Kontribusi Wisatawan yang Berdampak pada Sektor Perekonomian Lingkungan Pariwisata dan Meningkatnya Devisa Negara

Oleh: Mila *)

Related image
Sumber: lifestyle.okezone.com

Indonesia merupakan negara dengan berbagai bentang alam tersebar dari sabang sampai merauke. Keindahan negeri pertiwi terpancar hingga ke berbagai negara, banyak julukan dimiliki oleh negeri  ini seperti negera khatulistiwa, negeri maritim dan masih banyak lagi julukan yang dimiliki oleh negeri kita ini. Ditambah  tren yang sedang maraknya yaitu backpacking, yaitu bepergian ke suatu tempat dengan budget seminimal mungkin. Dari faktor itu dapat disimpulkan bahwa saat ini seluruh negara dengan gencar mempromosikan destinasi pariwisata yang ada di negaranya dengan melihat tren saat ini. Tidak kalah juga Indoneisa dengan brand pariwisata yaitu Wonderful Indonesia, yang mampu menarik jutaan wisatawan untuk merasakan indahnya alam Indonesia.  Dengan adanya peluang di bidang pariwisata, hal tersebut dapat mendongkrak aktivitas perekonomian di sekitar tempat pariwisata tersebut bahkan juga dapat menjadi penghasilan devisa negara terbesar.

Peningkatan Pemasukan Devisa dari Sektor Pariwisata
Dilansir dalam grafik perbandingan kunjungan bulanan wisatawan mancanegara oleh Kemenpar, kenaikan kunjungan ini membawa dampak yang positif misalnya dalam pendapatan valuta asing. Adanya pendapatan valuta asing meningkatkan pemasukan devisa negara. Tahun 2016 tercatat US$13,57 miliar pendapatan negara dari sektor pariwisata dan tahun 2017 meningkat sebesar US$17,05 miliar. Mengalahkan pendapatan negara dari sektor migas, tekstil, dan batubara. Dengan meningkatnya sektor pariwisata di Indonesia dapat meningkatkan investasi para pengusaha baik dari dalam negeri maupun luar negeri membuka lahan dan mulai berinvestasi dengan membangun berbagai properti seperti hotel, apartemen, dan hostel sebagai bisnis yang menjajikan karena faktor pariwisata Indonesia yang menonjol. Dengan adanya bisnis properti tersebut Indonesia turut mendapatkan bagian dari keuntungan tersebut melalui pajak yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.

Selain melalui pendapatan valuta asing dan pendapatan pajak dari penanam modal di Indonesia, adanya lapangan pekerjaan di bidang biro perjalanan lokal yang menawarkan jasa paket tur untuk wisatawan merupakan peluang bisnis yang ideal dalam meraup keuntungan. Dan juga dapat membuka peluang bagi para pencari pekerjaan . Peluang pekerjaan tidak hanya terdapat pada biro perjalanan, tetapi juga jasa pernginapan. Hal ini dapat meningkatkan peluang peningkatan penyerapan tenaga kerja yang sebanding dengan peningkatan para pelamar kerja.

Pendapatan dari Sektor Pariwisata di Beberapa Pulau di Indonesia
Dari banyaknya destinasi wisata di Indonesia. Bali menjadi tempat yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal. Walaupun Bali termasuk pulau yang kecil tetapi keindahan destinasi wisata yang disuguhkan oleh Pulau Dewata ini sungguh menakjubkan. Mulai dari keindahan pantai hingga banyaknya pura yang menjadi tempat wisata yang wajib dikunjungi jika berkunjung ke Bali. Tingkat pengangguran terbuka di Pulau Bali menurun akibat dari meningkatnya sektor pariwisata disana yang pada Februari 2017 terdapat pengangguran terbuka sekitar 1,28% menurun menjadi 0,42% pada Februari 2018. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdapat di beberapa wilayah di Pulau Bali seperti di Kabupaten Buleleng yang tumbuh 53,11% dan mendapatkan PAD sebesar  Rp422 Miliar pada 2017.  Denpasar memiliki tingkat PAD sebesar Rp852 Miliar, dan PAD terbesar diraih oleh Kabupaten Badung dengan nominal Rp4,17 Triliun. Dengan begini pariwisata merupakan merupakan jantung pertumbuhan ekonomi di Pulau Bali.

Sedangkan di Papua, Kepulauan Raja Ampat menjadi destinasi favorit para wisatawan. Dengan pemandangan gugusan pulau-pulau kecil dan keindahan alam bawah laut yang menakjubkan, tidak diragukan lagi bahwa dengan adanya keindahan Kepulauan Raja Ampat, Pemeritah Raja Ampat menargetkan Pendapatan Asli Daerah senilai Rp20 miliar. Setiap tahun pendapatan dari sektor pariwisata di Raja Ampat meningkat. Tahun 2016 sektor pariwisata menyumbang sebesar Rp15 miliar pada PAD. Tetapi beberapa kendala transportasi untuk mengakses tempat wisata di Papua cukup susah. Wisatawan yang ingin ke Papua harus memiliki biaya yang lebih untuk menikmati pulau dengan julukan Mutiara Hitam dari Indonesia tersebut.

Beralih ke tempat wisata lain yaitu di Pulau Komodo yang menjadi situs warisan dunia UNESCO. Keingintahuan wisatawan terhadap binatang ini, membawa mereka langsung untuk berkunjung ke Pulau Komodo dan melihat secara langsung hewan reptil tersebut. Selain itu letak Pulau Komodo yang berdekatan dengan Pulau Padar dan Pulau Rinca memberikan peluang yang menguntungkan bagi wisatawan selain melihat hewan purba tersebut, mereka juga dapat menikmati keindahan pantai di Pulau Rinca dan Pulau Padar. Pendapatan yang didapat dari sektor wisata tersebut hasilnya cukup tinggi, yaitu sebanyak RP 27 miliar lebih pada tahun 2017 didapat dari pendapatan berupa penerimaan negara buka pajak (PNBP). Dengan adanya hewan khas Indonesia tersebut diharapkan masyarakat desa di Pulau Komodo dapat membuka peluang bisnis demi kesejahteraan kehidupan dan tetap melestarikan serta menjaga kearifan lingkungan pulau tersebut.

Dampak Positif dari Sektor Pariwisata bagi Perekonomian Indonesia
Peningkatan kegiatan ekonomi akibat dari sektor pariwisata Indonesia memberikan dampak yang positif demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Masalah kemiskinan dan pengangguran kedepannya dapat berkurang dengan membuka peluang bisnis di bidang pariwisata dan penyerapan tenaga kerja yang bekerja secara optimal. Selain itu pelestarian lingkungan pariwisata dan perlindungan terhadap hewan langka harus digalakkan mulai saat ini untuk menjaga keindahan bumi pertiwi agar tetap lestari. Kedepannya Indonesia diprediksi akan lebih aktif menerima wisatwan baik mancanegara maupun lokal, karena tigkat peningkatan promosi pariwisata Indonesia melalui program  Wonderful Indonesi. Dan diharapkan peningkatan wisatawan sejalan dengan pengembangan daerah pariwisata dengan lebih baik serta penyediaan sarana dan parsanarana yang memadai. Mungkin saja suatu saat sektor pariwisata dapat menjadi penyumbang devisa paling banyak mengalahkan ekspor minyak kelapa sawit yang masih mendominasi hingga sekarang.

*) Penulis merupakan mahasiswa Akuntansi FEB Undip angkatan 2017, Staf Divisi Artistik LPM Edents

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *