Mei Berkabung: Ruang Ingatan di Tengah Sunyinya Penyelesaian HAM

Bidang Hukum Sosial Politik BEM FH Undip 2026 menggelar kegiatan “Mei Berkabung” pada Senin, 18 Mei 2026 hingga Rabu, 20 Mei 2026 di Beranda Kreativitas Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Mengusung tema “Merawat Ingatan: Elegi untuk Mereka yang Dibungkam”, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus ekspresi mahasiswa terhadap berbagai persoalan hak asasi manusia di Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian acara yang berbeda di tiap harinya. Pada hari pertama, panitia mengadakan diskusi mengenai degradasi HAM akibat Undang-Undang TNI. Hari kedua diisi dengan bedah film Pesta Babi yang membahas pelanggaran HAM di Papua. Sementara pada hari terakhir, panitia menghadirkan panggung bebas dan gigs musik.

Panggung bebas tersebut membuka ruang bagi mahasiswa untuk tampil melalui berbagai bentuk ekspresi, mulai dari orasi, pembacaan puisi, menyanyi solo, akustik, hingga monolog puisi. Untuk menjaring partisipasi mahasiswa, panitia menyebarkan tautan registrasi bagi peserta yang ingin tampil dalam acara tersebut.

Selain itu, panitia juga mengirim undangan ke sejumlah organisasi mahasiswa, seperti BEM dan Lembaga Pers Mahasiswa, guna menarik lebih banyak peserta untuk hadir dan terlibat dalam kegiatan.

Menurut panitia, “Mei Berkabung” merupakan agenda tahunan yang selalu mengalami perubahan konsep di setiap penyelenggaraannya. Meski demikian, mereka menegaskan bahwa esensi kegiatan tetap sama, yakni merawat ingatan mengenai pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan bulan Mei.

Panitia berharap kegiatan tersebut tidak hanya dipandang sebagai hiburan atau ajang seru-seruan semata. Mereka menilai masih banyak kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang hingga kini belum memperoleh penyelesaian maupun keadilan.

“Semoga ke depannya tetap menjadi salah satu wadah untuk menyuarakan HAM. Orang-orang juga semakin sadar dan tidak lupa atas kejadian pelanggaran HAM yang ada di Indonesia,” ujar panitia.

Salah satu band yang tampil dalam acara tersebut juga mengaku puas dengan respons penonton selama penampilan berlangsung. Mereka merasa lega karena penampilan mereka mendapat sambutan positif dari audiens yang hadir.

Meski demikian, dari sisi teknis, mereka menilai masih ada beberapa hal yang dapat diperbaiki untuk penyelenggaraan tahun berikutnya.

“Sekarang sudah bagus, tapi bisa lebih bagus lagi,” ujar salah satu anggota band. Mereka berharap ke depan panitia dapat lebih mengakomodasi kebutuhan para pengisi acara agar persiapan penampilan menjadi lebih matang dan terorganisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *