
Semarang (23/08) – Orientasi Diponegoro Muda (ODM) merupakan gerbang awal bagi mahasiswa baru Universitas Diponegoro dalam memasuki kehidupan kampus. Agenda tahunan ini bukan sekadar seremoni penyambutan, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai luhur Undip, membuka wawasan, menumbuhkan rasa bangga pada almamater, sekaligus membentuk karakter mahasiswa yang berlandaskan filosofi COMPLETE.
Setelah menjalani PPKMB serta ODM di tingkat fakultas, tibalah mahasiswa baru pada puncak ODM Undip 2025 yang berlangsung di Stadion Undip pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Sejak pukul 05.30 pagi, ribuan mahasiswa baru telah memadati stadion dengan dresscode hijau mint lengkap dengan udeng Jawa, menghadirkan lautan warna seragam yang mencerminkan kesatuan dan kebersamaan. Antusiasme yang membuncah terus terjaga hingga acara ditutup pada pukul 13.00 siang.
Mengangkat tema “Smart Spending, Big Thinking”, ODM tahun ini menyoroti pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda. Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap fenomena gaya hidup konsumtif dan maraknya perilaku fear of missing out (fomo) di kalangan Gen Z. Melalui tema ini, mahasiswa baru diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berani, visioner, serta mampu mengelola keuangan secara bijak, terutama bagi mereka yang harus hidup mandiri sebagai perantau jauh dari orang tua.
ODM 2025 juga menegaskan lima pilar nilai yang akan menjadi fondasi Diponegoro Muda: mandiri, konsisten, bijak, integritas, dan humanis.
“Universitas ini mewarisi semangat Pangeran Diponegoro. Kita memang bukan pendiri, tetapi kita adalah pewaris nilai-nilai Pangeran Diponegoro—nilai jujur, berani, dan adil,” tutur Prof. Suharnomo, Rektor Universitas Diponegoro, dalam sambutannya yang disambut dengan sorakan penuh semangat dari ribuan mahasiswa baru.
Kemeriahan ODM 2025 semakin terasa dengan kehadiran maskot baru, Ganeo, Garuda Diponegoro yang gagah. Sosok Ganeo bukan hanya simbol, melainkan representasi nilai integritas, keberanian, dan semangat kebersamaan. Kehadirannya menegaskan bahwa keberagaman mahasiswa Undip adalah sumber kekuatan, bukan penghalang, dalam melangkah menuju perjalanan akademik maupun pengabdian masyarakat.
Rangkaian acara dimulai dengan atraksi mozaik, di mana setiap mahasiswa memegang kertas warna sesuai pola dan nomor tempat yang telah ditentukan untuk membentuk gambar besar yang menyimbolkan semangat persatuan. Dilanjutkan dengan atraksi udara dari dua paramotor yang membentangkan bendera Universitas Diponegoro dan ODM Undip yang diterbangkan langsung dari Bukit Ungaran,mencuri perhatian seluruh peserta.
Suasana stadion kemudian semakin ramai dengan parade organisasi kemahasiswaan (ormawa) Undip. Parade ini menjadi momen penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal ragam organisasi yang kelak bisa menjadi wadah pengembangan diri, baik di bidang akademik, minat bakat, maupun advokasi mahasiswa.
Tidak hanya parade, beragam hiburan juga disuguhkan dengan konsep yang dikemas apik. Mulai dari penampilan tarian EconoRhythm hingga pertunjukan Mahakarya yang menggabungkan drama dengan koreografi tari modern. Perpaduan tersebut berhasil menyampaikan pesan nilai dengan cara yang kreatif dan menghibur.
Salah satu sesi yang paling ditunggu adalah Dipscussion bersama aktris sekaligus penyanyi Cinta Laura. Pada kesempatan ini, Cinta berbagi pengalamannya dalam mengatur keuangan secara bijak sejak dini.“Fun fact, sampai sekarang aku punya excel spreadsheet di mana aku menulis pengeluaran aku setiap hari,” ungkap Cinta, disambut gelak tawa dan tepuk tangan mahasiswa baru. Ia juga membagikan kisah pribadinya saat pertama kali beradaptasi sebagai mahasiswa di New York, sebuah pengalaman yang memberi motivasi bagi mahasiswa baru untuk lebih mandiri dan disiplin.
Acara kemudian berlanjut dengan orasi dari 12 Ketua BEM Fakultas dan Sekolah Vokasi, yang masing-masing menyoroti kelebihan dan kekurangan dari fakultasnya. Orasi tersebut ditutup dengan pidato dari Aufa Atha Ariq, Ketua BEM Undip 2025. Setelah menyampaikan orasinya, para ketua BEM berdiri di tengah lapangan dengan bendera identitasnya masing-masing. Momen ini semakin kuat ketika mereka secara kompak mengenakan kaos bertuliskan “Bebaskan Kawan Kami”, sebagai bentuk seruan solidaritas untuk kawan-kawan mahasiswa yang masih memperjuangkan keadilan.
Puncak acara ditandai dengan keynote speech Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Arman Sulaiman, yang menyampaikan pesan inspiratif mengenai peran generasi muda dalam membangun kemandirian bangsa, khususnya di bidang pangan dan pertanian. Suasana kemudian beralih ke momen hiburan penutup yang ditunggu-tunggu: penampilan band Maliq & D’Essentials. Dengan membawakan deretan lagu populernya, Maliq & D’Essentials berhasil membuat seluruh stadion bergemuruh, menutup ODM Undip 2025 dengan meriah sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi para mahasiswa baru
Reporter : Sabrina,Shafa
Penulis : Sabrina

