Rembang –
Tim KKN Undip di Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang telah
menggelar pelatihan pembuatan pakan ternak dari jerami padi untuk warga setempat.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Juli 2019 di Dusun
Kedungdowo.
“Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang dapat menunjang penggunaan limbah jerami padi oleh para peternak, karena peternak akan menghadapi musim kemarau panjang yang mengakibatkan sulitnya mencari pakan untuk ternak-ternak mereka,” kata Dinda Ayu Hamdalah, Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Sidorejo.
Menurut
Dinda, tujuan pelatihan pembuatan pakan ternak ini adalah memberikan
pengetahuan kepada warga Desa Sidorejo tentang cara mengatasi permasalahan
pakan ternak pada musim kemarau dan melakukan pelatihan cara membuat pakan
ternak dengan memanfaatkan limbah pertanian di sekitar Desa Sidorejo.
Diharapkan dengan adanya pelatihan ini peternak Desa Sidorejo dapat mengatasi
sulitnya mencari pakan ternak pada musim kemarau, serta dapat menurunkan biaya
untuk pakan ternak.
Kegiatan pembuatan pakan ternak berbahan dasar jerami padi ini memiliki manfaat berupa pengetahuan bagi warga mengenai kandungan gizi yang bermanfaat baik untuk ternak.
“Tindak
lanjut yang diharapkan kepada seluruh peternak adalah agar memiliki ketrampilan
dalam menciptakan pakan untuk ternak mereka sehingga biaya untuk pakan lebih
minimal dan terpenuhinya kebutuhan gizi hewan ternak,” kata Dinda. Penyuluhan
tentang pembuatan pakan ternak ini cukup membantu para peternak di Desa
Sidorejo.
Rembang
(31/7) – Telah
terlaksana
program multidisiplin yang menjadi
program unggulan dari Mahasiswa Tim II KKN Undip 2019 yang bertempat di Balai Desa Pacing pada pukul 19.00 WIB. Acara
ini dihadiri oleh peserta
yang berasal dari beberapa komunitas pemuda desa seperti Karang Taruna Desa,
FAD (Forum Anak Desa), dan KPAD (Kelompok Perlindungan Anak Desa). Program multidisiplin yang dilaksanakan
oleh Mahasiswa KKN Tim II Undip bertemakan “Pemanfaatan Limbah Bambu Menjadi Lampion Bambu Emergency dengan
Rangkaian Joule Thief”.
Banyaknya limbah bambu yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Pacing
mendorong Mahasiswa KKN Tim II Undip untuk membuat barang teknologi tepat guna berupa
lampion. Di samping itu, Desa Pacing masih kurang adanya penerangan jalan umum
(PJU) di malam hari. Rangkaian listrik yang digunakan merupakan rangkaian lampu
hemat energi. Manfaat dari lampion tersebut selain memanfaatkan limbah juga
dapat digunakan untuk penerangan seperti lampu emergency disaat mati lampu dan kegiatan bertani pada malam hari.
Selain untuk kebutuhan pribadi, lampion ini juga dapat menjadi produk UMKM
dengan biaya produksi rendah serta mampu meningkatkan keunggulan dari Desa
Pacing.
Penyampaian program unggulan Mahasiswa KKN Undip
dikemas secara menarik oleh pemateri. Pelatihan yang dilakukan berisi materi dasar dan diskusi serta praktik langsung
yang dapat memicu masyarakat desa untuk ikut dalam membuat rangkaian listrik
dan kerangka lampion dari bambu tersebut. Harapannya hasil dari program ini
dapat benar-benar direalisasikan oleh masyarakat agar dapat meningkatkan
kesadaran masyarakat akan pemanfaatan limbah yang ada serta menjadi solusi
untuk kurangnya penerangan di Desa Pacing.
Kegiatan Pelatihan Penanaman Vertikultur di Desa Menoro l
REMBANG – Mahasiswa KKN Tim II Undip mengadakan kegiatan pelatihan pemanfaatan
limbah botol plastik menjadi media tanam vertikultur pada hari Rabu (7/8),
pukul 10.00 WIB, bertempat di Balai Desa Menoro.
Kegiatan pelatihan
yang diadakan KKN Tim II Undip 2019 dihadiri oleh masyarakat dan perangkat Desa
Menoro. “Program pelatihan penanaman yang diadakan oleh adik-adik KKN Undip
ini menurut saya sangat bagus, apalagi dilakukan di daerah yang curah hujan dan
sumber airnya sedikit seperti Desa Menoro ini. Saya harap para warga sekalian
dapat memahami dengan sempurna dan bisa diterapkan di rumah masing-masing,
sehingga saat musim kemarau datang, kita semua bisa tetap menanam,” ujar
Abdul Ghoni selaku Ketua Kampung KB yang memberikan sambutan pada salah
satu rangkaian kegiatan Menoro Bebas Sampah (MBS) tersebut.
Kegiatan pelatihan penanaman vertikultur menggunakan limbah botol plastik ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan utama, yaitu Menoro Bebas Sampah (MBS). Menoro Bebas Sampah (MBS) ini merupakan rancangan kegiatan utama yang dibuat oleh Tim II KKN Undip 2019 yang bertujuan menjadikan Desa Menoro menjadi salah satu desa teladan bidang kebersihan di Kabupaten Rembang. Rangkaian kegiatan lainnya dari Menoro Bebas Sampah (MBS) ini adalah Jum’at Bersih dan penempelan poster himbauan kebersihan di tempat dan fasilitas umum.
Kegiatan pemanfaatan limbah botol plastik menjadi media tanam vertikultur ini diisi dengan pemberian materi mengenai pengetahuan vertikultur beserta manfaatnya. Selain itu, pemberian materi ini juga bermaksud untuk membangun pandangan masyarakat bahwa limbah botol plastik lebih baik dimanfaatkan menjadi hal lain daripada langsung dibakar atau dibuang di sungai dan tempat umum lainnya. Sehingga harapannya dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarakat daripada mencemari lingkungan tempat tinggal masyarakat. Pada kesempatan kali ini juga disampaikan alasan lain mengapa media tanam vertikultur ini sangat bermanfaat membantu pertanian di Desa Menoro yang hampir sepanjang tahun mengalami musim kemarau.
Selain memberikan pengetahuan melalui materi yang disampaikan, kegiatan selanjutnya adalah melakukan praktik dari materi yang telah diberikan. Mahasiswa Tim II KKN Undip 2019 menyiapkan fasilitas media tanam vertikultur, sehingga masyarakat Desa Menoro yang hadir dapat mencoba secara langsung melakukan penanaman vertikultur. Masyarakat sangat antusias dalam mempraktikan materi yang telah diberikan. Penanaman yang dilakukan menggunakan biji kangkung, biji bayam dan biji sawi. Banyak masyarakat yang meminta untuk membawa pulang media tanam vertikultur yang terbuat dari limbah botol plastik untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing. “Saya harap kegiatan dari adik-adik KKN ini dapat sesuai dengan keadaan di Desa Menoro ini, terutama untuk membantu kami yang kebanyakan pekerjaannya sebagai petani dan peternak. Kalau sampai cara menanam ini berhasil, kan sangat membantu kami disini dan adik-adik KKN akan selalu teringat oleh kami melalui kegiatan media tanam ini,” ujar Kusni sebagai salah satu peserta kegiatan pelatihan pemanfaatan limbah botol plastik sebagai media tanam vertikultur.
Sosialisasi Bank Sampah di RT 3 RW 3 Dusun Balongan, Desa Karas, Kecamatan Sedan, (8/8/2019)
REMBANG
–
Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melalui program multidisiplin telah
mengadakan diskusi dan sosialisasi sistem pengelolaan bank sampah kepada warga
jama’ah tahlil RT 3/RW 3 Dusun Balongan, Desa Karas, Kecamatan Sedan, Kabupaten
Rembang pada hari Kamis (8/8).
Ketua Kordinator Tim, Galang Jati selaku Mahasiswa
Jurusan Fisika menyampaikan program ini sebagai solusi untuk menanggulangi
permasalahan utama dari warga Desa Karas yaitu kebiasaan membuang sampah
disungai ataupun dibakar.
Kebiasaan tersebut tentu dapat mencemari lingkungan
sekitar desa. Selain itu, kegiatan tersebut harapannya dapat digunakan sebagai
upaya mendatangkan penghasilan baru bagi masyarakat melalui pengelolaan bank
sampah.
“Kegiatan sosialisasi ini bertujuan mengedukasi
masyarakat agar sadar untuk membuang sampah dengan melakukan pemilahan sampah
organik dan anorganik terlebih dahulu,” ungkap Galang.
Program multidisiplin KKN Tim II Undip dalam bentuk
pengelolaan bank sampah masih berjalan ditahap sosialisasi kemudian akan
berlanjut sampai tahap realisasi program.
Hasil dari diskusi dengan warga setempat, sistem bank
sampah dikelola secara individual. RT 3/RW 3 menjadi percontohan pertama dari
sistem ini akan menyetorkan sampah anorganik yang telah dipilah dari rumah
masing-masing warga setiap 3 bulan sekali. Kemudian untuk sistem bagi hasil,
warga yang berpartisipasi sebagai nasabah mendapatkan keuntungan 80% sedangkan
pengelola mendapatkan 20%.
Dari program ini diharapkan dapat berkelanjutan
kedepannya dan masyarakat Desa Karas tergerak untuk menjaga lingkungan agar
desa bersih terbebas dari sampah.
REMBANG – Jumat (26/06) Mahasiswa KKN Tim II
Universitas Diponegoro melakukan pelatihan pembuatan ESJAKA – Es Krim Jagung
Khas Karangasem. ESJAKA adalah es krim yang dibuat dengan berbahan dasar jagung.
Jagung yang digunakan merupakan potensi dari Desa Karangasem. Kegiatan yang
direspon positif dan dihadiri oleh Kelompok PKK Desa Karangasem.
Pembuatan ESJAKA tidak berbeda jauh dengan cara
pembuatan es krim biasa, yakni dengan bahan dasar whipped cream yang dapat diganti dengan susu bubuk,
gula, susu kental manis dan pengembang kue. Bahan-bahan dasar tersebut dicampur
dan diblender dengan es batu. Sementara itu untuk jagungnya diblender sampai
halus. Setelah halus disaring untuk mengeluarkan sari-sarinya dan kemudian
dimasak dengan api kecil. Sari-sari jagung dan adonan disatukan kemudian
diblender sampai tercampur dengan rata. Setelah itu es krim dimasukkan ke dalam
wadah dan disimpan dalam lemari es selama 4-6 jam.
Pembuatan
ESJAKA yang relatif mudah ini diharapkan dapat meningkatkan daya jual dari
produk jagung sehingga dapat membantu perekonomian warga. Peserta yang hadir
dan masyarakat umum diharapkan dapat mengerti dan mengembangkan potensi yang
dimiliki Desa Karangasem dalam hal pertanian.
Tim II KKN UNDIP 2019 bersama dengan ibu-ibu PKK memamerkan hasil tanaman dengan teknik vertikultur di Balai Desa Gandrirojo
REMBANG –
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2019 di Desa Gandrirojo melaksanakan program
multidisiplin berjudul “Pelatihan dan
Penerapan Budidaya Tanaman dengan Teknik Vertikultur sebagai Upaya Mengurangi
Sampah Plastik” pada hari Selasa (06/08)
di Balai Desa Gandrirojo. Acara ini dihadiri oleh Ibu–ibu PKK serta perangkat
desa di Desa Gandrirojo. Acara ini dikemas dengan melakukan demo pembuatan
tanaman dengan teknik vertikultur.
Pemilihan
program kerja teknik vertikultur didasari oleh kurangnya pemanfaatan lahan
pekarangan untuk bercocok tanam. Teknik vertikultur dapat diartikan sebagai
sistem budidaya tanaman yang disusun ke atas secara bertingkat. Teknik ini diharapkan
agar warga Desa Gandrirojo dapat memanfaatkan lahan pekarangan dengan maksimal
dan memanfaatkan limbah botol plastik sebagai tempat untuk media tanam.
Kelebihan dari teknik vertikultur ini yaitu murah dan mudah dalam aplikasi,
menyehatkan, menghemat lahan dan air, dan mendukung pertanian organik sehingga
ramah lingkungan. Selain itu juga wadah media tanam disesuaikan dengan kondisi setempat,
umur tanaman yang relatif pendek, pemeliharaan tanaman yang relatif sederhana,
memiliki nilai ekonomis, serta dapat digunakan untuk menyalurkan hobi.
Pengaplikasian
dari teknik vertikultur antara lain dengan menyiapkan botol bekas yang akan
digunakan sesuai jumlah yang diinginkan. Kedua membuat lubang besar berbentuk
persegi panjang dengan lebar sekitar 15 cm, yang sebelumnya dibuat pola terlebih
dahulu. Ketiga, membuat beberapa lubang kecil di bagian bawah botol bekas dengan
paku. Selanjutnya yaitu membuat dua pasang lubang dengan diameter sekitar 1 cm
di bagian ujung kanan dan kiri menembus bagian dalam botol bekas. Kemudian,
memasukkan tali tambang melalui lubang tersebut dan buat sebuah simpul di ujung
tali dengan memasukkan media tanam berupa pupuk organik yang berasal dari pupuk
kandang dengan perbandingan 1 : 1, dan bibit tanam berupa bibit sayur bayam dan
sawi ke dalam botol bekas yang telah berisi media tanam. Proses dari aplikasi teknik
vertikultur ini diakhiri dengan menggantung botol bekas berisi bibit tanam dan di
tembok atau di plafon teras sebagai hiasan.
Antusiasme
tergambar dalam wajah Ibu–ibu PKK saat demo pelaksanaan teknik vertikultur. “Program
ini mendorong saya untuk membuat lagi jika tanaman ini sukses tumbuh,” ujar
Narti, salah satu peserta yang juga merupakan Ketua PKK, sembari memperlihatkan
hasil pembuatan vertikultur miliknya. Lalu, acara ditutup dengan pembagian
tanaman vertikultur serta buku panduan pembuatan tanaman dengan teknik vertikultur
sehingga masyarakat dapat mengaplikasikan di halaman rumah masing-masing.
Temanggung – Limbah
merupakan problematik yang sampai sekarang masih banyak dijumpai di sekitar
masyarakat. Berbagai macam limbah dapat dijumpai di sekitar lingkungan baik
limbah organik maupun limbah anorganik. Seperti halnya limbah kulit kopi yang
banyak dijumpai di Desa Banaran, Kec. Gemawang, Kab. Temanggung.
Pemanfaatan
limbah kulit kopi rupanya masih belum diketahui oleh masyarakat Desa Banaran. Masyarakat
seakan masih sulit dalam mencari solusi untuk memanfaatkan kembali limbah kulit
kopi tersebut. Permasalahan tersebut terjadi karena masih minimnya pengetahuan
masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kulit kopi.
Program
Revolusi Mental telah dibentuk oleh pemerintah melalui Kementrian Koordinator
Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KEMENKO PMK) dengan sasaran seluruh
masyarakat Indonesia. Melalui
praktiknya, Gerakan Revolusi Mental juga melibatkan perguruan tinggi yang mana
sebagai pencetak generasi intelektual atau agen perubahan sebagaimana dalam
salah satu Tridharma perguruan tinggi yaitu “pengabdian” yang diwujudkan dalam
program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berjudul KKN Revolusi Mental.
Program
KKN Revolusi Mental berpusat pada tiga aksi yaitu Indonesia Bersih, Indonesia
Melayani, dan Indonesia Mandiri. Dalam hal ini tidak semua desa menjadi
sasaran program Revolusi Mental, hanya
terdapat beberapa desa yang terpilih, salah satunya Desa Banaran.
Terdapat
tujuh tambahan program multidisiplin yaitu Program
Revolusi Mental yang diberikan untuk Mahasiswa KKN Desa
Banaran. Tujuh program tersebut adalah Pendampingan Izin Usaha Mikro (IUM),
Pendampingan Izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), Optimalisasi Potensi
Desa, Bersih Desa, Pembentukan Sistem Informasi Desa (SID), Publikasi Kegiatan,
dan Pembuatan Video dari kegiatan Program
Revolusi Mental. Dari keseluruhan program tersebut, mahasiswa wajib menjalankan
program selama penerjunan berlangsung di tengah masyarakat.
Desa
Banaran memiliki banyak potensi yang dapat digali. Banyaknya potensi seperti
kopi, kerajinan sapu ijuk, dan gula aren dapat diwujudkan melalui Program Optimalisasi
Potensi Desa. Peluang tersebut tidak disia-siakan oleh Mahasiswa KKN Undip Tim
II 2019 yang melakukan pengabdian
di Desa Banaran. Program dilaksanakan dengan pengenalan dan pendampingan pemanfaatan limbah kulit kopi
sebagai media tanam dalam Program Tani Pekarangan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (3/8), mahasiswa juga membagikan
selebaran mengenai cara pengolahan limbah kulit kopi menjadi media tanam serta
mempraktikkan pengolahan limbah kulit kopi menjadi media tanam kepada Kelompok PKK.
“Kopi
merupakan salah satu potensi terbesar di Desa Banaran sehingga banyak limbah yang
dihasilkan dari kulit kopi, adanya persoalan tersebut apa salahnya untuk
mencoba membuat limbah pertanian kopi yang kemudian dikembalikan lagi unuk
keperluan pertanian. Dari limbah menjadi media tanam bagi tani pekarangan,” tutur
Elia, selaku pemateri dalam kegiatan tersebut.
Bahan-bahan
yang diperlukan untuk pengolahan limbah kulit kopi menjadi media tanam cukup
mudah diperoleh, yaitu kulit kopi kering dan basah masing-masing 5 kg, air,
pupuk kandang, larutan EM-4, dan tetes tebu. Adapun langkah-langkahnya juga
cukup sederhana dan tidak sulit dilakukan. Pertama, menyiapkan limbah kulit kopi kering
dan basah masing-masing 5kg. Kemudian limbah kulit kopi dicacah menjadi
kecil-kecil (untuk kulit basah boleh ditumbuk menggunakan lesung). Kedua, menambahkan pupuk kandang
secukupnya. Ketiga, menambahkan
100 ml larutan EM-4
dan 2 sdm tetes tebu yang sudah dilarutkan ke dalam limbah kulit kopi dan
diaduk-aduk agar bahan tercampur rata. Selanjutnya bahan-bahan tersebut
dimasukkan ke dalam bak dan ditutup rapat dengan plastik selama satu minggu
agar terjadi fermentasi sembari melakukan homogenisasi biomassa dengan
pengadukan. Kompos sudah dapat digunakan setelah fermentasi matang.
Antusiasme Kelompok PKK dalam mengikuti kegiatan tersebut cukup besar. Hal ini terbukti dari banyaknya diskusi serta pertanyaan yang diajukan. Mahasiswa KKN Undip Tim II berharap kegiatan tersebut menjadi solusi pemanfaatan limbah kulit kopi bagi warga Desa Banaran, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung.
Suasana Penutupan Orientasi Diponegoro Muda Universitas Diponegoro 2019
Undip (18/08) – Rangkaian Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2019 sebagai acara tahunan untuk penyambutan mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) telah terselenggara. Pembukaan ODM telah dilaksanakan Senin (5/08) yang kemudian dilanjutkan dengan Pendidikan Karakter (Pendikar) di fakultas masing-masing dan diakhiri dengan penutupan ODM pada Minggu (18/08). Penutupan ODM diselenggarakan di Stadion Undip, Tembalang, Semarang dengan mengangkat tema “Jaga Nusantara Wujudkan Karya Kita”. Tema tersebut dipilih untuk meningkatkan toleransi, nasionalisme dan rasa persatuan pada jiwa Diponegoro Muda 2019.
Sejak pukul enam pagi Diponegoro Muda 2019 sudah memadati Stadion Undip dengan menggunakan atribut yang telah ditentukan oleh panitia ODM Undip 2019. Dengan bantuan dari panitia, Diponegoro Muda mulai memasuki Stadion Undip dengan rapi dan tertib. Seperti kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, pada penutupan ODM tahun ini mahasiswa baru juga membuat mozaik dengan konsep yang sudah diatur panitia. Setelah pembuatan mozaik oleh seluruh Diponegoro Muda, acara dilanjutkan dengan penampilan jingle ODM oleh para panitia dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dengan semangat dan antusias. Dalam waktu yang bersamaan dengan penampilan jingle ODM, ditampilkan pula atraksi paralayang yang membawa bendera bertuliskan “Cie Jadi Maba Undip 2019”.
Dalam rangkaian acara penutupan ODM Undip 2019, Ketua Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Undip, Muhammad Anies Ilahi diberikan kesempatan untuk menyampaikan orasi didepan Diponegoro Muda 2019. Anies mengajak mahasiwa baru untuk melaksanakan sumpah mahasiwa serta menghimbau mahasiwa baru untuk menegakkan ideologi bangsa indonesia yaitu ideologi Pancasila. “Selama jiwa-jiwa pemuda masih rela berkorban untuk secarik kain merah dan kain putih maka jiwa ini pasti juga akan siap membela dan mempertahankan ideologi bangsa Indonesia, ideologi Pancasila,” kata Anies dalam orasinya.
Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, hadir dalam Penutupan ODM 2019
Kedatangan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani disambut meriah mahasiswa baru. Suasana semakin meriah ketika Puan meminta beberapa mahasiswa baru dari berbagai daerah untuk naik ke atas panggung. Di atas panggung Puan memberikan pertanyaan mengenai apa alasan masuk di Undip dan harapan setelah lulus dari Undip. Tidak lupa Puan memberikan hadiah spesial kepada mahasiswa baru yang beruntung bisa naik keatas panggung dan berinteraksi langsung dengan beliau. Puan merasa sangat bangga bisa berada di Undip meskipun bukan alumni universitas tersebut. Dalam sambutannya, Puan menghimbau agar mahasiswa baru memiliki budi pekerti yang luhur dan menjalankan fungsinya sebagai agent of change, iron stock dan social control.
Parade UKM Universitas
Mahakarya ODM Undip 2019 dibuka secara langsung oleh Puan Maharani dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali. Putra-putri berbakat Undip tampil dengan memukau dan disambut meriah oleh para Diponegoro Muda. Lantunan lagu-lagu nasional dan lagu daerah menggema di Stadion Undip dan adanya penampilan dari UKM Tari yang mempersembahkan berbagai macam tari-tarian dari Indonesia menambah meriah acara tersebut. Dalam Mahakarya ODM Undip 2019 juga terdapat parade UKM tingkat universitas dan beberapa organisasi daerah.
Semangat Diponegoro Muda semakin bertambah ketika bintang tamu spesial ODM Undip 2019 hadir. Bintang tamu tersebut adalah artis ibu kota, Vidi Aldiano. Kedatangannya disambut dengan meriah. Seluruh mahasiwa baru merapat mendekati panggung utama untuk bisa lebih dekat dan melihat secara langsung penampilan dari Vidi Aldiano. Selain membawakan beberapa buah lagu, dalam kesempatan ini pula Vidi mengungkapkan kegembiraannya bisa hadir di tengah-tengah mahasiswa baru Undip. Vidi berharap seluruh mahasiwa baru dapat berprestasi di bangku perkuliahan serta bisa lulus dalam waktu yang secepat mungkin.
Peserta fashion show dalam rangka memperingati HUT ke-74 Indonesia
BATANG – Senin (12/08) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tim II
Undip Desa Ngadirejo menjadi juri fashion show Kelompok Belajar Bhakti
Pertiwi, Desa Ngadirejo. Fashion show
yang diadakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Negara
Kesatuan Republik Indonesia tahun ini, diikuti peserta didik bersama ibu
masing-masing. Acara ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari kelompok A
dan Kelompok B. Keseruan dan kelucuan anak-anak PAUD menjadi hiburan bagi guru
serta wali murid. Mereka tampil maksimal menggunakan busana terbaik dan gestur
tubuh yang lincah. Diharapkan dengan diadakannya acara ini selain untuk
memeriahkan bulan kemerdekaan juga dapat melatih dan meningkatkan kepercayaan
diri anak-anak, sehingga lebih percaya diri tampil di depan banyak orang.
Diharapkan orang tua murid juga mampu mendukung kepercayaan diri anak agar
tidak malu tampil di depan umum.
Keseruan Mahasiswa KKN Undip menjadi juri acara fashion show
Acara
berlanjut pada Selasa (13/08) Mahasiswa KKN Tim II Undip membantu pelaksanaan
kegiatan lomba lanjutan yang diadakan Kelompok Belajar Bhakti Pertiwi. Acara
ini dimulai dengan kegiatan senam bersama bunda-bunda (re: sebutan untuk guru) Kelompok Belajar Bhakti Pertiwi yang
kemudian dilanjutkan dengan lomba memindahkan bola. Ada perbedaan tingkat
kesulitan memindahkan bola antara kelompok A dan kelompok B. Diharapkan dengan
diadakan perlombaan ini dapat meningkatkan fokus anak sekaligus membuat anak
belajar bersabar untuk memindahkan bola.
Mahasiswa KKN Undip bersama peserta pelatihan pembuatan inovasi produk olahan kopi
TEMANGGUNG
– Telah dilaksanakan kegiatan program multidisiplin yang dilakukan oleh
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro. Kegiatan ini berlangsung
di Desa Krempong, Kecamatan Gemawang pada Selasa (30/7).
Kegiatan ini dihadiri
oleh Kelompok Tani Desa Krempong yang berjumlah sembilan orang. Kegiatan ini
membahas mengenai pengelolaan produk kopi yang merupakan potensi unggulan dari
Desa Krempong. Mahasiswa KKN Desa Krempong memperkenalkan inovasi olahan kopi
yaitu membuat body scrub dan lilin
aromaterapi dengan bahan dasar bubuk kopi. Adanya inovasi tersebut, diharapkan
masyarakat dapat lebih memaksimalkan hasil dari kopi yang ada dan meningkatkan
nilai jual sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Tidak hanya
membahas mengenai inovasi dari produk kopi, Mahasiswa KKN Tim II Undip juga
memberikan pelatihan cara membuat body
scrub dan lilin aromaterapi kepada Kelompok Tani Desa Krempong.
Tidak berhenti pada
pengenalan dan pelatihan inovasi produk kopi saja, Mahasiswa KKN Tim II Undip
juga mengadakan pelatihan wirausaha dan pemasaran dengan tujuan mengoptimalkan
hasil penjualan sehingga dapat memasarkan hasil olahan kopi secara luas.