2 Hari Jelang Pemira, Himpunan Mahasiswa Departemen Akuntansi Adakan Mimbar Bebas

Reporter: Alam, Erva, dan Novi

FEB (19/12) – Menjelang pemilihan ketua himpunan yang baru, Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA) telah melaksanakan Mimbar Bebas Suksesi 2020 sebagai salah satu sarana untuk mengenal para kandidat Calon Ketua KMA. Berbeda dengan tahun sebelumnya, mimbar bebas kali ini dilaksanakan secara daring melalui platfrom Zoom. Acara ini menjadi wadah untuk menyampaian visi dan misi serta program kerja yang akan diusung oleh kedua Calon Ketua Umum KMA, yaitu Sakaweda Senajati dan Yohanes Adji Prakosa. Suksesi 2020 yang bertemakan Choose The Right Leader, Empower The Future sekaligus menjadi closing dari kepengurusan KMA periode 2019/2020.

Mimbar Bebas Suksesi 2020 dihadiri oleh Agung Juliarto, selaku Kepala Program Studi Akuntansi, keempat panelis yaitu Avi Adimas (Wakil Ketua Senat Mahasiswa FEB Undip), Even Benanda (Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FEB Undip), Hizkia Efraldo Saragih (Ketua KMA periode 2019/2020), dan Ferrel Aristo Putro (Sekretaris Umum KMA) serta mahasiswa akuntansi dari angkatan 2017, 2018, 2019 dan 2020. Acara terbagi dalam beberapa segmen, yaitu pemaparan Grand Design Organization (GDO), tanya jawab panelis, tanya jawab dengan perwakilan masing-masing angkatan, sesi debat, pertanyaan undian, penilaian antar calon, dan ditutup dengan final statement dari masing-masing calon.

Sebelum pemaparan GDO, acara diawali dengan sambutan ketua suksesi 2020, Ketua KMA Periode 2018/2019 dan Kepala Program Studi Akuntansi. Dalam sambutannya, Agung Juliarto mengungkapkan kebanggaannya kepada mahasiswa akuntansi, khususnya KMA dan berharap bahwa ketua yang terpilih adalah yang terbaik dan mampu untuk saling berkolaborasi dengan baik.

Pemaparan GDO dimulai dengan calon Ketua KMA nomor urut satu, yaitu Sakaweda Senajati. Sena, sapaan akrabnya, mempunyai visi “Menjadikan HMDA sebagai organisasi yang bersinergi positif bagi mahasiswa atau mahasiswi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.” Sedangkan calon Ketua KMA nomor urut dua, Yohanes Adji Prakosa, mempunyai visi “Menjadikan Akuntansi sebagai jurusan yang unggul dalam hal kekeluargaan, prestasi dan kompetensi, serta sinergitas yang baik antara angkatan-angkatan yang ada”.

Setelah memaparkan GDO, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab panelis. Salah satu pertanyaan panelis pertama, Avi, adalah terkait perubahan besar yang ingin dibawa oleh masing-masing kandidat. Sena menjawab ia ingin lebih meningkatkan rasa kekeluargaan dan mematahkan stigma-stigma negatif seperti adanya angkatan ganjil genap dan mahasiswa apatis dengan melakukan pendekatan-pendekatan. Sementara Adji menginginkan internal KMA yang akrab dan memiliki rasa kekeluargaan, sehingga mampu menularkan kepada masing-masing angkatan, ormawa, bahkan sampai lingkup FEB.

Memasuki segmen selanjutnya, tiap calon akan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh perwakilan masing-masing angkatan. Terdapat beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh kedua calon. Salah satu pertanyaan diberikan oleh Muthahary Hayyurahman, perwakilan angkatan 2017. Ia memberikan pertanyaan mengenai bagaimana nantinya kedua kandidat membuat KMA merasa dimiliki oleh seluruh masyarakat akuntansi.

Adji mengatakan bahwa caranya yaitu dengan KMA merangkul dan melayani dengan baik seluruh masyarakat akuntansi. “Jika masyarakat Akuntansi sudah merasa terangkul dan terayomi oleh KMA, seluruh anggota masyarakat Akuntansi itu bisa memiliki rasa terhadap KMA itu sendiri dan juga dengan medengarkan aspirasi dan juga saran dan kritik dan mendengarkan apa yang sebenarnya yang dibutuhkan mereka itu bisa menjadi cara biar masyarakat Akuntansi dan juga mahasiswa Akuntansi itu bisa memiliki rasa di KMA,” ucapnya. Sementara itu, jawaban dari Sena ialah dengan cara memberikan pendekatkan diri KMA ke seluruh anggota Akuntansi, dengan cara merangkul dan memberikan pelayanan di mana mereka dapat memberikan suatu aspirasi dan kritik.

Pada segmen debat, terdapat dua topik pembahasan yaitu mengenai penurunan antusiasme anggota KMA terhadap proker yang ada dan mengenai apa yang akan mereka lakukan apabila salah satu keluarga akuntansi yang terlibat suatu masalah dengan pihak eksternal dan pihak eksternal tersebut meminta pertanggungjawaban kepada KMA. Kedua calon saling melempar tanggapan dan sanggahan pada sesi ini.

Pada segmen kelima, kedua kandidat diberi pertanyaan acak dari operator dan dibacakan oleh moderator. Pertanyaan- pertanyaan yang diberikan ini sebagian besar seputar kinerja KMA. Masing-masing kandidat diberi dua pertanyaan secara bergantian. Pertanyaannya diantaranya yaitu model kerja apa yang akan dibawa dalam kondisi perkuliahan yang sistemnya belum jelas ini, bagaimana tanggung jawab bila program kerja yang dirancang tidak terlaksakan dan cara meningkatkan kepercayaan dari masyarakat Akuntansi, apa yang dibutuhkan oleh KMA saat ini dan bagaimana cara mewujudkannya, serta pertanyaan yang terakhir yaitu mana yang akan didahulukan bila internal dan program kerja mengalami masalah bersamaan.

Pada segmen keenam, masing-masing calon mengungkapkan kelebihan dari lawannya yang tidak dia miliki. Sena menyampaikan bahwa Adji merupakan orang yang selalu ada 24 jam, mempunyai jiwa kepemimpinan yang besar, sangat adaptif dan mau mendengar pendapat orang lain, serta tahu betul mengenai asas kekeluargaan dan proses jalannya. Sementara Adji mengatakan bahwa kelebihan Sena ialah tahu betul bagaimana melayani Akuntansi secara benar dan penuh, serta paham bagaimana arti pelayanan itu sendiri. Ia juga menyampaikan bahwa Sena adalah tipe pendengar yang baik, mau mengikutsertakan orang lain dalam keputusan-keputusan yang dia buat.

Acara ditutup dengan penyamapian final statement dari masing masing calon serta kesimpulan yang disampaikan oleh moderator. “Siapaun yang kalian percaya menjadi Ketua Umum KMA selanjutnya adalah pilihan yang terbaik bagi kalian,” ucap Sena. Ia berharap dalam pemilihan kali ini tidak berdasarkan ajakan orang lain, melainkan dari diri sendiri. “Jadi kalau memang visi misi ini kalian anggap adalah visi misi yang terbaik, pilihlah kandidat ini karena pilihan terbaik ada di diri kalian sendiri, jangan lupa lakukan demokrasi yang baik,” lanjutnya. Sementara kandidat kedua, Adji, juga berpesan untuk berpikir kritis dan skeptis demi masa depan Akuntansi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *