Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Satu, Agam Maulana Ardi

Reporter: Dinda Caesarli

Agam Maulana Ardi, Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam Nomor Urut Satu

Agam Maulana Ardi atau biasa disapa Agam adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro jurusan Ekonomi Islam 2018. Agam sekarang sedang mencalonkan diri menjadi ketua Himpunan Ekonomi Islam (HMEI) Nomor urut 1. Agam lahir di Jakarta, 20 April 2000. Selain menjadi calon ketua HMEI 2020. Agam sedang menjabat sebagai staff PSDM di HimpunanEkonomi Islam tahun ini.

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua Himpunan?

Faktor utama saya mencalonkan diri menjadi ketua Himpunan Ekonomi Islam 2020 adalah dorongan dan kepercayaan yang teman-teman saya berikan kepada saya, sehingga saya memutuskan untuk maju menjadi Calon Ketua Himpunan Ekonomi Islam tahun ini.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Visi yang saya bawa adalah “Kembangkan potensimu, bangun karaktermu, bersama kita bermutu” dan misi yang terintegrasi menjadikan Himpunan Ekonomi Islam sebagai fungsi pelayanan  bagi mahasiwa ekonomi islam dalam meningkatkan prestasi akademik, mengembangkan potensi diri mahasiswa, serta membangun pribadi mahasiswa berdasarkan cendikiawan muslim. Dengan mengedepankan PATEN. Apa itu PATEN? Yakni kepanjangan dari Potensi Akhlak Toleransi Etika Nilai. Saya yakin dengan menerapkan PATEN dalam kepemimpinan mendatangan, akan membuat iklim Ekonomi Islam menjadi lebih baik lagi. Himpunan menjadi wadah yang tepat untuk mengembangkan potensi seorang mahasiswa Ekonomi Islam dengan memperhatikan akhlak, etika, dan nilai yang berlaku serta toleransi terhadap perbedaan yang dihadapi.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Menggaet suara ya dengan menjadi saya apa adanya, maksudnya disini adalah lebih menonjolkan karakteristik, visi, misi, dan program kerja dari saya.Untuk selanjutnya para pemilih bisa memilih mana yang pantas dan baik untuk kepemimpinan HMEI 2020.

Apa inovasi dan pembaharuan yang ada tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Inovasi yang saya berikan yakni bertema PATEN, dengan mengedepankan PATEN maka akan terwujud mahasiswa Ekonomi Islam yang prestatif dan menjunjung nilai-nilai islam tentunya. Membahas isu-isu keagamaan yang tentu saja menjadi pembeda himpunan ini dengan himpunan yang lainnya. Dengan program kerja unggulan seperti Islamic study tour program, EKIS go to school, bisnis talk, diskusi petang, dan lain-lain. Dengan inovasi program yang saya dan tim buat, diharapkan ada pembaharuan dari segi sumber daya manusia Ekonomi Islam itu sendiri.

Apa keunggulan Anda dibandingkan dengan calon lain?

Teman-teman saya banyak yang bilang, kalau saya lebih berkharisma dan berwibawa dari pada calon-calon yang lain, bukan punya maksud tertentu saya bilang seperti ini, namun ini ialah pandangan dari teman-teman saya sendiri. Namun calon-calon lain juga punya keunggulan di bidangnya sendiri.

Kenapa mahasiswa Ekonomi Islam harus memilih Anda?

Memilih itu adalah suatu kewajiban bagi mahasiswa Ekonomi Islam. Bukan hanya memilih saya saja namun juga memilih Yusuf dan Arjun. Jangan sampai suara itu kosong alias golput. Pilihlah pemimpin yang menurut teman-teman pantas dan sanggup mengemban tugas sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam selanjutnya, yang memberi perubahan yang lebih baik kedepannya.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Semangat teman-teman The Founder 2019 yang sudah bekerja keras menyukseskan acara pemilihan ketua Himpunan Ekonomi Islam tahun ini. Semoga suksesi himpunan tahun ini berjalan lancar dan mencapai tujuan akhir yakni mendapatkan pimpinan yang fathonah dan amanah.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada mahasiswa Ekonomi Islam sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi dan atau pemira ini?

Gunakanlah hak suara kalian sepenuhnya, jangan berlaku curang dalam pemilihan ini karena tentu saja akan  berefek untuk mahasiswa Ekonomi Islam kedepannya. Jadilah pemilih yang cerdas demi pemimpin yang amanah, yang ingin saya sampaikan ialah pilih satu, dua, atau tiga itu tidak masalah, asalkan kalian jangan golput.

Mengenal Lebih Dekat Calon Ketua Himpunan IESP Nomor Urut Satu, M. Haqi Nazili

Reporter: Indah Sulistyo

M. Haqi Nazili, Calon Ketua HMD IESP Nomor Urut Satu

Apa latar belakang Anda mencalonkan diri menjadi ketua himpunan?

Pertama, saya punya rasa tumbuh cinta terhadap jurusan, dengan rasa cinta terhadap jurusan, saya juga peduli terhadap jurusan saya sendiri. Saya merasakan dengan mencintai HMD IESP, saya harus berkontribusi sebaik-baiknya untuk jurusan saya sendiri. Selain itu, hanya faktor-faktor pendukung. Pada saat saya sebelum menjadi anggota HMD IESP, mungkin dulu saat saya juga masih menjadi mahasiswa baru seperti kalian, saya juga diwadahi oleh teman-teman angkatan 2017. Dimulai dari situ saya sudah mendapatkan seperti hak agar bisa diwadahi tentang HMD IESP. Saya merasa memiliki kewajiban untuk melanjutkan HMD IESP, kemudian mampu mewadahi mahasiswa baru setelahnya.

Apa visi dan misi yang Anda miliki?

Menjadikan HMD IESP sebagai mitra strategis untuk seluruh anggota IESP dan departemen IESP untuk mencapai visi dan misi dari IESP tersebut. Intinya, saya ingin membantu Departemen IESP dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut, serta HMD IESP juga harus berperan aktif dalam mewujudkan hal tersebut.

Bagaimana langkah Anda untuk menggaet suara dari mahasiswa agar memilih Anda?

Disini saya akan menjual program, saya akan menawarkan solusi-solusi dari saya untuk mencapai tujuan dari IESP sendiri. Dikarenakan HMD IESP bergerak di bidang akademik yang tentunya tujuan akhirnya pasti bertujuan untuk akademik mahasiswa seluruh anggotanya. Misalnya, saya akan memberikan wadah bagi mahasiswa IESP agar bisa berkembang bersama dan bisa berperan aktif. Menurut saya, percuma saja jika saya sudah membuat suatu program yang menarik, tetapi para mahasiswa tidak menggunakan program tersebut semaksimal mungkin. Program yang ingin saya buat, seperti pelatihan-pelatihan tentang pembelajaran ekonomi, yang bisa membantu para mahasiswa terutama mahasiswa baru yang belum mengerti benar apa itu IESP sebenarnya.

Apa inovasi atau pembaharuan yang Anda tawarkan sebagai calon ketua himpunan?

Meningkatkan iklim diskusi dengan adanya pelatihan dan diskusi santai, diadakannya suatu pelitian yang semakin berkembang. Selain itu, saya akan melakukan kolaborasi dengan salah satu organisasi untuk melakukan kajian bersama. Ada juga dengan menggait alumni untuk diajarkan tentang analisis yang lebih baik.

Kenapa mahasiswa IESP harus memilih Anda?

Saya sebenarnya ikhlas, saya akan berusaha dan bekerja semaksimal mungkin untuk menggaet seluruh aspirasi yang dirasakan oleh semua mahasiswa akan bisa terwujud apa yang diinginkan.

Apa harapan Anda untuk keberlangsungan suksesi himpunan kali ini?

Harapan saya semoga dengan adanya suksesi ini kita semua bisa merasakan demokrasi dengan suara kita sendiri sebagai mahasiswa. Selain itu kita juga bisa memilih ingin dipilih dan dibimbing oleh siapa dan mau dipimpin seperti apa.  Semoga kedepannya akan banyak yang menyalonkan diri menjadi ketua, serta memiliki visi dan misi yang lebih baik lagi.

Apa yang ingin Anda sampaikan pada mahasiswa IESP sebagai peserta dan pemilik hak suara dalam suksesi himpunan dan atau pemira saat ini?

Saat ini kita sudah diwadahi untuk memberikan hak suara dalam suksesi. Jadi, jika kita sudah beri wadah, sebagai mahasiswa kita juga harus berperan aktif dalam mewujudkan tujuan yang ada, sehingga kita juga bisa memanfaatkan apa yang ada sebaik mungkin.  

Kenali Calon Tunggal Ketua HMD IESP Melalui Mimbar Bebas

Mimbar Bebas HMD IESP di Hall Gedung C FEB Undip

Reporter: Kurnia, Amadea, Suci

FEB (11/11) — Bertempat di Hall Gedung C Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip), telah berlangsung acara Mimbar Bebas Suksesi 2019 yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Ilmu Studi Ekonomi dan Pembangunan (IESP). Acara ini diadakan dengan tujuan untuk mengenal lebih jauh Calon Ketua HMD IESP, yakni M. Haqi Nazili. Haqi merupakan Calon Tunggal Ketua HMD IESP dengan nomor urut satu yang akan melawan kotak kosong dengan nomor urut dua. Melalui acara ini, Haqi menyampaikan visi, misi, serta program yang ingin Haqi bawa untuk memajukan HMD IESP selama periode ke depannya.


Acara ini dihadiri oleh Evi Yulia Purwanti selaku Sekretaris Departemen IESP. Selain itu, juga terdapat tiga panelis yakni Indrayana Girindra Putra, Muhammad Syukron Ma’mun, dan Muhammad Ciro Danuza.


Evi, dalam sambutannya, berpesan kepada Haqi untuk memberikan kaderisasi yang bagus, baik di bidang akademik maupun pengelolaan. Diharapkan di suksesi tahun depan, mahasiswa IESP semakin tertarik untuk menjadi ketua HMD IESP. “Pesan saya, kaderisasi untuk adik kelasnya, sehingga tahun besok itu peminatnya banyak, tidak melawan kotak kosong, begitu ya. Dan tentunya bagi teman-teman yang lainnya tolong partisipasi aktif dalam pemilihan ini. Kalau Anda tidak mau memilih Haqi, Anda memilih kotak kosong, mengapa Anda tidak mencalonkan diri Anda?” pesan Evi.


Setelah Evi selesai menyampaikan sambutannya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari wakil ketua HMD IESP periode 2018/2019 dan sambutan dari ketua pelaksana rangkaian suksesi tahun 2019. Lalu, Haqi dipersilakan untuk menyampaikan Grand Design Organisasi (GDO) yang berisi visi, misi, dan program-program yang ingin dia bawa untuk satu tahun kepengurusan.

Visi dari Haqi yaitu menjadikan HMD IESP sebagai mitra strategis untuk seluruh anggota HMD IESP dan Departemen IESP demi tercapainya visi misi dari HMD IESP itu sendiri. Misinya untuk meningkatkan kualitas seluruh anggota HMD IESP di bidang akademis maupun non-akademis demi tercapainya mutu HMD IESP yang lebih baik. Kedua, menciptakan sistem kerja yang professional dengan menjaga nilai kekeluargaan sejalan dengan berjalannya program organisasi. Ketiga, menjalin hubungan dengan stakeholder guna tercapainya hubungan kerja sama yang harmonis, yang nantinya hasilnya akan dirasakan bersama. Keempat, berperan aktif dalam mewadahi seluruh aspirasi dari mahasiswa IESP yang nantinya akan disampaikan kepada pihak yang berwenang. Kelima, memperbaiki sistem kaderisasi yang berpedoman pada Tri Dharma perguruan tinggi serta menanamkan nilai-nilai luhur pada setiap individu.


Untuk nilai organisasi, Haqi akan membawa nilai profesionalitas dan kekeluargaan. Profesionalitas berkaitan dengan aturan organisasi di mana setiap anggota harus tunduk pada aturan tersebut. Sedangkan kekeluargaan merujuk pada hubungan antar anggota yang berpengaruh pada kenyaman anggota dalam menjalankan amanahnya dalam organisasi. Diharapkan, kedua nilai tersebut dapat berjalan secara bersamaan.


Setelah Haqi selesai memaparkan GDO-nya, dibuka lah sesi tanya jawab. Sesi pertama tanya jawab diperuntukkan untuk panelis. Sedangkan sesi kedua diperuntukkan untuk lima audiens. Dalam sesi ini, antusiasme audiens sangat tinggi, tetapi sayangnya tidak semua pertanyaan-pertanyaan audiens terakomodasi karena keterbatasan waktu.

Beralih Ke Teknologi, Pemira FEB Undip 2019 Gunakan E-Vote

Reporter: Cinka, Marsha

Sosialisasi Penggunaan E-Vote untuk Pemira FEB 2019

FEB (8/11) – Pemilihan Raya (Pemira) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) 2019 gunakan sistem baru dalam pemungutan suaranya. Hal ini disampaikan dalam acara Sosialisasi Juknis E-Vote bertempat di Gedung PKM lantai 2 pada pukul 15.00 WIB. Meskipun sempat disampaikan mengenai petunjuk teknis (juknis) Pemira beberapa waktu yang lalu, berkenaan dengan adanya sistem pemungutan suara yang baru, juknis ini pun ikut diperbaharui.

Ketua Panlih Pemira FEB Undip, Daffa, menyampaikan bahwa sistem pemungutan bagi calon pemimpin di FEB tidak lagi menggunakan kertas, namun dari pihak panitia pemira akan menyediakan laptop sebagai alat untuk memilih (e-vote). Sistem e-vote akan terhubung dengan laman web pemirafebundip.id dan melaui laman tersebut pemilih dapat melakukan voting untuk calon pilihannya. Namun, sistem ini masih hanya akan berjalan untuk pemilihan ketua himpunan dan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang berada di lingkungan FEB saja. Selanjutnya, untuk pemilihan ketua BEM Undip, masih akan menggunakan sistem yang sama dengan tahun lalu, yakni melalui pencoblosan surat suara. Sementara untuk perhitungan suara akan dilaksanakan setelah hari pemilihan serentak.

Mengantisipasi masalah  teknis yang mungkin terjadi, panlih sudah memastikan  bahwa koneksi jaringan di website sudah aman dan pemilih tidak perlu takut akan terjadi server down ataupun website terkena hack. “Untuk masalah seperti website yang down dan website yang terkena hack, pemilih tidak perlu khawatir karena kami sudah bekerja sama dengan senat, himpunan, dan ahli pembuat website jadi hal-hal tersebut tidak mungkin terjadi,” ujar Daffa. Selain itu, untuk mengatasi human error pada hari pelaksanaan pemira, panlih akan menyediakan petugas teknis yang akan membantu pemilih yang masih bingung mengenai tata cara pemilihan. Panlih juga menempelkan poster di bilik pemilihan yang berisi tata cara pemilihan sehingga akan memudahkan pemilih. 

Sosialisasi ini ditutup dengan penandatanganan pakta integritas oleh admin dari masing-masing departemen di FEB Undip. Para admin dari masing-masing departemen bertugas untuk membantu panlih dalam  memverifikasi data, dengan wewenang yang diberikan kepada setiap admin, panlih berharap agar para admin tidak berbuat sewenang-wenang seperti menyelewengkan data. Informasi yang lebih jelas mengenai tata cara e-vote dan juknis terbaru, panlih akan mengupdate informasi-informasi tersebut di Official Account (OA) Pemira FEB Undip, sehingga diharapkan para pemilih dapat lebih paham mengenai juknis dan kebijakan yang baru.

Memberi Edukasi Mengenai Dunia Perbankan Melalui BELS

Reporter: Dhia, Difa

Tedhi Irawan Memberi Materi pada Acara Banking Education Lecturing 2nd Series

FEB (8/11) – Bertempat di Hall Gedung C Lantai 4 Fakultas Ekonomika dan Bisnis, telah berlangsung acara Banking Education Lecturing 2nd Series (BELS) oleh Economic Finance Study Club (ECOFINSC) Universitas Diponegoro. Banking Education and Lecturing merupakan salah satu program kerja dari Departement Project, dimana Departement Project ini merupakan departemen yang mengurus hal–hal di bidang seminar agar kedepannya dapat mengedukasi dan memberikan manfaat pula kepada masyarakat luas. Selain itu, acara Banking Education and Lecturing ini juga merupakan salah satu rangkaian dari open recruitment dari ECOFINSC

Banking Education Lecturing 2nd Series kali ini mengangkat tema “Adapting to The Future Workforce of Banking”. Pembicara yang dihadirkan merupakan salah satu dosen ahli Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, yaitu Tedhi Irawan, S.E.,M.M. Acara tersebut dibuka oleh MC dan dilanjutkan langsung dengan pemaparan materi oleh pembicara. Materi yang disampaikan yaitu seputar dunia perbankan di Indonesia dan dunia serta perkembangannya untuk menghadapi era teknologi saat ini. Pendeskripsian mengenai Bank Dunia yaitu Bank Dunia juga memberikan pinjaman bagi negara-negara berkembang. Selain itu, ada juga materi tentang Financial Technology yang sedang berkembang di Indonesia. Salah satunya yaitu Fintech Karya Nusantara (LinkAja) yang merupakan gabungan dari beberapa BUMN. Fintech Karya Nusantara ini dibentuk karena pemerintah melihat potensi yang sangat besar dari hal tersebut dan jangan sampai lepas kepada pihak swasta seluruhnya. Fintech sendiri terbagi menjadi dua jenis, yang pertama yaitu untuk menghimpun dana dan yang kedua untuk pinjaman.

Perbedaan acara BELS tahun ini sendiri dapat dilihat dari tema dan juga maksud dari acara ini, yang mana acara ini merupakan pelatihan dasar bagi para calon-calon staf yang nantinya akan mengikuti rangkaian open recruitment dari kelompok studi ECOFINSC. Salah satu materi seminar hari ini juga, nantinya akan menjadi topik di Focus Group Discussion (FGD) sebagaimana merupakan rangkaian dari kegiatan open recruitment. Dalam perjalanannya sendiri, acara ini juga mengalami beberapa kendala seperti ketidak-hadiran dari pihak bank yang sudah bekerja sama dengan acara BELS. Namun karena kerja dan relasi panitia, acara ini dapat berjalan dengan lancar.

Pada akhir acara, para panitia Banking Education and Lecturing 2nd Series berharap jika ilmu dan wawasan yang disampaikan Tedhi Irawan selaku pembicara dapat bermanfaat bagi semua audiens, baik bagi peserta open recruitment maupun peserta umum. Diharapkan juga jika materi hari ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan bermanfaat untuk mencapai cita-cita bagi masing-masing individu.

Calon Chairman MSA Beradu Gagasan dalam Mimbar Bebas

Reporter: Yunita, Alfi

Suasana Mimbar Bebas Suksesi MSA FEB Undip

FEB (7/11) – Bertempat di Dome Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip), telah dilaksanakan acara mimbar bebas oleh Management Student Association (MSA) yang merupakan serangkaian acara Suksesi 2019. Acara ini menjadi ajang pengenalan calon Chairman MSA 2020 sekaligus sarana masing-masing calon untuk memaparkan visi dan misi serta rencana kerja yang akan dibawa selama 1 tahun periode kepengurusan.

Mimbar bebas ini dihadiri oleh tiga panelis yang terdiri dari wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Undip, Chairman MSA, ketua Senat Mahasiswa FEB Undip, serta audiens dari mahasiswa FEB Undip. Acara dimulai dengan pengenalan calon serta pemaparan Grand Design Organization (GDO) dari masing-masing calon dan dilanjut sesi tanya jawab dengan panelis maupun audiens yang hadir. Calon Chairman nomor 1, Ekky Fahriza Zendra membawa visi “Mewujudkan Himpunan yang berintegritas yang mengedepankan sinergisitas tiap-tiap elemen di Departemen Manajemen demi kepentingan bersama”. Sementara itu,  calon Chairman nomor 2, Thadaffa Yusuf Ardanel membawa visi “Mewujudkan MSA sebagai Himpunan yang memiliki kontribusi, dedikasi, dan intelektualitas guna terwujudnya sinergi dan manfaat bagi seluruh elemen Departemen Manajemen”.

Dalam pemaparan GDO tersebut, masing-masing calon menyampaikan arahan strategis yang akan mereka bawa ke depannya ketika terpilih sebagai chairman MSA. Dalam sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan dari panelis maupun audiens mampu dijawab dengan lancar oleh para calon chairman. Dalam sesi ini, para calon berkesempatan untuk lebih menjelaskan rencana maupun kebijakan yang akan mereka terapkan untuk kebijakan kedepannya berkaitan dengan isu-isu yang marak diperbincangkan.

Setelah penyampaian GDO dan sesi tanya-jawab dari masing-masing calon, acara dilanjut dengan sesi debat antar calon Chairman, dengan Cyntia Tiodora Silalahi sebagai moderator. Acara berlangsung dengan lancar dan damai, kedua calon menjawab dengan lancar pertanyaan maupun kasus yang dilempar oleh panelis. Isu terkait adanya program studi baru “Bisnis Digital”, pencapaian target Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM), pencanangan sistem baru dalam pencalonan chairman dan senator, maupun isu lainnya mampu mereka tanggapi dengan lancar. Berbagai argumentasi saling mereka lempar dalam menanggapi isu-isu tersebut. Acara ditutup dengan closing statement dan promosi diri dari masing-masing calon serta closing statemen dari para panelis.

Masing-masing calon menyampaikan harapannya setelah dilaksanakannya mimbar bebas kali ini agar masyarakat manajemen paham betul bagaimana pemimpin yang mereka butuhkan. “Harapan saya, setelah mimbar bebas ini masyarakat manajemen lebih tahu bagaimana karakteristik dan pembawaan serta apa yang ingin dibawa oleh masing-masing calon, jadi masyarakat kita bisa lebih kritis untuk mengadu gagasan dari tiap-tiap calonnya,” ujar Ekky selaku calon Chairman MSA nomor urut 1. Sementara Yusuf, calon chairman nomer urut 2, berharap agar masyarakat manajemen memilih tanpa ada unsur paksaan. “Harapannya ialah masyarakat manajemen tahu sekiranya sosok pemimpin seperti apa yang dibutuhkan oleh masyarakat manajemen sehingga dia dapat menggunakan hati nuraninya dan tidak ada paksaan untuk memilih,” pungkas Yusuf.

Mimbar Bebas Pemira FEB: Saatnya FEB Bergerak ke Arah yang Lebih Baik

Reporter: Aan, Cinka

Dua Paslon Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB Undip dalam Acara Mimbar Bebas

FEB (6/11) – Keseruan Pemilihan Raya (Pemira) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) baru saja dimulai. Bertempat di Dome FEB Undip, telah dilaksanakan aksi mimbar bebas oleh pasangan calon (paslon) Ketua BEM FEB dan Wakil Ketua BEM FEB. Acara ini menjadi sarana masing-masing paslon untuk menunjukkan visi dan misi serta rencana kerja yang akan dibawa selama satu tahun periode kepengurusan.

Mimbar bebas kali ini dihadiri oleh enam panelis yang terdiri dari ketua himpunan, ketua Senat Mahasiswa FEB Undip dan Ketua BEM FEB Undip serta audiens dari mahasiswa FEB Undip. Acara dimulai dengan pembacaan visi dan misi dari masing-masing paslon. Mengusung nama Kabinet Melodi Juang, paslon nomor urut satu yaitu pasangan Even Benanda dan Rifqi Syauqi Ibrahim membawa visi “Semangat BEM FEB Undip sebagai pelopor keberanian dalam merajut karya untuk FEB Undip yang berkemajuan”. Di sisi lain, paslon nomor urut dua yaitu pasangan Satrio Eko Nugroho dan Andreas Billyarta Harsanico dengan nama Kabinet Cakrawala Karya menjelaskan visinya, yaitu “Terwujudnya BEM FEB Undip 2020 sebagai bentang cakrawala pemberi energi positif untuk FEB, Undip dan Indonesia.”

Penjelasan visi dan misi kemudian dilanjutkan dalam sesi tanya-jawab antara paslon dengan para panelis maupun audiens. Dalam sesi kali ini, para paslon berkesempatan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai rencana kerja dan cita-cita yang akan dibawa untuk ke depannya. Berbagai pertanyaan diajukan seperti green campus, arahan strategis, program kerja serta beberapa pertanyaan lain yang banyak menyoroti permasalahan sinergitas kelembagaan organisasi mahasiswa (ormawa) FEB Undip serta pelaksanaan fungsi pelayanan terhadap mahasiswa. Masing-masing paslon memiliki jawaban serta terobosannya masing-masing, seperti paslon nomor urut satu dengan penciptaan kelas sponsorship dan kelas kastrat serta paslon nomor urut dua yang membawa internship dan duta ekonomi dalam program kerjanya.

Dengan permintaan seorang audiens, sesi tanya-jawab juga diisi dengan penulisan pernyataan oleh kedua belah paslon untuk menjalankan segala hal yang telah disanggupi dan dijanjikan pada selembar kertas. Pernyataan tersebut ditandatangani oleh masing-masing paslon serta para panelis dengan disaksikan oleh audiens dan Panitia Pemilihan (Panlih) FEB Undip. Pernyataan tersebut kemudian diharapkan dapat terlaksana dan dibuktikan hingga akhir masa jabatan paslon terpilih.

Mimbar bebas berlangsung secara lancar dan damai serta diakhiri dengan penyampaian closing statement dari dua paslon tersebut. Keduanya berharap untuk adanya partisipasi dari semua kalangan mahasiswa FEB Undip bersama-sama. Even, calon ketua BEM FEB Undip nomor satu berharap agar terdapat sinergitas yang terjadi. “Kita saling bantu mewujudkan mimpi lebih baik,” terangnya. Di sisi lain, paslon nomor urut dua menyatakan bahwa semua harus berkontribusi untuk FEB yang lebih baik. “Kita harus berusaha memperjuangkan yang terbaik,” ujar Satrio.

Pengumuman Penerimaan Anggota Baru LPM Edents FEB Undip

Hallo Calon Jurnalis Kampus!

Saat yang kamu nanti-nanti akhirnya tiba juga. Seusai melewati berbagai macam rangkaian tahap seleksi anggota baru, kini terpilih beberapa nama yang akan menjadi anggota baru LPM Edents tahun depan.

Berikut nama-nama yang telah lolos tahapan seleksi anggota baru.

NamaJurusan/Angkatan
Aditya FebriansyahEkonomi Islam/2019
Alam Suprobo S.Akuntansi/2019
Aisyah YuliyantiAkuntansi/2018
Aji DarmawanIlmu Ekonomi Studi Pembangunan/2018
Annisa Pratiwi R.Akuntansi/2018
Banindhia Shalfa A.Akuntansi/2019
Diah Ayu AtmajaniEkonomi Islam/2019
Dinda CaesariaEkonomi Islam/2019
Dwi Novi H.Akuntansi/2018
Dwi Ratna S.Ekonomi Islam/2019
Erva HamidahAkuntansi/2019
Faya Nabila A.Ekonomi Islam/2018
Fitri WidyaningrumEkonomi Islam/2019
Khaira AqliyaAkuntansi/2019
Indah Sulistyo U.Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan/2019
Martin Bonaraja S.Akuntansi/2018
Muhammad Faisal A.Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan/2019
Muhammad Rijal R. F.Manajemen/2019
Nisa AlisvaAkuntansi/2019
Putri NurmaliaIlmu Ekonomi Studi Pembangunan/2019
Rio Dwi C.Manajemen/2019
Salma Vaza Z.Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan/2019
Sheila Anya K. N.Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan/2019
Sheilla Nur R.Manajemen/2019
Shela Nur F.Akuntansi/2019
Sulistiawati ManoppoManajemen/2019
Susan Liya S.Akuntansi/2019
Wening ShafiyahIlmu Ekonomi Studi Pembangunan/2019
Yusak Dwi Y.Manajemen/2018

Bagi kalian yang belum diterima, terus semangat. Semoga yang sudah diterima dapat menjalankan amanah dengan baik.

Salam Pers Mahasiswa,
Edents Pejuang Mulia.

Accofest 2019: Bring The Show To The Unique World

Reporter: Yunita, Dhia

Acara Accofest oleh KMA FEB Undip

FEB (1/11) – Bertempat di Dome Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip), telah berlangsung acara Accounting Festival (Accofest) 2019 oleh Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA). Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun KMA yang jatuh pada tanggal 10 Oktober. Tahun ini, KMA mengusung tema “Circus Maximus” yang berarti sebuah pertunjukan sirkus, dengan tagline “Bring the show to the unique world”.


Accofest merupakan event tahunan yang telah berlangsung sejak empat tahun lalu. Acara ini ditujukan untuk Akundip, yaitu sebutan untuk mahasiswa program studi Akuntansi, tepatnya untuk empat angkatan aktif terakhir. Sebelum main event berlangsung, pada hari Kamis (31/10) telah diadakan pre-event berupa kegiatan Donor Darah Sukarela yang berlangsung di Selasar PKM FEB.


Acara yang telah disiapkan berbulan-bulan ini berlangsung dengan cukup meriah. Setelah open gate sekitar pukul 16.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai susunan acara yang disambut dengan antusias oleh para peserta. Acara dibuka dengan sambutan-sambutan dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh ketua pelaksana, ketua KMA, perwakilan dari departemen, dan ketua angkatan masing-masing angkatan.


Kemeriahan dan antusiasme para peserta semakin terlihat selama acara berlangsung. Mulai dari adanya fashion show dari tiap angkatan, penampilan angkatan, pengukuhan angkatan 2019 oleh angkatan 2016, 2017, dan 2018, penampilan dari pengurus KMA, serta awarding, dan puncaknya yaitu penampilan spesial dari Serempet Gudal.

Pengukuhan angkatan sendiri merupakan inovasi baru yang pada tahun-tahun sebelumnya belum ada. “Perbedaannya di tahun ini kita membawa suatu hal yang baru yaitu ada pengukuhan angkatan. Jadi di Accofest ini nanti teman-teman sembilan belas akan diterima secara simbolis dan juga disaksikan oleh empat angkatan aktif yang ada di akuntansi,” ujar Clara Galuh selaku ketua panitia.


Dalam wawancaranya, Clara menyampaikan harapannya agar Accofest ini tidak sekedar untuk memperingati ulang tahun KMA, tapi juga sarana untuk mempererat hubungan antar angkatan maupun di dalam angkatan itu sendiri, serta sebagai wadah untuk bakti sosial terhadap sesama.

Diskusi Santai: Menilik Kerekatan RUU KPK Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Reporter: Yusuf, Aan

Suasana Diskusi Santai yang Diadakan oleh HMD IESP

FEB (29/10) – Bertempat di Selasar Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) FEB Undip telah dilaksanakan kegiatan diskusi santai yang diselenggarakan oleh Bidang Keilmuan Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) IESP FEB Undip. Diskusi tersebut diperuntukan kepada seluruh mahasiswa FEB utamanya jurusan IESP dengan mengangkat isu “Polemik RUU KPK: Bagaimana Keterkaitanya dengan Pertumbuhan Ekonomi” sebagai topik dalam diskusi tersebut.

Mengorek Isu Terkini sebagai Topik

Diskusi santai merupakan wadah yang diberikan oleh Bidang Keilmuan HMD IESP untuk mengajak seluruh mahasiswa IESP pada khususnya dan FEB pada ummumnya untuk berdiskusi tentang isu ekonomi terkini. Dari isu-isu tersebut dilakukan analisis terkait dampaknya terhadap perekonomian. Dalam diskusi santai tersebut peserta yang hadir dibagi menjadi dua kubu, yaitu ada yang pro bahwasannya terdapat korelasi antara Rancangan Undang-Undang (RUU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pertumbuhan ekonomi dan ada pula yang kontra dengan hal tersebut.

Menyorot RUU KPK dari Sudut Pandang Ekonomi

Hadir sebagai pemantik jalanya diskusi yaitu Fadel Nugraha, mahasiswa jurusan IESP angkatan 2017. Membuka jalanya diskusi dengan memaparkan terkait bagaimana kinerja KPK selama ini dan mengapa isu tersebut patut dikaitkan dengan perekonomian. “Sejak KPK didirikan tahun 2004 hingga 2018 jumlah penindakan kasus korupsi di Indonesia cukup meningkat dari tahun ke tahun. Namum, untuk tahun ini jumlah penindakannya menurun signifikan,” ungkap Fadel. Menurutnya jumlah penyelidikan, penyidikan, penuntutan, inkrah (berkekuatan hukum tetap), dan eksekusi mengalami penurunan sebanyak 38,2 persen dari 123 kasus di 2017 menjadi 76 kasus di 2018. Selanjutnya, pemantik memberikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan argumen terkait hubungan antara korupsi dan pertumbuhan ekonomi.

Menurut kubu yang pro, korupsi tidak selalu berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi karena korupsi justru mempengaruhi pertumbuhan secara tidak langsung dengan intermediasi economic freedom. Negara-negara dengan economic freedom yang rendah maka korupsi menurunkan pertumbuhan ekonomi dan sebaliknya jika economic freedom tinggi maka korupsi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kubu ini juga mendukung terkait RUU KPK, bukan kerena mereka mendukung korupsi tetapi menurut mereka KPK bukanlah lembaga suci yang selalu benar. KPK juga harus diperlakukan layaknya lembaga pemerintah lain supaya pelaksanaan tugas bisa lebih jelas. Oleh karena itu, KPK juga perlu diawasi dan diatur kinerjanya.

Kubu kontra menyatakan bahwa korupsi berhubungan negatif dengan pertumbuhan ekonomi dan merusak investasi yang ada. Artinya jika korupsi itu tinggi maka investasi terhadap domestik mengalami penurunan sehingga pertumbuhan ekonomi juga akan mengalami penurunan. Menurut kubu ini, RUU KPK akan berdampak pada daya tarik seorang investor yang ingin berinvestasi di Indonesia sehingga mereka merasa ragu untuk berinvestasi. Hal tersebut disebabkan karena para investor sulit untuk merealisasikan investasinya, oleh karena itu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Menambah Khazanah Keilmuan dengan Berdiskusi

Output yang diharapkan dari diskusi ini adalah supaya mahasiwa FEB pada umumnya dan mahasiswa IESP khususnya mendapatkan pengetahuan dan wawasan terkait isu-isu terkini dan bagaimana kaitannya dengan perekonomian. Selain itu, dengan adanya diskusi ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk dapat menyalurkan pendapat dan melatih diri untuk lebih kritis dalam berargumen. Untuk membuat diskusi lebih terarah maka dari panitia menghadirkan pemantik yang memang berkompeten terhadap isu atau materi tersebut sehingga diskusi menjadi lebih terarah dan ada ilmu yang dapat diambil oleh peserta.  “Diskusi ini dilakukan untuk melatih daya berfikir kritis mahasiswa IESP tentang isu-isu perekonomian terkini,” ujar Rinanda, Kepala Bidang keilmuan HMD IESP. Dalam diskusi tersebut dari pihak panitia melakukan notulensi, sehingga setelah acara selesai notulensi tersebut dapat dipublikasikan dalam bentuk infografis supaya lebih menarik dan dapat dibaca oleh mahasiswa FEB yang tidak hadir pada diskusi tersebut.