ECOART 2025: Ruang Ekspresi dan Apresiasi Seni Mahasiswa FEB UNDIP

Dok: Pribadi

Tembalang, Semarang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro kembali menggelar acara ECOART atau Economics Art Week 2025 sebagai ajang tahunan khusus bagi mahasiswa FEB. Acara ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada Selasa, 14 Mei 2025 pukul 12.30 hingga selesai, dan dilanjutkan pada Kamis, 15 Mei 2025 mulai pukul 10.00 di Hall KWU FEB UNDIP. ECOART 2025 mengusung slogan “Lestari Budayaku, Bewarna Duniaku” yang bertujuan menumbuhkan semangat mahasiswa dalam melestarikan nilai budaya melalui ekspresi seni. Acara ini menjadi wadah untuk menyalurkan potensi seni mahasiswa di tengah padatnya rutinitas akademik.

Tahun ini, sebanyak 90 peserta ambil bagian dalam berbagai lomba seni seperti solo vokal, baca puisi, cerpen, lukis, fotografi, poster, dan band, dengan total hadiah senilai dua juta rupiah. ECOART tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya seni, tetapi juga mendorong terciptanya semangat kolaborasi, solidaritas, dan kreativitas antarmahasiswa. Para pemenang nantinya akan mewakili FEB dalam kompetisi seni bergengsi Diponegoro Art Competition. ECOART 2025 menjadi batu loncatan bagi mahasiswa berprestasi di bidang seni untuk melangkah ke tingkat universitas.

ECOART 2025 mengangkat tema “Where Timeless Tales Meet Modern Imagination” dengan tujuan menghadirkan nilai-nilai luhur budaya secara lebih menarik dan segar bagi generasi muda. Menurut VPO ECOART 2025, Sheva Putri Wardani, tema ini terinspirasi dari cerita dongeng Nusantara sebagai warisan budaya Indonesia yang diangkat kembali dengan peningkatan modern dan imajinatif. PO ECOART 2025, Jeslyn Viarna Listy, menjelaskan bahwa tema ini dipilih karena lebih rasional dan melekat dalam kehidupan sehari-hari. Tema tersebut berkontribusi positif terhadap peningkatan jumlah peserta pada tahun ini.

ECOART 2025 berhasil menarik lebih dari 85 mahasiswa FEB untuk unjuk bakat dalam 7 bidang seni. Keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi pemasaran aktif dengan memasarkan acara dari kelas ke kelas dan memasang poster di beberapa gedung. VPO ECOART 2025 berharap acara ini dapat menjadi kebanggaan mahasiswa FEB dan memberikan dampak positif bagi kampus. Harapannya ECOART dapat berkembang secara kualitas, jaringan, dan inovasi setiap tahunnya.

Salah satu audiens lomba fotografi mengungkapkan ketertarikannya terhadap tema lomba karena memberikan ruang untuk mengekspresikan kecintaannya pada warisan budaya Indonesia. Ia telah memiliki minat mendalam terhadap dunia fotografi sejak SMP dan melihat ECOART sebagai kesempatan menggabungkan passionnya dengan pelestarian budaya. Dalam persiapan lomba, ia melakukan observasi langsung ke lokasi bersejarah untuk mencari komposisi foto yang tepat. Ia juga mempelajari sejarah dan filosofi objek yang difoto agar karyanya memiliki makna mendalam. Menjelang ECOART tahun depan, peserta fotografi berharap ajang tersebut dapat menghadirkan inovasi dalam bentuk lomba yang lebih beragam dan menarik. Ia berharap tema yang diangkat semakin relevan dengan isu-isu budaya dan lingkungan saat ini.

Nayla Clarissa, mahasiswa Akuntansi angkatan 2024, menjadi peserta lomba dalam cabang solo vokal. Nayla tertarik mengikuti ECOART karena terpacu oleh tantangan ingin membandingkan kemampuannya dengan peserta berbakat lainnya. Nayla memiliki latar belakang di bidang musik, khususnya tarik suara, karena aktif dalam kegiatan paduan suara semasa sekolah. Dalam persiapan, Nayla mengaku tidak melakukan latihan intensif, hanya mencari instrumen pendukung dan berlatih sekali sebelum tampil. Sebagai peserta, Nayla berharap agar semakin banyak mahasiswa yang ikut serta dalam ECOART ke depannya. Ia juga tertarik kembali mengikuti ECOART tahun depan, terutama jika ada cabang lomba dangdut.

Semangat dan kreativitas yang ditampilkan oleh para mahasiswa FEB UNDIP menjadi bukti nyata bahwa seni dapat menjadi media efektif dalam melestarikan budaya. Melalui berbagai karya yang dihasilkan, acara ini tidak hanya memperkaya pengalaman artistik para peserta, tetapi juga mempererat ikatan antar mahasiswa FEB. Diharapkan semangat ini terus berlanjut dan berkembang dalam kegiatan-kegiatan seni di masa mendatang. ECOART 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni semata, tetapi juga menjadi pendorong bagi mahasiswa untuk lebih mengenal dan mencintai budaya bangsa.

Reporter: Florence, Musa, Zaki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *