) FEB Undip, berbagai isu kampus dan kemahasiswaan yang kerap dikeluhkan kembali berterbangan menghidupi ruang pembicaraan di kampus kita. Platform pun sudah disediakan untuk mengenal dan memilih berbagai macam kandidat dalam tiap ranah pemerintahan mahasiswa yang memiliki visi misi untuk menjawab isu dan tantangan yang ada. Mulai dari ketua dan wakil ketua BEM, ketua himpunan mahasiswa masing-masing program studi, serta senator independen di ranah legislatif.

Semua kandidat tersebut saat terpilih nanti, akan membawa aspirasi yang berbentuk keluhan, saran, dan kritik kepada pihak yang dirasa bertanggung jawab akan hal tersebut. Maka penting bagi kita untuk kemudian mulai memahami apa yang dipertaruhkan dalam ajang pesta demokrasi kampus kita: Isu-isu kemahasiswaan substansial yang, tergantung kembali kepada pemilih, akan tersampaikan atau tidak kepada stakeholder guna menyikapi persoalan tersebut. Bukan hanya ajang dalam memilih kandidat, tetapi memilih visi dan misi yang bisa menyikapi berbagai permasalahan kemahasiswaan yang kerap dikeluhkan.

Sayangnya, satu hal yang masih menjadi tantangan dalam tiap pemilihan umum raya terletak pada masyarakat FEB itu sendiri. Tingkat partisipasi pemilih yang belum pernah mencapai DPT, serta keapatisan masyarakat FEB itu sendiri terhadap kandidat atau bahkan substansi PEMIRA yang ada, menyebabkan kurangnya partisipasi yang diberikan oleh kelompok yang justru menjadi pemeran utama dalam pemilihan ini: Mahasiswa FEB Undip. Kalau kita amati lebih jelas, taraf kekritisan terhadap substansi yang dibawa dalam Pemilihan Umum Raya tidak ditemukan merata secara menyeluruh dalam masyarakat FEB: Hanya sebagian dari mereka yang benar-benar memahami apa yang dipertaruhkan dalam ajang pesta demokrasi ini.

Itulah yang menjadi kontradiksi berjalan dalam hal ini: Mereka kerap mengeluhkan apa yang menurut mereka esensial bagi kehidupan kemahasiswaan mereka, namun hampir tidak melakukan tindakan yang nyata dan langsung untuk menyikapi permasalahan tersebut, salah satunya ialah menggunakan hak suaranya dalam pemilihan umum raya. Terkadang, keapatisan mereka terhadap platform ini atau tingkat kepercayaan mereka kepada kemampuan pemerintahan mahasiswa dalam menjawab persoalan mereka secara tidak langsung memberi sugesti dalam diri mereka bahwa ini semua tidak ada maknanya. Atau, dinamika politik yang dirasa tidak sehat juga membuat mereka menghindar dari kontestasi yang menurut mereka lebih dominan pada aspek politik dibandingkan aspek substansialnya.

Padahal sedikit mereka tahu, bahwa dengan tidak melakukan apa-apa juga tidak pernah menjadi jawaban untuk permasalahan yang dikeluhkan. Dengan tetap berdiam dan apatis tidak mengubah apapun, jangankan untuk kemaslahatan bersama, tetapi justru memperkeruh situasi yang ada. Dengan bersikap pesimis justru mengurangi harapan akan FEB yang lebih baik dan dengan tetap bersikap masa bodo terhadap apapun maka dambaan dan impian akan keadaan yang lebih baik akan pudar menjadi khayalan semata.

Marilah, kita sebagai pemeran utama dalam lingkungan kita, mulai melakukan sesuatu yang nyata, berasaskan keluhan dan impian kita, guna menjadikan Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang mampu menjawab persoalan yang kita keluhkan. Gunakan hak suara teman-teman dan lakukan hal yang nyata untuk membenahi apa yang menjadi keluhan kita bersama. Berhenti bersikap apatis terhadap masalah dan mulai lakukan sesuatu dengan mengimplementasikan hak yang diberikan kepada kita dalam menjalankan peran kita.

Jangan Diam! Pilih!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *