Capital Market Fair 2025: Puncak Literasi Pasar Modal di Undip

(Semarang, 13/09) – Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEB Undip menggelar Capital Market Fair 2025 di Gedung Prof Sudarto. Capital Market Fair atau CMF adalah acara yang bertujuan untuk mengedukasi dan menginspirasi mahasiswa serta masyarakat mengenai peran pasar modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan mengangkat tema “Exploring Promising Sectors: Strategic Drivers of Economic Growth”, KSPM bertujuan menghadirkan pemahaman mendalam mengenai sektor-sektor potensial yang mampu menjadi penggerak ekonomi Indonesia di masa depan, sekaligus menumbuhkan minat generasi muda untuk berinvestasi secara cerdas. Acara terbesar KSPM ini didukung oleh OJK, SIM Invest, Sinarmas Sekuritas, Sidomuncul, Bursa Efek Indonesia, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan masih banyak lagi.

Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Prof. Faisal, memberikan sambutan dengan menekankan arti penting CMF di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. “Acara ini menjadi penting bagi kita semua ditengah krisis global dan krisis geo politik, diharapkan dari kegiatan ini kita dapat optimis sebagai mahasiswa, investor, dan akademisi di tengah kondisi yang tidak menentu”. Selanjutnya terdapat keynote speech dari Rudi Utomo selaku CEO PT Sinarmas Sekuritas yang menyebut bahwa literasi keuangan menjadi sarana penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang tangguh menghadapi tantangan di era saat ini. Ia menggambarkan journey investment sebagai proses panjang, “Investasi tidak terbentuk dengan cepat, melainkan dimulai dari modal yang sedikit lama-lama menjadi bukit” ujarnya. Sementara itu, Sandiaga Uno juga memberikan keynote speech dengan menekankan bahwa pasar modal memiliki peran vital sebagai alternatif pembiayaan pembangunan, khususnya infrastruktur. Menurutnya, peningkatan investasi di pasar modal dapat mencetak generasi investor yang cerdas, berkelanjutan, memiliki karir, sekaligus berkontribusi dalam transformasi ekonomi Indonesia. 

Agenda dilanjutkan dengan peresmian Galeri Investasi Universitas Diponegoro yang didukung oleh PT Sinarmas Sekuritas. Peresmian dilakukan secara simbolis dengan pemotongan pita, menandai resmi beroperasinya galeri yang akan menjadi pusat literasi keuangan baru yang terletak di gedung KWU FEB Undip. Sudah terdapat 971 galeri investasi di Indonesia yang menjadi bukti kuat komitmen literasi keuangan di Indonesia. 

CMF 2025 digelar dengan sangat megah, dengan menghadirkan tiga tokoh utama pasar modal yaitu Lo Kheng Hong yang dikenal sebagai investor hebat di Indonesia, lalu ada Budiyanto selaku CFO PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk., serta Isfhan Helmy selaku Head of Institutional Research PT Sinarmas Sekuritas. Diskusi dipandu oleh moderator Friska Devi Choirina, pendiri Ngerti Saham, yang membawakan sesi menjadi lebih interaktif dan relevan dengan kondisi ekonomi terkini. Dalam kesempatan ini, Lo Kheng Hong menekankan disiplin dalam analisis fundamental. “Kinerja masa lalu bisa mencerminkan kinerja masa depan. Sektor yang bertumbuh akan bertahan karena akan menghasilkan laba besar dan dibutuhkan masyarakat”. Sementara itu, Isfhan Helmy menyoroti konsistensi sektor perbankan. Menurutnya sektor perbankan adalah mesin pertumbuhan ekonomi kita. Beberapa bank bahkan mencatat return yang sangat konsisten. Tak hanya itu, Budiyanto juga berbagi perspektif manajemen korporasi serta strategi keberlanjutan guna menjaga perusahaan di tengah dinamika pasar. 

Antusiasme peserta begitu tinggi, karena selain mendatangkan pembicara yang expert pada bidangnya, sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah voucher shopee sidomuncul sebesar Rp 300.000 kepada lima penanya terbaik. Salah seorang penanya, Fachri Ashafi mahasiswa fakultas hukum mengaku terinspirasi dengan materi Lo Kheng Hong. “Materinya sangat insightful, beliau menjelaskan mengapa lebih memilih investasi jangka panjang daripada ikut IPO. Itu membuka sudut pandang baru bagi saya,” ujarnya. 

Menurut Nada selaku Project Officer CMF 2025, visi utama CMF adalah menjadikan acara ini sebagai platform edukasi nasional dipasar modal. “Kami ingin menghadirkan pemahaman mendalam tentang sektor-sektor potensial yang menjadi engine of growth Indonesia, sekaligus menumbuhkan minat generasi muda untuk berinvestasi secara cerdas,”jelasnya. 

Sebagai informasi, Capital Market Fair merupakan puncak acara dari Diponegoro Capital Market Days (DCMD). Jadi sebelum acara CMF terdapat serangkaian kegiatan, salah satunya yaitu DIponegoro International Capital Market Investment Challenge (DINAMIC), yang mempertemukan mahasiswa terbaik dari universitas di seluruh Indonesia. Kompetisi ini mendapat apresiasi tinggi dari peserta karena mendorong critical thinking serta keberanian dalam menyampaikan gagasan. Alfin, salah satu peserta dari UNAIR, menilai Dinamic berbeda dari lomba lain.“Mulai dari proses pre-elim hingga final, semua dikritisi dengan sangat detail oleh juri. Bahkan saat gala dinner, kami bisa berdiskusi langsung dengan para finalis dan pembicara,” ungkapnya. Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan DCMD secara keseluruhan. 

Capital Market Fair 2025 sukses membungkus rangkaian panjang Diponegoro Capital Market Days (DCMD), yang menjadi puncak dari seluruh agenda tahunan KSPM Undip. Acara ini menjadi penutup yang sempurna, sekaligus tonggak penting dalam meneguhkan peran generasi muda sebagai investor cerdas dan berkelanjutan bagi masa depan ekonomi Indonesia.

Reporter: Sabrina, Cantika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *