Mengenal Langkah Membangun Bisnis melalui Webinar Nasional YEP

Oleh: Fitri Widyaningrum

Minggu (08/11/2020) – Telah dilaksanakan Webinar Nasional Young Enterpreneur Project (YEP) oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pada pukul 13.00 WIB melalui platform Zoom. Webinar kali ini mengusung tema “Set Your Mind be Creative, Collaborative, and Create Your Own Business”. Sejalan dengan tema, webinar yang diselenggarakan HIPMI tersebut memiliki tujuan mengajak dan membangkitkan kembali semangat para generasi millenial untuk terjun langsung ke ranah dunia bisnis. Selain itu, acara ini juga menghadirkan dua pembicara yang cukup menarik yakni Indrayana Girindra Putra selaku founder Monolouge Caffe, KARSA Consultant, Kala Creative Agency dan Wulan Rudy Prasetyo S.E sebagai owner dariRudy Farm, PT Sinar Pahala Utama RPA Pabrik Ayam Frozen, sekaligus sebagai Bendahara HIPMI.

Webinar dibuka oleh Muhammad Khairunna’im selaku moderator, dengan membacakan beberapa peraturan bagi partisipan selama mengikuti acara. Beberapa peraturan tersebut diantaranya terkait absensi, ketentuan pakaian bagi peserta yang mengaktifkan video, mekanisme pengajuan pertanyaan saat sesi tanya jawab, larangan untuk spam chat serta tidak diperkenankan mengirimkan pesan yang berbau SARA dan diluar topik webinar. Selanjutnya, peserta diberikan waktu beberapa menit untuk absensi terlebih dahulu sebagai salah satu persyaratan guna mendapatkan e-sertifikat. Kemudian masuk ke sesi inti yaitu pemaparan materi yang akan disampaikan oleh kedua pembicara yang telah hadir.

Tujuh Langkah Membangun Bisnis

Setiap orang memiliki alasan berbeda dalam menjalanankan setiap bisnis yang mereka lakukan. Ada orang yang berbisnis karena keperluan, sebuah tren, belajar, dan lain sebagainya. Namun, apapun alasannya tidak ada alasan terbaik, terburuk, salah, ataupun paling benar sebagaimana harus diikuti seseorang sebelum menjalakan sebuah bisnis. Girindra sendiri mengungkapkan bahwa ia memposisikan bisnis untuk belajar, belajar menghargai orang lain, manajemen waktu, menentukan prioritas bahkan dituntut untuk belajar keuangan, operasional, diplomasi, dan sebagainya. Selanjutnya, Girindra menjelaskan bagaimana perbedaan antara dagang dan bisnis, yang mungkin selama ini sebagian orang masih menganggap sama padahal sebenarnya kedua kegiatan itu sangat berbeda. Kemudian, yang tidak kalah penting dalam membangun bisnis ialah perlunya memperhatikan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk memulai bisnis.

Terdapat tujuh langkah membangun bisnis yang telah Girindra paparkan, diantaranya adalah start with “why”, find your team, research & knowledge, plan your idea, capital, drive your business, evaluate. Pada pembahasan ini, Girindra menekankan mengapa evaluasi itu penting. “Ada pepatah yang mengatakan jangan menganggap emas karena orang itu lebih tinggi, jangan menganggap kotoran ketika orang itu lebih rendah. Artinya apa? Artinya ketika temen-temen lagi ngobrol sama orang yang bisnisnya gede dia bilang A, belum pasti itu bener,” ujarnya. Terakhir, Girindra pun memberikan beberapa kunci sukses dan penjelasan seberapa pentingnya kita memiliki pola pikir yang baik ketika ingin, hendak, bahkan sedang menjalankan sebuah bisnis.

Peliknya Merintis Bisnis dari Nol

Berbeda dengan topik pembahasan yang disampaikan oleh pembicara pertama mengenai teori dalam berbisnis, Rudy sebagai pembicara kedua lebih banyak menyampaikan perihal pengalaman ia berbisnis selama ini. Dimulai semenjak ia duduk di Sekolah Dasar (SD), dulu ia memiliki cita-cita ingin memiliki truk besar sampai akhirnya saat ini ia memiliki perusahaan dan keinginannya dapat terwujud. Kemudian pengalaman ia menjual permen di sekolah. Rudy mengakui bahwa rintangan pasti ada, ketika masih SD yang pada saat itu teman-temannya masih belum paham apa itu namanya untung ataupun laba hasil berjualan. Mereka menganggap bahwa Rudy telah berbuat curang karena menaikan harga bahkan dituduh mencuri karena mereka tau setelah Rudy berjualan pasti akan mendapatkan keuntungan berupa uang. Setelah itu, ia menceritakan secara singkat perjalanannya merintis beberapa bisnis yang sedang digeluti sekarang ini. Ada satu pesan dari seseorang yang selalu Rudy ingat. “Petuahnya ini sangat unik dan buat saya selalu teringat, waktu itu beliau bilang ke saya. Rud, kalau kamu besok besar dapat uang sepuluh ribu, berapa uang yang kamu buat jajan? Anak kecil kelas dua SD diomongin kayak gitu, terus saya tanya balik. Lha mbah baiknya berapa? Cukup dua ribu saja buat jajannya. Lha terus sisanya buat apa kok pelit-pelit amat? Yang delapan ribu untuk modal kerja berikutnya,” ungkapnya. Menurut Rudy kata-kata itu sangat luar biasa dan dijadikan pedoman saat ia berbisnis.

Di penghujung acara terdapat sesi tanya jawab yang dipimpin oleh moderator. Antusiasme begitu terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya. Mulai dari meminta saran atau solusi terkait kendala yang sedang mereka hadapi ketika menjalankan bisnis, bertanya seputar bisnis yang sedang tren saat ini, dan lain-lain. Bahkan karena keterbatasan waktu, masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *