Pemaparan materi pembuatan ecobrick oleh Mahasiswa KKN Undip
Batang
(31/07) – Telah
berlangsung kegiatan multidisiplin yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip 2019 di Balai
Desa Ngadirejo, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kegiatan ini
dihadiri oleh Kepala Desa Ngadirejo, Koordinator
PKK, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Ketua RT, Ketua Karang
Taruna, BPD (Badan Permusyawaratan Desa), dan Kader-kader Posyandu. Kegiatan program
multidisiplin ini mengangkat tema pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi ecobrick. Masyarakat Desa Ngadirejo terbiasa membakar sampah yang mereka
hasilkan, hal ini tentu saja tidak baik bagi lingkungan, karena dapat
menyebabkan polusi udara. Tak
hanya itu, apabila sampah
yang dibakar adalah sampah plastik akan menimbulkan gas beracun yang dapat
menyebabkan kanker.
Kegiatan program multidisiplin ini terdiri dari pemaparan materi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga serta pemanfaatan limbah an-organik menjadi ecobrick. Pemaparan materi disertakan dengan simulasi pembuatan ecobrick bersama warga yang hadir yang dipandu oleh perwakilan dari KKN Tim II Undip Desa Ngadirejo. Antusiasme warga terlihat pada saat simulasi pembuatan ecobrick, mereka bersemangat memperhatikan dan banyak bertanya terkait ecobrick. Selain itu saat sesi pertanyaan dibuka, ada beberapa pertanyaan yang menyinggung tentang pengelolaan sampah yang masih dirasa minim untuk Desa Ngadirejo.
Pelatihan pembuatan ecobrick
Hal ini tentu menjadi catatan bagi kita semua bahwa dalam pengelolaan sampah butuh peran dari semua pihak, tidak hanya warga tapi yang utama adalah perhatian khusus yang diberikan oleh pemerintah serta regulasi yang jelas kepada seluruh masyarakat. KKN Tim II Undip Desa Ngadirejo berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi dan pelatihan ecobrick ini, kesadaran masyarkat dalam mengolah sampah dapat meningkat dan lebih baik serta produk dari hasil ecobrick dapat meningkatkan daya jual dari hasil pengolahan limbah sampah.
Semarang
– Kesehatan gigi dan mulut sangat penting karena gigi dan gusi yang rusak dan
tidak dirawat akan menyebabkan rasa sakit, gangguan pengunyahan dan dapat
mengganggu kesehatan tubuh lainnya. Mulut merupakan suatu tempat yang sangat
ideal bagi perkembangan bakteri. Bila tidak dibersihkan dengan sempurna, sisa
makanan yang terselip bersama bakteri akan bertambah banyak dan membentuk koloni
yang disebut plak, yaitu lapisan film tipis, lengket dan tidak berwarna. Jika
tidak disingkirkan dengan melakukan penyikatan gigi, asam tersebut akhirnya
akan menghancurkan email gigi dan akhirnya menyebabkan gigi berlubang.
Menggosok gigi
secara teratur dan benar penting dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi.
Kerusakan gigi, seperti gigi berlubang, masalah pada gusi, dan bau mulut, dapat
dihindari jika rutin menyikat gigi. Dengan menggosok gigi, gigi
dibersihkan dari plak dan sisa makanan yang menempel pada gigi. Agar dapat
membersihkan gigi secara menyeluruh, sikat gigi pun harus dilakukan dengan
benar.
KKN Tim II Undip melaksanakan program monodisiplin yaitu ‘Pelatihan Mengenai Penggunaan Sikat Gigi yang Baik dan Benar, Kapan Waktu untuk Menggosok Gigi serta Screening‘. Program tersebut dilakukan oleh Mochammad Haldi dari jurusan Kedokteran Gigi yang dilaksanakan pada hari Rabu (31/7) di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Sudirman. Program tersebut diikuti oleh siswa kelas 7 sebanyak 40 siswa. Rangkaian program tersebut dimulai dengan pemaparan materi mengenai ‘Kesehatan Gigi dan Mulut serta Pentingnya Kontrol Rutin ke Dokter Gigi’, dilanjutkan simulasi menggosok gigi yang baik dan benar dan pemeriksaan gigi (screening) di kelas.
Tujuan
diadakannya program tersebut adalah agar siswa dapat mengetahui cara menyikat
gigi yang baik dan benar sehingga kesehatan gigi dan mulut dapat terjaga dengan
baik dan tidak megalami kerusakan gigi. Secara umum siswa telah memahami cara
menggosok gigi yang baik namun ada beberapa yang perlu diperbaiki dalam cara
menggosok gigi serta kapan waktu yang tepat untuk menggosok gigi. Selain itu, screening dilakukan untuk melakukan
pemeriksaan indeks DMF-T atau status kesehatan gigi dan mulut dalam hal gigi
berlubang mencapai angka 1,20 yang masih tergolong rendah.( keterangan:
0,0 – 1,1 = sangat rendah; 1,2 – 2,6 =
rendah; 2,7 -4,4 = sedang; 4,5 – 6,5 = tinggi dan > 6,5 = sangat tinggi).
Dengan
dilaksanakannya program tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan sikat
gigi sebanyak dua kali sehari bagi siswa kelas 7 MTsS Sudirman Desa Truko dan
mahasiswa dapat memahami cara menggosok gigi yang baik dan benar untuk menjaga
kesehatan gigi dan mulut.
Semarang – Salah satu potensi tersembunyi yang terdapat di
Desa Truko adalah buah Bligo. Buah bligo adalah tumbuhan merambat yang ditanam
karena buahnya dapat dimakan dan dianggap sebagai sayuran. Buah
bligo atau sering disebut dengan buah
kundur (Benincasa hispida Thunb Cogn) jarang dikonsumsi
oleh masyarakat, sehingga belum banyak dibudidayakan
masyarakat. Terbatasnya pengolahan
buah bligo sebagai makanan disebabkan oleh rasa
buah yang sedikit langu.
Namun, buah bligo memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti
memaksimalkan penyerapan mineral dan zat lain dalam tubuh, menurunkan kadar
gula darah, anti inflamasi, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Buah bligo
banyak dimanfaatkan sebagai salah satu bahan obat tradisional di China dan
dimanfaatkan minyak dari bijinya.
Atas dasar banyaknya manfaat dari buah bligo, KKN Tim II Undip melakukan inovasi dengan mengolah buah bligo menjadi manisan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) sebagai program multidisiplin unggulan yang dilaksanakan pada hari Senin (5/8) di Balai Desa Truko, Kecamatan Bringin. Program tersebut dihadiri oleh ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebanyak 50 orang. Rangkaian acara ini adalah penyampaian materi mengenai peluang bisnis dan manfaat buah bligo untuk Manisan Bligo (MAGO) serta pemasaran, pemutaran video pembuatan Manisan Bligo dan percobaan Manisan Bligo secara bersama-sama.
Tujuan diadakannya program ini adalah untuk
mengenalkan produk inovasi buah bligo menjadi Manisan Bligo (MAGO) kepada
masyarakat Desa Truko sebagai peluang menghasilkan tambahan penghasilan. Peluang
ini dapat dilakukan oleh masyarakat Truko dengan mamanfaatkan buah bligo yang
jarang digunakan. KKN Tim II Undip juga memberikan pengetahuan mengenai
pemasaran produk MAGO yang baik dan benar dengan packaging dan labelling
yang unik sehingga dapat menarik masyarakat.
Program ini berjalan dengan lancar dan warga Desa
Truko sangat antusias mengikuti program tersebut. ‘’Sangat bermanfaat bisa ikut
program ini bisa tahu cara buat manisan bligo jadi bisa dijual kalau tidak ada
pekerjaan,’’ kata Istikomah salah satu anggota PKK Desa Truko. Harapan dari Tim
II KKN Undip setelah melakukan program ini agar masyarakat dapat memanfaatkan
buat bligo sebagai peluang dalam melakukan wirausaha sehingga dapat mengentas
kemiskinan dari warga Desa Truko.
ffffff
Lebak (2/8) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2019 mengadakan sharing and care berupa kegiatan gerakan “Ayo Berwirausaha”. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Domas, Desa Lebak, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Kegiatan “Ayo Berwirausaha” ini melibatkan warga dusun Domas khususnya karang taruna. Kegiatan ini berlatar belakang minimnya minat berwirausaha warga Desa Lebak, khususnya Dusun Domas. Tujuan kegiatan “Ayo Berwirausaha” ini adalah membangun semangat berwirausaha karang taruna yang dapat memanfaatkan peluang dari perkembangan jaman yang ada. Kegiatan ini berlangsung hari Jumat, pukul 19.30 bertempat di kediaman Siswanto, selaku ketua RT 01 Dusun Domas yang dihadiri sekitar 20 karang taruna.
Rangkaian yang dilakukan dalam
kegiatan ini pertama adalah pengenalan dunia wirausaha, menjelaskan sekaligus
memahami langkah-langkah untuk memulai berwirausaha, dan tantangan-tantangan
serta resiko dalam berwirausaha. Dengan mengulas hal-hal tersebut diharapkan
para karang taruna dapat memahami softskill
apa saja yang dibutuhkan para wirausaha. Selanjutnya dilakukan pembahasan
permasalahan yang ada dalam lingkungan Dusun Domas yang berkaitan dengan
wirausaha.
“Warga Desa Lebak yang
mayoritas bekerja di pabrik dan bertani membuat mereka takut mengambil resiko
dalam memulai berwirausaha, sehingga sangat minim yang menjadikan wirausaha
sebagai pekerjaan sampingan maupun pekerjaan utama. Dengan adanya mahasiswa KKN
Undip di Desa Lebak ini, harapannya setelah mengetahui kiat-kiat dan duduk
berdiskusi bersama para karang taruna khususnya sebagai kader penerus dapat
membuka matanya lebar-lebar untuk memanfaatkan peluang yang ada untuk
berwirausaha,” ujar Siswanto, Ketua RT 01 Dusun Domas.
Kegiatan ditutup dengan sharing and care tentang hambatan-hambatan yang ada dan berusaha mencari solusi bersama. Setelah itu dilanjutkan bersalam-salaman dan foto bersama.
Lebak (25/7) – Suasana Desa Lebak terlihat meriah dengan adanya umbul–umbul warna-warni untuk menyambut Tim Penilai Evaluasi 10 Program PKK dalam rangka kegiatan Desa Binaan dari Kabupaten Semarang. Setelah 16 tahun, Desa Lebak akhirnya mendapat kesempatan untuk mengikuti penilaian Desa Binaan. Aspek yang diperhitungkan mulai dari kelengkapan administrasi, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta kelestarian lingkungan hidup.
Pada hari pelaksanaan,
mahasiswa KKN Tim II Undip sudah tersebar standby
di pos masing– masing. Mahasiswa KKN disebar diberbagai pos seperti di Posyandu
Nusa Indah Dusun Bulusari, Taman Pelangi Dusun Bulusari, Perpustakaan Desa
Lebak, dan Balai Desa Lebak.
Tim Penilai Evaluasi 10
Program PKK dalam rangka kegiatan Desa Binaan dari Kabupaten Semarang diterima
oleh seluruh perangkat dan Pengurus PKK Desa Lebak di Balai Desa. Dalam acara
tersebut, Ketua TP PKK Desa Lebak menyampaikan laporan mengenai kegiatan–kegiatan
yang telah dilaksanakan berdasarkan kelompok kerja masing–masing.
Setelahnya, Tim Penilai
berkeliling ke Perpustakaan Desa dan Taman Pelangi. Terdapat berbagai macam
tanaman hidup dan tanaman obat di Taman Pelangi. Di masing–masing pot juga
sudah tertera nama latin dari tanaman tersebut. Tak lupa, ketika pertama kali
memasuki Taman Pelangi akan disambut oleh Mbok Jamu yang menyediakan berbagai
jenis jamu tradisional.
“Saya merasa sangat terbantu dengan adanya
mahasiswa KKN disini, karena berkat bantuan dan partisipasi mereka, kegiatan
Desa Binaan bisa berjalan dengan lancar dan tertata,” ujar Ibu Yenny Deswita
Sujah Rohadi selaku Ketua TP PKK Desa Lebak.
Harapannya, Desa Lebak bisa
menjadi contoh Desa Binaan untuk seluruh desa–desa di Kabupaten Semarang.
6f006f00740
Sendang (10/8) – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, warga Desa Sendang mengadakan berbagai lomba untuk anak-anak dan ibu-ibu. Rangkaian lomba 17 Agustus ini dimulai sejak tanggal 2 Agustus hingga tanggal 10 Agustus di masing-masing dusun. Mahasiswa KKN Tim II Tahun 2019 Universitas Diponegoro ikut berpartisipasi dalam meramaikan dan membantu jalannya acara.
Lomba yang dilaksanakan diantaranya adalah lomba makan kerupuk, lomba ambil koin, lomba balap karung, lomba pecah air, lomba voli dan sepak bola untuk ibu-ibu. Peserta yang mengikuti lomba ini beraneka ragam, mulai dari anak-anak usia 7 tahun sampai dengan ibu-ibu lansia. Antusiasme warga dalam memeriahkan berbagai perlombaan yang diadakan sangatlah tinggi. Pada tiap-tiap rumah dan sepanjang jalan Desa Sendang juga terpasang bendera merah putih sebagai ungkapan suka cita menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia.
Tak hanya lomba tingkat desa saja, namun ada pula lomba tingkat kecamatan yang diikuti oleh warga Desa Sendang. Diantaranya adalah lomba voli dan lomba tangkap lele. Lomba voli tingkat kecamatan diadakan pada tanggal 2 sampai dengan tanggal 7 Agustus. Desa Sendang mengirimkan 1 tim terbaiknya dari Dusun Dolog RT 07. Pada babak awal pertandingan, Desa Sendang menang 2-0 melawan Desa Tanjung. Namun pada babak berikutnya, Desa Sendang kalah 0-2 melawan Desa Kalijambe. Meskipun begitu, mereka senang dapat mengikuti pertandingan ini.
Pertandingan Voli Tingkat Kecamatan Memperingati HUT RI
Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2019 Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang membantu rangkaian lomba voli tingkat kecamatan yang diadakan di lapangan voli kecamtan. Beberapa mahasiswa ada yang menjadi ballboy, hakim garis, dan skoring. Sebagian lainnya menjadi supporter untuk tim voli desa mereka masing-masing. Warga Bringin juga sangat antusias menyaksikan pertandingan lomba voli ini. Mereka sudah siap di lapangan sejak sebelum pertandingan dimulai. Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia memang selalu menjadi momen yang sangat dinantikan oleh seluruh warga Indonesia. Hal ini merupakan wujud penerapan rasa cinta tanah air terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
FEB
(06/08) – Bertempat di Lapangan
Dekanat Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) telah berlangsung Upacara Pembukaan
Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Tingkat Fakultas dan Pendidikan Karakter
(Pendikar). Upacara dihadiri oleh dekan, kepala dari masing-masing departemen,
beserta dosen pengajar. Upacara ditujukan untuk menyambut secara langsung
mahasiswa baru yang diterima di FEB tahun ajaran 2019/2020.
Suharnomo selaku dekan memberikan sambutan
sekaligus motivasi kepada mahasiswa baru. “Era 4.0 yang dibutuhkan adalah orang
yang tidak banyak drama tapi orang yang punya action atau terlihat kinerjanya secara nyata,” kata Suharnomo. “Dengan
demikian kita dapat menjadi mahasiswa yang aktif dan dapat menggunakan sarana
dan prasarana sebaik-baiknya,” tambahnya. Suharnomo juga menjelaskan bahwa
sudah banyak alumni yang sukses dan menduduki jabatan penting di berbagai
bidang. Oleh karena itu, tidak ada kata menyesal sudah diterima di Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.
Dalam sambutannya, Suharnomo juga berpesan
bahwa sekarang kehidupan perkuliahan berbeda dengan kehidupan sekolah
sebelumnya. Menurutnya di bangku kuliah ini dituntut untuk menjadi pribadi yang
mandiri sehingga apabila ada masalah sekiranya dapat diselesaikan sendiri atau
meminta bantuan kepada pihak yang sekiranya dapat membantu menyelesaikannya,
seperti dosen wali. Selain itu, apabila terdapat fasilitas yang kurang atau
rusak di kampus dapat melaporkannya langsung kepada pihak-pihak terkait.
Pembukaan ODM FEB dan Pendikar 2019
ditandai dengan penerbangan balon oleh Dekan FEB beserta jajarannya.
Dilanjutkan dengan penyematan atribut ODM kepada perwakilan mahasiswa baru dan
diikuti oleh seluruh mahasiswa baru serta diiringi dengan Lagu Nasional Tanah
Air Beta oleh Economic Voice (EV).
Acara ditutup dengan orasi dari Ketua
Senat, Ketua BEM, dan ketua dari masing masing departemen. Setelah orasi
selesai, mahasiswa baru diarahkan untuk mengikuti instruksi dari himpunan
masing-masing departemen untuk melanjutkan kegiatan ODM departemen.
“Rasanya senang dan bangga bisa masuk disini,
karena memang dari dulu cita-citanya pengen masuk di Fakultas Ekonomika dan
Bisnis, dan untuk ODM serta Pendikar sudah dipersiapkan dari hari-hari
sebelumnya. Harapannya untuk FEB bisa menjadi nomor satu dan jurusan Ekonomi
Islam bisa lebih dikenal lagi oleh masyarakat” ungkap Aida Mega Pertiwi, salah
satu mahasiswi baru dari program studi Ekonomi Islam 2019.
“Tujuan ODM itu sendiri adalah untuk membekali teman-teman
mahasiswa tentang bagaimana sih
kehidupan di kampus, karena kita tahu bersama bahwasannya kegiatan perkuliahan
dan kegiatan sewaktu mereka di SMA itu cukup berbeda, dimana mereka harus
mengelola sumber daya mereka sendiri, seperti waktu, dan hal yang lain,” ungkap
Ketua BEM FEB Undip, Muhammad Syukron. Ia juga mengungkapkan harapan untuk
mahasiswa baru setelah mengikuti ODM adalah dapat lebih mengetahui sarana
prasarana yang ada di kampus dan apa yang kampus support untuk mahasiswanya dan nantinya mahasiswa FEB dapat
mengembangkan potensi mereka masing-masing.
Undip (5/8) –
Bertempat di Stadion Universitas Diponegoro (Undip), telah berlangsung Upacara
Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2019 dengan mengangkat tema “Mengukuhkan
Semangat Bhinneka Tunggal Ika”. Upacara dihadiri oleh rector, Senat Akademik-Majelis
Wali Amanat (SA-MWA), dekan dari masing-masing fakultas dan dosen pengajar. Di
tahun ini Undip menerima mahasiswa sebanyak 11.586. Jumlah tersebut terdiri
dari Program Doktoral berjumlah 300 orang, Program Magister berjumlah 212
orang, Program Profesi dan Spesialis berjumlah 34 orang, Program Sarjana
berjumlah 9.205 orang dan Program Vokasi berjumlah 1.030 orang.
Upacara
yang diawali dengan simulasi keselamatan kerja dari Fakultas Kesehatan
Masyarakat (FKM) lalu dilanjutkan devile dari
masing-masing fakultas (pembawaan bendera masing-masing fakultas oleh Resimen
Mahasiswa). Kemudian dekan dari tiap-tiap fakultas memasuki lapangan dengan
diiringi lagu nasional Tanah Air Beta yang dibawakan oleh PSM Undip.
Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mengheningkan
Cipta.
Upacara
PMB tahun 2019/2020 dibuka oleh Ketua Senat Akademik. “Lebih dari 50%
lulusan Universitas Diponegoro lulus dengan IPK cumlaude,” kata Ketua MWA dalam sambutannya. Hal itu ditujukan
supaya mahasiswa baru lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh. Lalu
dilanjutkan dengan pembacaan laporan penerimaan mahasiwa baru dari Wakil Rektor
Bidang Akademik dan Kemahasiswaan serta pembacaan Keputusan Rektor tentang Penerimaan
Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020 oleh Kepala Biro Akademik.
Momen
yang paling ditunggu-tunggu adalah penyematan jas almamater dan penyerahan
Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) oleh Rektor Universitas Diponegoro, Yos Johan Utama
yang dimulai dari perwakilan mahasiswa Program Doktoral, dilanjutkan Program
Magister, lalu perwakilan dari Program Profesi dan Spesialis, dilanjutkan
dengan Program Sarjana, dan diakhiri perwakilan dari Program Vokasi. Setelah
selesai dilakukannya penyematan jas almamater, seluruh mahasiswa baru menirukan
pembacaan Sapta Prasetya Mahasiswa dan dilanjutkan dengan pembacaan naskah
berita acara serah terima mahasiswa baru Universitas Diponegoro dan menyanyikan
lagu Mars Undip.
Acara
dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor Universitas Diponegoro. Dalam
sambutannya, Yos Johan memperkenalkan seluruh dekan dari masing-masing
fakultas, serta dosen asing yang berasal Amerika. Yos Johan menyampaikan bahwa
orang-orang yang masuk Undip adalah orang-orang terpilih. “Dari 130.000
pendaftar program sarjana yang diterima hanya 9.000 mahasiswa, maka kalian
harus bersyukur dan bangga bisa masuk di Undip,” kata Yos Johan. Tak hanya itu
juga ia juga menyampaikan bahwa Undip merupakan universitas nomor satu yang
paling banyak mengajukan hak paten, maka dari itulah Undip merupakan universitas
riset. Ia juga menyampaikan bahwa Universitas Diponegoro merupakan universitas
yang menerapkan Pancasila, kampus yang penuh kasih sayang dengan melarang dan
mengecam dengan keras perpelocoan, penistaan dan hal-hal yang berbau kekerasan
kepada mahasiswa baru.
Acara
berakhir dengan para mahasiswa baru dipersilahkan untuk foto bersama dengan
rektor beserta dengan dekan dari masing-masing fakultas. Setelah berakhirnya
sesi foto, mahasiswa baru dipersilahkan pulang dengan sesuai arahan oleh
Resimen Mahasiswa.
“Penyambutan
Undip terhadap mahasiswa sangat luar biasa, kami merasa sangat diperhatikan.
Perasaan saya ketika masuk Undip tentunya sangat bangga karena tadi disebutkan
bahwa Undip merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia. Harapan saya
selama berkuliah di Undip adalah dapat mengembangkan potesi diri, meraih
prestasi yang dapat bermanfaat bagi diri saya tentunya, Undip, agama dan negara,”
ungkap mahasiswa baru, Noval Ramadhan, Departemen Ilmu Komunikasi 2019.
Pemaparan Materi oleh Mahasiswa KKN dan Pembagian Benih Pakcoy, Caisim, serta Cabai
Sendang (4/8) – Telah terlaksana beberapa program monodisiplin Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Diantaranya mengenai Pemanfaatan Limbah Nasi Menjadi MOL (Mikroorganisme Lokal) oleh Atslin Aryaningjannah, mahasiswa program studi Agroekoteknologi, dan program Pembuatan Mesin Pirolisis Sederhana Pembuat Bahan Bakar Minyak dari Sampah Plastik oleh Dwitiya Dwiyantama, Mahasiswa Teknik Mesin. Program tersebut dilaksanakan pukul 15.00 WIB di Dusun Ngasinan RT 4, Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Program ini dihadiri oleh 40 orang anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dusun Ngasinan Desa Sendang.
Acara ini diawali dengan penjelasan mengenai pemanfaatan nasi sisa yang berasal dari makanan keluarga yang tak terkonsumsi kembali yang dapat digunakan sebagai pupuk cair dan dilanjut dengan cara pembuatan MOL (Mikroorganisme Lokal). Ibu-ibu PKK sangat antusias saat pemaparan materi, karena selain mudah dan murah bahan-bahan yang digunakan dapat berasal dari lingkungan sekitar. Program tentang pemanfaatan nasi sisa ini diharapkan dapat mengurangi limbah nasi dari rumah tangga dan dapat digunakan sebagai hal yang lebih bermanfaat.
Dilanjutkan dengan program mengenai Pekarangan Lestari dan Bergizi.. Program ini juga difasilitasi dengan pemberian benih pakcoy, caisim, cabai dan pemberian polybag kepada ibu-ibu PKK. Antusiasme ibu-ibu PKK sangat tinggi dalam mengikuti program tersebut. Dengan adanya pemaparan program Pekarangan Lestari dan Bergizi, diharapkan warga dapat mengaplikasikan dan dapat merasakan langsung hasil dari menanam sayur di pekarangan rumah.
Pemaparan Materi Pembuatan Bahan Bakar Minyak dari Limbah Plastik
Lalu, pemaparan program kedua dari Dwitiya Dwiyantama Tihata atau Titot, Mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Diponegoro mengenai alat pembuat bahan bakar minyak sederhana dari limbah plastik. Program ini dibuat karena belum adanya pengelolaan limbah plastik dari bank sampah yang ada di Dusun Ngasinan. Ibu-ibu PKK yang mengikuti program ini sangat antusias memperhatikan pemaparan materi yang disampaikan. Mereka juga tertarik untuk memperoleh alat tersebut dan menjual bahan bakar minyak yang dihasilkan dari alat pirolisis sederhana yang dibuat.