Semarang, (18/09) – Gelar Wicara Ekonomi Vol. 3 adalah sebuah forum diskusi politik dengan intervensinya dalam ranah ekonomi. Bertempat di Dome FEB Undip, Sospol BEM FEB Undip, memberi wadah untuk edukasi dan menyadarkan mahasiswa FEB mengenai berbagai situasi ekonomi saat ini yang menjadi ukuran pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Forum kali ini mengundang pemantik serta pemateri Syahrul Fajri Mahasiswa Ekonomi FEB Universitas Diponegoro. Isi dalam forum ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang tepat untuk mahasiswa memahami kondisi aktual di Indonesia.
Syahrul Fajri menjelaskan dalam forum mengenai pengaruh geopolitik pada ekonomi dunia, bahwa Indonesia telah masuk ke dalam BRICS dan membeberkan fakta dan data mengenai pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang menjadi isu hangat serta kebijakan – kebijakan politik yang kontroversi. “Kita lihat jika memang BI rate kita nanti turun berarti ada campur tangan politik pada Bank Indonesia yang notabenenya institusi yang independen,” ungkap Syahrul Fajri dalam Forum Gelar Wicara Vol. 3.
Pernyataan tersebut diangkat ketika Syahrul Fajri diberikan pertanyaan mengenai bagaimana dampak dari kebijakan – kebijakan politik mampu mempengaruhi perekonomian. Kebutuhan masyarakat luas yang nanti akan menjadi ukuran pertumbuhan di Indonesia dihantam dengan kebijakan – kebijakan kontroversial yang dikeluarkan pemerintah. Hal ini dipertanyakan oleh Arkan, seorang mahasiswa FEB.
“Perkembangan ekonomi dunia juga merupakan andil dari organisasi BRICS yang sebanyak 29% PDB berputar di organisasi ini dan 20% perdagangan internasional berputar pula di BRICS dengan negara yang memiliki andil besar pada perdagangan Internasional, Iran dan Mesir,” ucap Syahrul
Kebanyakan perputaran ekonomi dunia juga dipengaruhi oleh adanya organisasi BRICS menjadi tonggak perekonomian dunia, masalah utama yang timbul ketika Purchasing Power Parity Index (PPPI) meningkat, seperti pada perang yang timbul antara Iran dan Israel, ketika sekarang PPPI berada di kisaran 20% dapat meningkat 49,6% menyebabkan kemampuan membeli barang dan jasa di luar negeri pada suatu negara akan menurun karena kenaikan index perdagangan. Hal inilah yang menjadi pokok utama bagaimana geopolitik perlu dibahas secara serius karena sangat berpengaruh atas perekonomian dunia, serta masalah yang ada di Indonesia.
Di Indonesia kebanyakan masih membicarakan arah kebijakan yang diatur sebagaimana tidak konsisten dan se-linear dengan pemenuhan pertumbuhan Indonesia. Hal ini dicetus oleh Syahrul, bahwa Indonesia belum menemukan karakter bangsa dan seharusnya ukurannya sudah ditentukan oleh terwujudnya Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang realisasinya masih minim di masyarakat luas. “Pertumbuhan Indonesia juga nantinya akan dipengaruhi oleh kebijakan BI menentukan suku bunga atau BI rate yang nantinya akan naik atau menurun seiring hasil rapat yang dijalankan pada hari Senin tanggal 22 September 2025,” tambah Syahrul.
Pada pernyataan Syahrul mendapati bahwa jika nantinya BI rate turun maka kemungkinan besar akan menjadi alat untuk melanggengkan kekuasaan dengan menaikkan tingkat kepercayaan masyarakat dengan adanya penurunan BI rate. Dari wawancara dengan Syahrul pula dijelaskan bahwa BI rate yang turun ini harus dijelaskan dengan alasan yang jelas sehingga tidak menjadi rancu dan dapat dijadikan sebagai alat politik, juga menjadi pertanyaan untuk status independensi dari Bank Indonesia sendiri.
Dari diskusi hangat di atas bisa menggambarkan Forum Gelar Wicara ini merupakan wadah penting untuk mahasiswa FEB tentunya memahami masalah yang fokus utamanya di ekonomi, mengenai stabilitas ekonomi di Indonesia dan intervensinya yang dapat menjadi masalah umum di Indonesia.
Rafi Ridho Tockary, Ketua BEM FEB Undip, Memberikan pendapatnya bahwa dari forum yang digelar diharap mampu menjadi wadah untuk pencerdasan mahasiswa. “Kita dari BEM pastinya akan terus konsisten mengadakan, menyuarakan, dan memberikan sebuah wadah-wadah diskusi supaya pencerdasan dan iklim dari mahasiswa yang mungkin kurang paham, kurang peduli menjadi peduli, tahu, dan mau bertindak,” ujarnya dalam wawancara eksklusif.
Forum ini tidak hanya memberikan edukasi formal namun kemudian dibumbui dengan konser yang mampu mencairkan suasana. Hal ini diperkuat dengan harapan dari beberapa panitia serta salah satu audiens dalam wawancara. Alfa, mahasiswa jurusan Ekonomi FEB Undip, menyatakan, “harapannya mungkin lebih ke mahasiswa FEB, sih, buat lebih bisa meramaikan acara seperti ini, karena disini juga kita sharing, terus juga belajar juga, gitu.”
Diperkuat dengan pernyataan oleh Tiara dan Arkan masing – masing selaku Project Officer (PO) dan Vice Project Officer (VPO), menyatakan bahwa dengan diadakannya forum ini besar harapannya mampu mengedukasi mahasiswa FEB dan mampu menyalurkan pengetahuannya pada masyarakat luas nantinya.
Sospol BEM FEB Undip tahun ini akan menggelar forum gerakan 4 yang akan membahas dengan topik yang berbeda dengan harapan mampu memberikan edukasi yang sesuai dengan kondisi di negara dan menyadarkan sebagian masyarakatnya. “Keberlanjutan Gerakan 4 akan membahas tema yang berbeda. Di sini, saya bertujuan untuk membangun kesadaran mahasiswa FEB nantinya,” ujar Arkan Toto pada wawancara eksklusif.
Reporter: Aldo, Haqi
Penulis: Aldo

