
(FEB 23/2) BEM FEB Universitas Diponegoro menyelenggarakan Konsolidasi Akbar pada hari selasa. Acara ini berlangsung mulai pukul 14.30 hingga petang di Dome FEB Undip. Konsolidasi Akbar kali ini bertajuk “Rimba Problema FEB Undip: Mari Suarakan dan Satukan Langkah”. Kata ‘rimba’ diambil sebagai representasi dari hutan rimba di mana FEB memiliki banyak masalah baik yang disadari maupun tidak disadari.
Konsolidasi akbar yang dilaksanakan kali ini adalah suatu tahap dalam pengawalan dialog isu kampus yang bertujuan untuk menjaring apa saja masalah yang ada di FEB Undip. Pada konsolidasi ini pula diharapkan dapat terlahir suatu solusi yang dapat dibahas antara mahasiswa dengan pihak kampus.
Sena Habibi, ketua BEM FEB Undip 2024, mengatakan bahwa pihak BEM akan mencatat apa saja masalah yang didiskusikan pada kesempatan ini. Nantinya pada tanggal 30 April 2024 dan 2 Mei 2024 masalah tersebut akan disampaikan pada acara Public Hearing yang diadakan oleh Senat FEB Undip. Harapannya penjaringan masalah ini dapat memperkuat argumen pada Public Hearing nanti.
Menurut Sena Habibi, Konsolidasi Akbar ini sangat penting. Saat ini masalah-masalah yang ada di FEB hanya dapat dijangkau melalui ormawa saja. Sedangkan jika hanya dari ormawa saja masalah tersebut memiliki kemungkinan kurang valid dan detail. Karenanya diadakanlah Konsolidasi Akbar di mana setiap mahasiswa FEB Undip memiliki kesempatan yang sama untuk mengutarakan permasalahannya. Dengan ini diharapkan masalah yang ada dapat diketahui lebih lanjut seperti apa detailnya dan dapat mendiskusikan solusi atas masalah tersebut.
Beberapa permasalahan akademik yang dibahas dalam Konsolidasi Akbar tahun ini adalah konversi SKS terhadap program Kampus Merdeka, dosen yang menyinggung unsur SARA, penentuan nilai yang sesuai mood, SOP penilaian dosen, pengumpulan data skripsi dari sumber yang mayoritas berbayar yang memberatkan mahasiswa departemen IESP, serta pengurangan UKT yang cenderung sukar dilakukan di kawasan departemen manajemen. Selain permasalahan akademik disinggung pula masalah sarana prasarana seperti proyektor yang kurang jelas dan kursi pembelajaran yang tidak memadai. Selain itu disinggung pula isu pelecehan seksual baik verbal maupun nonverbal dalam lingkungan FEB Undip terutama departemen manajemen.
Dari beberapa kasus yang dipaparkan terdapat beberapa solusi yang dapat ditinjau. Untuk permasalahan pemberian nilai oleh dosen yang tidak objektif dapat dilakukan pengkajian ulang kontrak belajar. Untuk permasalahan isu seksual dapat dibenahi dengan pengadaan program Taman Terbuka oleh BEM FEB Undip untuk pencegahan dan hukuman yang membuat pelaku jera .
Ketua BEM FEB UNDIP, Sena Habibi, juga mengungkapkan seberapa pentingnya acara Konsolidasi Akbar ini dan keterlibatan mahasiswa dalam mengungkapkan permasalahan. “Konsolidasi ini menjadi langkah awal dalam penyelesaian isu-isu kampus, acara hari ini dilakukan untuk menjaring masalah apa saja yang terdapat dalam FEB. Hal ini penting menurutku karena jarang sekali teman-teman FEB UNDIP melakukan konsolidasi organik. Terlebih tanggal 30 terdapat public hearing senat dan diharapkan dari proses penjaringan ini dapat kita kumpulkan dan memperkuat argumen satu dengan yang lain”, kata Sena. Sena juga menjelaskan bahwa proses konsolidasi penting karena saat ini proses menjangkau masalah mayoritas melalui ORMAWA yang dinilai belum bisa menjangkau masalah secara luas dan riil.
Mari kita terus kawal isu yang ada di FEB Undip dengan menghadiri Public Hearing yang akan diselenggarakan pada Selasa, 30 April 2024 dan Kamis, 2 Mei 2024.
Ayo berperan aktif dalam menjaga Kampus Kuning kita tercinta.
Reporter: Aditya, Alvaro, Cantika
Penulis: Cantika, Alvaro









