Oleh: Royhan
Tadinya kupikir hidup itu neraka
Lalu aku terbangun, ternyata aku di surga
Namun, tak berlangsung lama
kembali ku dirundung nestapa
Setelahnya, aku diangkat ke nirwana
Lalu dijatuhkan kembali ke samsara
Aduhai, begitu terus seterusnya
Ternyata hidup ini dusta
Tapi tak mengapa punya asa
Seperti gemuruh hujan tak berperasaan
Petirnya, kilat menjilat di angkasa
Manusia berprasangka akan siksa
Tapi, ternyata pelangi terbentuk di angkasa
Namun, ingat ia pun hanya sementara
Tak ada yang selamanya
Jadi, selayaknya pepatah lama
Sedia kecewa sebelum hujan

