PERTAMINA: Pertamax Oplosan, Masyarakat Merugi, Korupsi Meradang

Mantap! Kontribusi Pertamina Kepada Negara Capai Rp 126,7 T
Sumber: CNBC Indonesia

Masyarakat kini semakin memanas dengan kabar Pertamax adalah BBM oplosan. Kerusuhan semakin bertambah dengan kabar korupsi besar-besaran oleh orang-orang yang terlibat di dalam Pertamina. Kabar ini membuat kasus Pertamina masuk ke jajaran kasus korupsi terbesar di Indonesia.  

Isu yang semakin memanas, masyarakat yang hilang kepercayaan, dan negara semakin merugi merupakan kata-kata yang mewakili tentang keadaan Pertamina sekarang. Pertamina adalah salah satu perusahaan milik negara dibawah naungan BUMN yang bergerak dibidang Tata Kelola Minyak dan Gas Negara. Sangat disayangkan salah satu perusahaan besar milik negara ini tidak dikelola dengan baik dan malah dijadikan ladang korupsi. 

Isu besar selain korupsi adalah Pertamax oplosan. Sangat disayangkan jika ternyata benar adanya Pertamax yang dipakai selama ini oleh masyarakat adalah oplosan. Serugi apa masyarakat yang telah membeli Pertamax karena mereka mengikuti ketentuan negara untuk menggunakan BBM non-subsidi. Namun, dilain sisi isu ini belum memiliki kejelasan dan kebenaran yang valid. 

Dikutip dari merdeka.com., Pelaksana Tugas Harian (PTH) Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, memastikan bahwa pihaknya tidak melakukan praktik upgrade blending atau pencampuran pada Pertalite dengan Pertamax. Dia memastikan bahwa produk yang diterima dan dijual di SPBU telah sesuai dengan spesifikasi. 

“Baik yang dari luar negeri maupun dari dalam negeri kami sudah menerima RON 92. Yang membedakan adalah meskipun sudah berada di RON 90 dan 92 itu sifatnya masih base fuel artinya belum ada adiktif yang kita terima di Pertamina Patra Niaga,” kata Ega dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/2).

Ega menjelaskan, Pertamina Patra Niaga melakukan pengolahan bahan bakar mulai dari terminal hingga ke SPBU. Sementara itu, untuk proses pengangkutan bahan bakar dari kilang ke terminal dilakukan oleh kapal milik Pertamina. “Tidak ada proses perubahan RON, tetapi yang ada itu Pertamax kita tambahkan adiktif. Jadi di situ ada proses penambahan adiktif dan proses penambahan warna. Proses inilah yang memberikan keunggulan perbedaan dalam produk,” jelasnya. Ega mengungkapkan, proses penambahan adiktif tersebut dikenal sebagai injection blending.

“Blending ini adalah proses yang common dalam produksi minyak yang merupakan bahan cair. Namanya ini bahan cair jadi pasti akan ada proses blending yang tujuannya adalah untuk meningkatkan value daripada produk tersebut,” ungkapnya. Menurutnya, setiap bahan bakar yang diterima, baik dari dalam maupun luar negeri, selalu melalui pengujian laboratorium sebelum dan sesudah bongkar muat.

Dari kutipan tersebut, dijelaskan bahwa adanya bantahan dari pihak Pertamina atas dugaan Pertamax oplosan ini. Namun, bukan berarti hal tersebut juga benar adanya, kita tetap harus waspada dan mengikuti perkembangan dan penyelidikan lebih lanjut. 

Kasus ini juga menyebabkan banyak masyarakat merasa resah dengan BBM di SPBU Pertamina. Dilihat dari laman Instagram Pertamina, banyak sekali masyarakat yang menuangkan segala keluh kesahnya kepada pemerintah juga Pertamina. Kini banyak masyarakat yang berganti linimasa pengisian BBM ke perusahaan swasta, yaitu SHELL. Hal ini merupakan wujud aksi masyarakat atas kehilangan kepercayaan kepada Pertamina.

Kejadian tersebut menjadi salah satu bukti kegagalan pemerintah dalam tata kelola perusahaan yang baik. Kasus ini semakin merusak citra lembaga naungan pemerintah yang seharusnya memiliki citra dan tujuan untuk melayani masyarakat. Kini pemerintah harus mengambil peran untuk membasmi pihak-pihak yang merugikan negara. Kasus ini harus menjadi pelajaran penting bagi pemerintah untuk menjaga kepercayaan masyarakat yang mulai menghilang. 

Penulis: Chesia Afrian Siahaan

Referensi

merdeka.com. (2025, 28 Februari). Penjualan BBM Pertamina Turun di Tengah Isu Pertamax Oplosan dan Korupsi, DPR Rayu Masyarakat. Diakses pada 28 Februari 2025 dari https://www.merdeka.com/uang/penjualan-bbm-pertamina-turun-di-tengah-isu-pertamax-oplosan-dan-korupsi-dpr-rayu-masyarakat-328869-mvk.html?page=2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *