
Oleh: Muhammad Haykal
Keamanan Digital adalah tindakan-tindakan yang dilakukan untuk melindungi data dan informasi penting dari ancaman atau serangan yang bisa merusak, mencuri, atau mengganggu keberlangsungan sistem komputer atau jaringan. Menurut penulis tujuan dari keamanan tersebut adalah untuk melindungi sistem pada jaringan yang kita miliki agar tidak mudah dihack atau diretas oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Segala informasi yang ada pada sistem jaringan setiap individu, seperti kata sandi pada email pribadi harus terjaga dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Apa saja aspek-aspek pada Keamanan tersebut? Keamanan jaringan, keamanan sistem operasi, keamanan aplikasi, keamanan data, dan keamanan fisik. Keamanan jaringan adalah keamanan yang melindungi segala data yang kita punya dari serangan luar, meliputi enkripsi data, sistem deteksi intrusi, dan firewall untuk mencegah perizinan yang tidak kita izinkan kepada pihak lain Setiap gawai menggunakan sistem operasi untuk menghubungkan gawai dalam satu jaringan. Mengingat setiap gawai terhubung dengan gawai yang lain, maka diperlukan sistem keamanan, terutama dari Malware dan virus. Malware dapat diartikan sebagai si hacker yang berusaha mendapatkan akses secara tidak sah, sehingga menyebabkan kerugian data berharga dari sang korban. Selain Malware, ada juga yang namanya virus, yaitu virus yang dapat mengubah sistem operasi pada gawai atau sistem dapat melakukan perintah sesuai design dari virus yang terpasang di dalam gawai secara illegal. Untuk itu sistem operasi pada gawai memerlukan sistem keamanan yang memadai. Lantas, bagaimana cara untuk melindungi sistem dari virus dan malware tersebut? Dengan cara memperbarui sistem perangkat atau cek secara berkala apakah ada update system pada perangkat tersebut dan memasang antivirus dari sumber yang dipercaya. Selain itu, aplikasi yang di install sebaiknya sesuai rekomendasi dari penyedia layanan seperti Google Play Store atau App Store pada gawai dengan sistem operasi IOS. Juga perlu dilakukan pengecekan berkala apakah ada update ke versi yang terbaru dari aplikasi tersebut. Tidak kalah pentingnya adalah pengaturan hak akses aplikasi terinstall yang tepat dapat membantu melindungi keamanan data.
Selain keamanan digital itu penting untuk dijaga, keamanan digital berbentuk alat fisik pada smartphone patut diperhatikan. Misalnya penggunaan smart door lock, salah satu perangkat pada pintu rumah modern yang terhubung ke perangkat dengan gawai melalui Wi-Fi atau Bluetooth. Bagaimana cara kerja sistem tersebut? dengan cara kita tetapkan terlebih dahulu kata sandi yang kuat yang sulit ditebak oleh siapapun, jangan lupa untuk menyimpan kartu akses tersebut, dan jangan lupa untuk menyimpan kunci manual dari benda elektronik tersebut yang telah disiapkan oleh produsen tersebut di dalam paket penjualan. Adapun manfaat yang kita bisa rasakan dari Keamanan tersebut antara lain untuk menjaga reputasi, menghindari kerugian finansial keuangan kita, mencegah, melindungi, dan bisa mengatasi serangan yang tidak kita inginkan, dan melindungi semua Data pribadi yang kita miliki.
Sejarah Keamanan digital pertama kali terjadi pada tahun 1970-an. Saat itu ada peristiwa di dalam dunia digital tentang keamanan siber, ketika diteliti oleh peneliti Bob Thomas menciptakan Creeper disebut juga dengan Program komputer pertama kali yang dapat bergerak melintasi jaringan yang namanya ARPANET. Penemu Email, Ray Tomlinson, menciptakan program Reaper yang menghapus program yang diteliti oleh Bob Thomas. Contoh perangkat lunak antivirus pertama kali adalah Reaper. Pada tahun 1987, di AS tiga orang Cekoslovakia menciptakan versi pertama antivirus NOD, yaitu Andreas Luning, dan Kai Figge merilis produk antivirus pertama mereka untuk Atari ST, yang juga merilis Ultimate Virus Killer, dan tidak lupa juga dengan John McAfee yang mendirikan McAfee dan merilis VirusScan. Untuk melindungi publik Firewall serta program antivirus harus diproduksi secara massal karena pada pertengahan tahun 1990-an ancaman keamanan jaringan telah meningkat. Pada awal 2000-an, keamanan informasi terus berkembang seiring dengan berkembangnya internet, tapi virus juga banyak bermunculan. Ada organisasi kejahatan mulai banyak memberi uang kepada pelaku serangan siber profesional, dan pemerintah mulai melakukan tindakan dengan memberikan hukuman yang lebih serius kepada mereka. Pada tahun 2021, industri keamanan siber terus berkembang seperti kecepatan cahaya. Menurut Statista pada tahun 2026 ukuran pasar keamanan siber global diperkirakan akan berkembang menjadi $345,4 miliar.
Salah satu ancaman paling umum terhadap keamanan data organisasi manapun adalah ransomware dan diperkirakan akan terus meningkat. Contoh nyata dari serangan Ransomware yang tengah viral yaitu kasus hacker yang meretas sistem pemerintah. Awalnya hacker meminta uang tebusan, namun anehnya sang hacker pun meminta maaf dan memberi saran ke pemerintah untuk kedepannya. Jadi, berhati-hatilah pada dunia sistem, karena kita tidak tau siapa yang berada di balik sistem keamanan digital kita.

