Topik presentasi Syakir yang bertajuk “Digitalisasi, Produktivitas, dan Pertumbuhan Ekonomi: Pendekatan Growth Diagnostics”, Selasa (30/05/2023). Kuliah Umum tersebut dilaksanakan di Hall Lantai 4 Gedung Laboratorium Kewirausahaan FEB Undip. (Michelle/Edents)
FEB (30/5) – Belum cukup mengundang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), FEB Undip kembali berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan Bank Negara Indonesia untuk menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Digitalisasi”. Kuliah umum tersebut mengundang Pemimpin BNI Kantor Wilayah 05 Semarang I Gusti Nyoman Dharma Putra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra, dan Ketua Departemen IESP FEB Undip Akhmad Syakir Kurnia.
Helatan ini bertempat di Hall Lantai 4 Gedung Lab. Kewirausahaan. Dengan dimoderatori Dosen Departemen Manajemen FEB Undip Shoimatul Fitria, acara ini membahas 3 topik menarik yang saling berhubungan.
Syakir sedang memberikan pemaparan. (Michelle/Edents)
Sebagai pembicara pertama, Syakir memaparkan bahasan soal “Digitalisasi Produktivitas dan Pendekatan Ekonomi: Pendekatan Growth Statistics“. Syakir menyatakan bahwa pertumbuhan Indonesia berpotensi melambat karena masyarakatnya belum dapat menggunakan teknologi sebagai sarana meningkatkan produktivitas.
“Teknologi adalah cara. (Karenanya, red) perubahan teknologi ialah perubahan cara. Perubahan cara adalah niscaya… Namun, perubahan teknologi belum tentu jadi mesin perubah jika tidak mendorong produktivitas,” ungkap Syakir.
Menjawab tantangan yang ada dalam materi Syakir, Rahmat dan Dharma memaparkan bahasan “Peran Bank Indonesia dalam Mendukung Ekonomi Digital dan Inovasi Sistem Pembayaran di Jawa Tengah” serta “Bank sebagai Sahabat Entrepreneur dan Digital”. Melalui pemaparan itulah, Rahmat menegaskan, kurang-lebihnya sama dengan pernyataan Syakir, bahwa, “Digital itu hanya sebagai alat untuk mempercepat transaksi.”
Rahmat sedang memberikan pemaparan.
Untuk menutup pemaparan, Dharma menyatakan bahwa sebagai mahasiswa, mau tidak mau, suka tidak suka, wajib membantu pertumbuhan ekonomi, khususnya dengan digital. Tidak berbeda dari Dharma, Rahmat pun mengatakan kalau perubahan information and communication technology (ICT) mungkin membuat manusia tidak nyaman. Namun sebagai individu yang memiliki nilai, manusia senantiasa harus dapat memilah informasi yang diterima dengan benar. (LD, MJ)
FEB (29/5) – Melalui kerja sama dengan Universitas Diponegoro, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia menggelar helatan BPK Goes to Campus pada Senin, 29 Mei 2023. Acara yang digelar di Hall Lantai 4 Gedung Kewirausahaan FEB Undip ini mengusung tema “Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara dan Pemberantasan Korupsi”.
Agus Joko Pramono, Wakil Ketua BPK RI 2019 – sekarang, hadir mengisi acara. Dengan membawa materi berjudul “Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara dan Pemberantasan Tipikor: Strategi Deteksi dan Pencegahan Fraud dan Korupsi dalam Pengelolaan Keuangan Negara”, Agus menegaskan bahwa ada perbedaan antara kerugian negara dan kerugian keuangan negara. Perihal tugas BPK, organisasi ini lah yang nantinya mengaudit kedua kerugian itu.
BPK memiliki 3 strategi pemberantasan korupsi, yaitu preventif, detektif, dan represif. Ketiga strategi ini nantinya diturunkan ke dalam 4 peranan BPK, yaitu pencegahan, pendeteksian, investigasi, dan dukungan litigasi.
Untuk memperkuat teori yang disampaikan, Agus juga membahas soal kasus Asabri. Ia mengomentari bahwa masalah pencatatan keuangan di Indonesia sering berkutat pada, “Kapan kerugian negara itu diukur?”. Ia berpendapat bahwa kesalahan pencatatan tersebut dapat merugikan banyak pihak. “Seolah-olah punya aset besar tapi apel busuk,” ungkap Agus.
Selain Agus, hadir pula Dekan Pascasarjana Undip, R.B. Sularto, sebagai pembicara kedua. Sularto membawakan materi berjudul “Pemberantasan Korupsi di Indonesia”. Ia menegaskan bahwa penyebab kejahatan didasarkan pada routine activities theory yang mencakup faktor motivated offender, suitable target, dan the absence of capable guardian. (LD)
Dari kiri Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (Wakil Dekan I), Firmansyah, S.E., M.Si., Ph.D. dan salah satu mahasiswa sebagai moderator saat kegiatan Audiensi Mahasiswa IUP FEB Undip di hall gedung C FEB Undip pada Selasa (30/05/2023) (Qosim/Edents)
FEB – Selasa, 30 Mei 2023 telah dilaksanakan “Audiensi Mahasiswa IUP FEB Undip 2023” di hall Gedung C Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro pada pukul 12.45 WIB. Acara yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa FEB Undip ini bertujuan agar aspirasi atau keresahan mahasiswa IUP FEB Undip dapat tersampaikan kepada pihak Dekanat FEB Undip. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (Wakil Dekan I), Firmansyah, S.E., M.Si., Ph.D. juga turut hadir dan menjadi pembicara utama serta menjawab beberapa keresahan dan isu yang dirasakan oleh mahasiswa IUP FEB Undip.
Mahasiswa IUP mengeluhkan pelayanan International Office yang kurang optimal. Mereka mengeluhkan persiapan program luar negeri yang masih dibilang minim, terkait hal itu, Wakil Dekan I memberikan solusi yaitu nantinya akan dilakukan briefing terkait program ini pada semester 3 agar komunikasi antara kedua belah pihak tetap terjaga. Mahasiswa juga meminta agar lebih direspon saat mereka bertanya tentang kejelasan info yang dibagikan melalui brosur. Terlebih lagi, mahasiswa juga mengeluhkan tentang pemberian informasi yang terkadang diberikan secara mendadak.
Disamping itu semua, kurang optimalnya tenaga pendidik di kelas IUP juga tak luput menjadi keluhan bagi para mahasiswa IUP. Mulai dari kuantitas dosen yang masih terbilang sedikit, beberapa dosen yang kurang interaktif, sampai frekuensi penggunaan bahasa inggris di kelas yang masih kurang mengingat keunggulan kelas IUP dibandingkan kelas reguler adalah bahasa. Menanggapi hal tersebut, pak Firmansyah selaku wakil Dekan I FEB Undip mengatakan “Buat kuantitas dosen kita akan menambah beberapa dosen dari luar, saya gak mau kita dalam beberapa tahun kedepan kita kalah sama UI dan UGM, Undip harus jadi tujuan orang Indonesia.” Selain itu, Kepala program studi ekonomi Dr. Jaka Aminata, SE., MA. juga menambahkan bahwa terdapat peraturan jika mahasiswa tidak menggunakan bahasa inggris saat diskusi, maka akan dikenakan denda. (QZ)
Beberapa partisispan aktif mengajukan pertanyaan dan sanggahan dalam konsolidasi yang diinisiasi gerakan COD (Club of Dome) pada Selasa, (23/5/2023) di Dome FEB Undip. (Teby/Edents)
FEB – Selasa (23/5/23), menjadi sebuah saksi dalam terselenggaranya acara konsolidasi akbar bagi mahasiswa FEB guna menyerukan aspirasinya. Gerakan yang berlangsung di Dome FEB merupakan sebuah inisiatif yang berasal dari gagasan beberapa mahasiswa FEB yang peduli akan isu-isu saat ini yang sedang dihadapi oleh mereka. Melalui cetusan tersebutlah yang akhirnya dapat melahirkan sebuah komunitas yang disebut dengan Club Of Dome, atau dapat disingkat menjadi COD. Club Of Dome merupakan suatu komunitas yang di dalamnya membicarakan tentang isu-isu yang beredar dan bisa dikawal oleh mahasiswa FEB.
Konsolidasi akbar pertama yang telah dilakukan kemarin pada pukul 15.00 WIB merupakan sebuah bentuk simbolik yang menjadi pertanda akan keseriusan sebagai perwujudan dari tujuan dibentuknya COD ini. Latar belakang gerakan tersebut tak luput dari sebagai bentuk wadah kesempatan bagi para mahasiswa FEB untuk menyuarakan aspirasinya akan keresahan terhadap persoalan yang dihadapi di lingkungan FEB ini. Hal inipun sejalan dengan penuturan dari Ilham Safri, selaku salah satu mahasiswa yang hadir pada acara tersebut.
Ilham Safri sebagai salah satu mahasiswa yang hadir pada acara tersebut menyampaikan bahwa acara yang telah terselenggara tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya ketimpangan dukungan yang terjadi di antara bidang akademik maupun non akademik serta ketidaksinkronan yang terjadi pada area fungsional yang ada di FEB. Sehingga hal inilah yang dianggap sebagai faktor yang memantik diadakannya gerakan ini.
Kegiatan tersebut telah menghasilkan beberapa usulan atau aspirasi atas isu yang selanjutnya akan dibahas pada forum yang akan datang, isu tersebut antara lain mengenai kecepatan koneksi jaringan yang ada di FEB baik itu melalui wifi maupun provider seluler yang dirasa sangat lambat, akibatnya implikasi dari masalah tersebut adalah terhambatnya proses kegiatan dalam perkuliahan, misalnya adalah absensi dan juga penggunaan Qris di kantin. Selain itu, terdapat hal lain yang diusulkan yaitu seperti susahnya perizinan bagi mahasiswa untuk meminjam fasilitas yang ada di kampus, kinerja tenaga pendidikan yang dinilai kurang mumpuni, dan juga ketimpangan yang dilakukan oleh pihak dekanat terhadap dukungan yang diberikan antara bidang akademik dengan bidang non akademik.
Mengutip dari penjelasan Labib Azkal, salah satu partisipan dalam Konsolidasi Akbar pertama kemarin, bahwa output yang diharapkan dalam komunitas ini adalah penanganan atas isu yang telah dijaring dengan langkah selanjutnya adalah pengawalan isu, dalam bentuk beberapa opsi seperti, audiensi dengan pihak dekanat atau mungkin melakukan demonstrasi sebagai langkah yang ekstrim, atau diserahkan sepenuhnya ke Senat Mahasiswa untuk dilakukan public hearing, apapun yang akan dilakukan nanti, akan menjadi hak milik dalam forum pada Konsolidasi Akbar kedua.
Konsolidasi Pertama sudah dilaksanakan, dengan melihat jumlah partisipasi yang ada, menunjukkan bahwa, terlihat sangat jelas kurangnya awareness Mahasiswa FEB akan isu-isu yang ada di kampus, mungkin ada ketertarikan atas propaganda yang dilakukan dalam mempublikasikan komunitas Club of Dome ini, namun wujud nyatanya belum direalisasikan dengan melihat jumlah partisipan yang ada. Labib Azkal menilai bahwa partisipan yang hadir pada Konsolidasi Akbar pertama, cukup mewakili suara mahasiswa karena dihadiri oleh beberapa partisipan dari 30 ormawa dan empat prodi.
Diharapkan COD akan menjadi tempat diskusi yang sehat juga produktif guna menghasilkan kajian atau arah pergerakan dari ormawa itu sendiri, dan diharapkan juga mahasiswa-mahasiswa FEB lebih “melek” terhadap isu-isu yang ada di kampus, tidak menganggap suatu hal yang biasa itu bukan masalah, sebut Labib Azkal. Lalu, salah satu partisipan lainnya yaitu Luvita, mengatakan bahwa Konsolidasi yang dilakukan pertama kali itu bisa dikatakan kurang efektif, karena memang momen pertamanya konsolidasi dari COD, namun seiring berjalannya acara, ketidakefektifan itu diminimalisir oleh tingkat partisipasi peserta yang cukup aktif. Untuk konsolidasi selanjutnya, sangat diharapkan untuk memperhatikan waktu mulainya acara, sehingga konsolidasi bisa dilakukan dengan maksimal.
Club of Dome merupakan komunitas yang di dalamnya membicarakan tentang isu-isu yang beredar dan bisa dikawal oleh mahasiswa FEB. Selasa, 23 Mei 2023 tepatnya pada pukul 3 sore akan dilaksanakan konsolidasi akbar pertama Club of Dome di dome FEB Undip. Club Of Dome juga akan mengadakan konsolidasi-konsolidasi selanjutnya sesuai isu yang ada.
Komunitas Club Of Dome bermula dari keresahan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Muhammad Adib Rabbani mengatakan bahwa latar belakang yang membuat komunitas ini didirikan adalah saat melakukan survey pada masa Pemira, 90% mahasiswa FEB tertarik dengan isu kampus, dan 94% tertarik dengan isu lingkungan hidup luar dan dalam kampus. “Tapi pas ada kajian dan diskusi malah sedikit yang datang, apa jangan-jangan BEM FEB saat membikin isu malah asik sendiri.” Ujar Adib.
Ada 3 alasan didirikan komunitas Club Of Dome ini. Pertama, ingin memperbanyak pandangan untuk menyatakan suatu sikap, membuat kajian kepada dekanat maupun pemerintah butuh banyak pandangan. Kedua, ingin menyatukan pikiran, di konsolidasi ini pikiran-pikiran yang banyak tersebut disatukan dan juga diharapkan menjadi pikiran yang lebih bijak dibandingkan pikiran beberapa orang saja. Ketiga, ingin memperkuat persatuannya, karena ketika pikiran kita sudah satu diharapkan pikiran yang satu melahirkan kesolidan yang kuat juga.
Ketua BEM FEB Undip berharap mahasiswa FEB Undip dapat meramaikan dan turut aktif agar dapat menambah poin kebijakan. Konsolidasi pertama juga diharapkan bisa memetakan isu yang ada dan setelah konsolidasi mahasiswa diharapkan bisa menjalani hasil diskusi. Setelah konsolidasi pertama Club Of Dome akan ada 2 mekanisme keberlanjutan komunitas ini, melalui social media dan akan ada grup yang berisikan mahasiswa yang tertarik dengan isu dan kajian. Melalui grup tersebut semua orang atau ormawa yang memiliki sebuah kajian juga dapat menaruhnya di grup tersebut.
Civitas akademika Undip sedang mendengarkan tausiyah saat tarling ke lima bertempat di masjid FEB Undip Senin, 03/04/2023 pukul 20.00 WIB. (Musa/Edents)
FEB (3/4) – Tarawih Keliling atau masyhur disebut tarling dilaksanakan di masjid FEB pada senin malam pukul 20.00 WIB tanggal 3 April 2023. Sebagaimana namanya kegiatan tarawih yang dilaksanakan oleh Undip ini dilaksanakan bergilir pada masing-masing fakultas dan gedung lembaga yang ada di Universitas Diponegoro. FEB sendiri merupakan tempat kelima setelah tarling dilaksanakan di aula LP2MP di gedung ICT Kamis malam, tanggal 30 Maret 2023 pukul 20.00 WIB.
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh civitas akademika Undip meliputi Rektor, wakil rektor, dekan, pengurus lembaga, dosen, dan karyawan, serta mahasiswa. Rangkaian sholat isya, tarawih dan witir menjadi rangkaian utama kemudian dilanjut sambutan oleh Dekan FEB Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. dan Wakil Rektor 1 Undip Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D yang sekaligus diwakili sambutannya oleh dekan FEB. Dekan atau yang hangat disapa pak nomo dalam sambutannya berharap “kedepan FEB makin,Undip makin jaya,” pungkasnya.
Tarling Undip ke lima di FEB tersebut banyak dihadiri oleh dosen dari berbagai fakultas, karyawan, serta mahasiswa juga turut hadir. (Musa/Edents)
Bertindak sebagai imam sekaligus tausiyah yakni Moh Arifin, S.Ag.,M.,Hum. Dosen Fakultas Psikologi UIN Walisongo Semarang tersebut memberikan siraman rohani seperti keutamaan bulan Ramadan, persiapan hidup setelah kematian, dan pentingnya sedekah.
Tarawih Keliling atau Tarling ini merupakan acara yang berhasil terlaksana setelah sempat vakum saat apandemi tahun 2020 dan 2021. Tarling selanjutnya akan dilaksanakan di fakultas lainnya seperti FK, FISIP dan seterusnya. (Redaksi)
Talkshow bertajuk #UangKitaTalk Universitas Diponegoro di Gedung KWU FEB Undip pada Jumat, 1703/2023 WIB (Sukma/Edents)
FEB (17/3) – Mendukung inisiasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro menyelenggarakan sebuah Talkshow bertajuk #UangKitaTalk Universitas Diponegoro. Acara berlangsung dari pukul 14:00 – 16:00 WIB yang bertempat di Aula Auditorium Utama Lantai 4 Gedung Kewirausahaan FEB Undip. Semarak acara juga dihiasi oleh bagi-bagi doorprize di beberapa stand, seperti dari Bea Cukai Jawa Tengah DIY, LPDP RI, Kemenkeu Learning Center (KLC), dan lain sebagainya.
Acara ini memperkenalkan Komunitas Uang Kita (Komunita), yaitu sebuah platform yang menyasar generasi muda sebagai penggerak utama Indonesia Maju 2024 untuk menambah pengetahuan, mengembangkan diri, memperluas jaringan dan memahami pengelolaan #UangKita atau APBN.
Dengan menghadirkan beberapa pembicara hebat dalam lingkup APBN, Talkshow ini bertujuan untuk mengedukasi civitas akademika tentang tugas beberapa unsur Kementerian Keuangan, mengingat peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu ditambah dengan tersebarluasnya berbagai macam informasi di media yang berimbas pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap integritas instansi tersebut. Hal ini disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si dalam sambutan beliau di awal acara. Beliau menekankan realita saat ini dimana orang-orang lebih cepat percaya pada yang viral. “Kami terbiasa mengundang karena saya sangat percaya kampus ini adalah tempat yang ideal untuk tesa dan antitesa, untuk sebuah pemahaman pemikiran yang sangat bebas, untuk orang berpikir untuk mencerdaskan. Jadi hoax pasti tidak diterima di kampus.” tambah beliau. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Kepala Kanwil DJPb Jateng Muhdi, S.E., S.Ip., MIS, Ph.D yang ditutup dengan slogan “Tingkatkan Sinergi, Junjung Kolaborasi”.
Ahmad Heryawan, S.E., M.Si, selaku pembicara pertama pada Talkshow ini yang juga merupakan Kepala Bidang PPA II Kanwil DJPb Jateng memaparkan tentang #UangKita atau APBN di Provinsi Jawa Tengah. Dimulai dari profil kesejahteraan, kinerja APBN, hingga penyaluran dana alokasi fisik dan non fisik. Dimana terdapat pagu 103.743,51 Miliar dengan realisasi 17,41% atau 18.063,42 Miliar di sisi pendapatan, dan pagu 103.114,92 Miliar dengan realisasi 12,64% atau 13.036,03 Miliar di sisi pengeluaran sampai dengan 28 Februari 2023. Tak luput juga dirincikan mengenai realisasi belanja Kementerian Lembaga, salah satunya Kementerian PUPR pada pembangunan jalan tol Semarang-Demak.
Tak hanya dari sisi APBN Provinsi, Talkshow #UangKita juga menghadirkan pembicara kedua yaitu Siti Siwi Wulandari, S.Pd., selaku perwakilan Mata Garuda Jateng dan merupakan awardee beasiswa LPDP yang membagikan informasi mengenai salah satu belanja APBN untuk fungsi pendidikan yaitu program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Tak hanya memaparkan keunggulan, kinerja, dan komponen dari beasiswa ini, beliau juga menjelaskan tahapan seleksi dan berbagi tips dan trik untuk lolos beasiswa LPDP, seperti keaslian dan keabsahan dokumen, teliti membaca booklet, memperbanyak latihan soal untuk TBS, upgrade kemampuan berbahasa Inggris, rajin update informasi, dan masih banyak lagi.
Isti, salah satu peserta Talkshow dari program studi Manajemen mengungkapkan, “Sejujurnya aku sudah tau LPDP itu apa, tapi nggak tau sejauh itu seperti yang dipaparkan mbak (pembicara) nya ya. Jadi, informasi yang aku dapat tentang LPDP ini banyak banget di kegiatan hari ini.” Pemaparan mengenai beasiswa juga dinilai sangat informatif dan mudah dipahami bagi mereka yang tertarik dengan beasiswa ini. “Sejujurnya 10 sih, beneran kayak wow, aku baru tau sistemnya begini, pembagiannya begini, bener-bener baru tau, mungkin karena kurang explore kali ya, tapi ini beneran ngebantu banget buat nambah informasi aku sih.” tambah Isti. (Sukma/Edents)
Penampakan jalan masuk expo dan parade seni dalam acara Dies Natalis FEB Undip ke-63 di halaman kampus serta area parkir sepeda motor pukul 09.00-15.00 WIB pada tanggal (14/03/2023) (Naela/Edents)
Semarang (14/03) – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro kembali merayakan Dies Natalis yang ke-63. Parade Seni dan Budaya menjadi salah satu rangkaian acara untuk memeriahkan hari jadi Fakultas Ekonomika dan Bisnis ini.
salah satu penampilan kelompok musik mahasiswa saat acara parade seni budaya dalam rangkaian Dies Ntalis FEB Undip ke 68 pukul 11.57 Selasa, 14/03/2023 (Naela/Edents)
Pelaksanaan Parade Seni dan Budaya bertempat di halaman parkir mahasiswa FEB mulai pukul 09.00 WIB dan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan Pembacaan Doa oleh mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, M. Fakhri Fadhillah. Acara kemudian dibuka secara simbolis oleh Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dengan pelepasan balon didampingi oleh Perwakilan Dekanat. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Puspa Pirata oleh UKM-F Tari FEB Undip.
Mahasiswa menonton pertunjukan dari bawah tenda di depan panggung parade seni budaya pukul 11.26 WIB (Naela/Edents)
Secara keseluruhan acara Parade Seni dan Budaya ini telah diselenggarakan secara meriah dan dihadiri oleh para mahasiswa baik dari FEB maupun Fakultas lain, Civitas Akademika Fakultas Ekonomika dan Bisnis, dan masyarakat umum sekitar Kampus. Tak sedikit pula mahasiswa yang terkena euphoria rangkaian acara Dies Natalis FEB ke-63 ini, tak terkecuali Anisa selaku mahasiswa prodi Ekonomi Islam. “Pastinya seneng banget, seru banget dapet pengalaman baru bisa nonton parade seni ini di FEB, bareng temen-temen, pastinya seru banget sih,” ungkap Anisa.
Ramai Bazar bak Pasar
Tak hanya Parade Seni Budaya bertempat di kawasan parkir motor juga dimeriahkan dengan deretan bazar dari tiap ormawa, UKM, hingga UMKM.
Para mahasiswa saling menjajakan dan membeli dagangan dalam kegiatan expo atau bazar di halaman FEB Undip pada Senin, 14/03/2023 pukul 11.31 WIB (Naela/Edents)
Penyelenggaraan bazar bertempat di halaman FEB yang dimulai pada pukul 09.00 WIB. Acara ini menyasar mahasiswa FEB dan UMKM di sekitar Tembalang dengan tujuan untuk memberikan wadah agar mereka bisa mengenalkan produknya. Secara keseluruhan acara ini diselenggarakan secara unik dan menarik. Acara ini juga menjadi ajang promosi program kerja organisasi mahasiswa lainnya, salah satunya Vocanight oleh BEM Sekolah Vokasi Undip, yang juga turut mengisi bazar dalam acara kemarin. “Banyak UMKM dari mahasiswa dimana dapat melatih skill kewirausahaan” ujar Nabila, Panitia Vocanight. ”Untuk kekurangan sejauh ini belum ada hanya peletakan plot bisa ditata supaya keramaiannya merata,” ungkap Monik, salah satu mahasiswa Sekolah Vokasi Undip.
Tsania, Naela, dan Sukma (dari kiri) merupakan fungsionaris LPM Edents ketika menjajakan produk di stand milik LPM Edents Senin, 14/03/2023 pukul 11.36 WIB (Reporter/Edents)
Embung FEB Disulap jadi Pemancingan
Adanya kolam atau embung berisi air bukan berarti hanya sebagai keindahan estetika kampus. Kolam atau embung itu disulap menjadi tempat lomba memancing bagi para peserta lomba yang berasal dari mahasiswa, dan civitas akademika FEB Undip.
Salah satu peserta lomba memancing bernomor 36 sedang mempersiapkan alat pancing di kolam FEB Undip pada Senin, 14/03/2023 pukul 11.32 WIB (Reporter/Edents)
Alasan utama diadakan lomba memancing dalam ragam acara Dies Natalis kali ini yakni memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia di halaman luas area FEB. Harapannya dengan menyelenggarakan lomba memancing dapat menjalin kebersamaan antara warga kampus, baik dosen, karyawan, mahasiswa, juga alumni sekaligus sebagai kegiatan refreshing yang mendorong hubungan silaturahmi bagi sesama warga Undip.
menyelenggarakan lomba memancing dapat menjalin kebersamaan antara warga kampus, baik dosen, karyawan, mahasiswa, juga alumni sekaligus sebagai kegiatan refreshing yang mendorong hubungan silaturahmi bagi sesama warga Undip.
Penampakan kolam FEB ketika lomba memancing berlangsung pada Senin, 14/03/2023 pukul 11.42 WIB (Reporter/Edents)
Ketika ditanya mengenai motivasinya dalam mengikuti lomba memancing, Amir, salah satu peserta menjawab dirinya ingin memeriahkan Dies Natalis tahun ini. “Sangat seru terutama untuk bapak-bapak,” ungkapnya. Amir tidak keberatan apabila ia tak menang, karena membawa pulang beberapa lele yang berhasil ditangkap dari lomba sudah lebih dari cukup untuk membuatnya puas.
Jesi, Gracee (pemenang), Feby (dari kiri) mahasiswa Ekonomi FEB memamerkan prestasi sebagai pemancing tercepat saat lomba memancing di kolam FEB pada Senin, 4/03/2023 pukul 11.47 WIB (Reporter/Edents)
Tak hanya peserta saja, para penonton juga turut memeriahkan acara. Gilbert, seorang mahasiswa yang menonton, merasa sangat terhibur. “Gokil karena unexpected banget, dimana embungan ini bisa dijadikan tempat pancing dan ternyata sangat seru sampai-sampai teman kita mendapatkan satu ikan saja sudah heboh satu kampus,” begitu ujarnya.
Mahasiswa berorasi di tengah lingkaran yang di bentuk oleh massa aksi pukul 14.30 WIB tanggal 06/03/23 di Widya Puraya, Kampus Undip, Semarang (Qosim/Edents)
(UNDIP 6/3) – Massa, mencakup fungsionaris BEM-U, fungsionaris BEM-F, dan mahasiswa umum, melancarkan aksi yang bertajuk “Senja di Widya Puraya (SDWP) Vol. 5: Mencari Bapak Baru” pada Senin, 6 Maret 2023. Aksi beragendakan tuntutan untuk bertemu langsung dengan empat bakal calon rektor (BCR), menyampaikan permasalahan yang ada di lapangan, dan mengharapkan penandatanganan pakta integritas menjelang periode kepemimpinan selanjutnya.
Sebelum aksi dimulai, terlihat banyak pagar pembatas yang disiapkan oleh pihak keamanan di seluruh jalan menuju Widya Puraya. Alih-alih mengamankan jalan, pembatas tersebut nyatanya malah digunakan untuk menghadang massa aksi. Meski sempat terjadi bentrok dengan pihak keamanan, massa berhasil melanjutkan perjalanan ke area Widya Puraya.
Di Widya Puraya, massa mulai melancarkan berbagai propaganda agar pihak rektorat memberikan respon. Nahas, hingga aksi berakhir, batang hidung para BCR tidak muncul. Hanya tampak foto keempat calon yang terlihat di banner calon rektor dengan menyunggingkan senyum ke arah massa aksi.
Mahasiswa dihadang pihak keamanan ketika mencoba memasuki pelataran di depan Gedung Rektorat. Pukul 15.54 WIB(Musa/Edents)
MWA unsur Mahasiswa Hasna Widyaningrum memberikan pendapatnya terhadap aksi SDWP Vol. 5. Dia menyebut bahwa dirinya mengapresiasi awareness mahasiswa terhadap momen Pemilihan Rektor Undip 2024. “Aku ngelihat aksi hari ini juga temen-temen berarti udah semakin aware dan ini menunjukkan kalau hari ini juga kita merasa pemilihan rektor ini menjadi salah satu momentum yang penting dikawal sama-sama,” ungkap Hasna.
Hasna pun menambahkan keterangan terkait alasan tidak hadirnya keempat BCR secara fisik pada sore di hari Senin itu. “Mungkin kalau tanggapan aku sebagai “yang mengundang”, ya. Jadi di awal memang aku mengundang para bakal calon rektor ini tapi memang dari para bakal calon rektor ini mengatakan bahwa mereka belum bisa untuk hadir. Dua dari di antaranya menjawab bahwa mereka ada agenda, terus absen, segala macam. Duanya lagi ngga menjawab. Jadi memang udah dikoordinasikan dengan baik, sih, sebenarnya.”
Sebagai tanggapan karena hingga akhir aksi keempat BCR tidak kunjung muncul, koordinator lapangan (Korlap) Razan Siregar mewakili massa menyampaikan sebuah pernyataan sikap. Pernyataan tersebut melingkupi 4 poin yang secara garis besar menyinggung 4 bakal calon rektor tidak mau turun dan duduk bersama mahasiswa, kebebasan berpendapat di lingkungan kampus dibatasi, kejanggalan penundaan pemilihan rektor, dan pernyataan bahwa bakal calon rektor takut menemui mahasiswa.
2 mahasiswa menaiki patung Diponegoro sedang memasang banner bertuliskan “Undip bukan hanya Tembalang saja.” (Musa/Edents)
“Adapun tuntutan yang ingin kami berikan kepada keempat bakal calon rektor, yaitu kami ingin bertemu dengan keempat bakal calon rektor dan menyampaikan serta mengharapkan penandatanganan atas pakta integritas untuk kepemimpinannya di tahun 2024 – 2029,” seru Razan sebagai penutup pernyataan sikap massa aksi.
Tidak berhenti sampai pernyataan sikap, massa aksi juga melilitkan beberapa banner sebagai bentuk simbolik kekecewaan atas ketidakhadiran para BCR. “Kawan-kawan semuanya, berikut adalah bentuk simbolik yang menjadi bentuk kekecewaan kita terhadap aksi hari ini atas ketidakberpihakan mereka (para BCR, red) kepada mahasiswa pada sore hari ini. Bahwasanya dari keempat calon rektor tersebut tidak ada yang pantas untuk jadi rektor,” jelas Razan di sela orasinya.
Mahasiswa Undip sedang melakukan konsolidasi dalam rangka bersiap mengawal pemilihan rektor di Kedai Wakamsi pada kamis, 23/02/23 (Musa/Edents)
(Semarang 23/2) – Sempat vakum beberapa bulan, konsolidasi mahasiswa Undip berhasil terlaksana. Konsolidasi perdana di tahun 2023 itu dilaksanakan di Wakamsi Al-Azhar pukul 19.00 WIB, sesuai pamflet, Sayang, kegiatan molor hingga pukul 20.30 WIB . Diinisiasi oleh Aliansi Suara Undip (ASU) partisipasi mahasiswa cukup banyak dan antusias. Hadir komponen lembaga seperti BEM Undip, MWA Undip, beberapa BEM Fakultas, yaitu BEM FKM, FK, FT, FH FPP, dan FPIK, serta mahasiswa Undip secara umum.
Tujuan yang hendak dicapai yakni kritik atau evaluasi atas poin-poin tertentu pada pakta integritas sebelumnya yakni Pakta Integritas Rektor Universitas Diponegoro Periode 2019-2024. Adapun isu yang hendak diangkat forum ialah memberikan usulan, seperti perbaikan Undip, perihal mahasiswa Jepara, tujuan KKN masih belum jelas, kekerasan seksual yang dalam pembentukan satgas belum sesuai prosedur, UKT, SPI, dan yang terakhir yaitu kaderisasi, serta permasalahan di FH seperti GORE yang kurang pendanaan.
Forum kemudian sepakat membedah pakta tiap poin yang ada dengan dokumen resmi berupa salinan dari MWA. Selanjutnya poin-poin yang sepakat akan dikaji pada konsolidasi berikutnya yakni poin nomor 5, 7, 9, 10, 13, 17, dan 18.
Harapannya setelah konsolidasi ini poin sebagaimana tadi akan dibawa masing-masing lembaga untuk keperluan penjaringan aspirasi. Forum menyepakati bahwasannya setelah fakultas mendata kemudian akan dibawa kembali dalam konsolidasi berikutnya dan dijadikan pakta integritas.
Kabid sospol BEM U Mario menegaskan bahwasannya “Konsol ini sebagai keresahan kami, menjadi target guideline buat temen-temen fakultas bisa jadi strategi politik untuk pilrek ini karena sebelumnya belum ada bahasan apapun. Konsol ini juga sebagai pintu dari bahasan kemudian karena sudah ada timeline, sehingga dari bahasan di fakultas bisa menjadi strategi kita selanjutnya dan sebagai pemantik,” ujarnya. Pada akhir pertemuan tersebut disepakati bersama bahwasannya konsolidasi lanjutan akan digelar pada tanggal 27 Februari 2023. (Redaksi)