Oleh: Novi dan Alam

Sabtu (26/09/2020) – Telah berlangsung Seminar Nasional Diponegoro Capital Market Days (DCMD) 2020 yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEB Undip. Seminar ini berlangsung selama 2 hari dengan enam pembicara yang luar biasa. Seminar berlangsung dengan menggunakan media Zoom Meeting. Event tahunan yang diselenggarakan oleh KSPM ini mengusung tema “Contribute to Society Through Invesment”.
Webinar di hari pertama menghadirkan tiga pembicara yang luar biasa yaitu Ellen May (Founder Ellen May Institute), Faisal Basri (INDEF Senior Economist), dan Fanny Rifqi El Fuad (Head of IDX Semarang). Acara ini dimoderatori oleh Prisa Sombo Datu (Host IDX).
Webinar ini diikuti oleh semua kalangan baik dari mahasiswa, dosen, perwakilan dari kementrian ekonomi, dan perusahaan. Jadi, bukan sebatas lingkup Undip saja melainkan dari berbagai elemen yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai investasi di pasar modal.
Ellen May pembicara pertama pada webinar ini menyampaikan materi mengenai bagaimana investasi di pasar modal. Pada akhir pemaparan materinya, beliau menyampaikan beberapa pesan diantaranya yaitu jangan terburu-buru, jangan ingin cepat kaya, jangan terjebak dalam noise, jangan over confident, jangan takut salah, jangan blaming, excuse, justify. Yang harus dilakukan adalah fokus belajar, sabar, embrace mistake, start small (again), dan kaizen.
Pemaparan materi kedua disampaikan oleh ekonom terkemuka di Indonesia yaitu Faisal Basri yang menyampaikan mengenai korelasi ekonomi, pertumbuhan ekonomi, Covid-19 terhadap pasar saham. Pesan yang dapat diambil dari ekonom ini adalah di tengah lumpur masih ada mutiara. Hal ini bisa dilihat bahwasannya pada masa pandemi ini tidak semua sektor ekonomi mengalami penurunan justru berkat pandemi ini ada beberapa sektor yang mengalami kenaikan diantaranya informasi dan komunikasi, jasa kesehatan dan kegiatan sosial, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan air, dan lain sebagainya.
Selanjutnya, pemaparan materi oleh Fanny Rifqi El Fuad sebagai pembicara yang ketiga sekaligus pembawa materi penutup acara ini. Beliau menyampaikan materi mengenai topik menjaga optimisme dan kepercayaan pasar di tengah dinamika ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19. Dalam materi ini lebih menekan bagaimana investor merasa nyaman untuk berinvestasi di bursa efek Indonesia dan bagaimana meningkatkan serta mempertahankan optimisme investor. Kalimat penutup yang disampaikan Bapak Fanny pada akhir acara yaitu, “Tingkatkan kompetensi Anda sebelum memasuki pasar modal.”
Hari kedua seminar dihelat pada Minggu (27/9) melalui platform yang sama. Kali ini kembali menghadirkan tiga pembicara yaitu Felicia Putri Tjiasaka (Investor Storyteller) , Nicky Hogan (Director of IDX 2015-2018, Elder Member of ISP Community), Zunarsa Hafizh (Philip Sekuritas Indonesia).
Sesi pertama dibuka oleh Zunarsa Hafizh dari PT Philip Sekuritas Indonesia. Sesi ini membahas dua hal yaitu yang pertama mengenai gambaran singkat PT Philip Sekuritas Indonesia dan dilanjutkan dengan membahas sub tema “Maksimalisasi Peran Sekuritas dalam Membantu Investor”. Pada sesi ini, Zunarsa menyampaikan bahwa ada tiga hal yang perlu dilakukan saat akan memulai investasi yaitu yang pertama menentukan tujuan dalam berinvestasi, kedua menentukan instrumen investasi dan yang terakhir melakukan secara terus menerus.
Pembicara juga sempat menyinggung mengenai pandemi virus Corona yang saat ini tengah melanda Indonesia. Pandemi Corona menjadi tantangan bagi sektor pasar modal. Ada tiga hal yang disampaikan pembicara yaitu, Corona dan krisis lain yang tidak bisa dihindari, investor asing cukup mendominasi transaksi pasar modal di Indonesia, dan bagaimana pasar modal menjadi titik balik untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Berlanjut ke sesi kedua, materi disampaikan oleh Nicky Hogan yang merupakan Director of IDX 2015-2018 yang membahas mengenai small cap. Small cap merupakan saham dengan kapitalisasi pasar yang kecil. Menurut pembicara meskipun small cap memiliki nilai pasar yang lebih kecil dibandingkan saham blue chip, belum tentu tidak bagus. Pembicara juga menyampaikan bahwa cara memilih saham untuk diinvestasikan baik itu blue chip atau small cap, yaitu dengan melihat saham-saham yang ada di LQ45. Lebih lanjut, pembicara juga menyebut bahwa saat yang paling tepat untuk berinvestasi adalah saat kita mempunyai uang.
Pada sesi ketiga, menghadirkan Felicia Putri Tjiasaka yang merupakan seorang Investor Storyteller. Dengan mengangkat sub tema “Investasi Sebagai Gaya Hidup Generasi Milenial”, sesi ketiga ini sedikit berbeda dengan sesi sebelumnya. Tidak hanya menyampaikan materi, Felicia juga mengajak peserta yang terpilih untuk mengikuti simulasi perencanaan keuangan yaitu menghitung dana beli rumah dan menghitung return yang dihasilkan dari investasi.
Menurut Felicia, dalam memulai investasi seseorang harus mengetahui tujuan dari investasi tersebut, return yang akan didapatkan serta mempertimbangkan risiko yang akan dihadapi. Felicia juga menyampaikan bahwa bagi investor pemula penting untuk mengetahui mengenai business model dari perusahaan dimana investor akan menginvestasikan uangnya serta legalitas dari perusahaan tersebut.
Selain itu Felicia juga mengatakan bahwa investasi keuangan memang penting, akan tetapi lebih penting investasi pada diri sendiri. Artinya bahwa sebelum berinvestasi, kita harus mengetahui potensi diri kita terlebih dahulu.
Acara DCMD 2020 ditutup setelah panitia mengumumkan pemenang The Fifth Diponegoro National Capital Market Competition (Dinamic) 2020 yang juga merupakan rangkaian acara dari DCMD 2020. Perlombaan ini diikuti para peserta dari berbagai universitas. Juara pertama disabet oleh Team Suggar Daddies, diikuti Team Burung Biru sebagai juara kedua dan Team Das Kapital sebagai juara ketiga. Sementara itu kategori Best Presentation Template diraih oleh Team Big Caps dan kategori Best Speaker diraih oleh Achmad Farhan Noor dari Team Sisinga.

