Kemeriahan ODM FEB Undip 2024: Euforia Mahasiswa Baru dan Berbagai Catatan di Dalamnya

Potret keseruan ODM Festival

FEB Undip (16/08) – Rangkaian Orientasi Dipo Muda FEB Undip telah rampung diselenggarakan. Kegiatan hari terakhir ODM FEB diawali dengan mozaik, orasi ketua BEM, ketua senat, dan ketua himpunan serta disusul parade organisasi mahasiswa. Acara dilanjutkan dengan Yellow Festival yang memiliki tujuan utama mengenalkan organisasi mahasiswa yang ada dalam FEB Undip dan ditutup dengan rangkaian ODM Festival. 

Menurut Biiznihi, ketua Kesmes FEB Undip, ODM FEB tahun ini sangat menyenangkan karena didukung oleh antusiasme mahasiswa baru. Biiznihi juga menyebutkan bahwa mahasiswa baru lebih antusias pada ODM tahun ini dibanding tahun lalu, “terutama di Yellow Fest ini, (mahasiswa baru) mampir ke stand dan tentunya dari Kesmes sendiri membuka peluang untuk teman-teman maba untuk mengetahui Kesmes lebih jauh melalui Yellow Fest ini.” 

Meski begitu, menurut Novita, mahasiswi baru prodi manajemen, ia kurang mendapat informasi yang dibutuhkan untuk memilih ormawa terbaik bagi dirinya, “Soalnya kan rame banget, ya. Jadi informasinya ketutupan gitu. Jadi ngga bisa akses informasi seluruhnya. “

Antusiasme mahasiswa baru juga terlihat pada rangkaian ODM Festival di mana mereka berkumpul memenuhi bagian tengah panggung. ODM Festival tahun ini menampilkan UKM Tari, Economusic, hingga Cheerleader.

Rimanda, mahasiswa baru prodi akuntansi, menjelaskan bahwa rangkaian ODM FEB Undip melebihi ekspektasinya, “seru sih, walaupun capek, tapi acaranya seru-seru semua jadi nggak kerasa capeknya. Kita bisa kumpul bareng. Dari setiap prodi bisa kumpul bareng. Kita juga bisa have fun dan ada sesi nyanyi-nyanyi.” 

Namun, tidak seluruh mahasiswa baru dapat merasakan euforia ODM Festival. Banyak di antara mereka yang memilih melipir ke bagian yang cukup jauh dari panggung. Salah satunya adalah Yora, mahasiswi baru prodi akuntansi. Ia menjelaskan acara hari itu tidak memenuhi ekspektasinya, “Jujur agak engga (sesuai ekspektasi). Kek ini,  ini tuh semuanya nggak yang bisa langsung ngumpul jadi satu, seru-seruan bareng. Jadi mencar-mencar, banyak yang ngobrol sendiri. Paling cuma di sana doang (bagian dekat panggung) yang asik-asikan,” jelasnya.

sampah tampak berserakan di area panggung odm festival

Satu hal yang cukup disayangkan dari acara ini adalah terlihatnya tumpukan sampah di beberapa titik ODM Festival. Hal ini dikarenakan kurangnya penyediaan  tempat sampah yang cukup untuk menampung seluruh sampah konsumsi mahasiswa baru. Berbeda dengan area ODM Festival, area Yellow Festival terlihat bebas dari sampah karena tersedianya trash bag. 

Menabung Untuk Investasi Jangka Panjang, Mahasiswa KKN Undip Ajak Siswa-Siswi SDN Newung 2 Belajar Menabung

Newung, Sragen (23/07) – Menabung adalah sebuah kebiasaan yang sederhana namun memiliki dampak besar bagi masa depan. Sejak usia dini, anak-anak perlu diajarkan tentang pentingnya mengelola keuangan dan menabung. Memahami hal ini, Alessandra Juventini Getzevia Rumbino, mahasiswa jurusan Akuntansi dari KKN Tim II Undip Tahun 2023/2024 dibawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Riza Susanti, S.T., M.T, menginisiasi kegiatan edukasi pentingnya menabung bagi siswa-siswi kelas 4 di SDN Newung 2.

Menabung bukan hanya sekedar mengumpulkan uang receh. Ini adalah langkah awal menuju kemandirian finansial. Dengan menabung, anak-anak belajar tentang nilai uang, kesabaran, dan perencanaan masa depan. Selain itu, menabung juga dapat menjadi pondasi untuk investasi jangka panjang yang akan memberikan keuntungan finansial di masa depan.

Dalam kegiatan edukasi yang telah diselenggarakan di SDN Newung 2, Alessandra menggunakan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Tidak hanya memberikan materi tentang pengertian menabung, tetapi juga menjelaskan tentang tips and trick serta manfaat menabung dan mengajak siswa-siswi untuk terlibat dalam aktivitas pembuatan celengan dari botol bekas.

Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa-siswi kelas 4 SDN Newung 2. Selain memperoleh pengetahuan tentang keuangan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini. Dengan demikian, mereka akan lebih siap untuk menghadapi tantangan finansial di masa depan. (Alessandra Juventini Getzevia Rumbino)

UMKM Go Digital: Edukasi dan Pendampingan Pembuatan QRIS untuk Mendukung Kemudahan dan Keamanan dalam Pembayaran bagi UMKM Desa Sidorejo

         Penyerahan Poster Edukasi QRIS

Sidorejo, Pekalongan (30/07) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, Adiska Afifah yang berasal dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Program Studi Ekonomi Islam untuk menjalankan program kerja yang mendukung digitalisasi UMKM di Desa Sidorejo. Program ini terinspirasi dari fenomena era digital yang  telah datang dan mewarnai kehidupan sehari-hari, termasuk di Desa Sidorejo yang berlokasi di perbatasan kota Pekalongan. Meskipun sebagian penduduknya belum sepenuhnya melek teknologi, khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Desa Sidorejo memiliki banyak UMKM yang didominasi oleh bidang konveksi sebagai usaha yang sudah turun temurun. Di samping itu, banyak pula ditemui UMKM baru di sektor makanan dan minuman sebagai dampak dari pandemi COVID-19. Bagi banyak pelaku usaha ini, UMKM adalah sumber pendapatan utama dan masih berada pada tahap awal pengembangan bisnis. Hal ini membuat para pelaku usaha masih awam terhadap dunia bisnis, terutama pada upaya digitalisasi bisnis. Oleh karena itu, diperlukan langkah yang tepat agar UMKM tersebut dapat berkembang dengan pesat, salah satunya dengan edukasi dan pendampingan pembuatan QRIS. 

Edukasi dan Pendampingan Pembuatan QRIS usaha Es Durian Tilompo milik Pak Rohib

Edukasi dan pendampingan pembuatan QRIS dilakukan oleh Adiska dan tim di beberapa UMKM Desa Sidorejo secara langsung melalui pendekatan door to door. Kegiatan ini dimulai dengan edukasi mengenai digitalisasi alat pembayaran dengan penyerahan poster informasi QRIS sekaligus melakukan pengumpulan data UMKM dalam rangka asistensi pembuatan QRIS. QRIS tersebut dirancang untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih aman, terhindar dari penipuan uang palsu, dan memudahkan pencatatan transaksi bagi pelaku usaha. 

Program ini diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi UMKM di Desa Sidorejo untuk lebih siap menghadapi tantangan era digital. Penerapan QRIS ini dapat mendorong UMKM untuk beradaptasi dengan era digital, seperti meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi, peningkatan keamanan pembayaran, dan memperluas jangkauan pasar melalui kemudahan akses pembayaran yang beragam. Keberagaman akses pembayaran ini menjadi hal yang penting untuk dilakukan karena mayoritas konsumen UMKM kini adalah anak muda yang melek teknologi. Pengambilan langkah ini ditujukan agar UMKM di Desa Sidorejo tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi juga berpotensi untuk berkembang pesat dan menjadi pemain penting dalam perekonomian digital di masa depan. (Adiska Afifah Zahro)

Digitalisasi Marketing: Upaya Pembuatan dan Pemberdayaan Social Media dan E-Commerce Bisnis di Desa Keloran

Penyerahan simbolis hasil luaran program yang merupakan booklet Bersama PKK dan remaja di Desa Keloran, Jumat (26/07)

Keloran, Wonogiri (26/07) – Fiolita Nurmadewi, selaku  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Progam Studi Manajemen melaksanakan program kerja yang berfokus pada digitalisasi marketing pada KUB (Kelompok Usaha Bersama), PKK dan remaja di Desa Keloran.

Desa Keloran merupakan salah satu desa di Kecamatan Selogiri yang memiliki potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang besar. Namun, permasalahan terbesar yang menjadi penghalang kemajuan UMKM di Desa Keloran adalah kesulitan dalam segi pemasaran secara digital yang hanya menggunakan Whatsapp Marketing, dimana produk-produk yang dijualnya hanya dibagikan kepada rekan-rekan yang dikenalnya ataupun pada komunitas UMKM Wonogiri, hal ini membuat terbatasnya target pasar yang dituju sehingga mempersempit penjualan produknya.

Berawal untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka munculah program kerja “Digitalisasi Marketing melalui Upaya Pembuatan Social Media dan E-Commerce Bisnis di Desa Keloran” yang berlangsung di Balai Desa Keloran, serta secara intensif dilakukan di Rumah Bu Tri, Bu Erna dan Bu Sri di Ngembong selama 26-29 Juli 2024 dengan melakukan pemanfaatan kemajuan teknologi digital untuk meningkatkan ekonomi lokal di Desa Keloran.

Dimulai dengan sesi pengenalan digital marketing, pemaparan berbagai macam strategi digital marketing yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM, pentingnya menentukan target pasar sebelum memulai suatu usaha, urgensi untuk melakukan riset terhadap perilaku konsumen terhadap produk atau jasa yang ditawarkan untuk dapat merancang strategi pemasaan yang sesuai dengan menciptakan karakteristik yang berbeda dengan para pesaingnya serta terdapat pelatihan dasar mengenai penggunaan salah satu alat digital marketing yaitu E-Commerce Shopee dan Social Media Instagram serta terdapat panduan singkat pembuatan konten dari Canva yang dapat ditampilkan di Shopee dan Instagram untuk dapat menaikkan nilai jual produk oleh PKK, KUB dan remaja di Desa Keloran.

Selama program berlangsung, Fiolita Nurmadewi tidak hanya memberikan panduan, tetapi juga memberikan pendampingan secara menyeluruh kepada PKK, KUB dan remaja yang ingin atau sudah memiliki UMKM dalam proses pengimplementasian materi dari digitalisasi marketing.

“Produk yang akan dijual harus bermanfaat dan pastinya dapat memecahkan sebuah masalah atau keinginan yang dihadapi calon konsumen dan harus memberikan solusi yang tepat dan tertarget,” ujar Fiolita Nurmadewi.

Terdapat tiga sasaran UMKM yang diberikan pelatihan secara intensif untuk melakukan digitalisasi marketing yaitu pemilik UMKM Keripik Pisang Bu Tri dari Ngembong, UMKM Keripik Pisang dan Bawang Goreng Bu Erna dari Ngembong dan UMKM Sambal Kacang bu Sri dari Ngembong.

“UMKM di sini itu kurangnya dibagian pemasaran soalnya engga ada yang ngajarin, kalaupun dijual juga disekitaran sini atau melalui pemesanan via Whatsapp,” ujar bu Tri

Bu Tri selaku pemilik UMKM Kripik Pisang yang diberdayakan untuk dilakukan pembuatan social media Instagram dan E-Commerce Shopee (26/07)

Sehingga dengan adanya pelatihan pembuatan akun E-Commerce Shopee dan social media Instagram dari program kerja ini, ketiga pemilik usaha mengaku merasa sangat terbantu dalam memasarkan produk-produknya karena lebih efektif dalam memperluas jangkauan target pasar secara online dan lebih efisien serta memberikan dampak positif dalam jangka panjang, baik bagi UMKM di Desa Keloran maupun perkembangan ekonomi lokal secara keseluruhan. Keberhasilan program ini juga menjadi salah satu capaian bagi mahasiswa dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat, terutama dalam hal digitalisasi marketing di Desa Keloran. (Fiolita Nurmadewi)

4P Marketing Mix Sebagai Solusi Perencanaan Bisnis UMKM di Kelurahan Jantiharjo

Acara edukasi dan pelatihan perencanaan bisnis di Kelurahan Jantiharjo.

Jantiharjo (01/08) – Bertempat di Aula Kelurahan Jantiharjo telah dilaksanakan edukasi dan pelatihan perencanaan bisnis oleh Agung Samodro mahasiswa KKN Universitas Diponegoro yang berasal dari jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

UMKM sebagai unit terkecil bisnis telah lama menjadi tumpuan hidup mayoritas masyarakat Kelurahan Jantiharjo. Oleh karena itu mahasiswa KKN menginisiasi adanya kegiatan edukasi dan pelatihan perencanaan bisnis menggunakan pendekatan 4P (Product, Price, Place, dan Promotion) untuk para masyarakat umum dan pelaku UMKM guna membantu pelaku UMKM dalam merencanakan serta mengembangkan strategi bisnis yang lebih efektif dan juga diharapkan dapat mengoptimalisasikan profit bisnis.

Kegiatan ini dihadiri pemilik usaha kecil, pengrajin, dan pedagang lokal. Acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan Lurah Jantiharjo yaitu Bapak Suranto selaku Sekretaris Lurah Jantiharjo. Beliau menyampaikan pentingnya UMKM untuk meningkatkan kesejahteraan finansial bagi pelakunya dan juga peran UMKM dalam penguatan perekonomian lokal. Beliau juga memberikan dukungan penuh dari pihak kelurahan untuk pelaku UMKM di wilayah kelurahan Jantiharjo.

Sambutan Sekretaris Lurah.

Pada Inti acara disampaikan pemaparan materi oleh mahasiswa KKN tentang definisi umum pemasaran, perencanaan pemasaran, tujuan perencanaan pemasaran serta perencanaan bisnis menggunakan pendekatan Marketing Mix (Bauran Pemasaran) yang di dalamnya terdapat 4 aspek yang perlu diperhatikan yaitu :

  1. Product (Produk) : Dalam sebuah perencanaan bisnis hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan produk apa yang akan dijual. Penentuan produk harus dilakukan dengan menganalisis kebutuhan konsumen serta memenuhi kebutuhan tersebut dengan memperhatikan kualitas, desain, dan fitur yang cocok bagi konsumen di pasar.
  2. Price (Harga) : Setelah menentukan produk dan menghitung biaya yang dikeluarkan maka langkah selanjutnya adalah menentukan harga jual. Penentuan harga jual tidak boleh melebihi biaya agar bisnis mendapat profit, namun juga tidak boleh terlampau tinggi karena mempertimbangkan kemampuan konsumen serta nilai yang akan diterima dari produk kita.
  3. Place (Tempat/Distribusi) : Selanjutnya merupakan pemilihan tempat atau saluran distribusi yang dapat diakses oleh konsumen. Dalam hal ini perlu dipertimbangkan tempat atau saluran distribusi yang dapat menjangkau dan menarik lebih banyak konsumen secara optimal.
  4. Promotion (Promosi) : Terakhir adalah bagaimana pelaku UMKM dapat
    mempromosikan produk mereka dengan efektif sehingga produk dapat mencapai target konsumen. Hal yang dapat dilakukan adalah penggunaan media sosial dengan melakukan konten marketing seperti tulisan atau video serta mengikuti event pameran.
Pemaparan materi mengenai 4P.

Dalam acara dibagikan pula leaflet panduan dalam perencanaan bisnis sesuai materi yang telah disampaikan. Diharapkan dengan diberikannya leaflet panduan dalam perencanaan bisnis, peserta dapat lebih memahami materi yang disampaikan.

Penyerahan modul perencanaan bisnis.

Melalui Program ini, diharapkan para pelaku UMKM di Kelurahan Jantiharjo dapat lebih memahami pentingnya perencanaan bisnis yang matang dan mampu menerapkan strategi dengan pendekatan 4P untuk meningkatkan daya saing di pasar, merencanakan bisnis yang lebih efektif, dan tentunya meningkatkan keuntungan usaha. (Agung Samodro)

Pemberdayaan dan Pendampingan Pembuatan Maps Digital di Google My Business kepada Pelaku UMKM Desa Keloran

Pemaparan materi terkait Google Maps kepada PKK dan perangkat desa di Desa Keloran, Jumat (26/07)

Keloran, Wonogiri (26/07) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2023/2024, Fiolita Nurmadewi dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Progam Studi Manajemen melaksanakan kegiatan program kerja terkait transformasi digital. Teknologi digital telah menjadi kebutuhan vital dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia bisnis, hal ini memberikan peluang besar bagi para pengusaha, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Keloran untuk dapat memperluas target pasarnya. Sehingga terdapat banyak inisiatif untuk memastikan bahwa UMKM dapat merasakan manfaat dari perkembangan teknologi digital.

UMKM di Desa Keloran memiliki segudang potensi untuk memajukan perekonomian lokal, namun masih ada permasalahan yang perlu diatasi untuk membantu calon pelanggan dalam mencari dan menemukan titik lokasi dari UMKM maupun tempat-tempat layanan masyarakat yang berada di Desa Keloran. Hal ini disebabkan karena masih banyak dari mereka yang belum menentukan titik lokasi mereka di Google Maps sehingga lokasi UMKM dan tempat-tempat layanan masyarakat sulit ditemukan oleh calon pelanggan maupun masyarakat sekitar Desa Keloran.

Beranjak dari permasalahan tersebut, program kerja “Pemberdayaan dan Pendampingan Pembuatan Maps Digital di Google My Business pada Desa Keloran” dilaksanakan untuk membantu para pelaku UMKM dan tempat-tempat layanan masyarakat di Desa Keloran dalam menandai lokasi mereka di Google Maps sehingga dapat menaikkan perekonomian lokal.

Program kerja dimulai pada tanggal 26-29 Juli 2024 bertempat di Balai Desa Keloran yang dihadiri oleh PKK Desa Keloran serta perangkat desa dengan melakukan sosialisasi menyeluruh tentang pentingnya menentukan titik lokasi usaha mereka di Google Maps, dilanjutkan dengan pemaparan cara menentukan dan mempublikasikan titik lokasi di Google Maps kepada para pelaku usaha dan tempat-tempat layanan masyarakat. Selain itu pemaparan dan pendampingan pembukaan Google Maps secara intensif dilakukan di rumah bu Tri, bu Erna dan bu Sri sebagai salah satu perwakilan UMKM  yang secara aktif berjualan namun belum memiliki titik lokasi di Google Maps. 

Pendampingan pembuatan Google Maps kepada Bu Erna,salah satu pemilik UMKM di Desa Keloran, Jumat (26/07)

Dengan adanya pelatihan pembuatan titik lokasi di Google Maps dari program kerja ini, ketiga pemilik usaha mengaku merasa sangat terbantu dalam meningkatkan aksesibilitas UMKM mereka di mata calon pelanggan dan daya tarik Desa Keloran di masyarakat luar. Keberhasilan program ini juga menjadi salah satu capaian bagi mahasiswa dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat, terutama dalam hal digitalisasi marketing di Desa Keloran. (Fiolita Nurmadewi)

Siap Hadapi Keadaan Tak Terduga dengan Dana Darurat : Edukasi Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga oleh Mahasiswa KKN Undip

Sambutan Lurah Jantiharjo

Jantiharjo (1/8) – Agung Samodro, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dari jurusan Manajamen Fakultas Ekonomika dan Bisnis melaksanakan program Edukasi bertemakan pengelolaan keuangan : Siap Hadapi Keadaan Tak Terduga dengan Dana Darurat, tepatnya pada pukul 08.00 – 10.00 WIB. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menyiapkan dana darurat sebagai salah satu strategi pengelolaan keuangan dalam rumah tangga. Apalagi melihat mayoritas pendapatan rumah tangga di Kelurahan Jantiharjo berasal dari hasil usaha pertanian dan juga UMKM yang mana pendapatan tidak selalu sama tiap bulannya. Sehingga akan menjadi penting bagi sebuah rumah tangga untuk memiliki dana darurat.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini merupakan ibu-ibu rumah tangga. Acara dimulai dengan sambutan Lurah Jantiharjo Bapak Budi Triyono, S.Sos, M.M. Beliau menyambut baik adanya kegiatan ini. “Ini merupakan satu inisiasi kegiatan yang baik yang telah direncanakan oleh adik-adik mahasiswa, pengelolaan keuangan itu bukan tentang besar kecilnya uang masuk tetapi bagaimana nanti uang yang masuk itu bisa cukup dan bahkan dapat disisihkan untuk kondisi emergency” Ujar beliau dengan semangat.

Pemaparan materi oleh mahasiswa KKN mengenai dana darurat

Pemaparan materi dilakukan oleh mahasiswa KKN yang mencakup definisi dana darurat, urgensi dan penggunaan dana darurat, cara menghitung jumlah dana darurat dan juga solusi atau pemberian model tabungan terencana sebagai media penyimpanan dana darurat. Dijelaskan bahwa dana darurat merupakan sejumlah uang yang disisihkan dan disimpan yang bertujuan untuk digunakan sebagai jaring pengaman finansial untuk menghadapi berbagai situasi yang bisa mengganggu stabilitas keuangan rumah tangga. Disampaikan pula jumlah dana darurat sebaiknya 6 – 12 kali pengeluaran bulanan. Hal ini dimaksudkan agar rumah tangga siap dalam menghadapi keadaan tidak terduga seperti kehilangan pemasukan, sakit, bencana atau kebutuhan mendesak lainnya tanpa bergantung pada utang.

pembagian media penyimpanan dana darurat kepada peserta

Pada akhir pemaparan, mahasiswa KKN memberikan sebuah inisiasi saran untuk media penyimpanan dana darurat berupa celengan yang terencana. Dengan adanya media penyimpanan uang ini diharapkan bahwa peserta dapat merencanakan besaran jumlah dana darurat yang akan mereka simpan. Hal ini disambut dengan semangat oleh peserta “Jadi semangat, Mas kalau dapat celengan seperti ini” ujar Ibu Yuli, salah satu peserta yang hadir.

Dengan adanya program ini, diharapkan peserta yang hadir dan masyarakat Kelurahan Jantiharjo secara umum dapat lebih sadar dan siap dalam mengelola keuangan mereka dan memiliki ketahanan finansial yang lebih baik di masa mendatang. (Agung Samodro)

Optimalisasi UMKM di Era Digital, Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Program untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM

Seiring dengan kemajuan zaman, pertumbuhan dan pembangunan ekonomi memainkan peran krusial dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, optimalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung perekonomian nasional. 

Dalam rangka memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh teknologi digital, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi UMKM. Salah satu inisiatif yang diberikan oleh Mahasiswa KKN UNDIP Tim II 2023/2024 adalah program pelatihan dan pendampingan yang diadakan oleh pemerintah dan berbagai lembaga terkait, dengan tujuan mengintegrasikan teknologi digital ke dalam operasional bisnis UMKM. Program ini mencakup berbagai aspek seperti pemasaran digital, penjualan berbasis aplikasi, serta pembayaran digital. Program ini juga menjelaskan pentingnya memiliki personal branding yang baik dan mendaftarkan UMKMnya secara legal. 

Program yang dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Juli 2024. Bertempat di Pendopo Kantor Kelurahan Sudiroprajan, kegiatan ini mengundang 20 pelaku UMKM di Kelurahan Sudiroprajan. Kegiatan ini diawali dengan penjelasan mengenai kondisi sosial UMKM di Kelurahan Sudiroprajan, dilanjut dengan penjelasan tentang pentingnya NIB (Nomor Induk Berusaha) bagi UMKM guna memudahkan proses bisnisnya, penjelasan bagaimana membangun personal branding UMKM,  penjelasan mengenai pemasaran berbasis digital dan  pengenalan WhatsApp Bisnis sebagai salah satu platform pemasaran digital, serta penjelasan mengenai platform penjualan berbasis E-Commerce dan pengenalan QRIS sebagai metode pembayaran digital. 

Antusiasme dari peserta meyakinkan para pemateri bahwa yang disampaikan dapat diterima dan diimplementasikan dengan baik. Peserta juga aktif dalam sesi diskusi serta menyampaikan minat untuk beralih ke pemasaran dan penjualan berbasis digital. Melalui program ini, diharapkan UMKM tidak hanya sekadar beradaptasi, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar global, sehingga mereka dapat memperluas jangkauan dan menciptakan peluang baru yang lebih luas di tingkat internasional.

Reporter : Adelia Putri Qani’ah, Farah Fauziyyah, M Yoga Widiaztama, Nazila Hamidah Suci P, Nuril Maulidya Rahmah, Prasasta Aulya, Satrio Agung Guntoro, Syifa Amalia, Tri Damaito Sitohang

Dukung Pengembangan Ekonomi Desa, Mahasiswa KKN UNDIP Melakukan Pendampingan  dan Edukasi Dalam Pembuatan Akun OSS serta NIB bagi Pelaku UMKM di Desa Sindukarto

Penulis: Arya Febriansyah

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro melakukan pendampingan dan  sosialisasi dalam pembuatan akun OSS (Online Single Submission) guna penerbitan NIB  (Nomor Induk Berusaha) bagi para pelaku UMKM di Desa Sindukarto, Kecamatan Eromoko,  Kabupaten Wonogiri, Rabu (24/07). 

Kegiatan UMKM dalam masyarakat menjadi salah satu hal umum yang dilakukan untuk  mendapatkan penghasilan, karena masyarakat dapat menjalankan kegiatan UMKM dengan  modal usaha yang terbilang rendah serta bentuk produk yang dapat diperjualbelikan sangat  beragam.  

Desa Sindukarto memiliki banyak pelaku UMKM dengan berbagai bidang yang berbeda. Ini  tentunya menjadikan sumber pendorong pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar Desa  Sindukarto. Akan tetapi, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki pemahaman serta  dokumen resmi dalam melakukan kegiatan wirausaha. Terdapat beberapa pelaku UMKM Desa  Sindukarto yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). 

Nomor Induk Berusaha (NIB) merupakan surat izin resmi yang diterbitkan dibawah  Kementrian Investasi/BKPM yang bertujuan sebagai identitas pelaku sebuah usaha dalam  menjalankan kegiatan usaha. Apabila pelaku usaha tidak memiliki NIB, maka dapat dipastikan  usaha yang dijalankan tidak sah atau ilegal secara hukum. 

Dokumentasi pendampingan dan edukasi dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha pada pelaku UMKM

Dari permasalahan terkait NIB tersebut, Arya Febriansyah, seorang mahasiswa jurusan  Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro melakukan program kerja  untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan pendampingan dan edukasi dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk pelaku UMKM. 

Program Kerja ini diawali dengan pemberian sosialisasi dan edukasi terkait sistem Online  Single Submission (OSS) yang digunakan dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB),  dokumen apa saja yang harus disiapkan dalam mengajukan pembuatan Nomor Induk Berusaha  (NIB), sosialisasi terkait manfaat dari NIB, dan melakukan pendampingan pendaftaran serta  pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). 

Dokumentasi pendampingan dan edukasi dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha pada pelaku UMKM

Setelah melakukan pengajuan permohonan, Arya kemudian memberikan poster infografis  terkait NIB dan menjelaskan materi yang ada di dalam poster infografis tersebut seperti apa itu  NIB, manfaat dari NIB dan tata cara pengajuan permohonan Nomor Induk Berusaha (NIB). 

Para pelaku UMKM merasa sangat terbantu dengan adanya program kerja pendampingan dan edukasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Telah terbitnya NIB bagi para pelaku UMKM diharapkan dapat mempercepat kegiatan berusaha  serta dapat memberikan berbagai manfaat bagi para pelaku UMKM di Desa Sindukarto. 

Digitalisasi GENORI (Gerakan Menabung Anak Mengori): Kreasikan Poster Menabung di Canva serta Guru Rancang Kelas Virtual via Google Classroom.

Mahasiswa KKN Desa Mengori Sosialisasikan Menabung dan Kreasikan Poster Menabung Bagi Anak-Anak serta Workshop Pembuatan Google Classroom Kepada Guru di SDN 01 Desa Mengori. Foto: Ist.

Mengori, 24 Juli 2024 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di SDN 01 Mengori, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengadakan serangkaian kegiatan edukatif yang melibatkan 21 siswa dan para guru sekolah dasar tersebut. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar, serta menanamkan kebiasaan menabung pada siswa.

Kepala Sekolah SDN 01 Mengori, Ibu Iin Turyani, S.Pd., menyambut baik inisiatif ini. “Kami sangat mendukung program menabung ini karena sangat relevan dengan kebutuhan siswa kami. Selain itu, kegiatan membuat poster dengan Canva juga meningkatkan kreativitas anak-anak, yang masih tergolong rendah di Desa Mengori. Kombinasi menabung dan teknologi ini membuka peluang baru bagi anak-anak kami untuk berkembang,” ujarnya dengan antusias.

Sebagai bagian internal dari program KKN, tim juga melaksanakan program GENORI (Gerakan Menabung Anak Mengori) yang ditargetkan khusus untuk siswa kelas 4 SD. Program ini diawali dengan sesi pembahasan interaktif tentang pentingnya menabung, dilanjutkan dengan kegiatan kreatif pembuatan celengan dari bahan daur ulang seperti kardus dan botol minum. Setiap siswa dibimbing untuk membuat dan menghias celengan mereka sendiri, memadukan unsur kreativitas dengan edukasi finansial.

Mahasiswa FEB, Ayara Chiyotara Naori, menginspirasi dengan proker GENORI (Gerakan Menabung Anak Mengori). Melalui kreativitas, ia mengajak anak-anak membuat celengan dari bahan bekas. Foto: 2st.

Siswa diajak membuat komitmen menabung dan diberikan tips praktis untuk memulai kebiasaan ini. Wali kelas akan memantau progress menabung siswa sebagai tindak lanjut dari program ini. Sebagai hasil dari program ini, siswa SDN 01 Mengori berhasil membuat berbagai poster menarik dengan menggunakan Canva dan celengan unik dari bahan daur ulang.

Mahasiswa Teknik Komputer, Rachel Sola Gracia, melakukan pelatihan pembuatan poster dengan tema menabung di SDN 01 Mengiru. Foto: 3st.

Sebagai kelanjutan dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pemanfaatan teknologi di SDN 01 Mengori, Mahasiswa KKN Undip juga mengadakan program workshop pemanfaatan Google Classroom bagi para guru. Workshop ini dirancang untuk membekali para guru dengan keterampilan dalam menggunakan platform digital tersebut sebagai alat bantu pembelajaran. Dengan adanya pelatihan ini, para guru diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif, menarik, dan efisien. Google Classroom dapat membantu para guru dalam mengelola tugas-tugas siswa, memberikan umpan balik secara langsung, serta memfasilitasi diskusi dan kolaborasi antar siswa. Melalui workshop ini, para guru akan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang cara mengintegrasikan teknologi ini dalam kurikulum sehari-hari, sehingga pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga dapat diperluas melalui media digital.

Mahasiswa Teknik Komputer, Rachel Sola Gracia, melakukan Workshop pemanfaatan Google Classroom bagi para guru. Foto: 4st.

Dengan adanya pelatihan ini, SDN 01 Mengori diharapkan dapat menjadi contoh sekolah yang progresif dalam penerapan teknologi pendidikan di Desa Mengori, memberikan dampak positif jangka panjang bagi para siswa dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan masa depan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi siswa dan guru, serta memajukan kualitas pendidikan di daerah tersebut.