Gelar Wicara Ekonomi Vol III: Kupas Program Kerja Calon Pemimpin Kota Semarang

Gelar Wicara Ekonomi Vol III berlangsung di Gedung KWU Lantai 4

FEB (16/11) – BEM FEB Undip menyelenggarakan acara Gelar Wicara Ekonomi Vol III Colosseum Democrate pada Sabtu, 16 November 2024. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menjadi forum diskusi interaktif antara mahasiswa dan para calon pemimpin Kota Semarang. Seminar bertujuan untuk mempertemukan pandangan mahasiswa yang kritis dengan visi, misi, serta program kerja nyata dari calon walikota dan wakil walikota Semarang. 

Seminar dilangsungkan di Hall Kewirausahaan, Gedung Laboratorium KWU Lantai 4. Acara dibuka oleh kata sambutan dari beberapa pihak salah satunya dari Ketua BEM FEB Undip Sena Habibi. Sena berkata bahwa acara dilaksanakan untuk kepentingan mahasiswa dan masyarakat bukan karena ada titipan tetapi karena keinginan mahasiswa untuk mendengar dan mengkritisi visi misi sekaligus program kerja para pemimpin. 

Saat pemaparan visi-misi, pasangan calon nomor urut 1, Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin, mengusung visi “Semarang Bersatu dan Hebat” dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan. Untuk mengatasi stagnasi ekonomi, mereka mengusulkan dana Rp 25 juta per RT per tahun dan stimulus usaha. Mereka juga menawarkan koreksi kenaikan PBB serta meningkatkan pajak kendaraan bermotor untuk mendukung APBD. Dalam isu korupsi, pasangan ini mengedepankan transparansi melalui sistem rekening RT dan pendampingan berbasis teknologi. Komitmen lingkungan diwujudkan melalui transportasi publik yang efisien, pembangunan Semarang Outer Ring Road, dan pengelolaan limbah terpadu.

Sementara itu pasangan calon nomor urut 2, Yoyok Sukawi dan Joko Santoso, mengusung visi “Semarang Maju dan Bermartabat” dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur melalui program “Hasta Karya.” Mereka berencana menciptakan tiga Central Business District (CBD) untuk meningkatkan investasi dan lapangan kerja, serta menawarkan beasiswa “1 Rumah 1 Sarjana” bagi keluarga kurang mampu untuk menekan angka putus sekolah. Dalam isu lingkungan, pasangan ini menyoroti pengelolaan banjir rob dan reklamasi pantai dengan kajian ahli, serta berkomitmen memperbaiki layanan transportasi publik yang dinilai masih buruk. Mereka juga mengusulkan sistem pembayaran kinerja berbasis keterampilan untuk meningkatkan efektivitas tenaga kerja.

Setelah sesi tanya jawab selesai, kedua pasangan calon walikota dan wakil walikota Semarang, menandatangani pakta integritas yang berisi komitmen untuk memenuhi aspirasi mahasiswa dan masyarakat serta menjalankan program kerja nyata dengan jujur dan melawan segala bentuk praktek korupsi, kolusi, nepotisme apabila terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota. Peserta yang hadir dalam seminar turut menjadi saksi yang akan terus menuntut komitmen kedua pasangan calon walikota dan wakil walikota Semarang. 

Reporter: Alvaro, Messal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *