
Semarang — Pada Sabtu, 17 Mei 2025, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) telah menyelenggarakan Main Event Research School 2, sebuah program pelatihan lanjutan dalam kaderisasi riset mahasiswa. Program ini diusung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa bidang Riset dan Keilmuan. Kegiatan ini berlangsung di Hall Gedung C FEB Undip dan diikuti oleh sekitar 40 peserta dari berbagai fakultas, baik dari FEB maupun luar FEB.
Research School merupakan program pengkaderan riset yang dirancang oleh lembaga kemahasiswaan untuk mencetak generasi muda yang unggul dan kompetitif dalam dunia keilmuan. Program ini terbagi menjadi beberapa tahap dengan Research School 2 sebagai kelanjutan dari Research School 1. Pada tahap ini, peserta diberikan bimbingan dan pelatihan secara lebih mendalam mengenai empat pilar riset utama, yaitu karya tulis ilmiah, kajian kebijakan, simulasi konferensi Model United Nations (MUN), dan pengembangan ide inovatif. Tujuan utamanya adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir kritis, analitis, serta keterampilan teknis yang diperlukan untuk menghadapi dan berprestasi dalam kompetisi riset, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Tahun ini, Research School 2 mengangkat tema “Empowering Young Achievers: Building Research and Sustainable Innovation.” Tema ini diusung untuk mendorong semangat generasi muda dalam menciptakan karya riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak secara sosial dan berkelanjutan.
Menurut Lilis selaku Wakil Ketua Pelaksana, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan peserta dalam menghasilkan karya yang relevan dan bernilai. “Tujuannya itu untuk pembekalan agar ketika peserta yang akan mengikuti lomba dapat memberikan impact yang lebih,” ujarnya.
Main event ini menghadirkan pembicara inspiratif, Bryant Andhika Prayoga selaku Mahasiswa Berprestasi Nasional peringkat 3 tahun 2023. Dalam sesi bertajuk “How to Be a Champion in Mahasiswa Berprestasi Nasional and Gain a Research School Scholarship Abroad,” Bryant membagikan kisah perjuangannya dalam meraih prestasi, mulai dari penolakan 21 kali saat mendaftar perguruan tinggi, hingga akhirnya diterima di Program Studi IUP Kimia, Fakultas Sains dan Matematika Undip. Ia juga membagikan pengalamannya mengikuti Pilmapres saat masih duduk di semester 4, lengkap dengan kesibukan mengurus berbagai dokumen sertifikat.
Saat ini, Bryant tengah menyusun skripsi dan secara terbuka meminta doa dari para peserta agar diberikan kelancaran dalam prosesnya. Permintaan tersebut disambut hangat dan penuh semangat oleh peserta yang hadir.
Dalam pemaparannya, Bryant juga membagikan tips penting terkait penulisan essay beasiswa. Ia menekankan bahwa banyak pelamar yang keliru dengan menuliskan daftar prestasi dan pengalaman organisasi di essay, padahal itu sudah tercantum di CV. Menurut Bryant, esai seharusnya menjadi ruang personal yang mencerminkan identitas dan motivasi secara mendalam.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya niat baik dan konsistensi dalam meniti proses. Ia menceritakan hampir gagal mengikuti lomba di Istanbul, Turki karena kendala biaya. Namun, ketika ia meniatkan partisipasinya sebagai bentuk ibadah, jalan pun terbuka dengan datangnya bantuan tak terduga dari perusahaan yang bersedia mendanai perjalanannya.
Salah satu kutipan inspiratif yang juga disampaikannya:
“Hidup terlalu singkat untuk menangis dan tertawa, sementara orang-orang hidup berdampingan dan tidak memperhatikanmu. Namun, jaga dirimu agar tetap bermanfaat, hingga kamu sungguhan menyadari bahwa hal yang tersingkat dari semua itu ialah kesabaran.”
Antusiasme peserta sangat terasa sepanjang acara. Agung Kurniawan menyampaikan rasa senangnya bisa bertemu langsung dengan Bryant. “Guest star-nya Mas Bryant, karena saya sering melihat namun belum pernah ngobrol. Jadi ini kesempatan besar bagi saya,” ujarnya.
Sementara itu, Nizar, salah satu peserta lainnya, juga mengungkapkan kesan positifnya. “Kesannya seru banget acara Research School 2, dan saya merasa dapat mengimplementasikan apa yang sudah disampaikan oleh Kak Bryant.”
Dengan semangat dan inspirasi yang dibawa oleh para pembicara dan peserta, Research School 2 diharapkan menjadi pijakan kuat bagi mahasiswa Undip dari berbagai latar belakang untuk terus berkembang dalam dunia riset dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan.
Reporter : Sabrina, Shafa
Penulis : Sabrina

