Tim FEB Lolos Pendanaan, Adiksi Internet jadi Bahasan

Oleh: Luvita dan Tarisa

(Undip 15/08) – Kajian-kajian penelitian menarik sudah bermunculan pada ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM). Salah satu kajian itu adalah adiksi atau candu internet di kalangan pelajar selama pandemi Covid-19 yang diusulkan sebuah tim dari FEB dengan ketua Daden Saepul Hambali dan beranggotakan Elvita Nurul Khumairoh, Ifania Kamilla Prameshella Putri, Immanuel Ari Nurpratama, dan Muhammad Naufal Rizqullah.

Dengan judul penelitian “Analisis Prevalensi Adiksi Internet pada Remaja Usia Sekolah selama Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia”, Daden serta timnya berhasil lolos pada tahap pendanaan dan sekarang sedang menyelesaikan penelitian tahap akhir. Latar belakang dari penelitian yang dilakukannya merupakan buah pikir dari fenomena pandemi Covid-19. Menurut mereka, pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang kemungkinan besar memicu terjadinya konsumsi internet berlebihan menjadi kajian tepat yang hasilnya akan sangat bermanfaat apabila diteliti, baik untuk masyarakat maupun pemerintah.

Dalam proses pencarian data, fokus responden yang Daden dan timnya ambil adalah para pelajar SMP/sederajat, SMA/sederajat, dan perguruan tinggi. Keputusan tersebut dibuat karena usia remaja dinilai merupakan tahap paling mudah bagi seseorang melakukan adiksi. Daden dan tim menyebarkan kuesioner secara daring dan luring. Kuesioner daring disebarkan lewat media-media sosial para anggota tim. Target kuesioner daring ini adalah memperluas cakupan penelitian yang dilakukan. Sementara itu, kuesioner luring disebarkan pada sekolah-sekolah di sekitar Semarang, contohnya beberapa pondok pesantren yang memperbolehkan santri-santriwatinya menggunakan gawai pribadi. Target kuesioner luring adalah memperdalam kajian penelitian tentang adiksi internet ini.

Ada alasan unik dari diambilnya topik adiksi internet yang cenderung lebih dekat pada kajian psikologi. Seperti yang telah disebutkan, Daden dan beberapa anggota timnya merupakan mahasiswa FEB. Hanya Ifania yang merupakan mahasiswa jurusan psikologi. Kendati demikian, mereka tetap memilih topik tersebut dengan alasan bahwa fenomena mental health tengah gencar dibicarakan saat ini. Selain itu, topik adiksi internet juga sudah sangat terasa dalam kehidupan remaja zaman sekarang. Apalagi ditambah dengan kegiatan learning from home yang digaungkan pemerintah selama masa pandemi Covid-19.

Daden dan tim mengharapkan bahwa penelitian mereka dapat membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Daden menyebutkan setidaknya ada dua harapan yang ingin mereka capai. Secara teoritis, mereka berharap bahwa penelitian ini mampu menjawab fenomena yang sedang terjadi secara ilmiah dan menjadi salah satu penelitian yang akan berkembang atau berkelanjutan nantinya.

Secara praktis, Daden dan tim berharap bahwa penelitiannya dapat memberikan informasi bagi masyarakat mengenai adiksi internet, sehingga diharapkan akan ada langkah preventif untuk mencegah dampak yang tidak diinginkan. Selain itu, hasil penelitian ini juga ditargetkan untuk bisa membantu pemerintah dalam membuat kebijakan ke depannya. Dengan demikian, diharapkan dampak negatif adiksi internet di kalangan remaja pada masa sekolah secara daring dapat diminimalisir secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *