Oleh: Rio Dwi Cahyono
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Demokrasi adalah gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga Negara. Demokrasi pada dasarnya adalah kekuasaan dari dan untuk rakyat.
Perkembangan Demokrasi
Kata “demokrasi” sendiri pertama kali muncul pada mazhab politik dan filsafat Yunani kuno di negara-kota Athena. Dipimpin oleh Cleisthenes, warga Athena mendirikan negara yang umum dianggap sebagai negara demokrasi pertama pada tahun 508-507 SM. Cleisthenes disebut sebagai “bapak demokrasi Athena.” Dilansir dari Mars.wnec.edu, bangsa pertama dalam sejarah modern yang mengadopsi konstitusi demokrasi adalah Republik Korsika pada tahun 1755. Konstitusi Korsika didasarkan pada prinsip-prinsip pencerahan dan sudah mengizinkan hak suara wanita, hak yang baru diberikan di negara demokrasi lain pada abad ke-20. Pada tahun 1789, Prancis pasca-Revolusi mengadopsi Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara dan Konvensi Nasional dipilih oleh semua warga negara pria pada tahun 1792. Transisi abad ke-20 ke demokrasi liberal muncul dalam serangkaian “gelombang demokrasi” yang diakibatkan oleh perang, revolusi, dekolonisasi, religious and economic circumstances. Perang Dunia I dan pembubaran Kesultanan Utsmaniyah dan Austria-Hongaria berakhir dengan terbentuknya beberapa negara-bangsa baru di Eropa, kebanyakan di antaranya tidak terlalu demokratis.
Penetapan dan Peringatan Hari Demokrasi Internasional
Setiap tahun, di tanggal 15 September, seluruh dunia akan memeringati Hari Demokrasi Internasional. Hari tersebut merupakan hari sangat penting bagi negara-negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi, termasuk Indonesia. Demokrasi sudah menjadi patokan di mana suara masyarakat akan didengar oleh banyak pihak. Awal mula peringatan hari ini didasari atas usul dari Inter Parliamentary Union (IPU), akhirnya Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) memilih tanggal 15 September sebagai hari di mana masyarakat Internasional merayakan Hari Demokrasi Internasional setiap tahunnya. Perayaan tersebut lalu dirayakan setiap tahunnya dengan perayaan pertama yaitu pada tahun 2008. Sejak dirayakan pada pertama kali di tahun 2008, Hari Demokrasi Internasional terus diperingati hingga saat ini. Bahkan di tahun 2020, di saat pandemi melanda, Hari Demokrasi Internasional masih diperingati hampir semua anggota PBB dengan menerapkan protokol kesehatan. Di tahun 2020, peringatan tersebut juga mengusung sebuah tema pentingnya untuk negara-negara menegakkan supremasi hukum, melindungi serta menghormati standar Internasional dan prinsip dasar legalitas.
Belum banyak dari kita yang mengetahui hari besar ini karena memang setiap peringatannya tidak seramai peringatan hari besar lain seperti Hari Buruh Internasional, Hari HAM Internasional, dan lainnya. Meskipun demikian, Hari Demokrasi Internasional patut untuk diperingati karena merupakan peringatan di mana seluruh masyarakat dunia memeringati hak kebebasan dalam berpendapat.
Pentingnya Peringatan Hari Demokrasi
Demokrasi yang sejati ialah demokrasi yang berjalan dua arah, dibangun atas dasar dialog yang baik antara masyarakat dan pemangku politik. Dalam dialog tersebut ada harapan masyarakat yang seharusnya menjadi pengaruh dalam keputusan berpolitik. Namun saat ini banyak negara yang mulai menyusutkan ruang sipil. Banyak aktivis masyarakat sipil yang semakin sulit untuk menyuarakan aspirasi dan hak berpendapat di muka publik. Pembela HAM dan pendukungnya banyak mendapat kecaman dan serangan.
Dengan adanya peringatan Hari Demokrasi Internasional inilah dapat menjadi salah satu jalan untuk menyuarakan kebebasan yang telah lama dibungkam. Itulah mengapa hari ini perlu dan penting untuk diperingati setidaknya oleh mereka yang paham dengan kebebasan, aktivis, pers, masyarakat umum, berhak untuk bersuara dan pemerintah di seluruh dunia wajib untuk menghormati hak warga negara untuk berpendapat. Karena itulah arti dari demokrasi yang sesungguhnya. Demokrasi ialah tentang manusia. Dibangun di atas inklusi dan partisipasi yang setara dan menjadi dasar untuk perdamaian dunia. Demokrasi juga menjadi sistem untuk memberikan perlindungan dan realisasi dari HAM.
Perayaan Hari Demokrasi Internasional ini sendiri adalah wadah untuk memobilisasi isu-isu global dan memperkuat kemanusiaan. Dibentuknya hari besar ini bisa menjadi tolak ukur seberapa besar tingkat keterlibatan dunia dalam mengampanyekan demokrasi dan HAM. Meskipun tanggal istimewa ini adalah harapan untuk seluruh masyarakat, nyatanya belum ada efek yang signifikan untuk perubahan yang ada. Hingga saat ini belum ada aksi yang mengguncang dunia terkait Hari Demokrasi ini. PBB harus lebih tegas dan memikirkan konsep berkampanye yang lebih baik agar hak masyarakat untuk berpendapat lebih didengar.
Adanya hari istimewa ini marilah kita sama-sama untuk berbenah diri, menyuarakan pendapat, dan membangun dunia yang lebih baik dan aman untuk kita semua. Masyarakat berhak berpendapat.

