Konsolidasi Akbar FEB Undip : Mahasiswa Siap Mengawal Isu Kampus

David Ekonomi 2022 sedang memeberikan aspirasi

(FEB 23/2) BEM FEB Universitas Diponegoro menyelenggarakan Konsolidasi Akbar pada hari selasa. Acara ini berlangsung mulai pukul 14.30 hingga petang di Dome FEB Undip. Konsolidasi Akbar kali ini bertajuk “Rimba Problema FEB Undip: Mari Suarakan dan Satukan Langkah”. Kata ‘rimba’ diambil sebagai representasi dari hutan rimba di mana FEB memiliki banyak masalah baik yang disadari maupun tidak disadari.

Konsolidasi akbar yang dilaksanakan kali ini adalah suatu tahap dalam pengawalan dialog isu kampus yang bertujuan untuk menjaring apa saja masalah yang ada di FEB Undip. Pada konsolidasi ini pula diharapkan dapat terlahir suatu solusi yang dapat dibahas antara mahasiswa dengan pihak kampus. 

Sena Habibi, ketua BEM FEB Undip 2024, mengatakan bahwa pihak BEM akan mencatat apa saja masalah yang didiskusikan pada kesempatan ini. Nantinya pada tanggal 30 April 2024 dan 2 Mei 2024 masalah tersebut akan disampaikan pada acara Public Hearing yang diadakan oleh Senat FEB Undip. Harapannya penjaringan masalah ini dapat memperkuat argumen pada Public Hearing nanti.

Menurut Sena Habibi, Konsolidasi Akbar ini sangat penting. Saat ini masalah-masalah yang ada di FEB hanya dapat dijangkau melalui ormawa saja. Sedangkan jika hanya dari ormawa saja masalah tersebut memiliki kemungkinan kurang valid dan detail. Karenanya diadakanlah Konsolidasi Akbar di mana setiap mahasiswa FEB Undip memiliki kesempatan yang sama untuk mengutarakan permasalahannya. Dengan ini diharapkan masalah yang ada dapat diketahui lebih lanjut seperti apa detailnya dan dapat mendiskusikan solusi atas masalah tersebut.

Beberapa permasalahan akademik yang dibahas dalam Konsolidasi Akbar tahun ini adalah konversi SKS terhadap program Kampus Merdeka, dosen yang menyinggung unsur SARA, penentuan nilai yang sesuai mood, SOP penilaian dosen, pengumpulan data skripsi dari sumber yang mayoritas berbayar yang memberatkan mahasiswa departemen IESP, serta pengurangan UKT yang cenderung sukar dilakukan di kawasan departemen manajemen. Selain permasalahan akademik disinggung pula masalah sarana prasarana seperti proyektor yang kurang jelas dan kursi pembelajaran yang tidak memadai. Selain itu disinggung pula isu pelecehan seksual baik verbal maupun nonverbal dalam lingkungan FEB Undip terutama departemen manajemen.

Dari beberapa kasus yang dipaparkan terdapat beberapa solusi yang dapat ditinjau. Untuk permasalahan pemberian nilai oleh dosen yang tidak objektif dapat dilakukan pengkajian ulang kontrak belajar. Untuk permasalahan isu seksual dapat dibenahi dengan pengadaan program Taman Terbuka oleh BEM FEB Undip untuk pencegahan dan hukuman yang membuat pelaku jera .

Ketua BEM FEB UNDIP, Sena Habibi,  juga mengungkapkan seberapa pentingnya acara Konsolidasi Akbar ini dan keterlibatan mahasiswa dalam mengungkapkan permasalahan. “Konsolidasi ini menjadi langkah awal dalam penyelesaian isu-isu kampus, acara hari ini dilakukan untuk menjaring masalah apa saja yang terdapat dalam FEB. Hal ini penting menurutku karena jarang sekali teman-teman FEB UNDIP melakukan konsolidasi organik. Terlebih tanggal 30 terdapat public hearing senat dan diharapkan dari proses penjaringan ini dapat kita kumpulkan dan memperkuat argumen satu dengan yang lain”, kata Sena. Sena juga menjelaskan bahwa proses konsolidasi penting karena saat ini proses menjangkau masalah mayoritas melalui ORMAWA yang dinilai belum bisa menjangkau masalah secara luas dan riil.

Mari kita terus kawal isu yang ada di FEB Undip dengan menghadiri Public Hearing yang akan diselenggarakan pada Selasa, 30 April 2024 dan Kamis, 2 Mei 2024. 

Ayo berperan aktif dalam menjaga Kampus Kuning kita tercinta.

Reporter: Aditya, Alvaro, Cantika

Penulis: Cantika, Alvaro

Sambut Bulan Ramadhan : Dekanat Adakan FEB Berbagi

MC membuka acara FEB Berbagi (Aldo/Edents)

FEB (28/03) – Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan Dekanat Fakultas Ekonomika dan Bisnis mengadakan acara FEB Berbagi yang mengangkat tema “Merajut Kebersamaan Menuai Keberkahan Ramadhan”. Acara ini diselenggarakan pada hari Kamis, 28 Maret 2024 di Gedung Kewirausahaan Lantai 4 FEB Undip. Pada acara kali ini Dekanat Fakultas Ekonomika dan BIsnis mengundang lima panti asuhan dan Ustaz Dr. A. Zaenurrosyid, S.Hi., MA., sebagai pembicara.

Dalam ceramahnya, Ustaz Zaenurrosyid menyampaikan siapapun yang memakmurkan masjid maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga. Selain itu, beliau juga menyampaikan di bulan Ramadhan ini kita harus memperbanyak amal seperti tadarus Al-Qur’an.

Pada kesempatan kali ini Dekanat FEB Undip juga membagikan takjil gratis kepada para mahasiswa dan anak yatim piatu panti asuhan yang hadir pada acara FEB Berbagi. Hal ini diharapkan dapat membawa keberkahan di bulan yang suci ini bagi sivitas akademika Fakultas Ekonomika dan BIsnis Universitas Diponegoro.

Reporter : Haykal, Qosim, Aldo, Abdul

Penulis : Qosim

Hadirkan Ahli Ekonomi, Gelar Wicara Vol. 1 Kupas Dua Sisi Kenaikan Harga Beras

Faisal Basri selaku pembicara sedang memaparkan materi (Sukma/Edents)

FEB (21/3) – Meninjau ramainya pertanyaan mengenai penyebab kenaikan harga beras, Divisi Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro  menyelenggarakan sebuah gelar wicara bertajuk “Miris, Negara Agraris, Bahan Pangan Menipis”. Acara berlangsung dari pukul 14:30 – 16:00 WIB yang bertempat di Hall Pertamina Gedung Dekanat FEB Undip. 

Acara ini menyajikan dua perspektif dalam memandang peristiwa kenaikan harga beras ini, yaitu perspektif ahli (ekonom) dan perspektif petani dengan memegang satu argumen kuat yaitu bahwa kenaikan harga beras tidak ada kaitannya dengan bencana alam. 

Dengan menghadirkan dua pembicara hebat dalam lingkup ekonomi, Talkshow ini bertujuan untuk membuka mata para mahasiswa tentang apa yang lebih mungkin menjadi penyebab kenaikan harga beras, didukung dengan rangkaian data dan perbandingan harga beras di seluruh dunia. 

Faisal Basri, S.E., M.A., selaku pembicara pertama pada gelar wicara ini yang juga merupakan pendiri dari Institute for Development of Economics & Finance (Indef) memaparkan tentang kondisi harga bahan pangan terutama beras di Indonesia yang mencapai rekor tertinggi pada Februari 2024 atau bertepatan dengan bulan pemilu. Sedangkan data dari Food and Agriculture Organization for the United Nations (FAO) menunjukkan bahwa harga pangan dunia secara keseluruhan mengalami penurunan dan hanya Indonesia yang mengalami kenaikan. Selain itu, Beliau juga menyinggung mengenai penyebab bencana alam yang dikatakan oleh pemerintah. Data menunjukkan bahwa tahun 2023 bukanlah yang terburuk dalam hal bencana alam, tetapi mengapa tingkat impor beras meroket hingga berkali-kali lipat dari 0,4 juta ton pada tahun 2022 menjadi 3 juta ton pada tahun 2023. Hal tersebutlah yang perlu dipertanyakan. Tak luput juga disebutkan mengenai adanya praktek perburuan rente dan politisasi beras di tangan politikus yang menjadi kunci penyebab dari peristiwa ini. 

Tak hanya dari sisi Ekonom, gelar wicara ini juga menghadirkan pembicara kedua yaitu Prof. Dr. Fransiscus Xaverius Sugiyanto, M.S., yang merupakan salah satu dosen ekonomi FEB Undip. Beliau memaparkan peristiwa kenaikan harga beras ini dalam perspektif petani, yang mana sebetulnya dampak positif atau keuntungan dari kenaikan harga ini tidak dinikmati oleh petani, tetapi pada distributor atau perantara. Tak hanya itu, beliau juga menyoroti Undang-undang awal yang kini telah diubah menjadi Undang-undang Cipta Kerja. Beliau menilai bahwa perundang-undangan inilah yang menyebabkan langkah-langkah pemerintah kurang tepat, seperti tingginya impor. Selain itu, sama seperti pembicara pertama, beliau juga menyinggung tentang politik pangan. “Kembalikan politik pangan kepada basis potensi yang ada, dan ganti UU Ciptaker”, ucap beliau saat menutup pemaparan.

Dies Natalis FEB Undip : Rapat Terbuka dan Orasi Ilmiah

Rapat Terbuka dan Orasi Ilmiah. (Teby/Edents)

FEB (14/03) – Masih dalam rangka memperingati Dies Natalis FEB Undip ke-64, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro menyelenggarakan Rapat Terbuka Senat dan Orasi Ilmiah pada hari Kamis, 14 Maret 2024 di Hall Gedung Lab Kewirausahaan FEB Undip. Mengangkat tajuk “Sinergi dan Akselerasi dalam Memperkuat Rekognisi Internasional”, acara ini menghadirkan Prof. Dr. Muliaman D. Hadad, S.E.,M.PA.,Ph.D selaku Komisaris Utama PT Bank Syariah Indonesia. Acara ini juga dihadiri oleh sivitas akademika FEB Undip.

Acara dibuka oleh Sekretaris Senat Akademik Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Dr. Mahfudz, S.E.,M.T. kemudian dilanjutkan sambutan Dekan FEB Undip, Prof. Faisal, S.E., M.Si.,Ph.D, sambutan perwakilan IKAFE Undip, dan sambutan Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama,S.H.,M.Hum. 

Prof. Dr. Muliaman D. Hadad, S.E.,M.PA.,Ph.D memaparkan diskusi mengenai Diplomasi ekonomi di tengah ketidakpastian Ekonomi global pascapandemi. Muliaman menjelaskan bahwa diplomasi ekonomi pascapandemi berperan dalam pemulihan ekonomi, peningkatan akses pasar, mendorong investasi, stabilitas ekonomi global, inovasi dan transformasi ekonomi, serta penguatan kerjasama ekonomi global. 

Muliaman memberikan beberapa best practice diplomasi ekonomi di beberapa negara yang bisa dijadikan pertimbangan, yakni Singapore Economic Diplomacy, Germany Economic Diplomacy, BRI China, European Union (EU) Single Market, dan global korea. Lebih lanjut Muliaman menjelaskan bahwa trend perkembangan diplomasi perlu didukung diplomasi ekonomi digital, diplomasi Green and Sustainable, global value chain and supply chain resilience, inklusivitas, dan integrasi ekonomi regional. 

“Diplomasi ekonomi di tengah ketidakpastian global merupakan upaya multidimensi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, tidak hanya pemerintah melainkan non state actor atau para pemangku kepentingan lain yang terkait. Untuk menjamin efektivitas diplomasi ekonomi diperlukan pemahaman dan analisa mendalam atas potensi perubahan lingkungan dan kecenderungan yang berkembang serta kebiasaan-kebiasaan baru pascapandemi,” tutup Muliaman. (TG)

Dies Natalis FEB Undip : FEB Bersama Pegadaian Adakan Talk Show 

Talk show bersama Ferdian Timur dan Theo Derick (Nares/Edents)

FEB (07/03) – Dalam rangka memperingati Dies Natalis FEB Undip ke-64, Fakultas Ekonomika dan Bisnis bersama Pegadaian Kanwil XI Semarang mengadakan talk show yang bertajuk Gold Generation Fest 2024 dengan mengangkat tema “Creating Indonesia’s Golden Generation: The Future Leader & Agent of Change” di Gedung Kewirausahaan FEB Undip 7 Maret 2024. Acara ini diisi oleh Ferdian Timur Direktur Keuangan PT Pegadaian dan Theo Derick seorang entrepreneur dan investor yang menginspirasi.  

Ferdian Timur selaku pembicara menyampaikan dalam pembahasan mengenai peluang dan tantangan bagi gen Z, kemampuan berkomunikasi melalui teknologi menjadi keunggulan utama. Namun, tantangan terbesar bagi Generasi Z adalah memahami karakteristik orang dan mendengarkan dengan baik. Sementara itu, Theo Derick menyoroti pentingnya pendidikan etika di tengah kemudahan akses informasi. Ancaman tenaga kerja asing juga perlu ditanggulangi dengan memperkuat mentalitas kita.

Talk show ini juga membahas skill yang dibutuhkan oleh Generasi Z agar selalu adaptif terhadap perubahan, mengatasi masalah dengan mindset bukan dengan mengeluh, kemampuan berkomunikasi yang menjadi pengaruh dalam penilaian diri dan kenyamanan bagi lawan bicara, dan pengenalan diri sendiri. Ferdian Timur memberi masukan bagi gen z untuk menghadapi generasi lain dengan adaptabilitas dan pemahaman terhadap lingkungan kerja menjadi kunci. Sementara Theo Derick menekankan pentingnya kesadaran akan posisi, usia, dan jabatan lawan bicara dalam berkomunikasi.

Untuk mempertahankan Generasi Z dalam perusahaan perlu memberikan ruang dan kepercayaan, serta apresiasi secara verbal, aktifitas bersama, atau sekadar traktir makanan dapat menjadi motivasi yang besar dan memberikan kenyamanan bagi gen z betah pada lingkungan kerjanya. Pembahasan terakhir dalam talk show membahas terkait best practice bagi Generasi Z adalah mencari pengalaman kerja sejak kuliah dan memiliki rencana karier yang jelas. Dengan kesiapan adaptatif, kolaboratif, dan penuh semangat, Generasi Z berpotensi menjadi motor penggerak Indonesia menuju kejayaan pada tahun 2045.

Reporter : Nares, Intan, Solekah

Penulis : Nares, Intan, Solekah

Editor : Qosim

Dies Natalis FEB Undip : UMKM Ikut Ramaikan Bazar

Mahasiswa sedang menikmati bazar (Aldo/Edents)

FEB (07/03) – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro menggelar acara bazar dan talkshow dalam rangka memperingati Dies Natalis FEB Undip ke-64 pada Kamis, 7 Maret 2024. Bertempat di area Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas, acara ini mengusung tema “Creating Indonesia’s Golden Generation: The Future Leader & Agent of Change” dan bekerja sama dengan beberapa UMKM serta lembaga eksternal yaitu Pegadaian Kanwil XI Semarang. Berbeda dengan event tahun lalu, tahun ini pihak penyelenggara lebih fokus untuk mewujudkan Generasi Emas 2045 dengan diadakannya talkshow sebagai pengganti kegiatan lomba memancing dan lomba band yang diadakan tahun lalu. Acara ini sekaligus untuk transfer ilmu dari beberapa tokoh yang berpengalaman seperti influencer kepada mahasiswa yang merupakan agent of change. 

Terdapat kurang lebih 50 stand UMKM yang terdiri dari stand makanan dan minuman yang dapat dinikmati oleh para pengunjung. Tidak hanya makanan dan minuman, beberapa stand juga menjual pakaian dan aksesoris. Event bazar ini menjadi wadah UMKM untuk dapat berkembang lebih baik lagi. Terdapat pula panggung live band yang menjadi daya tarik bagi mahasiswa FEB maupun luar FEB untuk mengunjungi event bazar Dies Natalis ini. 

Beberapa dari penjual mengetahui event ini dari berbagai sumber informasi seperti keluarga, teman, grup UMKM, dan dari dosen FEB Undip. Berdasarkan informasi yang didapat dari beberapa pengunjung, mereka mengatakan tertarik pada beberapa makanan unik seperti Warung Korea karena stand Warung Korea sangat eye catching. Menurut pengalaman mereka yang sudah mengikuti acara Dies Natalis di tahun-tahun sebelumnya mereka menyatakan bahwa terdapat banyak perbedaan konsep dan komposisi dari event bazar tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya. 

Reporter : Aldo, Rohib, Annisa

Penulis   : Aldo, Rohib, Annisa

Editor     : Sukma, Qosim

Kebakaran di Gedung C FEB Undip, Pendingin Ruangan Memercikkan Api

Dokumentasi oleh Rifqy (Edents). Suasana di lantai 3 Gedung C, FEB Undip.

(FEB 26/2) Terjadi kebakaran di ruangan kelas EC.3.05 FEB Undip pada hari Senin 26 Februari 2024 sekitar pukul 16.50 WIB. Kebakaran terjadi diduga karena adanya korsleting listrik di sekitar pendingin ruangan. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari terjadinya kebakaran ini.

Mahasiswa dan dosen yang sedang menghadiri kelas di ruangan EC.3.06 FEB Undip melihat ada percikan api di sekitar alat pendingin ruangan di kelas EC.3.05 dan langsung meninggalkan ruangan dengan teratur.

“Awalnya kita lagi kelas ekonomi kelembagaan di EC 3.06, tenang-tenang aja. Tapi abis itu ada satu yang ngomong, “Ada Api”, terus kita liat di sekitar AC kelas 3.05 ada api. Abis itu udah sih disuruh pak Deden (dosen FEB Undip) langsung pada keluar akhirnya pada teratur keluar.” Ujar Hananta, salah satu mahasiswa Ilmu Ekonomi Angkatan 2022.

Baru setelah para mahasiswa dari ruangan EC.3.06 berhamburan di lorong kelas gedung C FEB. Mahasiswa dari ruangan lain pun berhamburan ke luar ruangan yang sudah dipenuhi kepulan asap. Percikan api tersebut menjadi semakin besar hingga pada pukul 17.23 petugas pemadam kebakaran pun tiba untuk mengatasi situasi tersebut.

Reporter : Rifqy, Qosim

Penulis : Qosim

Semester Baru, Wajah Baru: Menyorot Desain Kantin FEB yang Elegan

Dokumentasi oleh Faiz (edents). Potret suasana kantin FEB ditengah banyaknya mahasiswa yang sedang berkunjung.

FEB (21/02) – Menyambut semester baru di tahun 2024, Fakultas Ekonomika dan Bisnis melakukan renovasi pada kantin fakultas yang dilakukan pada masa liburan semester gasal. Renovasi ini meliputi pendesainan ulang bagian interior kantin seperti partisi tenant, meja dan kursi, serta sistem pencahayaan. Selain itu, juga dilakukan beberapa perbaikan terhadap bagian langit-langit kantin. 

Perubahan interior ini memberikan dampak yang relatif signifikan terhadap suasana kantin FEB yang sebelumnya cenderung lebih gelap dan sempit. Salah satunya disebabkan oleh pemasangan beberapa lampu di sudut-sudut tertentu ruangan dan didukung dengan pemilihan warna dinding yang lebih netral dan cerah sehingga memberikan kesan yang lebih luas. Tak hanya itu, penambahan meja dan kursi pengunjung dengan unsur kayu turut membawa suasana kantin menjadi terkesan lebih hangat dan nyaman. 

Meskipun proses renovasi tersebut belum sepenuhnya rampung, kantin FEB telah ramai dikunjungi oleh mahasiswa untuk makan siang ataupun sekedar berbincang santai bersama teman. 

Penulis : Sukma

Sivitas Akademika Bersama Alumni Universitas Diponegoro Menyerukan Pernyataan Sikap Mengenai Konstelasi Politik Menjelang Pemilu 2024

Sivitas Akademika Bersama Alumni Universitas Diponegoro Menyerukan Pernyataan Sikap Mengenai Konstelasi Politik Menjelang Pemilu 2024 (Dokumen Pribadi)

Undip (07/02) – Guru Besar, Dosen, dan BEM se-Undip mengeluarkan pernyataan sikap untuk menanggapi situasi politik terkini yang dinilai merusak etika dan moral dalam kehidupan berdemokrasi. Pernyataan sikap tersebut digaungkan oleh Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA di Taman Inspirasi Universitas Diponegoro. 

Isi pernyataan sikap ialah desakan dan himbauan kepada segenap Penyelenggara Negara untuk mengembalikan tujuan dibentuknya hukum, memastikan penyelenggaraan pesta demokrasi yang aman dan damai, menegakkan pilar-pilar demokrasi yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila, menjunjung tinggi etika dan moral dalam berdemokrasi, dan menghimbau seluruh rakyat Indonesia untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal kehidupan berdemokrasi, berbangsa, dan bernegara.

Pembacaan 5 poin sikap dilanjutkan dengan penegasan dan penguatan oleh pihak alumni yang diwakili oleh Mbak Uun. Pihak alumni berpendapat bahwa situasi pra pemilu saat ini dinilai tidak menjalankan asas luber sebagai amanat reformasi. Mbak Uun juga berharap pelaksanaan pemilu 2024 nanti berjalan demokratis, konstitusional, dan berkeadaban.

Dalam dialognya, Hanif Alfattah selaku ketua BEM Undip 2023 menyampaikan, “Pernyataan dari Guru Besar dan alumni menyatakan bahwa sebetulnya negara ini sedang dalam keadaan buruk demokrasinya. Bahkan bisa dikatakan negara yang paling buruk demokrasinya. Sehingga saat ini akademik Undip, guru besar, alumni, dosen, dan mahasiswa menyatakan bahwa kami tetap mempertahankan dan menjunjung tinggi etika-etika tersebut.”

Farid Darmawan selaku ketua BEM Undip 2024 juga menambahkan bahwasanya saat ini penyelenggaraan demokrasi oleh penyelenggara negara tidaklah sesuai. Ia berharap penyelenggara negara bisa bersikap netral dalam pemilu 2024 ini. 

Prof. Dr. Ir Suradi Wijaya Saputra, MS. menjelaskan bahwa pernyataan sikap ini terjadi sebagai  bentuk keprihatinan Guru Besar, Dosen, Mahasiswa yang didukung serta oleh alumni. Hal ini diawali dengan adanya keruntuhan etika dan moral sejak keluarnya putusan MK nomor 90/PUU-XXI/2023 yang mana merupakan pelanggaran etika berat oleh MKMK. Beliau menambahkan, “Inilah yang sesungguhnya kami garis bawahi supaya tidak terwariskan dan dicatat oleh anak-anak kami bahwa itu menjadi sesuatu yang baik. Etika yang dijunjung tinggi saat ini runtuh karena hal tersebut.”

Suradi juga menekankan pernyataan sikap ini tidak mewakili lembaga namun atas nama masyarakat kampus Universitas Diponegoro.

Dr. Nur Hidayat Sardini S.Sos., M.Si pun menyampaikan dikeluarkannya pernyataan sikap ini tidak mewakili salah satu pasangan calon saja. Ketika ditanya mengenai waktu pernyataan sikap yang mendekati pemilu beliau menjawab, “ Buat saya mau dibilang terlambat itu jauh lebih baik. Karena bagi kami ini adalah panggilan dan kewajiban masyarakat kampus yang lekat  dengan hal-hal yang bersifat etik.”

Reporter : Qosim

Penulis : Teby

Editor : Sukma

Mereka Yang Hadir Saat Accofest

Logo Accofest. (Sumber: Akun resmi instagram Accofest)

FEB – Accounting Festival atau bisa kita singkat Accofest sempat menjadi buah bibir bagi warganet. Hal ini dikarenakan kehadiran sosok SM yang menurut warganet dinilai cukup kontroversial karena track recordnya yang kurang baik.

Sosok SM kembali menjadi bahan perbincangan warganet kala kemunculan dirinya di atas panggung Accofest. Dirinya menaiki panggung sekitar pukul 19.00 WIB, Jumat (10/11/2023). Menurut pengakuan Fikri sebagai penampil pada Accofest. Setelah dia tampil terdapat penampilan dari angkatan 2022 dan 2023 dan dilanjut penampilan DJ. Setelah 10-15 menit sang DJ mengumumkan ada seorang guest star yang ingin dia undang, dan ternyata adalah sosok SM. Hal tersebut sontak membuat Fikri heran kenapa sosok SM bisa berada disini.

“Aku sebenernya kurang yakin, kok ada SM beneran, apa emang cuma mirip atau gimana, soalnya kan kita tau jejak rekam SM ini sedang kontroversial kok bisa ada di FEB.” Ujar Fikri.

Kehadiran sosok SM ini sontak membuat para audiens kaget. suasana mendadak heboh, beberapa audiens melakukan foto-foto dengan alasan fomo. Menurut pengakuan Maria sebagai penonton, suasana saat SM naik ke panggung menjadi sangat ricuh.

“Jadi yang bener-bener di situ keadaannya itu pada ricuh. Kayak, Wah, Satria! Satria! segala macam. Di situ kayak, bener-bener kayak, panas, lah, gitu suasananya.” Ujar Maria.

Di atas panggung, SM hanya meramaikan sambil mengiringi iringan musik DJ. Perlu diketahui, ketika DJ membawakan lagu-lagu beberapa temannya membantu meramaikan, ikut menyanyi, dan mengajak beberapa penonton untuk berintekraksi. Sambil meramaikan, SM menari-menari tidak jelas sambil memegang rambutnya.

“Ya, sebenernya dia cuma hype. Cuma megang mic. Terus dia cuma nari-nari ngga jelas. Maksudnya ngga jelas dalam arti dia cuma megang rambut. Terus cuma, ya, gerak-gerak kayak, ya, yang biasa kayak di Tiktok gitu, lah. Ngga yang aneh-aneh gitu.” Ungkap Carmel.

Selain mewawancarai penampil dan juga para peserta, reporter LPM Edents juga mewawancarai Shafa selaku pengawas dari kegiatan Accofest. Shafa yang bertugas di komisi 1 hadir sebagai pengawas  di Accofest mewakili temannya. Shafa hadir di lokasi pada pukul 14.30 untuk open gate dan acara dimulai pada pukul 17.00. Pada malam hari Shafa meminta izin kepada ketua pelaksana untuk meninggalkan tempat karena ada urusan lain.

Shafa mendapat kabar hadirnya sosok SM melalui teman-teman senat yang menggantikannya pada saat malam hari. Menurut pengakuan Shafa para peserta tidak mengetahui kehadiran SM.

“Sebetulnya, kemarin juga beberapa teman yang hadir di acara malamnya itu bilang kalau misalnya saudara SM ini itu tidak diketahui oleh peserta. Diketahui oleh peserta itu satu jam sebelum naik, gitu. Jadi untuk pencegahannya, kami tidak bisa langsung ngomong ke panitia, kan. Jadi, itu kan sudah terjadi dan itu juga pure di bawah komando panitia, kan. Seperti itu.” Ucap Shafa.

Ketika melakukan pencarian lebih dalam terkait Accofest 2023 reporter LPM Edents juga bertemu dengan pihak yang berkaitan dengan Accofest yaitu Calvin sebagai ketua kabang yang membawahi proker Accofest serta Mike selaku kordinator acara Accofest 2023, mereka menyatakan belum mau berkomentar lebih dalam kepada reporter LPM Edents sampai beresnya pemanggilan yg dilakukan oleh dekanat FEB Undip kepada pihak Accofest 2023.

“kami perwakilan Accofest dan juga KMA sekarang ini mungkin, kita, kan, sekarang lagi mengikuti proses secara birokrasi, ya. Nah, harapan dari kami, ya, temen-temen Edents mungkin mengerti dulu kita selesaikan di birokrasi.” Ujar Calvin. (QZ)