Gelar Aksi Bisu untuk Palestina, Mahasiswa Bagikan Semangka sebagai Simbol Solidaritas

Tembalang, 4 Mei 2025 – Sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menggelar aksi bisu sebagai bentuk solidaritas terhadap krisis kemanusiaan di Palestina. Aksi ini diinisiasi oleh kelompok Undip Student Justice for Palestine dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap situasi yang dinilai telah mencapai tahap genosida.

Aksi dilaksanakan di lokasi yang berbeda, yakni di lampu merah Ngesrep dan depan Masjid Kampus Undip. kegiatan dilakukan membagikan potongan semangka—yang menjadi simbol perlawanan Palestina akibat pelarangan penggunaan bendera negara tersebut—oleh peserta aksi serta mengangkat poster dan plakat berisi pesan dukungan. Meski tanpa orasi, aksi ini mendapat respon positif dari masyarakat, beberapa pengendara bahkan meneriakkan dukungan mereka.

Diam sebagai Simbol Perlawanan

Fahri, mahasiswa Sekolah Vokasi sekaligus penanggung jawab aksi Undip SJP, menjelaskan bahwasannya aksi bisu dipilih untuk menganalisis dan mengukur empati masyarakat terhadap isu Palestina. “Kami ingin melihat seberapa besar kepedulian mahasiswa dan warga terhadap isu Palestina. Ini langkah awal menuju aksi yang lebih besar seperti long march,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa isu Palestina adalah persoalan kemanusiaan, bukan sekadar topik berlandaskan keagamaan. “Siapa pun yang memiliki hati nurani dan akal sehat minimal tidak hanya diam melihat penderitaan mereka,” tegasnya.

Senada dengan Fahri, Muhammad Junaidi, Ketua UKM Insani FISIP 2025 dan perwakilan Undip Student Justice for Palestine, menyatakan bahwa keheningan dalam aksi ini mencerminkan sikap pasif dunia terhadap penderitaan Palestina. “Diam adalah bentuk perlawanan, karena dunia terlalu lama membisu,” ujarnya.

Persiapan Singkat, Antusiasme Tinggi

Meskipun persiapan dilakukan secara mendadak dengan waktu yang cukup singkat, aksi berjalan lancar berkat kerja sama solid para peserta. Mereka bekerja sama berkumpul di Masjid Kampus untuk menyiapkan poster, plakat, dan semangka yang dibagikan kepada masyarakat.

Junaidi menegaskan bahwa aksi ini baru permulaan. “Kami akan lanjutkan dengan aksi yang lebih besar dalam satu hingga dua minggu ke depan. Kami juga mendorong aksi nyata, seperti boikot produk yang mendukung Israel,” katanya.

Dukungan Masyarakat Menguatkan Semangat

Aksi berjalan kondusif dan disambut antusias oleh warga. Hal itu terlihat dari banyaknya pengendara yang menerima potongan semangka dengan terbuka serta beberapa yang menyuarakan dukungan mereka secara lantang. 

Dengan aksi ini, mahasiswa Undip berharap semangat solidaritas terus menyebar hingga dunia mendengar jeritan rakyat Palestina. “Kami tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan,” tutup Fahri.

Reporter: Nares, Sholekah, Anisa Zahi

Penulis: Sholekah, Anisa Zahi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *