Oleh: Chesia
Lari dalam diam dan bersembunyi dalam sepi
Sepasang mata melirik untuk berjaga-jaga
Kaki terus menapaki jalan dengan udara dingin
Berkejaran dengan waktu yang terus bergerak
Arah angin selalu sama dengannya seolah mengerti
Ada sebuah raga yang sedang hilang tapi berbentuk
Semua seolah menjadi satu dalam angin yang bertiup
Dan berdiam dalam langit malam yang begitu gelap
Raga yang berlari kini diam dan terhenti dalam ruang
Tetapi ia terhimpit dalam kebisingan yang tak menentu
Lagi dan lagi ia merasakan sebuah kebencian dalam diri
Ia ingin waktu untuk tau raga ini telah lelah berlari
Sekarang waktu untuknya kembali berjalan dengan aman
Dalam ruang dan waktu yang terus berbicara pada angin
Kata demi kata terucap dengan untaian kesesakan
Hati yang telah lelah kini mulai terbuka dalam kata itu
Angin seolah berkelahi dengan diri yang lelah
Diri yang terkunci telah mengucap kata terakhirnya
Kunci yang selama ini hilang telah terucap dalam ruang
Lantas untuk apa raga itu harus dikunci?
~

