Menilik Pendidikan Karakter ODM FEB UNDIP 2021

Oleh: Michelle Jenifer

(Undip 19/8) – Rangkaian Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2021 sebagai acara tahunan penyambutan mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) telah dimulai. Pembukaan ODM telah dilakukan pada Senin (16/08) dan dilanjutkan dengan Pendidikan Karakter (Pendikar) di fakultas masing-masing (19/08). Di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), pendikar dibuka dengan penyambutan oleh Dekan FEB yaitu Suharnomo dan dilanjutkan dengan penyampaian materi bersama moderator di program jurusan masing-masing. Rangkaian acara ODM FEB 2021 dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meetings.

Sebelum sesi materi pertama, sempat terdapat kendala pada ruang zoom milik program studi Akuntansi dan Manajemen, sehingga jalannya pendikar mundur beberapa menit. Sesi pertama dimulai dengan tema “Siapa Saya?” dengan judul materi “Adaptif, Tangguh, Cerdas, dan Beretika” yang dibawakan oleh Siti Mutmainah, selaku dosen dan sekretaris departemen Akuntansi. Materi dimulai dengan pengenalan arti lambang Universitas Diponegoro. Siti juga menjelaskan pendikar tidak hanya mengenai moral saja, melainkan konsep pendidikan holistik yang semuanya menuju individu yang kritis dan empatis. Ia pun menjelaskan nantinya mahasiswa pasti memiliki masalah dan kendala, sehingga penting bagi mereka memiliki ketangguhan diri.

Di akhir materi, ditampilkan video kisah sebatang pensil yang memotivasi mahasiswa menjadi sosok yang tangguh dalam perkuliahan. Lalu ditampilkan juga video tugas personal branding terbaik mahasiswa baru sebagai salah satu aplikasi tema yang dibawakan pada sesi pertama. Sebagai penutup sesi pertama, Siti memberi pesan, berusaha atau berproses adalah kewajiban kita. Hasilnya adalah hak Tuhan, apapun hasilnya nanti, yang terpenting kita sudah melakukan yang terbaik. Jangan selalu membandingkan dengan orang lain, tapi mulai cintai diri sendiri.

Acara dilanjutkan dengan diskusi perkelompok mengenai dua tema yaitu “Bagaimana menjadi Generasi yang Adaptif dan Tangguh dalam Menjawab Tantangan Pendidikan dan Kehidupan di Masa Sekarang” dan “Bagaimana menjadi Generasi yang Cerdas Beretika di Era Digital”. Diskusi dilangsungkan sekitar 30 menit dalam breakout room masing-masing kelompok. Setelah diskusi, beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusi sesuai tema masing-masing. Diskusi ini sebagai respon mahasiswa dari materi pertama yang telah disampaikan.

Sesi kedua dimulai tema “Siapa Kita” dengan judul materi “Mengenal dan Memahami Generasiku” oleh Andri Prastiwi selaku dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis, khususnya pada program studi Akuntansi. Dalam materi kedua, Andri menjelaskan bahwa mahasiswa harus lebih mandiri dalam berkarya. Mahasiswa dalam generasi merdeka belajar di dunia daring sekarang perlu navigasi diri dalam menggunakan internet secara cerdas, proposional, bijak, adekuat, sesuai peruntukan idealnya, sehingga memberi dampak positif untuk diri sendiri dan lingkungan. Andri juga menjelaskan etika menggunakan internet dan nilai yang diharapkan ada dalam remaja pengakses internet. Andri menekankan, kita adalah pemegang kendali, internet hanya media, sarana, alat untuk mencapai tujuan. Kitalah yang mementukan awal, cara, proses, dan tujuan yang ingin kita capai. Oleh karena itu, kita perlu navigasi diri untuk menggunakan internet agar menjadi bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang disekitar kita.

Setelah sesi kedua, mahasiswa baru kembali dipecah dalam breakout room untuk membuat mozaik secara daring. Gambar mozaik yang digunakan adalah gambar gedung Dekanat FEB, tulisan ODM, Lawang Sewu, gambar Health Awareness, dan tulisan DIPO 2021. Setelah pembuatan mozaik, mahasiswa baru kembali ke ruang utama untuk penugasan dan penutupan acara pendikar hari pertama. Pendikar ini sendiri masih berlangsung sampai hari Sabtu (21/08).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *